Sulut Miliki Fasilitas Jaringan Tingkat Dunia

sulutmanadoterkini.com, SULUT – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw menghadiri pengoperasian Palapa Ring (tol langit) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini Senin, (14/10/2019) di Istana Negara, Jakarta.

Palapa Ring sendiri merupakan jaringan tulang punggung telekomunikasi nasional yang akan menjangkau 34 provinsi dan 440 kota dan kabupaten di Indonesia

“Dengan diresmikan jaringan Palapa Ring semakin menyatukan NKRI dan yang pasti membuat Indonesia mampu hidup dan bersaing di era Industri 4.0,” ujar Kandouw kepada wartawan.

Seperti diketahui, Palapa Ring terbagi menjadi tiga paket. Pertama, Palapa Ring Barat, dengan panjang serat optik mencapai 2.275 kilometer mampu menjangkau Provinsi Riau dan Kepulauan Riau hingga Pulau Natuna.

Untuk Palapa Ring Tengah, menghubungkan 27 kota dan kabupaten di Sulawesi Utara, Tenggara, Tengah Maluku Utara hingga Kalimantan Timur dengan panjang kabel serat optik 2.995 kilometer.

Adapun, Palapa Ring Timur yang baru rampung pengerjaannya Agustus 2019, memiliki panjang serat optik 8.450 kilometer mampu menjangkau 35 kota dan kabupaten di NTT, Maluku, Papua dan Papua Barat.

“Secara Khusus bagi Sulut ,menajadi semakin lengkap sebagai Destinasi Internasional karena memiliki fasilitas jaringan tingkat dunia, sehingga orang asing yang datang tetap dapat beraktifitas apa saja melalui jaringan nirkabel ini,” jelas mantan Ketua DPRD Sulut ini.

Lebih lanjut, alumni UI ini menambahkan, bahwa Presiden Joko Widodo pada kesempatan tersebut mengungkapkan hal ini adalah bentuk perhatian pemerintah atas adanya ketimpangan yang tajam antar-daerah dalam hal konektivitas digital.

“Tentunya Pak Gubernur Olly Dondokambey dan Saya serta masyarakat Sulut sangat berterima kasih dan bangga dengan perhatian pak Presiden Jokowi dalam memaksimalkan konektivitas di era digital ini. Apalagi Provinsi Sulut merupakan wilayah paling Utara dan parbatasan NKRI. Keberadaan Palapa Ring dipastikan sangat berguna bagi masyarakat dan penunjang perkembangan pariwisata di Sulut,” tutup Steven Kandouw. (Rizath)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan