GSVL-MOR Terus Pantau Penyaluran Bantuan Bencana

manado manadomanadoterkini.com, MANADO – Pasca banjir dan tanah longsor, Walikota Manado GS Vicky Lumentut dan Wawali Mor Bastiaan, terus memantau penyaluran bantuan kepada warga yang menjadi korban bencana.

Tak hanya memantau kondisi kota pasca banjir dan tanah longsor, Sabtu (2/2/2019) sejak pagi hingga malam hari kedua pemimpin Kota Manado ini turun langsung memberikan bantuan kepada warga. Seperti yang terpantau manadoterkini.com di Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken Darat.

Walikota GSVL dan Wawali Mor terjun langsung melayat ke rumah duka korban banjir dan juga memberikan bantuan pada warga. Bantuan yang diberikan berupa makanan, pakaian, matras, obat-obatan, dan tenaga medis.

Wawali Mor Bastiaan saat turun langsung mengajak warga yang termimpa musibah banjir dan tanah longsor agar bersabar dan tetap berdoa, bagi yang tinggal di daerah bantaran sungai dan rawan longsor untuk mencari tempat yang aman.

Walikota dan Wakil Walikota disambut oleh warga dengan gembira. Mereka menyapa dan menyalami warga yang dijumpai. “Terima kasih pak Walikota dan Wakil Walikota Manado” ujar seorang ibu warga Bailang.

Turut mendampingi, Kepala Dinas Sosial Drs. Sammy Kaawoan, MAP, Kepala Dinas Kesehatan dr. Nora Lumentut, Kepala Bagian Pemerintahan dan Humas Drs. Sonny Takumansang, MSc.(*/mlz)

Terkait Banjir dan Tanah Longsor, Ini Rilis Resmi Pemkot Manado

manadomanadoterkini.com, MANADO – Hujan deras yang menguyur daerah Nyiur Melambai, berdampak banjir di Kota Manado, Jumat (1/2/2019). Meningkatnya volume air dampak dari 5 sungai yang melintasi ibukota Provinsi Sulut ini.

Lima sungai tersebut diantaranya Sungai Bailang hulunya Mapanget, Sungai Tondano hulunya Tondano Minahasa, Sungai Tikala hulunya Sawangan Minahasa, Sunga Sario hulunya Tinoor dan sekitar Minahasa, Sungai Malalayang hulunya Winangun dan sekitar Minahasa yakni Pineleng – Sea.

Upaya penanggulangan bencana telah dilakukan dari jajaran Pemprov-Pemkot-Camat-Lurah-Pala, semua bekerja bersama untuk Kota Manado sebagai ibu Kota Provinsi.

Pemkot Manado, siaga dan bergerak mulai dari monitoring C3 (Cerdas Command Center) untuk Early Warning Sistem, aplikasi 112 dan Qlue untuk menerima pengaduan standby 24 jam.

WA Group Perangkat Daerah siaga melaporkan hasil pantauan dan pergerakan para Pala-Lurah-Camat yang dikomando langsung oleh pak Walikota GS Vicky Lumentut,Wakil Walikota Mor Bastiaan, Sekda Mikler Lakat.

Walikota, Wakil Walikota, Sekda turun langsung memantau dilapangan, mengunjungi korban dan memberi instruksi tanggap darurat. Dapur Umum mobile dibuka oleh Dinas Sosial, PU sigap dengan longsor, Damkar menyemprot membersihkan jalan, Dinas Kesehatan standby dan kerja ekstra di Puskesmas.

Karena air mengalir dari hulu sampai hilir, maka tak ada yang diam untuk banjir Manado dalam kondisi tanggap darurat ini.

Mari kita taati Tata Ruang dari Hulu-Tengah-Hilir karena dengan pertambahan penduduk banyak alih fungsi lahan, cathment area berkurang maka air meluncur bebas dari tempat tinggi ke rendah,” ujar Kabag Humas yang juga juru bicara Pemkot Manado Sonny Tangkumansang.

