Berita PilihanLiputan KhususManado

Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemkot Manado Dorong Transformasi Digital

×

Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemkot Manado Dorong Transformasi Digital

Sebarkan artikel ini

manadoterkini.com, MANADO – Transformasi digital menjadi tuntutan utama dalam tata kelola pemerintahan modern. Untuk itu, Pemkot Manado mendorong perangkat daerah mengembangkan inovasi guna meningkatkan pelayanan publik.

Wakil Wali Kota Richard Sualang menegaskan inovasi daerah bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Regulasi terkait inovasi daerah telah jelas, mulai dari Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 hingga aturan turunan di tingkat daerah. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah wajib mengimplementasikannya secara konsisten,” ujar Sualang saat membuka Rakor Inovasi Daerah Pemkot Manado di ruang serbaguna, Senin (13/4/2026).

Pemkot Manado telah mengembangkan berbagai inovasi, baik digital maupun non-digital, di sejumlah sektor seperti perpajakan, perizinan, pendidikan, dan kesehatan. Namun, implementasi inovasi tersebut dinilai belum merata.

Data Bapperida menunjukkan, dalam lima tahun terakhir rata-rata hanya sekitar 14 perangkat daerah per tahun yang aktif menghadirkan inovasi dari total 53 perangkat daerah yang ada. Artinya, masih terdapat sejumlah perangkat daerah yang belum optimal dalam menjalankan inovasi.

“Melalui rakor ini, kami ingin membangun komitmen bersama agar setiap perangkat daerah wajib menghadirkan minimal satu inovasi setiap tahun, sebagaimana amanat Peraturan Wali Kota Manado Nomor 28 Tahun 2021,” tegasnya.

Richard mengapresiasi sejumlah perangkat daerah yang telah berhasil menghadirkan inovasi yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, ia juga menyoroti masih adanya inovasi yang hanya bersifat formalitas.

“Ada yang hanya membuat inovasi sekadar untuk memenuhi laporan. Bahkan ada yang tidak konsisten dalam menjalankannya. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” ujarnya.

Menyinggung fluktuasi indeks inovasi Kota Manado dalam beberapa tahun terakhir yang dinilai belum stabil. Padahal, indeks tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja pemerintah daerah secara nasional.

“Ini bukan sekadar angka. Indeks inovasi berpengaruh langsung terhadap penilaian pelayanan publik. Kalau nilainya rendah, maka persepsi terhadap kinerja kita juga ikut rendah,” katanya.

Untuk itu, Sualang mendorong seluruh perangkat daerah konsistensi menciptakan dan melaporkan inovasi. Pemkot Manado akan menerapkan mekanisme reward and punishment guna mendorong peningkatan kinerja.

Pentingnya kolaborasi serta keterbukaan dalam menyelesaikan kendala teknis maupun kebijakan yang dihadapi perangkat daerah.

“Kita tidak ingin ada yang tertinggal. Semua harus bergerak bersama. Yang belum berinovasi, kita dorong. Yang sudah baik, kita jadikan contoh,” tegasnya.

Melalui rakor ini, Pemkot Manado menargetkan peningkatan indeks inovasi daerah pada tahun 2026 sekaligus menjadikan inovasi sebagai budaya kerja di lingkungan pemerintahan.

“Dengan semangat inovasi tiada henti, kita berharap pelayanan publik semakin berkualitas dan berdampak langsung bagi kesejahteraan maayarakat,” tungkasnya.

Kepala Bapperida Kota Manado, Marcos Kairupan melaporkan bahwa transformasi digital menjadi tuntutan utama dalam tata kelola pemerintahan modern.

Pemanfaatan teknologi informasi seperti internet dan kecerdasan buatan (AI) sangat penting untuk menciptakan layanan publik yang lebih cepat, efisien, transparan, dan inklusif.

“Fokus utama inovasi adalah kemudahan akses bagi masyarakat, efisiensi biaya dan waktu, serta transparansi dan akuntabilitas pelayanan. Dengan sistem digital, proses layanan menjadi lebih terlacak, meminimalisir resiko pungli, serta meningkatkan kepercayaan publik,” ujar Kairupan.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan komitmen bersama peningkatan inovasi daerah yang disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah sebagai simbol keseriusan seluruh jajaran Pemkot Manado.

Rakor tersebut turut dihadiri Sekda Kota Manado Steaven Dandel, para asisten, kepala perangkat daerah, kepala bagian, camat, serta jajaran terkait lainnya. (advetorial)