JS : Terima Kasih Ibu Mega, Terima Kasih OD

mitra hebatmanadoterkini.com, RATAHAN – Pelaksanaan Pilkada di Minahasa Tenggara telah berjalan dengan proses demokrasi. Bahkan Bupati Jemes Sumendap SH mengklaim Pilkada Mitra telah tercipta sejarah baru, tanpa politik uang, Rabu (27/6/2018).

Untuk itu, dirinya pun menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPD PDI-P Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE yang telah mendukungnya pada Pilkada Mitra 2018 ini. Begitupun kepada para partai pendukung yang telah memberikan dukungan.

“Saya berikan penghargaan setinggi-tingginya kepada ketua umum PDI-P dan ketua DPD yang telah mendukung saya, hingga kemenangan ini bisa diraih, hingga tercipta lagi sejarah baru di Kabupaten Mitra, Pilakada tanpa poltik uang,” tandasnya.(*/tim)

Pilkada Mitra, JS-Oke Unggul Sementera

manadoterkini.com, RATAHAN – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak dilaksanakan di Indonesia, termasuk Kabupaten Minahasa Tenggara, Rabu (27/6/2018). Alhasil dalam hitungan cepat sementara pasangan calon Bupati James Sumendap SH dan Wakil Jesaya Yoke Legi (JS-Oke) akhirnya mampu mengalahkan kotak kosong.

mitra hebat
Inilah hitungan cepat sementara. Dimana JS – Oke unggul atas Kolom Kosong

Dimana JS-Oke memperolah 47.393 suara atau prensentasi 66,80 persen, sedangkan kolom kosong hanya meraup 23.194 suara dengan presentasi 34,22 persen, dari daftar pemilih tetap (DPT) 80.271 dengan presentasi pemilih 70.587.

Sumendap pun mengakui kemenangan tersebut adalah kemenangan masyarakat Mitra. Untuk itu, Sumendap berharap tidak ada permusuhan dan merangkul para pendukung Koko (kolom kosong) bersama-sama membangun Kabupaten Mitra.

James Sumendap

“Kemenangan JS-JL adalah kemenangan masyarakat Mitra. Untuk itu jaga persatuan. Ini langka awal proses demokrasi di Kabupaten Minahasa Tenggara tanpa politik uang,”kata Sumendap.

Untuk diketahui, Sumendap-Legi mendapat dukungan seluruh Partai di Parlemen termasuk sejumlah partai peserta Pemilu 2019 yang belum memiliki kursi di DPRD Mitra. Seperti halnya Perinda dan lainnya.(*/tim)

Elektabilitas Survei Capai 88 Persen, Sumendap Otpimis Tumbangkan Kolom Kosong

manadoterkini.com, RATAHAN – Berdasarkan hasil survey Populi Centre, elektabilitas pasangan calon tunggal Bupati James Sumendap SH dan calon Wakil Bupati Joke Legi (JS-Oke) mencapai 88 persen. Pelak saja, JS merasa optimis bisa menumbangkan kolom kosong tersebut.

manado
Foto Istimewa

“Sampai awal Juni ini, dari data hasil survei Populi Centre pasangan JS-Oke itu berada di angka 88 persen. Ini data survei bukan dibuat-buat,” kata Calon Bupati James Sumendap, Kamis (7/6/2018).

Sedangkan elektebilitas kolom kosong yang akan menjadi lawan JS-Oke berada di angka 10,3 persen dan yang belum menentukan pilihannya 1,7 persen.

Lebih lanjut, dibandingkan pada survei yang sama pada Bulan Oktober 2017, elektabilitas khusus untuk calon bupati mengalami peningkatan dari 73,5 persen menjadi 86,5 persen dan kolom kosong hanya mendapatkan 8,3 persen

“Jadi dengan hasil ini sudah menggambarkan kondisi di lapangan. Kami yakin untuk hasilnya memenangkan Pilkada Minahasa Tenggara,” ujarnya.

Pada hasil survei untuk akseptabilitas atau penerima masyarakat, JS mampu unggul mencapai 89 persen sedangkan tidak menerima 8,5 persen, sedangkan yang tidak tahu 1,7 persen “Sayang yang tidak mau mendukung kami, tidak mempunyai alasan kenapa tidak memberikan dukungannya,” katanya.

manado

Untuk survei popularitas terkait pertanyaan apa yang diingat dari nama James Sumendap, 36 persen responden mengenal sebagai bupatinya, merakyat 14,7 persen, baik 9,4 persen, tegas 8,5 persen, dan ramah 5 persen. “Ini data 30 Mei sampai 3 Juni 2018 kepada 600 responden, publik opinion dan publik result, dengan margin error 4 persen,” tandasnya.

