Devi Tanos Ingatkan Pentingnya Terus Meningkatkan Toleransi Umat Beragama

 

karo kesramanadoterkini.com, SULUT – Lewat kegiatan bersama segenap tokoh agama dan masyarakat di Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Kepala Biro Kesra Setdaprov Sulawesi Utara (Sulut) dr Kartika Devi Tanos MARS, mengingatkan lagi pentingnya terus meningkatkan toleransi umat beragama.

Istri Wakil Gubernur Sulut ini juga mengajak untuk terus memperkuat keberadaan Sulut dalam hal kerukunan umat beragama, terlebih khusus di Boltim agar kondisi aman, damai dan sejahtera bisa selalu terjaga.

“Diketahui bersama, salah satu kelebihan Sulut yang telah diakui daerah lain adalah tingginya toleransi antar umat beragama di berbagai kabupaten/kota, ” ujar dokter yang akrab disapa Devi, yang saat itu didampingi Kabag Nundung Pudul dan Kasubag Agama Lefina Pangkey.

Dia menambakan, situasi yang aman dan kondusif seperti ini jelas-jelas menguntungkan iklim investasi di daerah yang bisa menjamin kenyamanan bagi para investor, baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya dengan membuka usaha di Sulut.

Dan pasti toleransi dan kerukunan ini bisa memberikan multiplier effect bagi masyarakat daerah ini dengan terciptanya lapangan pekerjaan.

“Selain itu usaha-usaha kerakyatan bisa berkembang dan kesemuanya itu membantu menuntaskan kemiskinan sesuai dengan komitmen Pak Gubernur dan Pak Wagub melalui program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) menuju Sulut Hebat. Sekali lagi Pemprov Sulut tak akan pernah jemu untuk menggiatkan berbagi program yang menyangkut kerukunan umat beragama di Sulut, termasuk di Boltim dan Kabupaten/Kota lainnya, ” tandas Devi yang dikenal birokrat murah senyum ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wabup Boltim, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, yang pada kesempatan itu, memberi apresiasi atas kepedulian Pemprov tersebut.(alfa)

Sehan Landjar Telah Yakin Boltim WTP

BPK RImanadoterkini.com, TUTUYAN – Opini Wajart Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap LKPD Tahun anggaran 2015 yang diraih Pemkab Boltim, sudah diyakini oleh Bupati Sehan Landjar.

Terbukti, Jumat (10/6/2016) siang tadi bersama sejumlah daerah di Sulut, Boltim mendapatkan predikat WTP. Bupati yang akrab disapa Eyang ini menerima langsung sertifikat WTP dari BPK-RI perwakilan Sulut. “Saya yakin Boltim bisa WTP,” kata Eyang sebelum acara dimulai.

Bersama Boltim, WTP juga diraih Kabupaten Minut dan Kabupaten Mitra. Sementara Kabupaten Talaud, Kabupaten Bolmut dan Minsel meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).(tim)

MTerkini.com, TUTUYAN-Akibat belum memasukan surat Pertanggungjawaban (SPJ) dana hibah sekira Rp 2,5 Miliar yang dipakai saat Pilkada 2015 lalu. Tiga pimpinan Panitia Pengawas (Panwas) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yakni Ervina Damopolii, Bily Kawuwung dan Harianto terancam diproses hukum. Pasalnya, saat ini pemeriksaan keuangan dari tim BPK RI di Boltim sudah hampir rampung. Namun, penggunaan dana hibah Rp 2,5 miliar yang bersumber dari APBD Boltim 2015 tidak kunjung diserahkan.

Menurut Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Boltim Oskar Manoppo menegaskan, jika Panwas tidak memasukan SPJ hingga batas waktu tertentu, maka masalah ini akan segera dibawah ke ranah hukum.

“Kita akan segera laporkan ke kepolisian untuk diproses secara hukum bila Panwas tidak ada itikad baik memasukan SPJ,” ujar Manoppo kepada sejumlah wartawan.

Diapun merasa janggal dengan kinerja Panwas yang dinilai tidak serius dalam urusan administrasi khsusnya masalah SPJ.

