Lomban
Walikota Bitung MJ Lomban bersama Forkopimda dan TP-PKK lakukan komitmen menanam guna ketahanan pangan

manadoterkini.com, BITUNG – Canangkan Kota Bitung lumbung pangan berbasis keluarga, Jumat(03/03/20) Walikota Maximilian Jonas Lomban SE MSi serta Ketua TP PKK kota Bitung Dra.Khouni Lomban Rawung serta Komdan Yonmarhanlan VIII Bitung Letnan Kolonel Marinir Nandang Permana Jaya, S.E, Dandim 1310/Bitung Letkol INF Kusnandar Hidayat, Kapolres Bitung AKBP F.X Winardi Prabowo SIK, melakukan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama.

lomban
Walikota Bitung Maximilian Jonas Lomban SE MSi serta Ketua TP PKK kota Bitung Dra.Khouni Lomban Rawung serta Komdan Yonmarhanlan VIII Bitung Letnan Kolonel Marinir Nandang Permana Jaya, S.E, Dandim 1310/Bitung Letkol INF Kusnandar Hidayat, Kapolres Bitung AKBP F.X Winardi Prabowo SIK, menanam.(ist)

Dalam sambutan Walikota Bitung Maximilian J Lomban SE MSi mengatakan, secara nasional, kita ketahui semua 7 bulan kedepan pangan kita tetap aman, apabila itu dibarengi dengan produksi. saat ini kurangnya produksi, disebabkan masyarakat harus bekerja dari rumah dan tinggal dirumah untuk mencegah Covid-19.

Sehingga kami berinisyatif dengan jajaran Forkopimda dibantu Tim penggerak PKK kota Bitung, untuk memotivasi kepada masyarakat supaya menanam jenis umbi-umbian, jagung, pisang dan baritos.

Lomban
Wali Kota Max Lomban mengajak masyarakat Bitung menanam.(ist)

“Semua dilakukan untuk mengantisipasi apa bila Covid-19 ini berkepanjangan, dengan harapan Pemkot Bitung, TNI dan POLRI terus berkolaborasi dengan masyarakat untuk kemudian menanam, agar bisa menjaga ketersediaan pangan tetap terpenuhi jika Covid-19 berkepanjangan, “ujar Lomban.

Pencanangan lumbung pangan berbasis keluarga dilakukan dilokasi yang berbeda, yakni bertempat di Kelurahan Wangurer barat (Pemkot Bitung bersama Tim Penggerak PKK), Aspol pinokalan (Polres Bitung), Perum Kodim 1310 kelurahan Madidir Unet (Kodim 1310 Bitung) dan Lapangan tembak Marinir Kelurahan Aertambaga II kota Bitung (Yonmarhanlan VIII Bitung). (refly/advetorial)

Tahun 2020, Lomban : GT-KLA Kota Bitung harus terus bergerak

Bitung
Walikota MJ Lomban didampingi Sekda Audy Pangemanan membuka Rakor Gugus Tugas Kota Layak Anak (GT-KLA) Kota Bitung tahun 2020, di ruangan BPU Kantor Wali Kota, Kamis (09/01/2020).

manadoterkini.com, BITUNG – Tahun 2019 lalu, Kota Bitung kembali mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak ketegori tertinggi yakni Swasti Saba Wistara. Untuk itu, Tahun 2020 pemerintah lewat Gugus Tugas Kota Layak Anak (GT-KLA) diharapkan anak-anak di Kota Bitung mendapat perhatian dan dukungan dengan baik.

“Tahun 2020 pemerintah lewat GT-KLA harus terus bergerak tanpa lelah agar anak-anak kita dipastikan selalu mendapat perhatian serta dukungan selama hal ini berdampak baik bagi anak-anak di Kota Bitung,” kata Lomban saat membuka rapat koordinasi program GT-KLA Kota Bitung tahun 2020, di ruangan BPU Kantor Wali Kota, Kamis (09/01/2020).

Tahun ini kata Wali Kota, Pemkot Bitung akan melibatkan anak-anak melalui Forum Anak Kota Bitung untuk memberikan aspirasi yang diusulkan di Musrembang mulai dari tingkat kelurahan sampai kota, termasuk dalam proses pengawasannya.

“Hal ini merupakan bentuk penghargaan bagi anak-anak di Kota Bitung. Saya berharap kolaborasi kita semua dalam satu persepsi yang sama, mari kita berkomitmen lebih terhadap anak-anak karena mereka adalah generasi penerus bangsa,” katanya.