Sementara itu, sejumlah partai yang mendukung pasangan JS-Oke mengaku optimis jika hasil Pilkada ada 27 Juni mendatang, bakal sama dengan survei yang telah dilakukan. “Kami optimistis presentasi akan sama dengan hasil pemilihan mendatang. Makanya kami Partai Hanura sudah sangat tepat mendukung pasangan ini karena diterima oleh seluruh rakyat Minahasa Tenggara,” kata Ketua Hanura Mitra Lily Raco didampingi Jacksen Mokat.

Sementara itu Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Mitra Semuel Montolalu mengaku, sejak awal pasangan calon tersebut sudah mempunyai elektabilitas di masyarakat.

“Sejak awal kami mendukung pasangan ini, yang merupakan kader partai mempunyai elektabilitas yang tidak diragukan, maka pantas menjadi calon tunggal di Pilkada Minahasa Tenggara,” tutur Montolalu.

Diketahui pasangan JS-Oke sendiri di Pikada Mitra 2018 didukung mayoritas kursi di DPRD yakni 25 kursi.(*/jay)

Calon Tunggal di Pilkada 2018, KPU Akan Perpanjang Waktu Pendaftaran

manadomanadoterkini.com, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum akan memperpanjang waktu pendaftaran calon kepala daerah di wilayah dengan calon tunggal dalam Pilkada 2018. KPU akan memberikan waktu hingga tiga hari.

Ketua Komisioner KPU RI Ilham Saputra mengatakan KPU akan melakukan sosialisasi selama tiga hari usai pendaftaran ditutup. Dia mengatakan KPU akan melayangkan surat edaran kepada para calon dan partai politik yang belum mendapatkan dukungan untuk mendaftar ulang.

Setelah sosialisasi, Ilham mengatakan KPU akan memberikan waktu tiga hari lagi untuk para calon melakukan pendaftaran. “Kalau tidak ada (yang mendaftar) sampai batas waktu yang ditentukan maka hanya ada satu calon,” kata dia di kantor KPU, Jakarta, Rabu, 10 Januari 2018.

Menurut data sementara KPU hingga pukul 21.59 WIB hari ini, ada 19 calon tunggal dalam Pilkada 2018. Ilham mengatakan sejumlah daerah dengan calon tunggal antara lain di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Lebak, Karanganyar, Minahasa Tenggara dan Prabumulih.

Ilham mengatakan, menurut data yang sama, dari 171 daerah yang mengikuti Pilkada 2018 baru 162 daerah yang sudah memasukan nama calon kepala daerah. Sedangkan sembilan sisanya belum memasukkan nama calon. “Mungkin saja karena sinyal yang kurang baik atau ada proses perbaikan dari teman-teman,” kata dia.

Seperti diketahui di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) merupakan salah satu daerah yang mendaftar calon tunggal. Calon bupati James Sumendap dipasangkan dengan calon wakil bupati (Cawabup) Jocke Jesaja Legi, mendapatkan surat keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dari delapan partai politik jika diakumulasikan mencapai 24 kursi di DPRD Mitra dan tidak ada calon jalur perseorangan yang menyerahkan berkas waktu lalu.

Kedelapan partai tersebut yakni, PDI-P, Partai Golkar, PKPI, Partai Gerindra, PPP, Partai Demokrat, Partai Hanura, PAN. Partai NasDem menjadi satu-satunya partai yang belum memberikan dukungannya kepada JS-Oke. (*/red)

JS-Oke Bakal Menghadapi Kotak Kosong di Pilkada Mitra

manadomanadoterkini.com, SULUT – Hampir bisa dipastikan Pasangan calon bupati petahana James Sumendap akan melawan kotak kosong di Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Minahasa Tenggara, setelah mendapatkan dukungan dari mayoritas partai di DPRD.

Calon bupati James Sumendap dipasangkan dengan calon wakil bupati (Cawabup) Jocke Jesaja Legi, dan telah mendapatkan surat keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dari delapan partai politik jika diakumulasikan mencapai 24 kursi di DPRD Mitra dan tidak ada calon jalur perseorangan yang menyerahkan berkas waktu lalu.

Kedelapan partai tersebut yakni, PDI-P, Partai Golkar, PKPI, Partai Gerindra, PPP, Partai Demokrat, Partai Hanura, PAN. Partai NasDem menjadi satu-satunya partai yang belum memberikan dukungannya kepada JS-Oke.

Politisi Demokrat Sulut James Karinda mengatakan partainya mengusung JS karena dinilai terbaik dan memajukan Mitra kedepan. “Hasil survei pak James Sumendap tertinggi. Sehingga diputuskan mengusung James Sumendap dan Jocke Legi,” katanya.

