Ratusan Jemaat GMIM di Amurang Gelar Pawai Obor

mINSELmanadoterkini.com, AMURANG – Menyambut hari Jumat Agung, ratusan umat Nasrani di Amurang menggelar pawai obor pada Kamis (29/3), di sepanjang jalur trans Sulawesi Amurang. Ratusan umat nasrani mulai dari anak-anak, pemuda hingga orangtua ikut-serta dalam pawai obor tersebut.

Dalam pawai obor yang didominasi umat Nasrani dari sejumlah jemaat GMIM Sentrum Amurang dan GMIM yang ada di wilayah Amurang Satu, ratusan umat nasrani mengelilingi sejumlah wilayah dan daerah untuk mengarak pawai obor yang sudah dinyalakan, sambil menyanyikan lagu-lagu rohani. Jemaat juga memperagakan saat Tuhan Yesus diarak dan disiksa oleh para tentara seperti yang dikisahkan dalam kitab suci (ALkitab) umat Nasrani.

“Pawai obor ini menceritakan bagaimana perjalanan saat-saat Tuhan Yesus diarak dan disiksa sebelum disalibkan hingga mati di kayu salib. Ini juga sebagai ajaran pada umat Nasrani untuk menghayati penderitaan Tuhan Yesus sebelum disalibkan di Taman Firdaus 2000 tahun yang lalu. Dengan pawai obor dan jalan salib ini, kita bisa merasakan saat Yesus mengalami siksaan dan penderitaan sebelum disalibkan,” kata Mody Bella ketua PKB GMIM wilayah Amurang Satu.(dav)

Ratusan RM di Minsel Diduga Tidak Kantongi Izin

Frangky Paslahmanadoterkini.com, AMURANG-Rumah Makan (RM) tanpa izin di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mulai disorot. Pasalnya, saat ini masih banyak pemilik usaha RM diduga ilegal karena belum memiliki izin usaha.

Hal tersebut mulai diseriusi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Ya, diakui memang masih banyak pemilik RM di Minsel yang belum mengurus izin, tapi itu kita akan tindaklanjuti bagaimana supaya para pemilik usaha supaya mengurus izin,” ujar Plt Kepala DPMPTSP Minsel Franky Pasla SE MSi.

Ditambahkannya, pihaknya akan terus memperhatikan masalah tersebut karena sesuai aturan setiap pelaku usaha harus mengurus izin usaha. “Itu memang sudah aturannya, semua harus mengurus berkas perizinan,” katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi terkait massalah ini. Ditegaskannya, apabila kedapatan ada RM yang belum mengantongi izin, pihaknya akan tindak tegas.

“Jika tidak mengantongi Izin maka akan ditindak tegas. Kan sudah ada aturan, kalau nantinya kedapatan ada usaha rumah makan yang tidak kantongi izin, itu sudah salah sendiri nantinya kita akan tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dirinya mengimbau, supaya para pelaku usaha harus mengurus perijinan supaya bisa menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Selain pelaku usaha di Minsel terdata, ini juga untuk menunjang PAD,” tandasnya.(dav)

manadoterkini.com, AMURANG – Pedagang dan pengunjung objek wisata serta pusat kuliner Pantai Alar yang berlokasi di Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur mengeluh. Pasalnya, belum ada fasilitas MCK serta air bersih.

Meske, salah satu pedagang mengaku kesulitan. “Rata-rata kios jualan di sini belum memiliki fasilitas MCK dan air bersih. Jumlah pengunjung bisa lebih banyak asalkan tersedia fasikitas tersebut,” katanya.

Dia meminta perhatian Pemkab Minsel untuk pembangunan fasilitas MCK dan ketersediaan air bersih.

“Kami berharap ada perhatian pemerintah. Sehingga pengunjung tidak kesulitan untuk buang air besar dan kecil. Dan tidak mengganggu aktivitas mereka saat makan. Pun, kami membantu usaha kami pedagang kecil,” pintanya.

Sementara, salah satu pengunjung Franco Komaling mengaku tertarik mengunjungi Pantai Alar. Selain menikmati pemandangan alam laut, juga bisa santai sambil makan, minum kopi.

