Tangani Persoalan Sampah, Kaban Bappeda : Manado Butuh WTE

manadomanadoterkini.com, MANADO – Kepala Bappeda Manado, Peter Assa menjelaskan persoalan pengelolaan sampah di Kota Manado kian mengkhawatirkan, karenanya pemerintah butuh solusi untuk mengelola sampah yang dihasilkan setiap hari oleh warga masyarakat.

Bartje-sapaannya menuturkan bahwa pengelolaan sampah untuk Kota Manado, perlu menggunakan teknologi Waste-to-Energy (WTE), meskipun memang diakuinya bahwa hal memang memmbutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Biaya pembangunan maupun OMnya sangat mahal, Pemkot Manado sulit menganggarkan WTE tech di APBD, tetapi dengan program Pak Gubernur Sulut, Olly Dondokambey yang sementara dalam perencanaan DED TPA Regional (Regional Landfill) yang memasukkan salah satu WTE didalamnya maka saya percaya nantinya WTE akan turut dibantu dengan dana APBN,” ujarnya.

Dia juga mengatakan penggunaan teknologi modern WTE membutuhkan biaya yang sangat mahal sehingga untuk diterapkan di Kota Manado membutuhkan bantuan dana dari Pemerintah Provinsi dan Pusat.

Selain biaya yang mahal, persoalan sulit di Indonesia khusunya di Kota Manado adalah pengadaan lahan.

“Alasan mengapa mesti WTE, karena itu satu-satunya jalan, selain program membangun Mind Set dan Culture Set Masyarakat untuk mandiri dan pro-aktif dalam mengelola sampah. Bila tetap bertahan dengan Landfill, katakanlah sanitary landfill, maka tetap konsekuensi logisnya, pada kurun waktu tertentu harus dilakukan pengurugan tanah dan pindah lokasi. Sementara pengadaan lahan begitu sulit di Manado” jelasnya

“Nah alternatif terbaik yg harus dipilih dan ramah lingkungan adalah WTE.” ujar Kaban Assa.(ald)

Bappeda Evaluasi Capaian Program SKPD Akhir Tahun 2016

manado
Capaian Kinerja Dinas di Manado tahun 2016.(ist)

manadoterkini.com, MANADO – Badan Perencanaan Pembangunan dan Daerah (BAPPEDA) Kota Manado, Rabu (14/12/2016) menggela kegiatan rapat evaluasi capaian kinerja dan realisasi program sepanjang tahun 2016 di Swissbell hotel.

Dihadiri pelaksana harian Sekretaris Daerah Kota Manado, Hi. Rum Usulu, para asisten serta sejumlah kepala SKPD, Bartje Assa selaku Kepala Bappeda Kota Manado memaparkan capaian dan realisasi program dari masing-masing SKPD.

“Kegiatan ini merupakan rapat koordinasi dan evaluasi program dan kegiatan APBD triwulan ke III tahun anggaran 2016, yang merupakan forum strategis bagi pemerintah untuk mengevaluasi capaian kinerja SKPD,” ujar Assa kepada wartawan.

Lanjut dia menjelaskan perencanaan pembangunan daerah ebagai bagian dari sistem perencanaan pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam UU no 25 tahun 2004.

“Diharapkan melalui rapat dan koordinasi ini, program dan kegiatan APBD triwulan ke III, dapat ditindaklanjuti oleh semua SKPD, dengan memasukan laporan tepat waktu, karena akan menjadi acuan dalam perencanaan selanjutnya,” ujarnya.(ald)

Terbaik di PIM II, Bart Assa Harum Nama Kota Manado

bart assa
Penutupan PIM II, Bart Assa didampingi Istri tercinta dan Plt Sekda Rum Usulu

manadoterkini.com, MANADO – Luar biasa, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur memberikan penghargaan kepada Kepala Bappeda Manado, Peter Karl Bart Assa, ST., MSc., PhD sebagai peserta terbaik di PIM II ke 42 tingkat Nasional tahun 2016 di Jawa Timur.

Selama 4 bulan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat (Diklat PIM) II angkatan 42, birokrat Cerdas ini berhasil mengharumkan nama Kota Manado, termasuk Walikota Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Manado Mor Bastiaan.

“Ini semua tak lepas dari peran Pak Wali Kota dan Pak Wawali Manado. Pak Wali menjadi Mentor saya selama mengikuti PIM II ini. Begitu juga pak Wawali sebagai wakil mentor saya,” ujarnya.