JS saat dikonfirmasi mengatakan terima kasih atas dukungan dari tiap parpol. “Pada pimpinan dan pengurus pusat, nasional, provinsi, dan kabupaten Partai Golkar, Demokrat, PAN, Gerindra, PPP, Hanura, PKPI, dan PDI-P. Terima kasih sudah mempercayakan saya untuk maju di Pilkada Mitra 2018,” ujarnya.

JS-Oke akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa Tenggara pada siang ini tepatnya pukul 14.00 WITA. (red)

Jalur Perseorangan Sepi,Dukungan 10 Persen KTP Urungkan Niat

Mitramanadoterkini.com, RATAHAN — Pendaftaran bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati jalur perseorangan sepi. Belum satupun kandidat dari jalur non partai atau independen menyambangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mitra, hingga Jumat (24/11) pekan lalu.

Padahal dalam beberapa pekan terakhir, KPU sudah membuka pendaftaran balon bupati dan wakil bupati jalur independen. “Belum ada ada yang mendaftar sampai dengan hari ini,” ujar Ketua KPU Mitra Ascke Benu, Minggu (26/11).

Kondisi ini menurut Benu, ditengara sejumlah syarat yang memberatkan jalur independen. Semisal harus memenuhi dukungan Kartu Tanda enduduk (KTP) 10 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersebar di tujuh Kecamatan. Mungkin itu yang menurut Benu, mengurungkan niat kandidat jalur non partai. “Kami sebagai penyelenggara tidak tahu apa alasannya. Mungkin itu syarat dukungan 10 persen,” ujar Benu.

Lanjut dikatakan Benu, berpotensi besar jalur perseorangan tidak ada pendaftar. Lantaran tidak lebih dari tiga hari lagi pendaftaran balon bupati dan wakil bupati jalur independen akan ditutup. “Ditutup Tanggap 29 November,” kata Benu. (Jay)

Dorong JS Maju di Periode Kedua,Ini Pesan Megawati

Sumendap, MEgawati
Bupati James Sumendap SH bersama Presiden ke – 5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan di kediaman Gubernur Sulut sekaligus Bendahara Umum dan Ketua DPD PDIP Olly Dondokambey SE

manadoterkini.com, RATAHAN – Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan memberikan dukungan dan suport kepada Bupati Mitra James Sumendap SH untuk maju lagi di periode kedua. “Kamu harus maju lagi di periode kedua sebagai Bupati Minahasa Tenggara.Raih hati rakyat dengan program-program keberpihakan kepada rakyat,” pesan putri Proklamator Kemerdekaan RI Ir Soekarno ini saat pertemuan di kediaman Olly Dondokambey di Kolongan Minut, Senin (13/11).

Namun, terkait pasangan wakil bupati, Megawati menyerahkan sepenuhnya kepada James Sumendap untuk menentukannya. Karena untuk pasangan wakil bupati harus sejalan dalam pemerintahan selama lima tahun kedepan. “Kalau pasangan wakil bupati terserah engkau.Cari yang terbaik buat rakyat Minahasa Tenggara, bukan untuk dirimu. Intinya, pasangannya harus sejalan dalam pemerintahan hingga periode berakhir,” pintanya.

Sementara, Sumendap ketika diminta tanggapannya, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri atas support dan dukungan untuk kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Mitra di periode kedua. “Saya pribadi memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan dan support dari bunda Megawati,” ungkap James. (Jay)

Bawaslu Bekali Materi Bagi Pemilih Pemula

bawaslumanadoterkini.com, RATAHAN – Menyongsong Pilkada 2018, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulut melangsungkan sosialisasi pemilih partisipatif. Sosialisasi bagi kalangan pemilih pemula ini digelar di Aula Kelurahan Tosuraya, Senin (04/99).

Komisioner Bawaslu Provinsi Sulut Johny Suak menjelaskan, pemilih pemula yang notabene adalah siswa dan sisiwi di Mitra yang untuk pertama kalinya akan menyalurkan hak politik pada Pilkada 2018. “Partisipasi Pemilu di Mitra lalu 78 persen. Biasanya partisipasi politik rendah atau menurun karena rendahnya pengetahuan atau informasi,” kata Suak.

Lanjut dikatakan, seluruh komponen masyarakat harus terlibat, termasuk para pemilih pemula, dalam pengawasan tahapan Pilkada.”Makanya penyelenggara dan Pengawas Pemilu tidak boleh main-main dan harus netral,” tegas Suak.

Sementara itu ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda menjelaskan bahwa baik masyarakat ataupun kandidat kepala daerah harus taat pada aturan. “Sudah ada contoh di beberapa daerah yang melaksanakan Pilkada, Bawaslu membatalkan atau mendiskualifikasi calon kepala daerah lantaran melanggar aturan,” beber Malonda.