Program revitalisasi Sungai Tondano sedang berjalan namun memenuhi kendala pembebasan lahan. Sudah di lebarkan 30 M dan dibuat tanggul namun belum semuanya tertanggul.

Bendungan Kuwil yang multifungsi sementara dalam pembangunan. Salah satu fungsinya sebagai pengendali banjir Kota Manado untuk sungai Tondano.

Jika berbicara 5 sungai yang melintasi Kota Manado, tentunya dibutuhkan kerjasama lintas Kabupaten/Kota, Provinsi bahkan Nasional karena 5 sungai itu masuk dalam Wilayah Sungai Nasional.

Jika dalam teori agar aman harus menaati GSS (Garis Sempadan Sungai) sesuai Perwako No 55 Tahun 2014 tentang Garis Sempadan Sungai serta Pemanfaatannya di Kota Manado, namun secara praktek banyak masalah sosial didalamnya yaitu antara lain masih banyak warga yang mendiami kawasan yang seharusnya menjadi jalur hijau. Untuk itu diharpkan juga kesadaran masyarakat untuk menaati peraturan dan tata ruang.

Dalam RTRW, bab IV Pola Ruang Wilayah Kota, untuk kawasan lindung terdiri dari :

Psl31. a. Kawasan yg memberikan perlindungam terhadap kawasan bawahannya yaitu: Kawasan resapan air kota ditetapkan pada kemiringan lereng 40 % tidak bisa dilakukan aktivitas permukiman.

Psl 31.b. Kawasan Perlindungan Setempat yaitu: sepadan pantai, sepadan sungai.

Sepadan sungai yang tidak bertalud di 5 sungai besar kota Manado GSS 15 meter. Ini yang banyak tidak dipatuhi masyarakat yg mengakibatkan longsor dan banjir jika air sungai meluap.

Sesuai laporan yang masuk, dampak banjir terparah terjadi di Kec. Tuminting dan Kec. Bunaken walaupun wilayah ini tidak dilalui aliran DAS Tondano.

Data sementara dampak banjir dan tanah longsor di Kota Manado 1 Februari 2019:

8 Kecamatan

23 Kelurahan

737 kk, 2.523 jiwa

Korban meninggal dunia:

1.Jhon Duarmas /L/54thn (korban longsor)

Kelurahan Taas Lk. 3 Kec Tikala

2.Natalia Lapian/P/1thn (korban longsor) Kel. Mahawu Kec. Tuminting

3.Richard Patabone/L/5thn (korban banjir/hanyut) Kelurahan Kombos Timur Lk. 3

4. Hidayat Lahamendu umur 29 tahun /L/Bailang

Empat penerbangan ke Manado juga dibatalkan yaitu Citilink QG307 rute Makassar-Manado, Lion Air JT778 rute Makassar-Manado, Garuda GA684 rute Makassar-Manado, dan Lion Air JT740 Makassar-Manado.

Oleh karena itu Pemerintah Kota Manado menghimbau untuk TIDAk membangun di sempadan sungai dan bukit dengan kemiringan diatas 40 % tanpa tindakan teknis.

“Bagi warga yang membutuhkan bantuan untuk segera menghubungi 112 karena para operator standby menerima laporan di Manado Command Center 1×24 dan siaga menerima laporan serta mengkoordinasikan dengan pihak terkait untuk proses evakuasi dan pengiriman bantuan,” katanya.

“Bersahabatlah dengan alam, maka alam akan bersahabat dengan kita. Mari berdoa dan bekerja. KITA TIDAK SENDIRI. TUHAN BESERTA KITA,” pungkasnya.(*/tim)

Lagi, Setengah Badan Jalan Antara Desa Kapitu ke Tewasen Putus

minutmanadoterkini.com, AMURANG – Setengah Badan jalan Nasional di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tepatnya antara Desa Kapitu ke Desa Tewasen Kecamatan Amurang Barat, mengalami longsor akibat guyuran hujan deras, pada Minggu (11/2). Sebagian ruas jalan bisa dilalui namun kondisinya terancam putus.