Kota Sehat sendiri merupakan penghargaan lintas sektor. Penghargaan ini dinilai oleh Kementerian Kesehatan (Kemkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Kementerian Perhubungan (Kemhub), dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sekretaris Daerah Kota Bitung, Audy Pangemanan selaku Ketua GT-KLA memimpin langsung rapat koordinasi yang juga dihadiri Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny Khouni Lomban Rawung serta sejumlah pimpinan perangkat daerah. (*/tim)

Kotaku Gelar Lokarya, Sisa 48 Ha Kawasan Kumuh di Bitung Belum Tertangani

manadomanadoterkini.com, BITUNG – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Bitung dibawah kepemimpinan Ronny Tuerah, SE selaku Koordinator Kota (Korkot) menggelar Lokakarya. Jumat (26/07/2019)

Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Perkim (Pokja Perkim) ini dibuka langsung Hendrik Sakul selaku Kepala Dinas Perkim, bertempat di salah satu Hotel yang ada di Kota Bitung.

Ronny Tuerah, SE selaku Koordinator Kota (Korkot) Kotaku menjelaskan bahwa Lokakarya ini bertujuan untuk melakukan evaluasi atas capaian capaian kegiatan dalam Kotaku, sudah sejauh mana program yang direalisasikan.

“Disamping itu lewat lokakarya ini boleh mendapatkan input dari para stakeholder. Seperti mendapatkan berbagai isu isu dan langsung melakukan konsolidasi, tetapi juga media yang paling efektif digunakan. Tetapi juga mengevaluasi hasil audit dan seperti apa penyelesaiannya. Banyak hal yang perlu dilakukan,” ujar Ronny

Dirinya juga menjelaskan bahwa sesuai surat keputusan Wali Kota Bitung di tahun 2015 Luas daerah kumuh di Kota Bitung 123,77 Ha. “Dari 123,77 Ha yang ada, sampai saat ini masih ada 48 Ha yang belum tertangani,” tambah Ronny sembari berharap kedepan program ini terus berkelanjutkan dan berkesinambungan.

Dalam Lokakarya ini ada berbagai Materi yang disampaikan baik dari TA Monev OSP 8 program Kotaku Provinsi Sulut oleh Michiko Manoaya, ST, Kabid Fispra Bappeda Heintje Pangalila, SPi dan
Ronny Tuerah, SE selaku Korkot Kotaku Bitung.

Lokakarya tetsebut, disamping dihadiri oleh jajaran pengurus Kotaku, hadir juga Dinas Perkim, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, Pemerintah Kecamatan Maesa, Pemerintah kecamatan Girian dan beberapa Pemerintahan Kelurahan. (REFLY)

Kota Bitung Kembali Raih Penghargaan Kota Layak Anak

mandomanadoterkini.com, BITUNG – Komitmen yang kuat dari Pemerintah dan Masyarakat Kota Bitung untuk memenuhi hak-hak anak akhirnya membuahkan hasil, untuk kali yang ketiga ini Pemerintah Kota Bitung kembali mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Madya, Selasa (23/7) malam di Hotel Four Points Makassar.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling, MA dan diterima oleh Wali Kota Bitung Maximiliaan J Lomban pada puncak Peringatan Anak Nasional 2019.

“Fokus utama kami adalah memberikan perlindungan anak, mengingat jumlah penduduk usia anak di Indonesia mencapai 87 juta atau sepertiga dari seluruh penduduk. Karena itu, anak-anak harus dijaga dan dilindungi. Sehingga selaku pejabat di daerah kami harus komitmen memberikan perhatian terhadap anak-anak,” tutur Lomban

Kabupaten/Kota Layak Anak merupakan salah satu tahapan untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030. Hal tersebut kata Lomban dapat diwujudkan hanya dengan adanya komitmen dari pemerintah daerah untuk melindungi hak anak, serta kerja keras untuk melindungi generasi masa depan bangsa.

“Untuk itu kita harus ingat bahwa, melindungi satu orang anak, berarti melindungi satu bangsa. Jika semua kabupaten/kota mempunyai komitmen menjadi KLA, maka kita berharap Indonesia Layak Anak atau IDOLA akan terwujud,” tambah Lomban

“Urusan perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Kota Bitung saja, tetapi merupakan urusan dan tanggung jawab bersama, seluruh unsur masyarakatnya,” pungkas Lomban

Sementara itu Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Lenny N Rosalin mengemukakan Pemberian penghargaan untuk kabupaten/kota tahun ini yang semakin bertambah dinilai membanggakan, sebab dengan bertambahnya pemberian penghargaan KLA di sejumlah daerah maka seiring dengan pemenuhan hak anak-anak di tingkat kabupaten/kota

Berdasarkan urutan penghargaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) yang tiap tahun diberikan pada event KLA (dari rendah ke tinggi) dimulai dari Pratama, Madya, Nindya, Utama dan KLA.

