Gaji tak Dibayar, Petugas Kebersihan Kecamatan Singkil Mengadu ke Walikota

IMG-20180103-WA0021manadoterkini.com, MANADO – Seorang orang Ibu yang mengaku sebagai petugas kebersihan di wilayah Kecamatan Singkil menemui Walikota Manado Dr Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, usai mengikuti Apel Perdana Pasca Cuti Bersama ASN Pemkot di lapangan Sparta Tikala Manado Rabu (3/01) pagi tadi.

Saat menemui Walikota GSVL, Ibu Diana yang mewakili puluhan petugas kebersihan sebagai penyapu jalan ini meminta kejelasan kepada Walikota Manado terkait nasib mereka.

Dituturkannya di depan Walikota, upah mereka pada bulan Desember kemarin belum diterima sepeserpun sedangkan petugas kebersihan di wliayah Kecamatan lainnya sudah diterima sejak Desember 2017.

“Saya ingin meminta kejelasan, bagaimana nasib kami. Upah kami pada bulan Desember belum diterima, nasib kami sampai saat ini belum jelas, kami disodorkan surat pemutusan kontrak kerja bukannya surat lanjutan kontrak kerja,” ujarnya di hadapan Walikota.

Menurutnya, ada 21 petugas penyapu jalan yang saat ini bekerja di Kecamatan Singkil.

Lain halnya dengan ibu Epi yang sudah menjalani tugas sebagai penyapu jalan sejak masih di bawah naungan Dinas Kebersihan kota Manado, dituturkan di bulan Desember dirinya sering di intimidasi oleh pihak pengawas Kecamatan dalam pekerjaan meskipun saat ia sedang merayakan ibadah Natal.

“Waktu itu tanggal 25 Desember, saya diperintahkan masuk untuk membersihkan lokasi, karena harus mempersiapkan anak – anak jadi saya bangun jam 4 subuh agar bisa masuk ibadah pada perayaan Ibadah Natal meskipun sampai jam 7 pagi saya masih bekerja walaupun kondisi waktu itu hujan lebat” ujarnya sambil menangis di depan Sekda Kota Manado Rum Usulu bersama beberapa Staf khusus.

Saat dikonfirmasi terkait laporan tersebut, Camat Singkil Mursyid Pangalima menyampaikan bahwa sesuai dengan perjanjiankontrak bersama petugas kebersihan akan habis kontrak pada 31 Desember 2017.

“Jadi per Januari 2018 semua petugas kebersihan akan direkrut kembali” ujar Camat Mursyid.

Namun hal tersebut menurut para petugas kebersihan, sampai saat ini belum ada kejelasan karena lokasi yang menjadi wilayah kerjanya setiap hari telah dikerjakan oleh petugas lainnya. (angky)

Demo Petugas Kebersihan Ditutup Dengan Doa Bersama

Walikota Manadomanadoterkini.com, MANADO – Demo petugas kebersihan perwakilan 11 Kecamatan, Senin (3/4/2017) siang tadi mengaku puas setelah aksi mereka diterima lengkap pengambil kebijakan di Kota Manado diantaranya Wali Kota, GS Vicky Lumentut (GSVL), Wawali Mor Bastiaan, Ketua DPRD Manado, Noortje Van Bone dan anggota dewan lainnya di pendopo halaman Kantor Wali Kota.

“Terima kasih kepada para petugas kebersihan yang telah meyampaikan keluhan kalin. Baru kali demo diterima langsung lengkap Wali Kota, Wawali dan Ketua Dewan,” kata Wali Kota, GSVL didampingi Wawali Mor disambut aplaus para petugas kebersihan.

14 tuntutan Petugas Kebersihan ada yang diterima dan ada pula tidak serta perlu dibahas lebih lanjut. “Seperti dikembalikannya Petugas Kebersihan dari Kecamatan ke Dinas Lingkungan Hidup itu tidak mungkin. Justru ketika masih di Lingkungan Hidup kami banyak masalah sesuai temuan BPK, termasuk disitu hak-hak petugas kebersihan,” jelas GSVL.Walikota Manado

Untuk penyesuian upah disesuikan dengan UMK Rp 2.500-an menurut GSVL, akan dilakukan tahun depan. “Sebab tidak serta merta usai UMK itu dibahas langsung diterapkan. Tahun ini dibahas langsung berlaku. Tidak, masih perlu penyesuaian,” kata GSVL.