Penyebab longsor adalah hujan berintensitas tinggi mengguyur di Kecamatan Amurang Barat hampir seharian ini. Akibatnya membuka setrngah badan jalan amblas.

“Lokasinya di antara Desa Kapitu menutup Desa Tewasen,” kata Sekretaris BPBD Minsel Herry Runtuwene saat dikonfirmasi manadoterkini.com.

Dia mengatakan, ruas jalan dari Kapitu ke Desa Tewasen, merupakan akses jalan menuju ke Minahasa Selatan Atas (Minsela), yang dilalui kendaraan setiap harinya.

“Itu kan jalan ke Minsela. Awalnya laporan diterima dari Camat Amurang Barat Sonny Makaenas SSTP. Tim kedaruratan dari BPBD langsung mengecek ke lokasi, ternyata benar,” ujarnya.

“Badan jalan amblas separuh badan jalan ya, karena curah hujan memang tinggi di wilayah Minsel termasuk di lokasi tersebut. Jadi sementara tadi cek awal oleh tim kedaruratan. Sementara memang kondisi jalan masih bisa dilalui,” ungkapnya.

BPBD Minsel pun dengan sigap menginformasikan badan jalan amblas itu, ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Minsel, agar bisa segera ditindaklanjuti tim terkait.

“Koordinasi tadi sudah ke Dinas PU, supaya bisa diteruskan ke Dinas PU Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dilihat dari kondisinya yang separuh badan jalan, dikhawatirkan bisa memutus akses ke beberapa Kecamatan yang ada di Minsel,” jelasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Artel Kodongan, warga Desa Raanan Baru Kecamatan Motoling Barat yang berencana melakukan perjalanan pulang ke Desa Raanan Baru, harus memutar arah untuk sampai kembali ke Desa Tondey untuk kembali pulang.

“Ya itu arah ke Desa Tewasen yang amblas adalah badan jalan. Semalam hujannya memang deras, untung longsor yang terjadi di Desa Blongko sudah bisa dilalui, jadi saya pulang lewat Desa Ongkauw masuk Desa Tondey dan sampai di Kampung halaman,” tutupnya.(dav)

Setelah Tertutup Longsor, Jalur Trans Sulawesi di Desa Blongko Sudah Bisa Dilewati

manadoterkini.com, SINONSAYANG – Jalan Trans Sulawesi Desa Blongko Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), sudah bisa dilewati kembali usai material longsor yang menutupi jalan selesai dibersihkan pada Minggu (11/2) siang.manado

“Karena material longsor yang menutupi jalan sudah dibersihkan, kendaraan akhirnya bisa berjalan kembali. Penutupan jalan yang dilakukan polisi juga sudah dibuka,” Kapolres Minsel AKBP FX Winardi Prabowo SIK melalui Kasat Lantas AKP Ferdinand Runtu kepada manadoterkini.com.

Sebelumnya, longsor tersebut diketahui telah terjadi sejak Sabtu (10/2) kemarin. Pengamatan di lapangan, material longsor yang menutupi jalan panjang sekitar 20 meter dengan ketinggian sekitar 5 meter.

Akibat longsor tersebut, ratusan kendaraan tampak terjebak macet sepanjang 5 kilometer. Baik dari jalur Amurang menuju Kotamobagu, ataupun jalur Manado menuju Goronralo.

Pembersihan material longsor itu menggunakan alat berat milik Dinas PU Minsel dan Provinsi Sulut. Pengerjaan telah dimulai sejak kemarin.minsel

Setelah lumpuh total, akhirnya satu per satu kendaraan mulai berjalan kembali. Baik yang dari Amurang menuju Kotamobagu, ataupun sebaliknya. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kejadian longsor tersebut.