Penilaian KLA tahun ini diawali oleh tahap evaluasi mandiri secara online atau mengevaluasi diri sendiri berdasarkan 24 indikator KLA dengan sekitar 430 item pertanyaan atau variabel evaluasi sejak April hingga Mei 2019.

Setelah hasilnya diketahui, maka tahapan selanjutnya tim pusat melihat capaian passinggread masing-masing kabupaten yang memenuhi standar. (REFLY)

Tiga Tahun Pimpin Kota Bitung, Bersatu Demi Pelayanan Publik Jadi Harapan “MaMa”

bitung

manadoterkini.com, BITUNG – Maximiliaan Jonas Lomban, SE MSi dan Ir Maurits Mantiri, MM yang dalam pertarungan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung tahun 2015 silam mamakai jargon “MaMa” (Max-Maurits) kini memasuki usia ke 3 dalam memimpin Kota Bitung.

Ucapan syukur atas kepemimpinan “MaMa” yang ke 3 di Kota Bitung pun digelar di depan kantor Pemerintah Kota Bitung, Sabtu (30/03/2019).

manado

Dalam kesempatan ini, Lomban mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena semua telah berkolaborasi secara positif sehingga pada tiga tahun kepemimpinan ini telah banyak capaian- capaian yang ditorehkan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dimana terlaksananya pembangunan infraktruktur kesehatan, pendidikan, dan semua yang menjadi kebutuhan masyarakat di kota ini.

bitung

“Terima Kasih untuk kolaborasi yang sudah terjalin antara Pemerintah dengan masyarakat, tokoh Agama, tokoh masyarakat sehingga program program Pemerintah dapat berjalan dengan baik,” ujar Lomban didampingi Ketua TP PKK Kota Bitung Dra Khouni Lomban Rawung, MSi.

Senada dengan Lomban, Mantiri mengatakan bahwa kedepan masih banyak tugas yang akan kita kerjakan. “Salah satunya kita sukseskan pemilihan Presiden, pemilihan Legislatif, yang kita akan laksanakan pada tanggal 17 April 2019,” ujar Mantiri.

bitung

Dirinya pun mengajak seluruh masyarakat kota Bitung yang memiliki hak memilih untuk datang di TPS tepat pada waktunya dan memanfaatkan dengan baik kesempatan ini serta jangan ada yang golput.

“Mari kita sukseskan pemilihan serentak tahun 2019 ini,” ajak Mantiri didampingi Wakil Ketua TP PKK Kota Bitung Rita Mantiri Tangkudung, ST sembari berharap Pemerintahan Kota Bitung tetap bersatu, kompak dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat sehingga cita-cita bersama mewujudkan kesejahteraan masyarakat kota Bitung dapat terlaksana dengan baik.

Bitung

Lanjut Mantiri bahwa peringatan Tiga Tahun kepemimpinan ini juga merupakan momentum yang tepat untuk bersama menjaga kerukunan antar umat beragama yang terjalin selama ini.

Dalam perayaan 3 tahun kepemimpinan “MaMa”, dilaksanakan penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya puluhan proyek Infrastruktur yang ada di Kota Bitung.

Bitung

Bersama sama dalam peringatan 3 kepemimpinan “MaMa”, Sekretaris daerah kota Bitung DR. Audy Pangemanan bersama Ketua DWP Kota Bitung dr. Riny Pangemanan Tinangon, Pejabat Lingkup Pemerintah Kota Bitung, FORKOPIMDA, FKAUB, BKSUA, BAMAG, ASN dan THL serta masyarakat kota Bitung. (REFLY/Advetorial)

Cegah DBD, Lomban Imbau Masyarakat Lakukan Hal Ini

manadomanadoterkini.com, BITUNG – Wali Kota Bitung Maximilian J Lomban mengimbau masyarakat Kota Bitung untuk menjaga kebersihan lingkungan guna menghindari penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Rabu (09/01/2019).