“Kalau sore hari saya dan teman-teman sering nongkrong di sini. Pemandangan indah, angin sepoi-sepoi. Makanannya pun terjangkau. Hanya saja yang menjadi kendala belum ada fasilitas MCK dan ketersediaan air bersih. Sehingga kami sedikit kesulitan untuk bisa berlama-lama,” pungkasnya.(dav)

D’Teras Coffe 54 Amurang, Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda

minselmanadoterkini.com, AMURANG-D’Teras cofee 54 Amurang, salah satu dari sekian banyak tempat nongkrong yang digemari anak muda. Owner D’Teras 54 Amurang Rio Joseph mengatakan, dibukanya D’teras cofee 54 ini karena di Amurang masih kurang tempat nongkrong untuk anak muda.

“Kalau di Manado sudah banyak rumah kopi. Nah di Amurang masih kurang. Padahal banyak siswa atau mahasiswa yang butuh tempat santai untuk nongkrong sambil kerjakan tugas atau lainnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Joseph, D’teras juga disiapkan free wifi. Itu tentu bisa membantu pelajar atau mahasiswa untuk buat tugas dan lainnya.

“Banyaknya pengunjung di sini memang anak muda. Tapi kalau sore hingga malam banyak juga orang tua, baik kalangan pejabat atau tokoh masyarakat yang datang ke sini. Meskipun menu-menu yang disiapkan terbatas, namun karena tempatnya strategis berada di Pusat Kota membuat banyak pengunjung. Selain itu, tempatnya dirancang senyaman mungkin sehingga membuat orang betah berada di sini,” tuturnya.

Untuk menu, katanya, pihaknya menyediakan berbagai minuman. Ada kopi, teh, juga bermacam-macam jus. Makanan yakni nasi gorang, mie ceplok dan aneka pisang dan masih banyak lagi lainnya.

“Tersedia juga bermacam-macam aneka kue kampung. Mulai dari koyabu, cucur, kukis pisang, panekuk, lalampa, dan sebagainya. Dan itu yang paling diminati. Mengingat kue-kue tersebut sudah jarang ditemukan di sini,” katanya, sembari menambahkan, untuk harga masih terjangkau. Kue bisa dibeli dengan harga Rp 2 ribu.

Sedangkan aneka minuman hingga makanan mulai dari Rp5 ribu hingga Rp15 ribu.

Joseph menambahkan, D’teras cofee dibuka mulai pukul 07.00 hingga 20.00 WITA.

Sementara itu, Mega Umboh salah satu pengunjung mengaku senang dengan adanya D’teras cofee.

“Di Amurang belum ada tempat nongkrong, sekalian untuk mengerjakan tugas. Adanya tempat ini tentu sangat membantu saya dan teman-teman. Jika ada tugas kami bisa santai, makan kue-kue sambil searching tugas di internet. Selain itu harganya masih terjangkau untuk kami yang masih sekolah,” tandas siswa SMA N 1 Amurang ini.(dav)

Uang Ratusan Juta Milik Pengusaha Amurang Raib Saat Menganti Ban

minselmanadoterkini.com, AMURANG-Aksi pencuri yang beroperasi di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terbilang nekat, pelaku yang diduga lebih dari satu orang itu, beraksi disiang bolong ditengah keramaian, tepatnya di jalan depan Klinik Bala Keselamatan (BK) Kelurahan Buyungon Kecamatan Amurang Barat.

Korban dari aksi tersebut adalah Christian Pangaila salah satu pengusaha yang beroperasi di wilayah Kecamatan Amurang tepatnya di Kelurahan Uwuran Satu.

Da harus rela kehilangan uang miliknya sebanyak Rp 200 juta yang disimpan di atas jok mobil bagian depan, ketika sedang menganti ban kendaraannya di depan Klinik BK siang tadi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum manadoterkini.com menjelaskan bahwa, sebelum kejadian ditangan korban ada uang sebanyak Rp 400 juta, dan korban terlebih dulu pergi ke Bank BRI untuk menyetor uang sebesar Rp 200 juta, sedangkan sisanya yakni Rp 200 juta untuk dibawah ke PT Cargill Indonesia yang ada di Kelurahan Kawangkoan Bawah, saat melintas di Kelurahan Buyungon tepatnya didepan Klinik BK, ban kendaraanya Kempes, dan korban bermaksud akan mengantinya, dan datang pelaku dengan mengunakan motor jenis Yamaha MX.

