Jepang Butuh 60 Ribu Pekerja

Brani : Sulut tidak ada patokan kuota

sulutmanadoterkini.com, SULUT – Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Benny Rhamdani mengatakan saat ini Jepang membutuhkan banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Peluang kerja di Jepang tinggi. Mereka butuh 60 ribu pekerja selama lima tahun. Baru 5 ribu kita tempatkan,” tegas Benny Rhamdani.

Hal itu disampikan Benny dalam Rapat Koordinasi Terbatas  yang digelar Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bersama Bupati/Walikota se-Sulut di Auditorium Mapalus Kantor Gubernur, Jumat (15/7/2022).

Lanjut Benny, Dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Pekerja Migran Indonesia, ditegaskan bahwa negara harus hadir dan memperlakukan dengan hormat para pekerja migran.

“Karena mereka penyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor migas. Kalau pariwisata penyumbang ketiga,” ungkapBenny Rhamdani.

Lanjut Benny, berbagai upaya dilakukan untuk membuat para migran dihormati. Seperti contoh di Bandara Soekarno Hatta Jakarta telah dibuatkan
lounge untuk migran.

“Kalau dulu lounge menjadi tempat istimewa sekarang Pekerja Migran Indonesia punya,” bebernya.

Saat tiba dari luar negeri kata Benny, pekerja migran disiapkan tempat khusus untuk mengurus imigrasi, bahkan pekerja migran mendapat perlakuan khusus. Mereka ‘setara’ dengan duta besar, mendapat kredensial, itu menandakan kepercayaan negara bagi PMI.

“Mereka itu penting, pejuang keluarga, pejuang devisa,” tandasnya.

Sementara khusus Sulut, tambah Brani sapaan Benny, tidak ada patokan kuota untuk pekerja migran. (*/Rizath)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.