“Kemenkes mengeluarkan surat edaran untuk mengimbau dan mendorong masyarakat, yang dimulai dari seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan upaya pencegahan dan Pengendalian penyakit DBD dan penyakit Virus Zika,” ujar Lomban

Dia mengatakan sejak Januari 2016 telah terjadi kecenderungan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di berbagai provinsi di Indonesia.

Untuk itu Wali Kota menginstruksikan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Bitung mulai dari perangkat daerah terkait seperti Dinas Kesehatan, Badan Lingkungan Hidup, perangkat kecamatan dan kelurahan untuk bersinergi dengan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Lomban mengajak masyarakat agar memahami pencegahan DBD yang dapat dimulai dari lingkungan sekitar.

“Upaya pencegahan terhadap penularan DBD dan penyakit Virus Zika dilakukan dengan pemutusan rantai penularan DBD berupa pencegahan terhadap gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopicus,” katanya

Langkah-langkah yang dilakukan kata Lomban, antara lain melakukan pemantauan jentik nyamuk dan PSN 3M Plus disetiap rumah secara rutin untuk memberantas sarang nyamuk yaitu dengan:

– Menguras tempat-tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat pemampungan air minum, penampungan air di lemari es, dan dispenser;
– Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum/gentong air, kendi air dan lainnya;

“Juga, Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air seperti botol plastik, kaleng, ban bekas karena berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes,” ungkapnya

Lomban juga mengajak masyarakat untuk mengaktifkan kembali Gerakan satu Rumah Satu Jumantik. “Jumantik adalah orang yang melakukan pemerikasaan, pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk khususnya Aedes aegypti dan Aedes Albopictus,” pungkasnya (Refly)

IRUP HUT Korpri ke-47, Ini Yang Disampaikan Lomban

manadomanadoterkini.com, BITUNG – Wali Kota Bitung Maximiliaan J. Lomban di dampingi Ketua TP-PKK Dra. Khouni Lomban Rawung menghadiri sekaligus bertindak sebagai Inspektur Upacara (IRUP) dalam rangka HUT Korpri ke-47 yang dilaksanakan lapangan upacara Kantor Wali Kota Bitung. Senin (3/12/2018).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Maximiliaan J. Lomban membacakan sambutan Presiden RI Joko Widodo yang mengatakan bahwa Selama 47 tahun, Korpri beserta seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara telah memberikan kontribusi besar terhadap masyarakat, bangsa dan negara.

“Korpri telah menjadi salah satu pengikat dalam memperkokoh persaudaraan dan persatuan nasional dalam keberagaman.

Jajaran Aparatur Sipil Negara telah menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan menjadi motor penting dalam pembangunan nasional,” tukas Lomban

“Jajaran Aparatur Sipil Negara juga ikut serta menjadi teladan masyarakat dalam mengedepankan budi pekerti, etika dan profesionalisme,” tambahnya

Lanjutnya lagi, Revolusi lndustri 4.0 telah membawa perubahan lanskap sosial, politik, ekonomi dan budaya di seluruh dunia. Perkembangan teknologi informasi, terutama pengkomputeran dan media sosial, memang memfasilitasi cara kerja birokrasi. Namun, teknologi tersebut juga memfasilitasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut pelayanan yang lebih baik dari Aparatur Sipil Negara.

Oleh karena Lomban berharap kepada seluruh Aparatur Sipil Negara di semua lapisan pemerintahan dan di semua sektor, untuk tidak terjebak dengan ego-sektoral, ego-organisasi, atau ego-programnya masing-masing

“Kepada seluruh anggota Korpri saya ucapkan Selamat Ulang tahun Korpri yang Ke-47, juniung tinggi Panca Prasetya Korpri, dan teruslah berbakti untuk ibu pertiwi,” tutup Lomban

Saat itu Lomban menyerahkan penghargaan Korpri Award Kategori Dewan Pengurus Terbaik 2018 yang diterima dari Presiden Jokowi beberapa waktu lalu kepada Sekretaris Dearah Kota Bitung selaku Ketua Korpri Kota Bitung

Turut hadir Unsur Forkopimda, Pimpinan dan Anggota DPRD, Sekretaris Daerah Kota Bitung dan Ketua DWP, Para Staf Ahli, Asisten, dan Kepala Perangkat Daerah Di Lingkungan Pemerintahan Kota Bitung, dan Para undangan yang ada. (Refly)

“Kursus Kepemiluan”, Salman : Sebaiknya Agen Sosialisasi Sampai Tingkatan Kelurahan

Bitungmanadoterkini.com, BITUNG – Guna peningkatan partisipasi masyarakat dalam PEMILU 2019 mendatang, Komisioner KPU SULUT Devisi SDM dan PARMAS Salman Saelangi inginkan Agen Sosialisasi sampai ditingkatan kelurahan.