“Saat saat akan menganti ban yang kempes, saat selesai, saya lihat uang sudah tidak ada lagi,” ujar Korban

Sementara itu, Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana SH SIK MSi yang dikonfirmasi manadoterkini.com melalui Kasat Reskrim Polres Minsel AKP M Ali Tahir SH membenarkan kejadian tersebut.

Dia mengatakan, berdasarkan keterangan yang didapat, korban saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari Bank BRI menuju PT Cargill Indonesia Amurang.

“Korban yang menggunakan mobil Nissan Grand Livina dengan Nopol DB 1328 AM. Tiba-tiba di Jalan trans Sulawesi tepatnya didepan Klinik BK, ban mobil yang dikendarai mendadak kempes, kemudian, korban bermaksud untuk menganti ban, saat korban lengah, pelaku yang mengendarai motor langsung mengambil uang Rp 200 juta yang ditaruh dalam tas di jok depan mobil,” katanya.

Dia menambahkan, hingga kini, keberadaan pelaku masih diburu oleh pihaknya, penyelidikan di TKP pun sudah dilakukan guna mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari saksi-saksi di lapangan.(dav)

Diduga Penyakit Kambuh, Pedagang Pasar 54 Amurang Ditemukan tak Bernyawa

Korban
Korban meninggal diduga penyakit apilepsi

manadoterkini.com, AMURANG – Masye yang diketahui salah satu warga dari Desa Tokin Kecamatan Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ditemukan sudah tidak bernyawa di tempat dagangannya yang berlokasi di Pasar 54 Amurang, Selasa (24/1) pagi tadi oleh teman – teman pedagang.

Berdasarkan informasi yang dirangkum manadoterkini.com, korban yang bekerja sebagai pedagang kaki lima di Pasar 54 Amurang ini, diduga meinggal akibat menderita penyakit epilepsi.

“Kami menduga korban menderita penyakit epilepsi, dan akibat penyakitnya kambuh, korban sudah tidak mampu menahan dan kemudian meninggal,” ujar sejumlah teman pedagang yang mengaku teman korban.

Sementara itu, Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana SH SIK MSi melalui Kapolsek Amurang AKP Arie Prakoso SIK membenarkan ditemukannya Masye di pasar 54 Amurang.

“Iya benar ada penemuan, namun kami masih melakukan penyelidikan penyebab kematian korban,” katanya.(dav)

manadoterkini.com, AMURANG – Nelayan yang ada di pesisir pantai Amurang, tepatnya dari Kambiow sampai dengan Pondang, berharap agar Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dalam hal ini Dinas Kelautan dan  Perikanan (DKP) pada 2017 ini bisa membangun tambatan perahu untuk para nelayan.

Menurut  Rendy Kaempe, pasca dibangunnya tanggul pemecah ombak  dari Kambiow sampai dengan Pondang,  para nelayan sudah sangat kesulitan untuk menambat perahu.

“Saat ini kami lebih memilih menambat perahu di lokasi-lokasi yang belum dibangun tanggul pemecah ombak, atau di sekitar muara sungai yang ada di sepanjang garis pantai Amurang,” ujarnya.

Demikian dikatakan oleh Harry Tumuyu, menurutnya  para nelayan kecil saat ini lebih memilih mengikat perahu mereka di tali-tali pajeko atau mengangkat perahu sampai di atas tanggul pemecah ombak, namun ini perlu bantuan warga lainnya.

“Kami berharap ada pembangunan tambatan perahu untuk para nelayan kecil. Kiranya apa yang menjadi harapan  para nelayan, bisa didengar oleh Bupati Christiany Eugenia Paruntu dan juga para anggota DPRD Minsel dari Dapil Amurang raya,”ungkap Tumuyu.(dav)

manadoterkini.com, AMURANG-Jelang perayaan Natal 25 Desember 2016 dan Tahun Baru 1 Januari 2017, warga di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mendesak Pemkab dalam hal ini instansi terkait bisa menggelar operasi pasar. Mereka mengatakan, dengan digelarnya operasi pasar bisa mencegah penjualan barang-barang kadaluarsa di sejumlah toko maupun pasar.

Menurut Stefy Lolowang warga Amurang, jelang perayaan hari-hari besar keagamaan, para pedagang biasa mencoba untuk menjual barang-barang kadaluarsa. Bila pembeli tidak teliti, maka ini merupakan suatu keuntungan bagi para pedagang, namun menyusahkan konsumen.

