Perekaman Membludak, Dukcapil Kewalahan

minselmanadoterkini.com, AMURANG – Akibat pemberitahuan batas akhir perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) yang hanya sampai 30 September, ternyata cepat merebak yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) beberapa waktu lalu. Rupanya informasi tersebut, ratusan warga yang ada di 17 Kecamatan di Minsel sejak pekan lalu berbondong-bondong untuk melakukan perekaman. Tiap hari lebih dari 300 orang yang mendaftar untuk melakukan perekaman.

Banyaknya warga yang datang merekam, Dukcapil Minsel kewalahan.

“Tiap hari warga yang datang untuk melakukan perekaman membludak. Kami benar-benar kewalahan,” ujar Kepala Dukcapil Minsel Drs Corneles Mononimbar MM kepada manadoterkini.com Senin (18/9) siang tadi.

Untuk mengantisipasi menumpuknya antrian warga yang akan membuat KTP – el, Dukcapil membuat program baru. Tim perekaman Dukcapil ditugaskan turun langsung ke desa untuk jemput bola. “Saya sudah membuat program perekaman KTP-el langsung ke desa-desa. Namun desa yang akan dilayani adalah desa yang sebelumnya telah memberikan pengajuan,” katanya.

Lanjut Dia, program ini cukup ampuh, Ribuan warga telah direkam saat tim turun lapangan.

“Sudah ada beberapa desa yang kami layani langsung di desanya sendiri,” katanya.

Dia menjelaskan, selain untuk mempermudah perekaman warga yang jauh dari kantor Dukcapil, program ini juga adalah tindaklanjut program Bupati Minsel Christiany Paruntu SE dan Wakil Bupati Frangky Donny Wongkar Sah. “Program ini bertujuan untuk melkukan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lanjut Dia, jika ada Hukum tua (Kumtua) yang inginkan pelayanan perekaman langsung di desanya, persyaratannya cukup mudah.

“Persyaratannya hanya pemberitahuan dan permintaan kepada Dukcapil. Asalkan jumlah warga yang akan melakukan perekaman tidak kurang dari 250 orang. Jadi kalau mau, silahkan usulkan ke Dukcapil,” tandasnya.(dav)

Kumendong : Pegang KTP-el, Berlaku Seumur Hidup

MTerkini.com, SULUT – Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) yang diterbitkan sejak Tahun 2011 lalu, berlaku seumur hidup dan tidak perlu diperpanjang walaupun telah habis masa berlakunya. Demikian diungkapkan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE melalui Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setda Provinsi Sulut Dr Jemmy Kumendong MSI.

Menurut Kumendong, Pemprov Sulut melanjutkan surat edaran No. 470/327/SJ tertanggal 17 Januari 2014 perihal perubahan kebijakan dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan, serta memperhatikan amanat UU No.24 Tahun 2013 Tentang perubahan atas UU No23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk).

“Surat edaran Mendagri Tjahjo Kumolo bernomor 470/296/SJ sifat segera perihal KTP Elektronik (KTP-el) berlaku seumur hidup tertanggal 29 Januari 2016 yang ditujukan kepada para Gubernur dan para Bupati/Walikota se- Indonesia,” kata Kumendong.

Untuk itu, dimintakan kepada para Bupati/Walikota menugaskan unit kerja yang menyelenggarakan pelayanan publik agar mematuhi ketentuan dimaksud sekaligus menugaskan unit kerja yang menyelenggarakan administrasi kependudukan.

“Hal ini dimaksudkan agar menyebarluaskan informasi ini sehingga di ketahui oleh para petugas penyelenggara layanan publik dan masyarakat,” ujar Kumendong.

Sementara Kabag Pemerintahan Boslar Sanger SE, menambahkan, wajib KTP-el di Sulut berjumlah 1.740.703 orang yang sudah melakukan perekaman 1.484.477 orang sedangkan yang belum melakukan perekaman berjumlah 265.226 orang. Data lengkap lihat tabel.(alfa/tim)

data e-ktp

Tinangon : E-KTP Berlaku Seumur Hidup

manado
Drs Hans Tinangon MSc.(ist)

MANADO, (manadoterkini.com) – Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) bisa berlaku seumur hidup. Demikian dikatakan Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Manado Drs Hans Musa Tinangon MSc.

”E-KTP itu berlaku seumur hidup. Jika rusak, hanya dengan menunjukan E-KTP yang rusak, maka akan segera diganti dengan baru,” jelas Tinangon.

manado
KTP elektronik.(ist)

Hanya saja, untuk mendapatkan pengantian e-KTP yang baru tidak sembarangan. Karena tidak berlaku bagi e-KTP yang hilang. Pasalnya, harus dilengkapi dengan surat keterangan dari kapolisian.

“Tinggal menunjukan e-KPT yang rusak kita akan ganti dengan yang baru. Namun jika e-KTP hilang harus dilengkapi dengan surat keterangan dari kapolisian,”ujar mantan Kaban BKD tersebut.(ald)

58 Ribu Warga Minsel Belum Lakukan Perekaman e-KTP

minsel
Drs Cornelis Mononimbar MSi

AMURANG, (manadoterkini.com) – Warga Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elekronik (e-KTP) sampai pertengahan bulan Oktober, mencapai 58.606 jiwa. Berdasarkan data yang diperoleh manadoterkini.com, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, wajib KTP mencapai 168.522 jiwa, namun yang melakukan perekaman baru mencapai 109.916 Jiwa.

Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Drs Corneles Mononimbar MSi, banyaknya warga Minsel yang belum melakukan perekaman diharapkan bisa secepatnya melakukan perekaman.”Desember 2014 merupakan batas akhir melakukan perekaman. Setelah itu warga yang belum melakukan perekaman akan dikenai sanksi administrasi. Dimana mereka akan sulit melakukan pengurusan berbagai berkas apapun baik di bank, imigrasi dan lain sebagainya,”ujar Mononimbar.

Dia juga berharap kepada seluruh masyarakat Minsel yang belum mengurus KTP Elekronik untuk dapat segera mengurusnya, sebelum akhir Desember 2014.”Banyak sekali manfaat yang akan diberikan dengan KTP Elekronik, dan juga akan banyak kesulitan yang akan didapat warga yang belum mengurusnya,” tutupnya.(dav)

Grafis :

Data Wajib KTP : 168.522 Jiwa

Perekaman KTP ; 109.916 Jiwa

Yang Belum Melakukan Perekaman : 58.606 Jiwa