Salah seorang pengendara yang hendak munuju Kotamobagu, dari Manado Lukman (38), mengaku cukup lega dengan selesainya pengerjaan itu.

Pasalnya ia beserta keluarganya yang mengendarai mobil Avanza hitam telah terjebak di Desa Sapa Kecamatan Tenga, sejak Sabtu malam, sekitar pukul 23.00 WITA.

“Akhirnya lega karena jalan bisa dilewati kembali. Karena kasihan anak-anak yang sudah gelisah berada di dalam mobil sejak tadi malam,” ungkapnya.

Selain alat berat, di lokasi kejadian juga tampak personel dari Polres Minsel, TNI dan lainnya.
Sebelumnya, longsor tersebut terjadi setelah hujan mengguyur Kabupaten Minsel sejak pekan lalu.(dav)

Tertimbun Tanah Longsor, Akses Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Total

manadoterkini.com, SINONSAYANG – Jalur Lintas Barat Sulawesi, tepatnya di Desa Blongko Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tertimbun material longsor pada Sabtu (10/2) pagi. Material longsor berupa pepohonan dan tanah bercampur bebatuan.manado

Akibatnya, arus lalu lintas di jalur penghubung antar-provinsi di Sulawesi itu lumpuh total. Sejumlah kendaraan dari dua arah terpaksa antre sepanjang sekitar 5 kilometer.

“Saya hampir lima jam terjebak di jalan. Kami susah bepergian dari dalam kendaraan karena hujan. Beruntung belum sempat melintas saat longsor terjadi,” kata Stenly, salah satu pengendara yang hendak pulang ke Kotamobagu.

Mereka baru bisa melintas kembali setelah material longsor dibersihkan aparat kepolisian, TNI, dan juga warga. Pemerintah Provinsi juga mengerahkan satu alat berat untuk mengangkut material longsor.

manadoKapolres Minsel AKBP FX Winardi Prabowo SIK mengatakan, butuh waktu beberapa jam bagi petugas menyingkirkan material longsor dari badan jalan. Namun, petugas akhirnya menggunakan sistem buka tutup jalan karena masih banyak material longsor yang bertebaran di jalan.

“Kami terpaksa menerapkan sistem buka tutup jalan untuk menggurai antrian karena kondisi jalan yang licin dan masih banyak material longsor mebahayakan pengguna jalan,” jelasnya.

Longsor pada tebing setinggi di Desa Blongko itu menutup seluruh badan jalan setelah hujan deras mengguyur wilayah Minsel.(dav)

Walikota GSVL Pantau Lokasi Bencana Bancana dan Longsor

manadoterkini.com, MANADO – PASCA terjadinya banjir dan tanah longsor di Kota Manado, Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA kembali mendatangi lokasi terdampak bencana di Kelurahan Bumi Nyiur, Kecamatan Wanea dan lokasi lainnya, Minggu (17/12) siang hingga sore tadi.manado

Dalam pantauan tersebut, sejumlah warga mengeluhkan dahsyatnya banjir yang melanda pemukiman mereka yang terjadi Sabtu kemarin. Padahal tahun 2014 lalu, menurut warga banjir yang terjadi di tempat mereka tidak separah sekarang. “Banjir sekarang ini lebih parah dari tahun 2014 lalu. Yang lalu tinggi air hanya sebatas lutut orang dewasa, tapi kalau sekarang sudah mencapai satu meter bahkan lebih,” keluh warga.

Menanggapi hal itu, Walikota GSVL meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado untuk melakukan kajian terkait penataan drainase di kawasan tersebut.

“Kami akan memperhatikan keluhan warga. Ini akan kita kaji dan lakukan evaluasi terkait dengan penataan saluran air atau drainase yang tengah dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum,” ujar Waikota GSVL, seraya memberikan arahan kepada Kepala Dinas PUPR Manado DR Peter KB Assa.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Manado itu meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) untuk terus memberikan bantuan baik bantuan makanan siap saji maupun dapur umum serta bantuan kesehatan kepada warga korban bencana.manado

“Saya sudah perintahkan kepada BPBD dan Dinas Sosial untuk memberikan bantuan makanan dan membangun dapur umum bagi korban banjir dan tanah longsor. Juga Dinas Kesehatan untuk menyiagakan tenaga medis dalam melakukan pemeriksaan kesehatan,” tandas Walikota GSVL.