Sementara itu, kepada jajaran Bappeda dirinya berharap terus memberikan yang terbaik untuk kemajuan dan pembangunan di Kota Manado.

“Terima kasih tim proyek perubahan e-devplan yang cerdas dan hebat, sekban, para kabid, Devi, Andar, Ellen, Andrew, Victor, Ancela, Vanly, serta Tim IT dan seluruh staf Bappeda Manado. Tuhan memberkati semua,” pungkas Bartje.(ald)

Kaban Bappeda: Pentingnya Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat

assamanadoterkini.com, MANADO – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DR Peter KB Assa, mengatakan persoalan paling sulit di Indonesia terutama di Kota Manado adalah pengadaan lahan.

“Alasan mengapa mesti WTE karena hanya itu satu-satunya jalan selain program membangun Mind Set dan Culture Set Masyarakat untuk mandiri dan pro-aktif dalam mengelola sampah. Persoalan paling sulit di Indonesia terutama di kota Manado adalah pengadaan lahan. Bila tetap mau bertahan dengan Landifill, katakanlah sanitary landfill, maka tetap konsekuensi logisnya pada kurun waktu tertentu harus dilakukan pengurugan tanah dan pindah lokasi. Sementara pengadaan lahan begitu sulit di Manado” jelasnya

“Nah alternatif terbaik yg harus dipilih dan ramah lingkungan adalah WTE.” ujar Kaban Assa.

Kaban Assa melanjutkan harus dibangun kesadaran dari masyarakat Kota Manado tentang pentingnya pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.

“Harus dilakukan penguatan dan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat tentang arti penting pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat demi keberlanjutan hidup sehat anak cucu generasi mendatang. Program ini tentu tidak mudah, karena masyarakat kita sudah lama terbiasa kurang bersahabat dengan tertib membuang sampah dan mudah emosi bila ditegur.” katanya.

“Tetapi kita harus memulai, semua pihak apalagi kalangan tokoh, cendekiawan dan kelompok masyarakat peduli lingkungan bersama-sama dengan pemerintah sudah harus bergerak lebih cepat dan sistematis, bahu membahu untuk turut mensosialisasi “kesadaran mengelola dan membuang sampah, dari diri sendiri, dan setia pada perkara kecil sekalipun”. Bila ini bisa kita lakukan maka niscaya tidak ada yang mustahil kedepan Manado betul-betul dapat mewujudkan diri sebagai kota yang berkesinambungan dengan hak kepemilikan yang utuh terhadap predikat a good livable, green and smart city in Indonesia,”pungkas Assa.(tim/ald)

Manado Terpakan e-DevPlan Menuju Manado Cerdas

manadomanadoterkini.com, MANADO – Sistem Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah secara Elektronik atau e-DevPlan dan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) Kota Manado, dilaksanakan mulai Senin (7/11/2016) kemarin hingga Jumat (11/11/2016).

Dalam rapat tersebut Kapala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Manado, Peter KB Assa PhD sebagai pelaksana memastikan aplikasi sistem e-DevPlan dan SIPD Manado siap diinstal di server Bappeda Manado.

“Jadi Tim IT harap dapat mendampingi pihak pengembang sistem e-DevPlan dan SIPD yang pada hari minggu akan melakukan penginstalan aplikasi ke server Bappeda Manado. Tolong pastikan resource yang diperlukan oleh pihak pengembang tersedia pada saat penginstalan nanti,” ujar Kaban Assa.

Seperti diketahui kegiatan lunching dan Bimtek yang rencananya akan dilaksanakan di salah satu hotel di Manado. “Panitia pelaksanaan kegiatan ini saya harapkan untuk memastikan kesediaan tempat pelaksanaan, kesiapan narasumber akomodasi dan penginapannya, peralatan dan perlengkapan, dan materi yang akan disampaikan pada bimtek tersebut,” tandas Kaban Assa.

Perlu diketahui aplikasi e-DevPlan merupakan sistem perencanaan yang berfungsi untuk menyimpan data-data perencanaan Manado yang terdiri dari aplikasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan secara Elektronik (e-Musrenbang), Rencana Kerja Pembangunan Daerah secara Elektronik (e-RKPD), dan Kebijakan Umum Anggaran/Prioritas Plafon Anggaran Sementara secara Elektronik (e-KUAPPAS). Semuanya untuk mewujudkan visi dan misi Walikota DR GS Vicky Lumentut (GSVL) dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE menjadikan Manado Kota Cerdas 2021.(mlz)

Sesuai Arahan Mendagri, Bappeda Manado Matangkan Program E-Devplan

bart assamanadoterkini.com, MANADO – Menindaklanjuti arahan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo melalui surat edaran, maka seluruh Kepala Daerah wajib menyelenggarakan sistem perencanaan pembangunan daerah.