Permintaan petugas kebersihan untuyk didaftarkan pada program BPJS, GSVL berjanji akan segera dilakukan. “Dengan satu syarat. Asalkan dia warga kota Manado. Untuk kesempatan beribadah, silakan beribadah sesuai ibadah kerja lagi. Begitu juga soal service mobil petugas kebersihan silakan di tempat yang ditetapkan pemerintah,” jelas GSVL.

Orang nomor satu di ibukota Provinsi Sulut ini berharap, petugas kebersihan tetap bekerja seperti biasa. “Sebab kalian adalah pahlawan kami. Pahlawan Kota Manado untuk kebersihan dan keindahan kota yang kita cintai ini,” pinta GSVL.

Aksi demo ini berlangsung aman dan tertib. Penjelasan Wali Kota diterima dengan puas. Bahkan usai menyampaikan aspirasi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung Ketua DPC FKUI SBSI, Romel Sondakh. (*/aldi)

Tuntut 14 Point, Demo Petugas Kebersihan “Istimewa”

manadoterkini.com, MANADO – Demo damai petugas kebersihan Kota Manado, yang difasilitasi Dewan Pimpinan Cabang Federasi Konstruksi Umum dan Informal Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPC FKUI SBSI) Kota Manado, Senin (3/4/2017) siang tadi terkesan istimewa.

Walikota Manado
Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut memberikan penjelasan kepada Petugas Kebersihan terkait tuntutan kesejahteraan mereka didampingi Wawali Mor Bastiaan dan Ketua DPRD Manado, Noortje Van Bone

Baru kali ini aksi demo diterima langsung lengkap para pengambil keputusan di Pemerintahan Kota Manado, yakni Wali Kota GS Vicky Lumentut (GSVL), Wawali Mor Bastiaan, Ketua DPRD Manado, Noortje Van Bone bersama anggota dewan lainnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Hanny Wawowruntu, Kasat Pol PP, Xaverius Runtuwene dan para Camat.

Wali Kota GSVL, Wawali Mor dan Ketua Dewan Van Bone mendengarkan satu per satu tuntutan petugas kebersihan yang dibacakan Ketua DPC FKUI SBSI Kota Manado, Romel Sondakh di pendopo halaman depan Kantor Wali Kota Manado.

Ada 14 poin tututan pendemo, diantaranya soal keterlambatan pembayaran upah. Meminta pemkot meninjau kembali besar upah. Meminta jatah BBM dikembalikan semula karena sejak Januari jatah BBM dikurangi.

Meminta jatah pembelian BBM selama sebulan diberikan awal bulan. Meminta pengembalian uang service dan uang oli serta onderdil dapat dikembalikan saat para sopir memasukan nota kepada bendahara.

Para petugas kebersihan juga meminta agar Pemkot Manado mengikutsertakan dalam program BPJS kesehatan. Juga meminta untuk didaftarkan dalam program BPJS ketenagakerjaan.

Walikota Manado
Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut memberikan penjelasan kepada Petugas Kebersihan terkait tuntutan kesejahteraan mereka didampingi Wawali Mor Bastiaan dan Ketua DPRD Manado, Noortje Van Bone

Meminta kompensasi kepada pemerintah sesuai UU No. 13 tahgun 2003 tentang ketenagakerjaan terkait petugas kebersihan yang sudah mengabdikan hidup yang sudah belasan tahun maupun puluhan tahun.

Kemudian meminta kepada pemerintah memeberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah setiap minggu atau hari lainnya karena saat ini mereka dipaksa tetap masuk kerja setiap hari ibadah.

Meminta Wali Kota dan Wawali memberikan pembinaan kepada bawahan yang sering mengancam petugas kebersihan dengan kata-kata cukup meresahkan. Selain itu, kotrak kerja mereka diminta dipermanenkan,

Petugas kebersihan yang saat ini berada di bawah kecamatan diminta dikembalikan ke Dinas Lingkungan Hidup serta meminta jam kerja para petugas kebersihan yang saat ini berlaku 40 jam dalam seminggu ditinjau kembali.