“KPU Boltim saja menggunakan dana dari APBD Boltim sebesar Rp 10 miliar lebih, bisa dipertanggungjawabkan. Kenapa Panwas yang hanya Rp 2,5 miliar tidak bisa,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panwas Boltim Ervina Damopolii belum memberikan penjelasannya alasan SPJ dana hibah belum dimasukan. Dihubungi nomor Damopolii dalam keadaan aktif.(wan/dav)

MTerkini.com, TUTUYAN – Akses jalan utama bagi masyarkat Bolaang Mongondow Timur (Boltim) khususnya dari Ibukota Tutuyan dan Kotabunan menuju Modayag dan Kota Kotamobagu yakni jalan Atoga-Mooat kini kondisinya semakin memprihatinkan setelah anggaran pemeliharaanya ditangani Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut).

Dari pantauan manadoterkini.com dilokasi, terlihat dua titik longsor yang nyaris memutuskan badan jalan saat musim hujan beberapa waktu lalu. Namun, sampai saat ini keberadaa dua titik longsor tersebut belum juga diperbaiki. Selain itu pula, sudah banyak lubang yang menghiasi badan jalan. Tidak heran, sejumlah kendaraan roda empat maupun roda dua ketika melintasi jalan Atoga-Mooat harus lebih berhati-hati.

“Setelah jalan tersebut ditangani Pemprov jalan ini mulai ta biar,” kata beberapa pengendara mobil dinas di Pemkab Boltim yang enggan nama mereka dipublikasikan.

Menurut mereka, ketika jalan Atoga-Mooat dibiayai oleh APBD Boltim, setiap tahunnya dialokasikan anggaran pemeliharaan. Tapi, pasca diambil alih Pemprov keberadaan badan jalan makin memprihatinkan.

“Akses ekonomi masyarakat Boltim sangat bergantung dijalan Atoga-Mooat, karena jarak tempuhnya lebih singkat ketimbang melewati jalan Lanut,” kata mereka lagi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Boltim Sjukri Tawil S.Pd ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa status jalan Atoga-Mooat, mulai tahun 2016 ini sudah dibiayai APBD Provinsi Sulut.

“Jadi perbaikan jalan ini masih menunggu anggaran Pemprov,” ujarnya singkat.(wan/dav)

Tingkatkan Kwalitas, Jabatan Aparat Desa Bakal Dilelang

Suharto Paputungan
Suharto Paputungan

MTerkini.com, TUTUYAN – Rupanya tidak hanya pejabat Eselon II yang menjadi prioritas untuk dijadikan target lelang jabatan, namun hal itu nantinya bakal akan diterapkan juga pada pemerintah desa.

Suharto Paputungan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menuturkan jika perlu adanya lelang jabatan atau seleksi terbuka bagi aparat desa.

“Seleksi terbuka sebagai upaya meningkatkan sumber daya aparat. sebab, beban kerja mereka semakin besar dengan adanya Dana Desa (DD) yang sudah mencapai miliaran rupiah,” ujar Paputungan.

Lanjut Dia, desa yang merupakan ujung tombak pembangunan diharapkan, memiliki aparat yang mempunyai kompetensi. Saat ini kualitas aparat desa, banyak masih dibawah rata-rata.

“Ini adalah sebuah terobosan untuk mendapatkan aparatur Desa yang berkualitas dibidangnya dan akan kami usulkan ke Bupati,” jelasnya.

Boltim memiliki 80 desa dengan jumlah kepala urusan sebanyak 240 orang dan kepala dusun sebanyak 310 orang.

“Program ini rencananya akan dilaksanakan usai pelaksanaan pemilihan Sangadi secara serentak. aturan memperbolehkan adanya seleksi terbuka karena akan dibentuk tim seleksi,” tutup mantan Camat Tutuyan ini.(wan/dav)

Ketambahan Dua Kecamatan, Boltim Minim ASN

bolti
Darwid Lasabuda

MTerkini.com, TUTUYAN – Pembentukan Kecamatan Mooat dan Motongkad tidak hanya berdampak positif bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), namun juga berdampak negatif.

Pasalnya, dengan dibentuknya dua kecamatan, membuat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Boltim kian terbatas. Karena ASN akan mengisi struktur di kecamatan diambil dari SKPD dan di lima kecamatan yang ada.

