GSVL – MOR Luncurkan Gebyar Undian Taat Bayar Pajak

manadomanadoterkini.com, MANADO – Pemerintah Kota Manado akan memberikan reward bagi warga taat bayar pajak. Terbukti dengan launching Gebyar Undian Taat Bayar Pajak yang dilakukan Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA bersama Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE, di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Alex Kawilarang, Pusat Kota, Manado, Sabtu (14/7/2018).

Langkah awal penerapan Gebyar Undian Taat Bayar Pajak itu dilakukan pada tempat usaha restoran atau rumah makan, namun kedepan akan meliputi seluruh tempat usaha yang ada di wilayah Kota Manado termasuk tempar parkir. “Launching Gebyar Undian Taat Bayar Pajak, saat ini baru akan diberlakukan bagi warga taat bayar pajak khusus ditempat-tempat makan atau restoran. Dan kemudian juga akan diberlakukan untuk undian parkir, guna memberi reward bagi warga yang taat bayar pajak, serta meminimalisir terjadinya kecurangan atau aksi main mata antara oknum-oknum pengusaha resto dengan petugas yang dipercayakan untuk menarik Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang merupakan ujung tombak pembangunan di daerah ini,” jelas Walikota Vicky.

Dikatakan orang nomor satu di Manado itu, Gebyar Undian Taat Bayar Pajak khusus restoran dan rumah makan, penarikkannya akan dilakukan setiap Bulan pada Tanggal 14 disesuaikan dengan Hari Ulang Tahun Kota Manado yakni 14 Juli. “Dan bagi warga taat pajak yang beruntung, akan diberikan hadiah berupa sepeda motor, telivisi, kulkas dan sejumlah hadiah menarik lainnya. Warga taat bayar pajak yang mengikuti penarikkan undian dilakukan tiap bulan, tidaklah susah. Yakni, hanya mengambil Bill atau Struk disetiap restoran yang dikunjungi, lalu memasukkan Bill atau Struk itu ke kotak yang disediakan pemilik restoran saat keluar makan. Serta mencantumkan atau menulis identitas nama dan nomor telepon Handphone, agar bisa diketahui dan dihubungi pihak Pemkot Manado nantinya,” ujar Lumentut.

Launching Gebyar Undian Taat Bayar Pajak tepat di HUT Kota Manado ke – 395 ini dihadiri Ketua DPRD Manado Nortje Van Bone, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA dan Imelda Bastiaan Markus SE, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Manado serta masyarakat yang memadati areal TKB.(*/ald)

Tempat Hiburan Dan Kos Banyak Menghindar Dari Pajak

Pesikmanadoterkini.com, MANADO – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah kota Manado dengan Penyerapan PAD secara keseluruhan untuk tahun 2017 terbilang memuaskan. Dari target 234 miliar, realisasi PAD tahun 2017 justru mencapai 270 miliar atau 115 persen.

Meski begitu, ternyata masih ada beberapa sumber PAD yang masih kurang maksimal penyerapannya. Diantaranya usaha tempat hiburan dan tempat kos.

Seperti yang diungkapkan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah kota Manado, Harke Tulenan melalui Kabid Pelayanan Pajak dan Retribusi, Recky Pesik.

“Untuk kos-kosan banyak pemilik yang berkelit. Seperti yang kita tahu 10 kamar ke atas sudah kena pajak 5 persen. Tapi ada kos-kosan yang sudah 10 kamar tapi beralasan satu kamar dipakai keluarga, satu kamar dipakai pembantu. Dan banyak alasan lain,” tukasnya.

Sementara untuk usaha tempat hiburan dia mengungkapkan belum bisa maksimal karena banyak keluhan dari pemilik tempat hiburan terkait pajak yang tinggi.

“Alasan mereka pajaknya tinggi. Tapi kita sudah mengacu pada aturan yang tentunya sudah melewati pengkajian. Selama belum ada revisi atau perubahan maka kita tetap menjalankan sesuai aturan yang ada sekarang,” imbuhnya.

Namun dikatakan Recky Pesik, secara keseluruhan realisasi PAD menunjukkan peningkatan. Dia menuturkan, untuk tahun ini pihaknya akan lebih menggenjot realisasi PAD.