“Dengan adanya keluhan ini kami sangat berharap pemerintah kota sesegera mencarikan solusi. Kami bersedia membantu pemerintah kota Manado membahas atas persoalan para petugas kebersihan ini,” tandas Ketua DPC FKUI SBSI Manado, Romel Sondakh.(***/aldi)

Tuntut Kesejahteraan, Petugas Kebersihan Demo Dewan Kota Manado

Demo Petugas Kebersihan
Anggota DPRD Manado, Lily Binti saat mendengarkan tuntutan petugas kebersihan yang dibeberkan Ketua DPC FKUI SBSI Manado, Romel Sondakh

manadoterkini,com, MANADO – Gedung DPRD Kota Manado, Senin (3/4/2017) pagi menjelang siang tadi, didatangi petugas kebersihan Kota Manado, guna melakukan aksi demo damai. Petugas kebersihan berasal dari 11 kecamatan di Kota Manado difasilitasi Federasi Konstruksi Umum dan Informal Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FKUI SBSI).

Dimana dari 14 tuntutan para petugas kebersihan Kota Manado ini menuntut realisasi kesejahteraan dari Pemerintah. “Petugas kebersihan selama ini dituntut bekerja maksimal agar Kota Manado tetap terlihat bersih, rapi dan enak dipandang. Namun disayangkan, tuntutan pemerintah Kota Manado kepada petugas kebersihan tidak diimbangiu dengan tingkat kesejahteraan yang memadai,” tegas Ketua DPC FKUI SBSI Kota Manado, Romel Sondakh.FB_IMG_1491209396657

Para pendemo tersebut diterima langsung sejumlah legislator Tikala diantaranya srikandi Partai Golkar Lili Binti, Diana Pakasi dari Nasdem, Fanny Mantali Partai Gerindra, Reynaldo Heydemans Partai Golkar serta Mohammad Wongso, di Pendopo halaman kantor Walikota Manado.

“Kami sebagai lembaga politik akan membantu memfasilitasi tuntutan teman-teman petugas kebersihan. Kita bicarakan baik-baik apa yang menjadi tuntutan akan kita bicarakan dengan eksekutif,” kata Lily Binti diiyakan rekan sesama anggota dewan. (aldi)

Mor Ingatkan Perangkat Daerah Soal Gaji Pegawai

manado
Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastiaan saat memimpin rapat kerja perdana tahun 2017 bersama Sekda, Rum Usulu dan sejumlah kepala SKPD yang baru dilantik.(ist)

manadoterkini.com, MANADO – Wawali Mor Bastiaan SE SH STh, mengatakan Jumat pekan ini gaji pegawai maupun honorer segera dibayarkan. Terutama gaji pegawai rendahan dan para penyapu jalan.

“Pembayaran gaji pegawai diusahakan Jumat pekan depan sudah terima gaji. Pembayaran gaji itu dimulai dari pegawai staf termasuk para penyapu jalan,” tegas Mor diiyakan Kepala BPKAD, Kota Manado, Manarsar Panjaitan.

Untuk itu, Mor mengingatkan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Manado diingatkan tidak terbawa suasana pelantikan pejabat Perangkat Daerah (PD) baru hingga mempengaruhi proses pembayaran gaji pegawai di awal tahun 2017.

Diketahui penegasan tersebut diungkapkan Wawali Mor saat memimpin rapat kerja perdana 2017 bersama Plt Sekda Manado, H. Rum Usulu, Asisten I, Micler Lakat, Asisten III, Frans Mawitjere SH, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Manado Drs Manarsar Panjaitan, serta para Kepala SKPD dan Camat se-Kota Manado yang baru dilantik Wali Kota, GS Vicky Lumentut.(ald)

Gelar Ibadah Pra Natal, JIPS Berbagi Dengan Petugas Kebersihan

manadoterkini.com, SULUT – Ibadah Pra Natal yang dilaksanakan Jurnalis Independen Provinsi Sulawesi Utara (JIPS), Jumat (2/12/2016) di Pendopo, Kantor Gubernur Sulut, sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

JIPS
Sambutan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw

Pasalnya, kegiatan pra natal bersama para pemburu berita di gedung putih itu dengan petugas kebersihan dipercayakan kepada wartawan yang beragama muslim.

Ketua Panitia Pra Natal JIPS, Raden Mas Suratman mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan JIPS dibawah Kepemimpinan OD-SK.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama sejak kepemimpina  OD-SK dan yang menjadi panitia dari wartawan JIPS beragama Muslim. dan di kegiatan Agama Muslim yang akan menjadi panitia adalah Wartawan Kristen,” kata Suratman.

