Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Bitung

Sukses FPSL Bukan Menjadi Tolak Ukur, MaMa Diminta Jangan Berlakukan Amnesty Struktural

×

Sukses FPSL Bukan Menjadi Tolak Ukur, MaMa Diminta Jangan Berlakukan Amnesty Struktural

Sebarkan artikel ini

mamamanadoterkini.com, BITUNG – Event Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2016 yang diselenggarakan mulai 6 hingga 10 oktober oleh sejumlah masyarakat serta para tokoh politik Kota Bitung dianggap sukses.‎

Seperti yang diungkapkan Budi Madea, S.Pi selaku Bendahara DPC PDIP Bitung, Daniel Nurkamiden selaku anggota relawan Merah Putih dan Fadli Mokodongan yang merupakan ketua Relawan Tunas Muda Senin (10/10)‎

FPSL ini sangat spektakuler, puluhan ribu orang berkumpul disini menyaksikan acaranya. Melihat akan hal ini tentunya FPSL ini sangat wajar dikatakan Sukses. Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan pemerintah kota (Pemkot) Bitung di bawah kepemimpinan Walikota Maximiliaan Jonas Lomban, SE MSi dan Wakil Walikota Ir Maurits Mantiri‎ (MaMa) ini untuk mengangkat pariwisata di kota Bitung guna pertumbuhan ekonomi di kota Bitung pastinya tidak luput dari campur tangan seluruh pihak, termasuk didalamnya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di lingkungan Pemkot Bitung.

“Suksesnya FPSL ini bukan menjadi tolak ukur untuk mempertahankan para pimpinan SKPD yang dianggap bersebrangan sewaktu pemilihan walikota dan wakil walikota Bitung 2015 silam. MaMa dalam penentuan penyusunan struktur SKPD yang baru, untuk tidak memberlakukan Amnesty Struktural (pengampunan struktur),”‎ungkap mereka.
Ketiganya mengingatkan kepada walikota dan wakil walikota Bitung terkait sejumlah pejabat yang pernah membuat perasaan terluka ketika proses Pilwako di akhir tahun 2015 yang lalu.  “Perasaan terluka akibat hal itu masih terasa hingga saat ini.” ujar ketiganya.(ref)‎