“Yang sudah baik akan lebih kita maksimalkan, yang masih lemah kita akan tambah pacu,” (angky)

Bupati Tetty : ASN Minsel Harus Taat Bayar Pajak

Minselmanadoterkini.com, AMURANG – Pajak adalah salah satu sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar, dalam mengkatrol anggaran pendapatan daerah secara maksimal dan efisien. Pelak saja, Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu SE menegaskan bila, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada dilingkup Pemkab Minsel diwajibkan dan disiplin membayar pajak, serta melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak tahunan.

Hal tersebut disampaikan bupati saat menghadiri sekaligus membuka pekan panutan pelaporan SPT tahunan serta tata cara mengisi SPT tahunan mengunakan aplikasi e-filling secara online yang digelar oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) pratama Kotamobagu dan Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KPPKP) Amurang dilantai IV Kantor Bupati Minsel pada Jumat (24/3) siang tadi.

Bupati juga mengatakan bahwa, jika ASN memberi contoh yang baik terhadap masyarakat tentang pembayaran pajak, maka akan ada sisi baik untuk pencapaian PAD.

“Sebagai panutan di tengah masyarakat, ASN harus memberikan contoh yang baik, sebagai warga negara punya kewajiban membayar pajak. ASN harus tampil di depan dengan penuh kesadaran dan rasa tanggungjawab untuk menunaikan kewajiban sebagai warga negara yang baik melaporkan SPT pajak tahunan tepat waktu,” ujarnya.

Lanjut Dia, Pemkab Minsel sendiri telah menetapkan sebagai pekan percontohan untuk melaporkan SPT tahunan, langkah awal sudah ditunjukkan baik oleh Bupati, Christiany Eugenia Paruntu SE yang telah melaporkan SPT tahunannya lebih awal. Langkah bupati ini harus juga segera diikuti seluruh jajaran dibawahnya untuk segera melaporkan SPT tahunannya sebelum akhir Maret.

Kepala Pratama KPP Kotamobagu Danny Try Satrianto yang diwakili oleh KPPKP Amurang Ibu Detje Lapian pun memberikan apresiasi kepada Pemkab Minsel dimana bupati serta beberapa ASN yang telah menyampaikan laporan SPT jauh sebelum batas akhir pelaporan 31 Maret.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan ini patut menjadi panutuan bagi semua wajib pajak,” ujarnya.

Disadari sektor pajak menjadi tumpuan besar dalam pengelolaan keuangan negara, dimana 90 persen hasil pajak dikembalikan ke daerah dalam bentuk dana transfer untuk membangun daerah.

“Jadi sebagai warga negara yang baik adalah taat pajak,” tandasnya.(dav)

Bupati VAP: Pajak Sangat Penting Dalam Struktur Penerimaan Negara dan Daerah

minutmanadoterkini.com, AIRMADIDI-Pentingnya pajak untuk mendongkrak pembangunan serta pelayanan publik di daerah, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Dan melalui Badan Keuangan dilaksanakan sosialisasi Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Rabu (8/3/2017) di SutanRaja Hotel, yang dibuka langsung Bupati Vonnie Anneke Panambunan (VAP).

“Sektor pajak memegang peranan sangat penting dalam struktur penerimaan negara maupun daerah, karena realisasi pembangunan juga ditentukan penerimaan dari sektor pajak, sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dan pembiayaannya. Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi ini, dan kepada camat serta hukum tua yang hadir, ini sangat penting untuk dipelajari dan dibagikan kepada masyarakat sebagai wajib pajak, agar taat pajak,” ujar Bupati VAP, saat membuka sosialisasi tersebut.

Sementara itu, Sekda Arnolus D Wolajan SSTP, yang juga hadir sebagai nara sumber mengharapkan, sosialisasi ini dapat diikuti dengan baik oleh camat dan hukum tua, agar realisasinya di lapangan dapat berjalan dengan baik pula.

“Yang sering terjadi kendala saat menjelaskan soal SPPT, untuk itu melalui sosialisasi ini, dapat diikuti dengan baik, agar ketika memberikan data kepada wajib pajak, datanya valid,” kata Wolajan.