JIPS
Wakil GUbernur menyerahkan bingkisan kepada petugas kebersihan

Lanjut Suratman, kegiatan ini untuk menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. “Kami menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, karena torang samua ciptaan Tuhan,” ungkapnya

Dikatakannya pula, kegiatan ini di dedikasikan juga kepada Almarhum Alfrets Yohanes Rambing. “Ini merupakan dedikasi juga kepada Alamrhum A.Y Rambing. Sebab, Almarhum sering melakukan peliputan bersama JIPS dimanapun Gubernur dan Wagub berada,” terang Su’ sapaan akrabnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan JIPS.

JIps
Penyerahan bingkisan oleh Karo Pemerintahan dan Humas Jemmy Kumendong kepada petugas kebersihan

“Saya sangat mengapresiasi. Karena, yang berperan di kegiatan pra Natal ini adalah wartawan Muslim. ini bisa memberi contoh kepada seluruh elemen masyarakat,” ujar Wagub.

Lanjut Wagub, kegiatan ini merupakan sukacita bagi seluruh umat beragama di Sulut. “Ini bukan hanya suka cita bagi yang merayakan. tetapi seluruh masyarakat, apapun latar belakangnya ikut merayakan,” ujar Wagub Kandouw.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Steven Kandouw dan para Pejabat Eseleon II serta pengurus JIPS menyerahkan diakonia Natal kepada para petugas kebersihan Kota Manado dan petugas kebersihan di Kantor Gubernur Sulut.

Diketahui ibadah pra natal dengan tema “Damai Natal” yang dipimpin Pdt. Denny Salaindoong STh, dihadiri Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Sekprov Sulut Edwin Silangen, Kepala Biro  Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut Jemmy Kumendong dan Kepala Biro Umum Jemmy Ringkuangan, Kepala Biro Perlengkapan James Sela, Kadinkes Sulut dr Jemmy Lampus, Kaban BP3A Sulut Erny Purukan, Kabag Humas, Roy Saroinsong serta para petugas kebersihan.(alfa/mlz)

Wawali Minta Masyarakat Tergugah Terhadap Petugas Kebersihan

mor bastiaan
Wawali Mor Bastiaan

manadoterkini.com, MANADO – Wakil Wali (Wawali) Kota Manado Mor Bastiaan mengajak seluruh masyarakat untuk tergugah perasaanya terhadap pola kerja dari para petugas kebersihan. Pasalnya, akibat kurang kesadaran masyarakat dengan membuang sampah di selokan, memaksa para petugas kebersihan harus keluar masuk drainase.

“Kalau melihat cara kerja dari para petugas kebersihan yang harus turun ke drainase dan terpaksa masuk ke selokan yang sempit-sempit, saya saja sangat kasihan. Tapi mau bilang apa, itu harus dilakukan karena banyak sampah yang dibuang ke situ dan harus diangkat. Kalau tidak, bisa menyumbat saluran tersebut,” kata Wawali Mor.

Ia pun mengakui, hingga saat ini persoalan kebersihan terutama sampah yang berada di drainase masih menjadi permasalahan yang dihadapi Kota Manado. Menurutnya, hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah, bukan pada tempatnya.

“Kalau semua masyarakat sudah sadar bahwa kebersihan menjadi tanggungjawab kita bersama, saya yakin masalah sampah ini akan segera terselesaikan. Tapi selama kesadaran itu belum ada, masalah ini akan terus terjadi,” ungkapnya.
Wawali Mor pun menyadari, dengan masih kurangnya sarana prasarana penunjang, bukan menjadi hambatan bagi Pemkot Manado terus membenahi dan membersihkan wilayah-wilayah rawan terjadi genangan air.

“Memang peralatan masih terbatas. Tapi saya akan menunggu pengadaan peralatan itu sudah ada baru kami bertindak. Saat ini, kami terus berupaya meski menggunakan peralatan seadanya untuk terus membersihkan drainase maupun wilayah yang kotor akibat sampah yang dibuang masyarakat,” tegasnya. (tim)

TOMOHON, (manadoterkini.com) – Sejumlah terobosan berhasil dilakukan pemerintah kota Tomohon dibawa kepemimpinan Walikota Jimmy F Eman SE,Ak, telah menghipnotis masyarakat nasional dan internasional.

