Manumpil : Prioritaskan Sektor Pendidikan Demi Terciptanya SDM Yang Kompeten

manumpilmanadoterkini.com, SULUT – Pemerintah selalu memprioritaskan sektor pendidikan, agar tetap eksis dan berperan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Hal ini disampaikan Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Dr. Frangky Manumpil saat mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada acara wisuda sarjana angkatan XIX Universitas Nusantara Manado, di Hotel Aston, Kamis (23/03/2017) malam.

“Pengembangan sektor pendidikan selalu diprioritaskan demi terciptanya sumber daya manusia yang kompeten sebagai modal utama bangsa mengarungi persaingan di era globalisasi, modernisasi dan perkembangan teknologi, ” ungkap Manumpil.

Meskipun diprioritaskan, namun dipahami bahwa untuk mewujudkan pengelolaan dunia pendidikan yang baik dan berkualitas harus didukung juga oleh lembaga pendidikan.

“Namun harus dipahami berbagai program dan kebijakan tersebut tidak akan optimal hasilnya tanpa adanya dukungan dari para akademisi dan lembaga pendidikan, ” ujarnya.

Lebih lanjut, Dia berharap para wisudawan dan wisudawati dapat mengimplementasikan semua ilmu yang diperolehnya di tengah-tengah masyarakat.

“Abadikanlah pengetahuan, kemampuan serta keterampilan yang saudara miliki secara bijak, cerdas dan bertanggungjawab untuk kepentingan masyarakat, ” pesannya.

Manumpil juga optimis bahwa Universitas Nusantara sebagai lembaga pendidikan dapat terus mencetak kader-kader yang cerdas secara Intelegensi, Emosional dan Spriritual serta memiliki keterampilan yang mumpuni.

“Itu dapat diwujudkan dengan konsisten melakukan perubahan, terobosan dan inovasi baik dalam administrasi, ketersediaan sarana dan prasarana serta berbagai aspek penunjang lainnya, ” tutupnya.

Kegiatan wisuda dipimpin oleh Rektor Drs Jan W G Polii MS dan turut dihadiri perwakilan dari Kopertis Wilayah IX Sulawesi, dan keluarga para wisudawan dan wisudawati.(alfa)

Kuantitas dan Kualitas Infrastruktur Indikator Maju Atau Tidaknya Negara

MANUMPILmanadoterkini.com, SULUT – Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Dr. Frangky Manumpil mengatakan kuantitas dan kualitas infrastruktur indikator penilaian maju atau tidaknya suatu negara.

Karena itu, Manumpil berharap segenap pengurus Askopindo, Perkonas, Takonas dan Asakindo untuk berperan dalam pembangunan daerah. Hal ini disampaikannya saat mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada Musyawarah Daerah 1 sekaligus pelantikan pengurus di Hotel Ibis Manado, Senin (20/03/2017).

“Kegiatan ini akan mampu meningkatkan sinergitas kita bersama dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas tinggi dan terpercaya, ” ungkapnya sembari mengucapkan selamat mengemban tugas kepada pengurus yang baru.

Diketahui, kondisi terkini kualitas infrastruktur Indonesia secara keseluruhan berdasarkan data World Economi Forum (WEF) dalam The Global Competitiveness Indeks 2016-2017 berada di peringkat 80 dari 138 negara.

Untuk meningkatkan kualitas dan intensitas pembangunan tersebut, sejak 1995 telah disepakati oleh negara-negara di ASEAN untuk menghilangkan hambatan bagi para pemasok jasa yang disebut liberalisasi arus jasa yang didalamnya termasuk bidang konstruksi.

Sementara, Ketua Umum DPP Askopindo, Perkonas, Takonas dan Asakindo, Syarifudin Tahir SE MM meminta semua pengurus asosiasi konstruksi dan tenaga ahli dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya.

“Kami berharap, seluruh pengurus dapat menjalin kemitraan secara sinergis dengan berbagai pihak, agar saling memberi manfaat untuk kemajuan organisasi dan Sulawesi Utara, ” turur Tahir.(alfa)

Persoalan Elpiji 3 Kg Tak Kunjung Selesai, Mayarakat Minta Perhatian Pemerintah

manumpil
Kepala Biro Administrasi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sekdaprov Sulut) Frangky Manumpil

manadoterkini.com, SULUT – Gas elpigi 3 kg sudah menjadi kebutuhan pokok rumah tangga masyarakat ekonomi bawah, namun persoalan kelangkaan, serta tingginya harga pasaran menjadi masalah klasik yang sampai hari ini menjadi fenomena yang belum kunjung terpecahkan bahkan tergolong jauh dari selasai.

Fenomena yang sering menimpa masyarakat Sulut ini, menuai keluhan masyarakat. “Ini so sering terjadi. Lengkali mo cari pe stenga mati, sementara di rumah so perlu skali. Ato kalau ada depe harga so sampe Rp 30 ribu, bagimana le ini, ” ungkap Rico dan Pitoy warga Malalayang Dua, sembari dirinya meminta perhatian pemerintah.

Menanggapi akan hal ini, Kepala Biro Administrasi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sekdaprov Sulut) Frangky Manumpil kepada manadoterkini.com, untuk kelangakaan gas elpiji 3 kg yang terjadi dua pekan terakhir ini, disebapkan kapal pengangkut yang menyalurkan gas ke Sulut pada 2 minggu lalu, singga ke Jawa Timur.

“Informasi dari pertanina, kapal pengangkut gas elpiji, dua minggu lalu singga ke Surabaya, ” ungkapnya.

Namun, gangguan akibat keterlambatan kapal ini sudah diupayakan. “Sekarang kapalnya sudah ada di Bitung, dan sudah beberapa hari melakukan penyaluran ke Kabupaten/Kota, ” ujar Manumpil.

Akan kejadian seperti ini, Manumpil mengatakan akan berkordinasi dengan pihak terkait, agar tempat yang sampai saat ini belum mendapatkan penyalurannya, segera dijangkau. “Sehingga kebutuhan masyarakat dipenuhi, “pungkasnya.(alfa)