Tampak mendampingi Walikota GSVL, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Micler CS Lakat SH MH, Asisten III bidang Administrasi Umum Frans Mawitjere SH, Kadis Sosial Drs Sammy Kaouwan dan Kabag Pemerintahan Humas Steven Runtuwene SSos. (ald)

Buka Akses Jalan, Ratusan Warga Desa Raanan Baru Raya Kerja Bakti

minselmanadoterkini.com, MOTOLING – Ratusan Warga Desa Raanan Baru Raya Kecamatan Motoling Barat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) pada Selasa (14/3) bersatu menggelar kerja bakti.

Langkah ini diambil setelah jalan penghubung antar desa Rananan baru ke Desa Motoling Kecamatan Motoling tertutup tanah longsor yang terjadi, Senin (13/3) tadi malam akibat hujan deras.

“Kerja bakti ini kami lakukan karena jalan sangat penting bagi warga yang ada di Kecamatan Motoling Barat, terutama yang tinggal di Desa Raanan Baru Raya, Desa Kerpit dan Desa Toyopon,” kata Hukum tua (Kumtua) Desa Raanan Baru Induk Ruddy Kodongan SE kepada manadoterkini.com.

Dia mengatakan, warga Desa Raanan baru juga kerap menggunakan jalan tersebut. Hingga kerja bakti ini dianggap langkah tepat agar lalu lintas warga yang ada di Kecamatan Motoling Barat bisa segera normal. Demikian juga dengan kendaraan roda 4 bisa melintas seperti biasa,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kumtua Desa Raanan Baru Dua Harto Lumenta. Dia mengatakan, kerja bakti ini melibatkan ratusan warga Desa Raanan baru raya yang didalamnya Desa Raanan baru induk, Raanan baru satu, dan Raanan baru dua. Mereka menggunakan alat seadanya untuk memindahakn tumpukan material berupa tanah bercampur lumpur. Tanah longsor ini belum sampai merusak struktur dan lapisan aspal. Dengan demikian, penggunaan alat tradisional berupa cangkul menjadi pilihan paling tepat.

“Jalan tidak sampai rusak, hanya tertimbun longsor,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Motoling Barat Jery Sengkey S. Sos menambahkan kalau jalan yang tertimbun tanah longsor sudah dilaporkan ke Pemkab Minsel melalui instansi terkait, yakni Dinas PU dan BPBD Minsel.

Sebelumnya diberitakan kalau akses jalan antara Desa Raanan Baru ke Desa Motoling tertimbun tanah longsor akibat hujan deras yang terjadi akhir – akhir ini.(dav)

Akses Jalan Tertimbun longsor, Motoling Barat Terisolasi

raanan barumanadoterkini.com, MOTOLING-Akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Motoling ke Kecamatan Motoling Barat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tepatnya antara Desa Motoling ke Desa Raanan Baru tertutup material longsor sehingga pengguna jalan berkendaraan di wilayah tersebut menjadi terhambat.

Dari pantauan manadoterkini.com, hujan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir, menyebabkan tebing setinggi 100 meter di jalan antara Desa Motoling ke Desa Raanan Baru longsor.

Kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak keluar masuk ke kecamatan Motoling Barat tidak bisa melintas akibat akses jalan masih tertimbun longsor.
Akibat jalan yang tertimbun material longsor setinggi 100 meter dengan panjang 30 meter ini membuat warga yang beraktivitas terpaksa harus rela berjalan kaki melewati material longsor.