Salah satu petugas kebersihan Fanny Soputan, mengakui akan keberhasilan kepemimpinan Jimmy Eman di Kota Tomohon. Dimana torehan prestasi penting yang telah digoreskan dalam tinta emas untuk kemajuan pembangunan dan kemasyarakatan yang telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat yakni dari Kementerian Keuangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Koperasi dan seluruh elemen masyarakat dari berbagai tingkatan sampai kepada para petugas kebersihan yang ada di Kota Tomohon yang merasakan dampak dari kepemimpinan Walikota Eman.

Menapaki 70 Tahun Indonesia Merdeka yang baru saja kita peringati, Kota Tomohon melejit dengan cepat seiring dengan era kepemimpinan Walikota Eman yang telah menapaki visi Tomohon yaitu terwujudnya masyarakat Kota Tomohon yang religius, mandiri, sejahtera, berwawasan lingkungan dengan konsep pembangunan berkelanjutan dan mendunia, sehingga Tomohon kian bersinar.

“Sejumlah terobosan yang berhasil dilakukan pemerintah, telah menghipnotis masyarakat nasional dan internasional. Tentu saja dengan kesejahtraan masyarakat Tomohon yang dinikmati masyarakatnya dan menyentuh kebutuhan utama publik,”jelas Soputan.

Senada diungkapkan Adri Mongi yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir mobil sampah sangat bangga memiliki Walikota seperti Jimmy F Eman,SE Ak. Secara polos mengatakan bahwa Walikota Eman merupakan sosok pemimpin yang sangat berhasil dan sangat dibutuhkan di Kota Tomohon karena telah menorehkan banyak prestasi secara beruntun. “Dalam pengelolaan administrasi pemerintahan dan keuangan dengan meraih dari Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) secara berturut dalam kurun waktu dua Tahun 2013 dan 2014. Meraih satya lencana Presiden RI dalam Bidang pembangunan, Penghargaan Internasional dalam bidang Koperasi. Begitu juga meraih piala Adipura pada tahun 2013 dan penghargaan-penghargaan lainnya,”ungkap Mongi.(efd/mlz)

Tingkatkan Honor Petugas Kebersihan, GSVL : Program Itu Sebagai Memotivasi

manado
Walikota Manado akrab dengan petugas kebersihan

MANADO, (manadoterkini.com) – Delapan program Walikota GS Vicky Lumentut, salah satunya meningkatkan honor bagi petugas kebersihan menjadi Rp2 juta perbulan. Tujuannya agar petugas kebersihan lebih termotivasi dalam bekerja.

“Program ini didasari misi kami di bidang pariwisata. Logikanya, jika ingin menjadi kota tujuan pariwisata, maka kotanya harus bersih. Untuk itu, honor para petugas kebersihan harus dinaikkan supaya mereka bisa lebih termotivasi dalam bekerja,”ujar GSVL sapaan akrab Walikota.

Dampaknya pun begitu luar biasa. Dimana Kota Manado bisa mendapatkan penghargaan Pialah Adipura sebagai salah satu Kota Besar terbersih. “Hasilnya Kota Manado menjadi relatif lebih bersih, sehingga pemerintah pusat mengapresiasinya dengan Piala Adipura,” jelas GSVL.(ald)

Tunjang Kebersihan Kota Manado, GSVL Serahkan 9 Unit Truk Sampah

UNTUK menunjang operasional penanganan kebersihan di Kota Manado, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disbertam) menyerahkan sembilan unit kendaraan dump truck armada sampah. Penyerahan kendaraan tersebut dilakukan langsung Walikota Manado GS Vicky Lumentut, di lokasi pembangunan “Taman Berkat” kawasan lahan 16 persen PT Sulenco Boulevard Mall, jalan Piere Tendean Manado.

manado
Doa bersama Walikota GS Vicky Lumentut dengan petugas kebersihan
manado
Walikota semangati para petugas kebersihan di taman berkat

Dibawah terik matahari yang menyengat, Walikota mengajak jajaran Disbertam dan petugas kebersihan untuk mengoptimalkan serta memanfaatkan fasilitas yang ada untuk menjaga Kota Manado tetap bersih. “Tolong dijaga dan dirawat kendaraan ini. Anggap saja kendaraan ini sebagai rumah kedua, karena selain di rumah waktu bagi sopir kendaraan sampah juga banyak di lapangan,”ujar Walikota.

manado
Penyerahan 9 Unit Truk Sampah kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan

