Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita PilihanPemerintahan

Sepakati Kemitraan Triple Helix, Sulut Masuk Masuk Program Bappenas

×

Sepakati Kemitraan Triple Helix, Sulut Masuk Masuk Program Bappenas

Sebarkan artikel ini

sulutmanadoterkini.com, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey akhirnya menyepakati program kemitraan untuk pengembangan pertanian/ketahanan pangan di Provinsi Sulut, melalui kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang kemitraan triple helix, Rabu (13/1/2021) melalui zoom meeting.

Kegiatan yang dibuka oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa ini turut dihadiri Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dan disaksikan juga oleh Sekdaprov Sulut Edwin Silangen.

Pada kesempatan itu Olly Dondokambey mengapresiasi dukungan dari Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Pertanian RI, Rektor Central Queensland University, dan Pimpinan Trade and Investment Queensland, serta Rektor Universitas Sam Ratulangi Mando yang terlibat dalam mewujudkan sinergi triple helix ketahanan pangan di Sulut.

“Terima kasih atas dukungannya sehingga satu kesepahaman sudah dapat terbentuk hari ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri PPN/Kepala Bappenas, atas fasilitasi dalam pembentukan kesepahaman ini. Harapan kedepan, apa yang kita sepakati bersama pada hari ini akan terus berlanjut untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia khususnya Sulawesi Utara melalui pengembangan industri peternakan sapi,” kata Olly.

Olly menjelaskan bahwa kolaborasi dan sinergitas pembangunan mulai
dari tingkat nasional sampai ke daerah
adalah kekuatan untuk bersama-sama mencapai Tujuan Pembangunan Nasional.

Dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana RPJMN
2020-2024 telah ditetapkan salah satu agenda nasional yaitu peningkatan cadangan pangan, dimana ini juga adalah bagian dari agenda
global dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goal’s (SDG’s).

ollyMenurut Olly, dalam seluruh urusan pembangunan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dengan kemampuan sumberdaya baik dana dan manusia yang terbatas.

“Karena itu pola kemitraan adalah salah satu wayout atau terobosan untuk keluar dari keterbatasan ini.”

“Hal ini sangat didukung dengan keberadaan bidang pertanian di dalamnya Peternakan Sapi yang sangat potensial di Sulawesi Utara. Sehingga kesepahaman yang akan ditandatangani saat ini menjadi sangat strategis dan penting untuk dilakukan dan ditindaklanjuti,” jelas Olly.

Sulut sendiri merupakan salah satu provinsi kepulauan dari 8 provinsi kepulauan di Indonesia yang memiliki 287 Pulau dengan garis pantai 2.395,99 Km, terdiri dari 15 Kabupaten /Kota. Sulut sangat kaya dengan potensi pertanian, kelautan dan perikanan dan kehutanan.

Hal ini juga ditunjukkan dengan paling besarnya kontribusi lapangan usaha pertanian, perikanan dan kehutanan dalam pembentukan struktur ekonomi Sulut, di tahun 2019 memberikan kontribusi sebesar 20,83%, dan di masa pandemi ini tetap berkontribusi positif sebesar 21,66% Triwulan III Tahun 2020.

Dengan ditandatangani nota kesepahaman ini, Olly berharap semua pihak yang berkomitmen didalamnya, akan mampu menindaklanjuti demi kesejahteraan masyarakat. (*/Rizath)