“Idealnya satu kecamatan 23 ASN, tapi akan diupayakan tidak terjadi kekurangan saat pendistribusian di dua kecamatan tersebut. Tidak mungkin 23 ASN dibutuhkan satu kecamatan langsung diakomodir, sementara waktu satu kecamatan 10 ASN yang kita tempatkan,” terang Kepala Badan Kepegawaian dan

Diklat Daerah (BKDD) Boltim Drs Darwis Lasabuda kepada manadoterkini.com Rabu (27/4) siang tadi.
Lanjut Dia, jika disesuaikan seperti itu, tidak akan terjadi keterbatasan ASN di tiap SKPD dan di lima kecamatan. Apalagi tahun ini, Pemkab Boltim memberikan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) cukup besar untuk PNS agar bekerja maksimal dan disiplin.

“Saya rasa adanya TKD tinggi 20 ASN yang ditugaskan di dua kecamatan akan bekerja maksimal. Karena menambah ASN harus persetujuan dari MenPAN (Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara), jadi manfaatkan ASN dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Mooat Fredy Sumenge yang ditunjuk Bupati Boltim Sehan Landjar menuturkan, bahwa, kebutuhan PNS dia menyerahkan sepenuh kepada BKKD.

“Itu urusanya Baperjakat dan BKKD untuk mengkaji semua kebutuhan berdasarkan jumlah ASN yang dimiliki Boltim. Saya tidak memaksakan ASN akan ditempatkan di kecamatan sesuai kebutuhan, karena saya tahu Boltim masih kekurangan ASN,” kata Sumenge yang dalam waktu dekat ini segera dilantik bupati menjadi Camat Mooat.(wan/dav)

MTerkini.com, TUTUYAN – Hingga akhir April Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) baru melelang empat proyek.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Boltim, Haris Pratama Sumanta.

“Tiga proyek sementara dalam proses dan satu sudah ada pemenangnya. Hingga kini baru Dinas Kesehatan dan Disnakertrans yang mengajukan dokumen,” ungkap Sumanta kepada manadoterkini.com, Selasa (26/4) siang tadi.

Lanjut Dia, keempat proyek tersebut yakni, pengadaan alat kesehatan dan konsultan perencanaan di Dinas Kesehatan. Sedangkan dinas Nakertrans yakni pembangunan transmigrasi dan pengawasannya.

“Hingga kini belum ada yang mengajukan berkas, mungkin karena ada evaluasi program oleh Bupati,” tambahnya.

Setiap dokumen yang akan ditayangkan beber Sumanta, akan diverifikasi oleh ULP untuk dinilai kelayakannya dan total yang sudah ditender sekitar Rp. 3,7 miliar

“Proyek transmigrasi berasal dari tugas pembantuan. Total yang sudah ditender sebanyak Rp 3,7 miliar,” bebernya

Dalam proses tender secara elektronik dilakukan berdasarkan peraturan LKPP nomor 18 tahun 2016. Sumanta mengakui memang ada keterlambatan dalam proses tender.

“ULP hanya menunggu pengajuan dari satuan kerja karena teknisnya ada di SKPD,” ucapnya.

Namun dia menargetkan proyek dalam APBD 2016 akan selesai dilelang pada Juni nanti.

“Jika satuan kerja belum lepas hingga Juni. Kita akan kejar langsung ke SKPD,” kata dia.

Dia meyakinkan bahwa ULP akan bekerja secara profesional sesuai aturan. Sehingga para kontraktor bermasalah tak akan diikutsertakan dalam proses tender.

“Kalau ada kontraktor yang sudah melakukan pelanggaran, pastinya digugurkan pada saat proses pelelangan, sehingga mereka tidak mendapat ruang,” tandasnya.(wan/dav)

Antisipasi Lakalantas Ruas Jalan Mooat-Atoga Dibersihkan

Boltim
para pekerja sedang memangkas rumput di ruas jalan Mooat-Atoga

MTerkini.com, TUTUYAN – Ruas jalan Mooat – Atoga kembali diparas,Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), kembali mengalokasikan anggaran untuk perawatan ruas jalan Kiri dan kanan.