Ini ditegaskan Bartje Assa, Kepala Badan Perencanaan Pembangu-nan Daerah Kota Manado (BAPPEDA) Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIPPD) dengan nama E DEVPLAN.

“E DEVPLAN ini adalah Electronic Development Planing Annual, atau dalam nomen klatur Permendagri nomor 54 tahun 2010 disebut Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah,” ujar Bartje Assa.

Dia pun menjabarkan bahwa proyek E DEVPLAN ini sebagai salah satu upaya untuk mensinkronkan semua rencana pembangunan mulai dari tingkat kelurahan sampai ke penyusunan program oleh SKPD.

“Tujuannya agar terjadi sinkronisasi kegiatan program pembangu-nan sesuai dengan hasil musrenbang sampai nantinya ditungkan dalam KUA PPAS hingga RAPBD, bisa tetap sinkron,” tukasnya.

Kegiatan sosialisasi yang dibuka secara resmi oleh Wawali Mor D. Bastiaan mewakili Walikota Manado GS. Vicky Lumentut ini, mendapat respon positif dari pimpinan instansi serta ASN se Kota Manado, dan bahkan anggota DPRD.(ald)

RISPAM Manado Memasuki Tahap Laporan Akhir

manadomanadoterkini.com, MANADO – Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) yang telah memasuki laporan akhir pada Kamis (27/10), dibuka oleh Sekretaris Bappeda Manado, Remmy Sumilat, S.Sos. FGD (Focus Group Discussion) RISPAM yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bappeda Manado dihadiri oleh pihak-pihak terkait diantaranya perwakilan PU Provinsi Sulut, Advisor PT. Elsada, dan Bappeda Manado.

Dalam pemaparannya Direktur PT. Bunaken Jaya selaku konsultan, memaparkan bahwa rencana pengembangan SPAM Kota Manado akan dibagi kedalam 5 zona pelayanan, yaitu Zona Lotta, Zona Paal 2, Zona Malalayang, Zona Kepulauan Bunaken, dan Zona Mapanget dan Kuwil.

”Berdasarkan pertimbangan, Zona Sistem Pelayanan yang diusulkan untuk tahun 2016 – 2036 adalah pertama Zona Lotta melayani Kecamatan Wanea, Sario, Tikala, Wenang, dan sebagian Paal 2. Kedua, Zona Paal 2 melayani sebagian Paal 2, Singkil, Tuminting, dan Bunaken. Ketiga, Zona Malalayang melayani kecamatan Malalayang. Keempat, Zona Kepulauan Bunaken melayani Kecamatan Kepulauan Bunaken, dan terakhir zona Mapanget dan Kuwil yang melayani Kecamatan Mapanget, dan sebagian Kecamatan Bunaken.” jelas Direktur PT. Bunaken Jaya.

Ditambahkannya,  rencana pengembangan SPAM Kota Manado akan dibagi menjadi 3 tahap pengembangan.”Tahap 1 tahun 2016-2020. Pada tahap ini lebih diprioritaskan untuk penurunan angka NRW, serta beberapa unit produksi yang merupakan prioritas.

Tahap 2 dari tahun 2021 sampai 2025. Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap 1, pada tahap ini diharapkan Zona Kuwil sudah dapat beroperasi untuk mambantu supply di wilayah Kecamatan Mapanget dan sebagian Kecamatan Bunaken. Dan tahap 3 tahun 2026 sampai 2036. “Pada tahap ini merupakan tahap pemanfaatan semua kapasitas yang akan dibangun pada tahap 1 dan tahap 2,″ lanjutnya.

Terkait pembiayaan untuk RISPAM sampai dengan tahun 2016 diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp. 1.081.410.878.385 yang terbagi biaya untuk unit air bakku, unit produksi, unit transmisi, unit distribusi, dan unit pelanggan. Sementara itu Ferry Sendow S.Sos selaku PPK, pada kesempatan yang sama mengingatkan kepada pihak konsultan mereka harus mengikuti peraturan-peraturan terbaru yang berlaku dan juga agar memperhatikan kebijakan umum tahun 2016.