Selain Sekda Minut, hadir juga sebagai nara sumber dari pihak KPP Pratama Bitung, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Airmadidi dan Kepala Badan Keuangan Minut Robby Parengkuan SH.(Pow)

manadoterkini.com, AMURANG-Dalam rangka untuk memaksimalkan pembiayaan pembangunan di daerah, Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu SE melalui Wakil Bupati (Wabup) Frangky Donny Wongkar SH, meminta kepada para Camat dan Hukum tua (Kumtua) agar memperhatikan target pembayaran pajak.

 “Saya minta kepada para camat dan Kumtua untuk selalu memperhatikan target pajak,” pintanya.

 Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat untuk senentiasa dapat bekerja sama dengan pihak pemerintah kecamatan maupun desa terkait pembayaran pajak.

Sementara itu, Ronald Onibala warga Minsel mengatakan, dia bersama keluarga setiap tahunnya selalu tepat waktu membayar pajak.

 “Kami selalu membayar pajak lewat pemerintah desa,” kata Onibala.(dav)

AMURANG, (manadoterkini.com) – Tahun 2014 sudah berakhir. Namun sangat disayangkan sampai sejauh ini masih ada 4 Kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang belum lunas PBB. Keempat Kecamatan tersebut masing- masing Kecamatan Tenga, Amurang Barat, Amurang Timur dan Kecamatan Amurang. Hal ini disampaikan langsung oleh Kabid Perimbangan DPKPA Drs Rudy Tambuwun kepada sejumlah wartawan.

Tambuwun menjelaskan, dari 17 kecamatan di Minsel, hanya 13 kecamatan yang mampu lunas PBB 100 persen, sedang 4 kecamatan lainnya tidak lunas dan saat ini hanya mencapai Rp 80 persen dari target yang diberikan.

Sementara itu Camat Tenga Johanis Badar yang dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya terkendala menarik PBB dikarenakan pemilik lahan di Kecamatan Tenga banyak yang merupakan orang luar dan bukan penduduk asli.

Ketua LSM Perisai Persatuan Karel Lakoy angkat suara. Menurutnya Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE harus bisa secepatnya melakukan evaluasi kinerja para pejabat di Minsel.”Saya melihat saat ini banyak pejabat yang kerjanya hanya asal ibu senang (AIS) dan tidak mampu mengamankan apa yang diperintahkan Bupati. Ini bisa dilihat dari capaian PBB dan juga PAD yang didapat tiap SKPD. Bila perlu dilakukan rolling susulan dalam waktu dekat ini,” tandas mantan anggota DPRD Minsel ini.(dav)

Grafis Kecamatan dan Desa Yang Belum Lunas PBB Tahun 2014 :

Kecamatan Tenga = 80 persen

Desa Pakuure Tiga = 64 persen

Desa Sapa = 85 persen

Desa Tenga = 57 persen

Desa Pakuure Dua = 53 persen

Desa Tawaang Timur = 88 persen

Desa Pakuweru Utara = 57 persen

Desa Pakuure Kinamang = 88 persen

Desa Pakuure Pinanian = 63 persen

Desa Sapa Barat = 87 persen

Desa Boyong Atas = 84 persen

Desa Sapa Timur = 80 persen

Desa Pakuure = 91 persen

Desa Pakuweru = 77 persen

Desa Tawaang = 75 persen

Kecamatan Amurang Barat = 39 persen

Kelurahan Rumoong Bawah = 43 persen

Kelurahan Kawangkoan Bawah = 20 persen

Desa Teep = 40 perseb

Desa Tawasen = 86 persen

Desa Elusan = 48 persen

Desa Wakan = 41 persen

Kecamatan Amurang = 57 persen

Kelurahan Buyungon = 67 persen

Kelurahan Ranoyapo = 60 persen

Kelurahan Uwuran Satu = 58 persen

Kelurahan Uwuran Dua = 53 persen

Kelurahan Lewet = 92 persen

Kelurahan Bitung = 34 persen

Kecamatan Amurang Timur = 64 persen

Kelurahan Pondang = 73 persen

Kelurahan Ranomea = 51persen

Desa Pinaling = 70 persen

Desa Lopana = 82 persen