Dari pantaun manadoterkini.com, nampak para pekerja sedang melakukan pemangkasan rumput yang mulai mejalar kebahu jalan yang otomatis bisa mengganggu pengguna jalan baik itu kendaraan beroda dua maupun empat dan sehingga bisa menyebabkan kecelakaan.

“Banyak para pengguna jalan yang merasa lega karena jalan sudah mulai bersih terutama ruasnya, dan kemungkinan akan selesai pekan ini,” ujar Migdad Alheid pengawas pekerjaan perawatan jalan kepada manadoterkini.com, Kamis (21/4/2016) siang tadi.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Sukri Tawil ketika dikonfirmasi membenarkan. “Iya benar bahwa saat ini perawatan pemarasan samping kiri kanan ruas jalan Mooat-Atoga sedang dilaksanakan sebagaimana harapan masyarakat,” ujar Tawil.

Mengingat Jalan Mooat Atoga merupakan jalan penghubung antar Boltim dan Kota Kotamobagu jadi harus di perhatikan dalam hal ini perawataannya.

“Untuk biaya perawatan ruas jalan menurut pada setiap tahunnya akan terus dianggarkan, termasuk perawatan jembatannya,” tandas Tawil.(wan/dav)

Pembangunan Terminal Modayag Tunggu APBD-P

Boltim
Kadis Dishubkominfo Boltim

MTerkini.com, TUTUYAN – Pembangunan Terminal Modayag Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondw timur (Boltim), direncanakan akan dibangun tahun ini, hal itu diungkapkan oleh Kepala dinas perhubungan Komunikasi dan informasi (Dishubkominfo) Boltim MR Alung.

“Terminal Modayag dalam waktu dekat ini akan dibangun,Pemerintah daerah sudah merespon positif, pembangunanya akan di upayakan Tahun ini melalui Anggaran Belanja Pendapan Daerah Perubahan (APBD-P) pada Tahun 2016 ini” kata Alung kepada manadoterkini.com Selasa (19/4) siang tadi.

Adapun anggaran yang nantinya disiapkan, Alung menerangkan untuk pembangunan Terminal sudah dihitung sesuai kebutuhan tipe Terminal.

“Tipe terminal kemungkinan menjadi Tipe C, anggaran yang nantinya disiapkan sekitar Rp 600 jutaan,” ungkapnya.

Menurutnya jika terminal tersebut sudah selesai dibangun maka, semua arus lalulintas akan di tertibkan.

“Kalau terminal sudah dioperasikan, semua jalur kendaraan akan ditertibkan” pungkas mantan Kepala BKDD Boltim ini.(wan/dav)

Pemprov Sediakan Dana 6 Miliar Untuk Rehab RTLH di Boltim

boltimMTerkini.com,TUTUYAN-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) menganggarkan 6 Miliar untuk merehabilitas sekitar 200 Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Boltim Sjukri Tawil mengatakan rehabilitasi rumah tersebut berasal dari APBN yang dikoordinir oleh Pemprov.

“Anggaran pastinya saya belum tahu, tapi alokasi rumah ada 200 unit,” katanya.

Dia menjelaskan, pembangunan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) akan difokuskan di kecamatan Kotabunan. Rumah ini akan dikerjakan secara swakelola oleh pihak ketiga yang ditunjuk pemerintah propinsi.

“Sekarang sementara pendataan calon penerima, kami tetap koordinasi dengan dinas sosial agar tak tumpang tindi dengan program RTLH milik pemda. Jangan sampai satu rumah, dua kali menerima,” bebernya.

Tambahnya warga penerima bantuan hanya akan menerima rumah karena akan dikerjakan oleh pihak ketiga.

“Tak diberikan dalam bentuk uang dan bahan bangun. Warga terima bersih, rumah sudah direhabi,” tuturnya

Dia juga mengatakan, besaran anggaran untuk satu unit rumah bervariasi tergantung tingkat kerusakan rumah yang akan direnovasi.

“Bisa Rp 15 juta hingga Rp 30 juta, tergantung yang akan direhabilitasi. Namun kesulitannya, banyak rumah warga miskin, tapi tanahnya hanya pinjam. Padahal syaratnya tanah harus milik sendiri,” tandasnya.(wan/dav)