Tujuh Ribu Pelajar di Minsel Miliki KIP

manadoterkini.com, AMURANG – Pelajar yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ternyata cukup banyak. Tercatat hingga saat ini ada 7 ribu pelajar yang mengantongi KIP. Bahkan kartu ini telah mengurangi potensi anak putus sekolah.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Minsel DR Fietber Raco SPd MSi, hingga saat tersebut kartu tersebut masih menopang biaya pendidikan anak kurang mampu.  “Saat ini masih ada 7 ribu siswa tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang menerima dana KIP,” kata Raco.

Lanjut dia, kartu ini adalah program pendidikan pemerintah pusat, untuk anak-anak kurang mampu. Dana tersebut digelontorkan di seluruh pelosok Indonesia. “Semua kabupaten dan kota di Indonesia, mendapatkan bantuan pendidikan seperti ini. Demikian juga di Minsel,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa, ini dianggarkan oleh pemerintah pusat, dengan tujuan untuk meminimalisasi potensi anak putus sekolah. Sebab kata dia, jumlah anak putus sekolah di Indonesia, cukup tinggi.

“Di Minsel, angka anak putus sekolah hanya 0,002 persen. Namun, angka nasional anak putus sekolah, mencapai 0,1 persen. Pemerintah berupaya agar angka ini terus menurun,” jelas Dia.

Berbeda dengan di Pulau Jawa tambah Raco, anak putus sekolah di Kabupaten Minsel, tidak dipengaruhi oleh faktor geografi tapi karena faktor ekonomi dan lingkungan.

“Kalau di Pulau Jawa, apalagi di kota-kota besar, banyak anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi. Namun kalau di Minsel, sudah ditambah dengan faktor lingkungan. Namun, yang terbanyak anak putus sekolah, masih di kota besar di Pulau Jawa, dibandingkan dengan di Kabupaten Minsel,” imbuhnya.

Dia berharap, dengan dijalankannya program pendidikan di Minsel, angka anak putus sekolah akan terus berkurang. “Harapan kami, angka anak putus sekolah dapat terus berkurang,” tandasnya.(dav)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.