Lanjut dikatakan, kebutuhan armada sampah di Kota Manado menurut laporan Disbertam idealnya harus mencapai 90 unit. Sedangkan, sampai saat ini Manado baru memiliki 56 unit termasuk 9 unit yang baru diserahkan. “Yang 34 menjadi PR (pekerjaan rumah,red) bagi saya. Saya akan upayakan dengan berbagai cara, tidak hanya dianggarkan melalui APBD nemun akan minta bantuan kepada berbagai pihak untuk pengadaan armada pengangkut sampah,”kata GSVL, seraya menyatakan jika dirinya telah menitipkan pesan kepada anggota DPRD Sulawesi Utara Daerah Pemilihan (Dapil) Manado untuk minta tambahan armada sampah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.

Sementara, Kepala Disbertam Manado Julises Oehlers SH, dalam laporannya mengatakan sembilan unit kendaraan dump truck untuk pengangkutan sampah merupakan upaya pemerintah melalui dana APBD Kota Manado dalam pengadaan armada sampah. “Kita masih kurang armada sampah, sehingga dengan ketambahan sembilan unit truck sampah ini, akan menambah kekuatan kita untuk mengangkut sampah di Kota Manado,”tandas Oehlers.

Tampak hadir dalam penyerahan truck sampah tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Hendrik Warokka SPd DEA, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Xaverius Runtuwene SIP, Camat Sario Tresje Mokalu SPd, serta Ketua BKSAUA Manado Pdt Roy Lengkong STh.(***)

 

Petugas Kebersihan Mengaku Bangga dengan GSVL

APRESIASI yang tinggi diberikan Walikota Manado GS Vicky Lumentut bagi petugas kebersihan yang ada di Kota Manado dengan ikut memperhatikan peningkatan kesejahteraan mereka.

manado
Walikota akrab dengan buruh sampah

Saat bertemu puluhan buruh sampah di lokasi pembangunan “Taman Berkat” Godbless Park, areal lahan 16 persen PT Sulenco boulevard, Walikota berjanji bakal menaikan upah petugas kebersihan dari Rp2 juta menjadi Rp2.250.000 atau jika dana mencukupi bisa mencapai Rp2,5 juta. “Saya akan upayakan adanya peningkatan kesejahteraan buruh sampah. Kenaikan upah bisa mencapai 2.250.000 atau 2.500.000. Tapi belum sekarang bersabar dulu, karena harus ditata dalam APBD Perubahan,”tukas GSVL, sapaan akrab Walikota.

Orang nomor satu di Manado itu berharap, petugas kebersihan harus bekerja maksimal menjadikan Kota Manado semakin bersih dan baik. Apalagi, tahun 2015 ini Manado menargetkan untuk meraih Adipura Kencana. “Saya ajak petugas kebersihan untuk lebih semangat dalam bekerja. Mari kita jaga Kota Manado ini menjadi kota yang bersih dan semakin baik kedepan. Sekarang ini, kita sedang dalam tahapan penilaian Adipura. Kita tekadkan bersama untuk bisa meraih Adipura Kencana tahun ini,”tukas GSVL, seraya meneriakan yel-yel dengan kata ‘Manado’, yang dijawab petugas kebersihan dengan kata ‘Bersih’.

manado
yel..yel… petugas kebersihan dipandu Walikota GSVL

Sementara, beberapa petugas kebersihan yang ditemui mengaku sangat bangga dengan sepak terjang Walikota yang dinilai sangat memperhatikan kesejahteraan mereka. Olehnya, mereka bertekad untuk membantu Pemkot Manado dalam menjaga Manado tetap bersih setiap saat. “Torang pe Walikota Lumentut sangat baik dan selalu memperhatikan kami. Tentunya, torang akan dukung dan laksanakan permintaan Walikota untuk menjaga Kota Manado jadi bersih. Manado harus bersih dari sampah,”kata Ibu Lidya, petugas kebersihan yang ditemui di lokasi penyerahan sembilan truck sampah di Taman Berkat boulevard, kemarin.

Hal senada dikatakan Meike dan Vonny, dua petugas kebersihan. “Sudah menjadi torang pe tugas untuk membersihkan dan mengangkat sampah di jalan, karena torang digaji oleh Pemerintah Kota Manado,”ujar keduanya, seraya mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Kalo buang sampah, di tempat sampah yang pemerintah siapkan,”pungkas mereka.(***)