“Saat ini kalian sebagai Agen Sosialisasi, dimana nantinya dapat menginformasikan kepada masyarakat terkait PEMILU 2019,” ujar Salman saat menjadi Narasumber dalam Kursus Kepemiluan yang dilaksanakan oleh KPU Bitung, Kamis (29/11/2018)

“Memang sebaiknya Agen Sosialisasi sampai ditingkatan Kelurahan dan Desa, agar kesadaran masyarakat untuk ikut memilih maupun mengetahui tentang proses penyelenggaraan PEMILU lebih meningkat,” tambahnya

Namun menurutnya semua itu tergantung anggaran yang ada. “Kami memang sudah mengusulkan anggaran, tinggal kita lihat nanti seperti apa,” tandasnya

Dalam kursus kepemiluan sendiri dibuka langsung oleh ketua KPU Bitung Deslie Sumampouw didampingi Komisioner lainnya yaitu Idhli Ramadiani, Sarifudin Hasan, Iten Kojongian, dan Yunoy Rawung.

Sementara Narasumber disamping Salman Saelangi selaku KPU SULUT Devisi SDM dan PARMAS juga dihadirkan Viktory Rotty mantan Komisioner KPU Bitung. Peserta sendiri dari ORMAS, Organisasi Profesi, Pendidikan dan OKP. (Refly)

Masih Beraktivitas, SatPol PP Bitung Tutup Galian Pasir Ilegal di Tewaan

manadomanadoterkini.com, BITUNG – Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bitung  Adri Supit, melakukan penutupan aktivitas galian pasir Ilegal yang ada di kelurahan Tewaan, kecamatan Ranowulu, Kamis (29/11/2018).

Penutupan aktivitas galian pasir ilegal yang ada di kelurahan Tewaan sendiri merupakan hasil koordinasi antara Dinas SatPol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Bitung.

Sebelumnya aktivitas galian pasir tersebut diketahui tidak mengantongi izin lingkungan. DLH sendiri juga sebelumnya sudah pernah memanggil pemilik lahan maupun pihak pengelolah untuk dimintai klarifikasi dan kemudian dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Meski tidak mengantongi Izin pihak pengelolah tetap masih saja melakukan aktivitas penggalian pasir.

Terkait penutupan sendiri Pihak SatPol PP kota Bitung sudah melakukan tugas sesuai kewenangan yang ada. “Jadi untuk kondisi sekarang tinggal bagaimana DLH melakukan proses selanjunya,” ujar Adri Supit melalui pesan What’s App. (Refly)

Mantiri Hadiri CINIA ke-4 Tahun 2018

Bitungmanadoterkini.com, BITUNG – Wakil Wali Kota Bitung Ir. Maurits Mantiri hadir pada The 4rd conference on Innovation and Industrial Application (CINIA) atau konferensi untuk berbagi pengetahuan dan mendiskusikan inovasi dan trend terbaru untuk menghadapi tantangan- tantangan di masa yang akan datang serta mencari solusi yang diterapkan dalam pengembangan Smart City yang digelar di Hotel Sheraton, Surabaya, Selasa (27/11/2018).

Dalam kesempatan itu Mantiri mengatakan berbagai hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain arah dan kebijakan Smart City di Indonesia yang disesuaikan dengan regulasi yang ada yakni Perpres no.95 tahun 2018 tentang penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

“Disamping itu, juga mendiskusikan tentang penyelarasan smart Province dan smart city serta kunci sukses pemerintahan kota dengan smart city,” ujar Mantiri

Lanjutnya lagi, lewat pelaksanaan kegiatan ini menjadi ajang untuk berbagi informasi dan pengalaman, serta knowledge sharing hasil-hasil penelitian dan inovasi pada semua aspek yang melibatkan berbagai disiplin ilmu yang dapat meningkatkan pengetahuan khususnya dalam penerapan smart city.

“Pemerintah kota Bitung saat ini banyak melakukan studi dan observasi terkait penerapan smart city di beberapa kota di Indonesia dengan harapan kedepannya kota Bitung bisa segera merealisasikannya,” katanya.

Adapun yang menjadi Keynote speaker pada konferensi tersebut adalah Menteri Kominfo RI Rudiantara dan Walikota Surabaya Tri Rismaharani. (Refly)