Sementara itu, ditempat terpisah, Kepala Disperindagkop Minsel Samuel Setho Slat ST MSi mengungkapkan, untuk mengantisipasi penjualan barang kadaluarsa, pihaknya akan melakukan kordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja untuk menggelar operasi pasar.

“Saya berharap masyarakat yang akan membeli keperluan jelang natal, bisa memperhatikan tanggal, bulan dan tahun produk yang dibeli. Bagi para pedagang maupun pemilik toko yang kedapatan menjual barang kadaluarsa, pemerintah tidak segan-segan akan mencabut ijin usaha,” ujar Slat.(dav)

manadoterkini.com, AMURANG-Pemerintah Pusat sudah merestui untuk mengucurkan dana pembangunan pasar segar atau modern di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Rencananya pembangunan pasar yang merupakan hasil lobi Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE akan dibangun pada 2017 mendatang.  Konsekwensinya pemerintah kabupaten harus menyiapkan lahan.

Tokoh masyarakat Minsel Karel Lakoy mengungkapkan informasi tersebut sudah diketahui bahkan menurut Lakoy, proposal pembangunan Pasar tersebut sudah ada persetujuan dari pemerintah pusat.

“Sebagai warga Amurang kami salut kepada bupati yang berupaya melakukan lobi untuk pembangunan pasar segar yang sudah mendapat persetujuan pemerintah pusat,” ujarnya.

Sekarang menjadi tanggung jawab eksekutif dan legislatif memikirkan anggaran pembebasan lahan pasar tersebut. Karena pemerintah pusat hanya menyiapkan anggaran untuk pembangunan pasar, sedangkan ganti rugi lahan harus disiapkan pemerintah daerah.

Lakoy yang juga mantan anggota DPRD Minsel mendesak agar dalam pembahasan APBD 2017 anggaran pembebasan lahan pasar moderen dan pasar tradisional diprioritaskan.  “Ini harus menjadi prioritas, dan wajib dimasukan untuk direalisasikan tahun depan,” ujarnya.

Jangan sampai anggaran pusat yang sudah pasti dikucurkan ke Minsel tersendat lantaran tidak siprioritaskan oleh DPRD dan pihak ekselutif.
Sementara itu Kadis Perindakop Semuel Setho Slaat ST MSi yang dikonfirmasi manadoterkni.com belum bisa berkomentar lebih karena RAPBD 2017 masih sementara dalam pembahasan. “Ini masih sementara pembahasan jadi saya belum bisa berikan komentar,” ujar singkat.(dav)

Rumah Kopi d’Teras 54 Amurang, Cita Rasa Kelas Starbucks

minselmanadoterkini.com, AMURANG-Setelah beberapa tahun berprofesi sebagai pengusaha top di Kabupateb Minahasa Selatan (Minsel).

Rio Joseph pria asal Kelurahan Bitung Kecamatan Amurang ini sukses berbisnis Kedai kopi dengan harga murah tapi bercita rasa kelas “Starbucks”.

Ko Rio nama pangilannya. Tahun 2015 Dia membuka bisnis kedai kopi. Dia membuka kedai kopi kelas kafe di seputaran Pasar 54 Amurang.

Dia membuat rumah kopi bernama d’Teras di jantung pusat Kota Amurang. Karena ketekunan dan cita rasa menu kopi yang berkualitas yang Dia suguhkan, banyak orang yang menyukai menunya dan menjadi pelanggan tetap Coffe d’Teras.

minselTidak disangka, setelah beberapa bulan berjalan ada pelanggan setianya yang ingin dibuatkan sebuah kedai kopi dengan konsep warung kopi.

Menjaga kualitas dan inovasi makanan dan minuman yang ditawarkan adalah kunci sukses bisnis Ko Rio. Menu kopi yang ia tawarkan adalah kopi bercita rasa dari Amurang. Ada pula minuman sekelas Starbucks seperti es cappucino, jus Cappucino, jus Mellon, jus Orange, nasi goreng cumi-cumi hingga kopi susu dan lain-lain.

Sedangkan untuk makanan ringan, d’Teras 54 menyuguhkan makanan khas daerah Minsel seperti Cucur, Lalampa dan makanan kas Minahasa lainnya. Semuanya dibandrol dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 10.000. sangat terjangkau untuk kantong siswa dan siswi.(dav)