“RISPAM Kota Manado, telah masuk tahap akhir, jadi harap diperhatikan rencana induk ini harus mengikuti peraturan atau regulasi ditingkat pusat, provinsi, dan Kota Manado” ungkapnya. (ald/bappeda)

Manado Koleksi Sekitar 21 Titik Pemukiman Kumu

Bart Assa
Kaban Bart Assa

manadoterkini.com, MANADO – Untuk menjadi kota yang berkelanjutan, tugas pemerintah kota Manado masih banyak, salah satunya penataan pemukiman kumuh yang jumlahnya tidak sedikit.

Kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Manado Peter Karl Bart Assa, ST., MSc., PhD. mengatakan, sedikitnya ada dua puluh lima titik pemukiman kumuh di Manado yang harus di tata sebaik mungkin untuk menjadi kota berkelanjutan.

“Ada 25 titik pemukiman kumuh di Manado saat ini. Untuk menjadi kota yang berkelanjutan, kita harus menata itu. Setidaknya ada tiga hal yang tidak terpisahkan, yaitu layak tinggal, kota hijau dan smart city,” ujar Bart Assa.

Lanjutnya, sasaran pembangunan untuk daerah tersebut adalah perbaikan pada beberapa infrastruktur jalan, saluran air dan pengadaan fasilitas umum.

“Kalau saluran air setidaknya selama lima tahun periode sebelumnya sudah ada, tinggal perbaikan kecil. Sekarang bagaimana membuat daerah kita jadi indah, misalnya ada taman kecil di setiap sudut jalan. Selain itu, kalau tidak punya jamban, di buat jamban biar lingkungan bisa lebih sehat. Target kita 2019 setidaknya lebih dari 50 persen sudah teratasi atau paling tidak akhir periode sudah kelihatan hasilnya,” tambahnya.(tim)

GSVL Apresiasi Kaban Bappeda di PIM II

bart assamanadoterkini.com, MANADO – Walikota Manado Dr Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA memberikan dukungan penuh kepada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Manado Peter Karl Bart Assa, ST., MSc., PhD.

Dukungan ini diberikan suami tercinta Rektor UNIMA, Ny. Paula Lumentut Runtuwene sebagai wujud kepedulian seorang mentor.

Dimana, PETER KARL BART ASSA diketahui sedang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan Yingkat II (Pim II) di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Walikota VICKY LUMENTUT menyatakan salut atas presentasi proyek perubahan yang disampaikan Peter Assa.

Dengan mengangkat tema perencanaan pembangunan tahunan daerah secara elektronik (e-DEVPLAN), Peter Assa berhasil membuat Walikota Vicky Lumentut terpukau hingga mendatangi Badan Diklat Propinsi Jatim, Jumat (7/10). (tim)

musrembangmanadoterkini.com, MANADO – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Manado Tahun 2016-2021, dilaksanakan di Hotel Sintesa Peninsula, Kamis (15/9/2016).

Dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan tersebut, Walikota Manado GS Vicky Lumentut menegaskan pelaksanaan Musrenbang RPJMD sangat penting untuk menentukan arah pembangunan Kota Manado lima tahun kedepan.

“Saya tegaskan disini penyusunan RPJMD sangat penting bagi kita. Dimana, dokumen ini akan menjadi pijakan bagi pemerintah kota Manado dalam melaksanakan pembangunan kota Manado selama lima tahun kedepan,” ujar Vicky.

Terkait visi dan misi serta program yang ditawarkan kepada masyarakat sewaktu mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), menurut Vicky, wajib hukumnya untuk diakomodir dalam RPJMD Kota Manado 2016-2021.

“Musrenbang RPJMD ini dimulai dari visi dan misi saya dan Pak Mor Bastiaan, sehingga wajib hukumnya untuk dilaksanakan apa yang kami tawarkan sebagai janji politik kami saat Pilkada lalu. Semoga semua pemikiran-pemikiran akan terumus dalam membawa perubahan menuju Manado yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Manado Peter K Bart Assa, dalam laporannya mengatakan, Musrenbang RPJMD Kota Manado Tahun 2016-2021 mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 54 Tahun 2016 tentang pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2008.

“Ini juga untuk mewujudkan visi Manado Kota Cerdas tahun 2021serta misi yang merupakan rumusan dari kata CERDAS,” tukas Assa.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan, Ketua DPRD Nortje Van Bone serta para anggota dewan, Komandan Kodim 1309 Manado Letkol Arm Toar Pioh, Bappeda provinsi Sulut yang diwakili oleh Kepala bidang Analisa dan Evaluasi Syalom Korompis, para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat serta Lurah se-kota Manado. (ald)