Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Liputan KhususPemerintahan

Resmikan Sumur Bor, Tahun 2018 Kementerian ESDM Janji Alokasikan 8 Titik di Sulut

×

Resmikan Sumur Bor, Tahun 2018 Kementerian ESDM Janji Alokasikan 8 Titik di Sulut

Sebarkan artikel ini

 Gubernur Olly Dondokambey dan Menteri Iqnasius Jonan Resmikan 5 Buah Sumur Bor Bagi Masyarakat Sulit Air

OD-Jonan
Gubernur Sulut Dondokambey SE

MENTERI ENERGI SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA  Ignasius Jonan bersama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE , meresmikan dengan ditandai dengan penguntingan pita secara simbolis 5 ( lima)  buah Sumur Bor bagi masyarakat sulit air di Desa Warisa Kampung Baru Kecamatan Kalawat Minahasa Utara, Sabtu (21/10/2017) siang kemarin.

Dalam sambutan Menteri ESDM Ignasius Jonan  mengatakan, sumber daya air termasuk di dalamnya air tanah adalah merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang harus kita syukuri karena merupakan bagian yang cukup penting dalam menunjang aktivitas kehidupan sehari-hari bagi mahkluk hidup di dunia.

JONAN Jonan

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya oleh pemerintah dalam rangka untuk memanfaatkan sumber air tanah melalui eksplorasi dan pembangunan sumur bor air tanah yang secara hidrogeologis masih memungkinkan dijumpai kandungan air tanah dalam jumlah cukup memadai.

Pembangunan sumur bor air tanah beserta fasilitasnya di wilayah Povinsi Sulawesi Utara sudah dilakukan Kemanterian ESDM   sejak tahun 2007 hingga tahun 2017 dengan jumlah 28 sumur bor yang tersebar di kabupaten /kota, dan sekarang 5 ( lima ) buah sumur bor yang terdapat di daerah Minahasa Utara Desa Warisa Kampung Baru Kecamaran Talawaan  2 buah sumur bor, Desa Maen Kecamatan Likupang Minahasa Utara 1 buah sumur bor, Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa  1 buah sumur bor , Desa Pinapalangkow Kecamatan Suluun Tareran Minahasa Selatan dan Kelurahan Lirang Kecamatan  Lembeh Utara Kota Bitung 1 buah sumur bor.JOnan

Jonan juga menambahkan di Sulut masih terdapat  beberapa lokasi yang mengalami kesulitan untuk mendapat air bersih. “Pada tahun 2018  Kemanterian ESDM akan mengalokasikan 8 (delapan) sumur bor untuk program kegitan pengeboran air tanah di wilayah yang mempunyai potensi untuk dilakukan pengembangan pemanfaatan air tanah sesuai dengan kondisi geologi,” janji Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE mengatakan atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat sulawesi utara, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian ESDM  atas bantuan berupa 5 buah sumur bor bagi masyarakat. JOnan

“Hal ini merupakan bentuk kepedulian dari pemerintah pusat bagi kemajuan pembangunan daerah dan masyarakat di daerah Sulawesi Utara,” katanya.

Lanjut Olly Dondokambey peningkatan jumlah penduduk dan intensitas kegiatan ekonomi yang tidak diimbangi dengan ketersediaan air yang memadai serta masih terjadinya pembukaan lahan guna keperluan perluasan daerah pertanian, perkebunan, pemukiman dan industri juga kurangnya pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan konseptual, masih menjadi bagian dari dinamika  bersama. OD, sumur bor

“Kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan dan jajaran, daerah Sulut, masih banyak daerah dan daerah kepulauan yang sangat sulit mendapatkan air sehingga sangat membutuhkan akan sumur bor,” ungkap Dondokambey.

Dan juga  pengembangan ketenagalistrikan, pengadaan PLTS terpusat di 28 Desa yang belum berlistrik, serta perluasan jaringan listrik di desa-desa yang sedang berkembang.sumur bor

“PLN tetap menjaga keandalan sistim tenaga listrik agar terhindar dari pemadaman  dan pembangunan PLTS Rooftop di kantor dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara sebagai pilot project di kantor pemerintah provinsi, begitu pula dengan pembangunan SPBU Compact untuk Kecamatan terpencil di Nusa Utara dan  akan melanjutkan program LCMT di KEK Bitung,”  jelas Gubernur  Olly Dondokambey.

Turut hadir dalam acara ini Anggota Komisi VII DPR RI Bara  Hasibuan, MA,  Anggota DPD RI Marhany Pua, Wakil Bupati Minahasa Selatan Frangky Wongkar SH, Sekda Minahasa Utara Jemmy kuhu, Plt Kepala Badan Geologi Rida Mulyana, Sekertaris ESDM Provinsi Sulawesi Utara Drs Maindoka serta Tokoh Masyarakat Desa Warisa.

(Advetorial Biro Protokol Kerjasama Komunikasi Publik Setda Sulut)