Turut hadir pada sosisalisasi pemilih partisipatif yakni Komisioner Bawaslu Sulut Drs Syamsurijal Musa, Ketua Bawaslu Boltim Haryanto, Ketua Bawaslu Manado Marwan Kawinda, Seknas Jaringan Pemantau Pemilu Rakyat Abdul Tulusang, Ketua Bawaslu Mitra Jobie Longkutoy dan anggota John Kandou, Ketua KPU Mitra Ascke Benu, Dan Ramil Ratahan Kapt Inf Purnama Budi. Sedangkan dari Pemkab Mitra diwakili Kepala Kesbangpol Welly Mononimbar SH dan Camat Ratahan Petrus Worang dan peserta sosialisasi lainnya. (Jay)

Sumendap : Pilkada Mitra Harus Mendapatkan Pemimpin Berkualitas

Mitramanadoterkini.com, RATAHAN – Komisi Pemilihan Umum ( KPU) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi produk hukum dalam penyelenggaraan pemilihan Bupati dan wakil Bupati, sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama (Mou) dengan Kejari Minsel di Wale Wulan Lumintang, Kamis (31/08).

Dalam kegiatan ini Bupati James Sumendap SH dalam sambutannya memintakan kepada seluruh perangkat daerah agar dapat ambil bagian dalam mensukseskan Pilkada mendatang.”Kita tahu bersama bahwa penyelenggaraan Pilkada sudah pada tahapan,oleh sebab itu saya mintakan seluruh ASN dan sampai kepada para hukum tua juga perangkat desa supaya dapat mensukseskan baik dalam tahapan sosilisasi sampai pilkada nanti,”pinta Sumendap.

Keinginan besar Sumendap agar Pilkada Mitra mendatang dapat terlaksana dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.”Pihak penyelenggara Pilkada agar bersikap netral dan bebas money pilitic,sehingga masyarakat Mitra bisa mendapatkan pemimpin yang berkualitas dan bersih,”tegas Sumendap.

Tak lupa juga Bupati berpesan agar semua masyarkat Mitra yang sudah memiliki hak wajib pilih supaya dapat ambil bagian dalam Pilkada nanti.

Turut hadir dalam acara ini Ketua KPU Provinsi Sulut Yessy Momongan bertindak sebagai Moderator,Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana, SH SIK Msi, Kejari Amurang Lambok M.J. Sidabutar, SH MH para Anggota DPRD,Pejabat Pemkab Mitra,para Camat dan hukum tua,para siswa dan undangan yang hadir.(Jay)

Bupati Dilarang Ganti Jabatan Struktural Jelang Pilkada

KPU Mitramanadoterkini.com, RATAHAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menyurat ke Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) dengan Nomor 65/KPU-MT/023.964/83/VIII/2017, yang ditandatangani Ketua KPU Mitra, Ascke Benu tertanggal 14 Agustus 2017, telah menyampaikan hal ke Bupati Mitra, James Sumendap SH terkait aturan bahwa petahana dilarang melakukan pergantian pejabat struktural.

“Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 memang sudah menegaskan larangan bagi petahana untuk melakukan penggantian pejabat,” kata Ketua KPUD Mitra Drs Ascke Benu MSi melalui Komisioner Vivi Massie kepada wartawan.

Larangan bagi petahana untuk mengutak-atik jabatan struktural, lanjutnya, mulai diberlakukan jelang tahapan Pemilihan Umum kepala daerah atau Pilkada. Seperti halnya di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang pada 2018 mendatang akan melaksanakan Pilkada.

Menurutnya, pasal 71 ayat 2 menyebutkan, Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, dan Walikota atau Wakil Walikota dilarang melakukan penggantian pejabat enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan, kecuali mendapat persetujuan tertulis dari Menteri.

“Dalam PKPU No 3 tahun 2017 pasal 89 juga menyebutkan, bakal calon selaku petahana dilarang melakukan pergantian pejabat 6 (enam) bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan,” tandasnya.

Dia mengakui, aturan ini mulai berlaku sejak tanggal 12 Agustus 2107 atau enam bulan hitungan mundur dari penetapan calon. “Sesuai jadwal, penetapan calon akan dilaksanakan pada 12 Februari 2018,” tukasnya.

Ditanya soal pengisian kekosongan jabatan mengingat adanya jabatan struktural di Mitra yang belum terisi, Vivi mengaku jika hal tersebut merupakan prerogatif Bupati. Yang tidak dibolehkan adalah melakukan rolling jabatan. Kalau pengisian kekosongan, itukan dalam rangka memaksimalkan kinerja pemerintahan. “Itu haknya Bupati untuk lakukan pengisian,” pungkasnya.(Jay)