Sementara untuk membersihkan material longsoran yang menimbun jalan tersebut yang menghubungkan dua Kecamatan tersebut, pihak pemerintah Desa Raanan Baru Maesa datang membersihkan longsoran tersebut akibat belum adanya alat berat untuk membersihkannya.

Camat Motoling Barat Jerry Sengkey S. Sos yang didampinggi Hukum Tua (Kumtua) Desa Raanan Baru Ruddy Kodongan SE mengatakan, ada sejumlah desa yang ada di Kecamatan Motoling Barat kini terisolir karena akses jalan penghubung antar Kecamatan masih tertimbun.

“Hujan terjadi dari kemarin hingga saat ini menyebabkan bukit ini longsor, sementara ada sejumlah desa yang kini terisolir. Pemerintah membuka jalur sementara yang dibuat kusus untuk roda dua,” ujarnya.

Sementara proses evakuasi material longsor dengan menerjunkan warga yang ada di Desa Raanan Baru Raya.(dav)

Longsor di Gunung Potong Hambat Arus Lalin ke Mitra

manadoterkini.com, RATAHAN – Jalan gunung potong yang menghubung arus lalu lintas dari Minahasa Tenggara ke Minahasa, Selasa (21/2/2017) pagi tadi sekitar Pukul 05.00 Wita, tertimbun longsoran tanah.

mitraTak pelak, longsoran tanah tersebut menghambat arus lalin sehingga mengakibatkan tumpukan kendaraa.
“Kendaraan yang menuju Mitra atau dari Mitra harus menunggu sekitar dua jam baru bisa melewati ruas jalan tersebut,” kata Frangky Mundung warga Mitra.
Menindaklanjuti hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mitra berkoordinasi dengan Dinas PU langsung turun lapangan.

mitraInformasi menyebutkan sekitar pukul 07:00 Wita sudah bisa diatasi namun masih masih sistem buka tutup karena masih dalam pembersihan,.

”Saat ini sudah bisa dilalui walaupun masih antri karena masih dalam pembersihan,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Mitra Ferry Uway MM.

Saat ini terjadi antrian cukup panjang karena jalan masih dalam tahap pembersihan. Namun sudah bisa dilewati meski perlahan-lahan. (Jay)

Sejumlah Wilayah di Sulut Dilanda Banjir dan Tanah Longsor

manadoterkini.com, SULUT‎ – Hujan deras yang menguyur sejumlah wilayah di Sulawesi Utara, Minggu (19/2/2017) berdampak banjir dan tanah longsor. Di Kabupaten Minahasa, banjir melanda Tondano Selatan yakni Tataaran 2, Lorong Pasar, dan Tataaran Patar, Romboken serta Desa Tounelet, Kecamatan Sonder.

MinahasaMinahasaBegitu juga di Kota Tomohon sejumlah wilayah terendam banjir, sehingga rumah maupun tempat ibadah tak luput dari genangan air. Seperti halnya di Perum Atas Kelurahan Uliandano Kecamatan Tomohon Selatan. Banjir memenuhi ruas jalan kompleks perumahan dan masuk di dalam gedung gereja. Dua buah mobil ikut terseret air banjir dan mengalami kerusakan di bagian depan.

Dilaporkan, banjir juga menggenangi ruas jalan depan Cool Supermarket Kelurahan Walian hingga Kelurahan Matani III. Air menggenangi rumah warga di Kelurahan Walian, Walian 1 dan II Kecamatan Tomohon Selatan. Bukan hanya itu. Bencana banjir juga terjadi di Kelurahan Tumatangtang.

Minahasa MinahasaBahkan informasi yang berhasil dirangkum manadoterkini.com, jalan yang menghubungkan Tomohon – Tondano terpatnya di wilayah kasuang, jalannya terputus akibat longsor. Begitu juga jalan antara Desa Leilem – Sonder jalannya tertimbun longsoran tanah.

Untuk banjir di Desa Tounelet, Kecamatan Sonder, ratusan ternak diinformasikan terbawah air, akibat meluapnya Sungai Tounelet.(cia)