Di Tahun Kedua, Pengucapan Syukur Semakin Banyak Warga Yang Bersilahturahmi di Manado

manadomanadoterkini.com, MANADO — Di tahun kedua pelaksanaan Pengucapan Syukur dalam rangka Manado Fiesta 2018, semakin banyak warga yang mendatangi dan bersilahturahmi dengan keluarganya di kota Manado.

Seperti yang terpantau Minggu (9/9/2018), di kawasan Karombasan, setiap lorong banyak warga yang melaksanakan pengucapan syukur. ‘Ini membuktikan warga mendukung Pengucapan Syukur dan ikut bersyukur karena sudah ikut menyukseskan Manado Fiesta 2018, torang senang ada pengucapan syukur di Manado supaya keluarga dari luar Manado bisa berkumpul dengan warga yang ada disini, “ ujar salah satu warga Karombasan.

Dan diharapkan pelaksanaan event pengucapan syukur ini bisa dilaksanakan setiap tahunnya agar lebih mendekatkan jalinan keluarga yang jauh bisa datang ke kota Manado dan tentunya dengan pengucapan syukur ini bisa meningkatkan kesejahteraan warga. (mlz)

Penatua Vicky Lumentut Pimpin Ibadah Pengucapan Syukur Manado Di Jemaat GMIM Bethel Winangun

manadomanadoterkini.com, MANADO – Bertepatan dengan perayaan Thanksgiving atau pengucapan syukur Kota Manado, dalam rangka mensyukuri berkat Tuhan yang telah membuat Iven Akbar Manado Fiesta 2018 berjalan aman dan lancar. Maka Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA selaku Ketua Komisi Pelayanan Pria Kaum Bapa (PKB) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) mendapat panggilan iman untuk memimpin ibadah Pengucapan Syukur, di Jemaat GMIM Bethel Winangun, Kecamatan Malalayang, Minggu (09/09) pagi tadi.

Dalam khotbah yang didasarkan pada bacaan Alkitab Kejadian 49 ayat 1 sampai 28, Khadim Penatua Vicky Lumentut mengingatkan jemaat akan pentingnya peran orang tua dalam mempersiapkan masa depan anak-anaknya.

“Dalam bacaan Alkitab ini, Yakub memberikan wejangan dan nasihat kepada anak-anaknya sebelum dia menghadap Sang Pencipta. Wejangan dan nasihat ini sangat penting agar anak-anak Yakub tidak menyimpang dari ajaran Tuhan,” tandas Penatua Vicky Lumentut.

Dikatakan, apa yang dilakukan Yakub menjadi contoh dan teladan bagi umat Tuhan yang hidup di era modernisasi. “Hendaknya kita senantiasa membekali anak-anak kita dengan baik. Karena, ketika tiba waktunya kita melepaskan anak-anak kita untuk hidup mandiri tanpa bergantung pada orang tua, mereka tidak akan melupakan Tuhan serta setia dan taat menjalankan Firman Tuhan seperti yang diajarkan orang tua,”tandas Penatua Vicky Lumentut.

Ibadah pengucapan syukur yang dihadiri ratusan anggota Jemaat GMIM Bethel Winangun tersebut, kali ini boleh dikata berbeda karena semua pelayan khusus penatua/syamas maupun Khadim Penatua Vicky Lumentut, memakai pakaian adat Suku Minahasa untuk lebih menonjolkan kearifan lokal yang ada. Ibadah ini sendiri turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Prof Julyeta PA Lumentut Runtuwene, Sekda DR Pieter KB Assa, Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ).Bethel Winangun Pdt Roy Lengkong STh dan sejumlah pejabat teras Pemkot Manado.(tim)

Olly Dondokambey: Pengucapan Syukur Bisa Masuk Kalender Pariwisata Sulut

 

manadomanadoterkini.com, BITUNG – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE menyerahkan Lonceng Gereja bersamaan dengan perayaan pengucapan syukur kota Bitung dengan Jemaat GMIM Pniel Manembo-nembo dan beribadah di GMIM Solafide di Kelurahan Girian Indah.

Olly mengajak warga jemaat agar selalu menjaga kamtibmas selama pengucapan syukur. “Mari kita selalu menjaga kerukunan antar umat beragama dan saling menghargai antara satu dengan yang lain,” tegasnya.

Olly berharap momen pengucapan syukur yang digelar di Kota Bitung, Minggu (9/10/2017) bisa menjadi agenda rutin digelar setiap tahun karena berdampak positif bagi perekonomian masyarakat Sulut.

“Pengucapan syukur seperti ini bisa menggairahkan perekonomian nelayan dan petani, untuk itu perlu dipertahankan,” kata Olly.

Ia mengatakan pengucapan syukur berdampak bagi pendapatan petani dan nelayan karena warga menyediakan kebutuhan pangan masyarakat Bitung untuk pengucapan syukur. “Harga ikan di pasar tradisional naik dan itu wajar sesuai hukum ekonomi serta bertanda ada geliat perekonomian masyarakat naik,” katanya.

Lanjut Olly, pengucapan syukur Bitung juga bisa menggerakkan sektor pariwisata karena bisa menarik banyak orang datang ke Bitung karena menyajikan menu ikan sebagai komoditas andalan Bitung.

“Jika rutin digelar, pengucapan syukur ini maka bisa dimasukkan ke kalender pariwisata Sulut, mengingat menu yang disajikan semua dari ikan yang diolah dengan berbagai resep. Dan ini sangat menarik serta dapat mengundang wisatawan,” katanya. (ons)

Pengucapan Syukur Manado, Ini Pesan Wagub Kandouw

Wagub Sulut
Wagub Steven Kandouw memberikan sambutan pada ibadah pengucapan syukur

manadoterkini.com, SULUT – Pelaksanaan pengucapan syukur mempunyai  arti dan makna yang sangat penting dalam konteks kekristenan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan umat Kristen. Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Sulawesi Utara  Pnt Drs Steven O.E Kandouw, saat mengikuti Ibadah Pengucapan Syukur di Jemaat GMIM Bukit Moria, Rike, Minggu (10/9/2017) pagi tadi.

“Mengucap syukur adalah suatu proses penyerahan diri secara utuh kepada Allah yang merupakan wujud implementasi iman jemaat kepada Tuhan Yesus Kristus yamg senantiasa menganugerahkan berkat-Nya melalui nafas kesehatan kekutan penyertaan serta materi finansial bagi kita dalam menunjang kehidupan berkeluarga berjemaat dan bermasyarakat,” kata Wagub Kandouw.

Pemaknaan dan cara pandang pengucapan syukur merupakan hal yang wajib dan penting untuk dimiliki oleh setiap orang percaya termasuk jemaat di tempat ini. “Kita jangan hanyut dalam perayaan syukur dengan berbagai kegiatan yang bersifat seremonial semata, dan bahkan cenderung dengan pemborosan serta pesta pora, tetapi ungkapan syukur jemaat harus diikuti dengan tekad dan semangat untuk lebih meningkatkan kualitas iman lewat pelayanan dan pemberitaan Injil Kristus dalam berbagai kegiatan dan program-program yang bersifat religius maupun dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga mementum ini pula  menjadi tepat dan strategis untuk mengevaluasi dan merevitalisasi perjalanan kehidupan jemaat, disamping itu sebagai wahana membetuk komitmen dan tekad iman kedepan,” harap Kandouw.

Sejalan dengan itu, guna peningkatan partisipasi jemaat dalam konteks pembangunan daerah maka saat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus mengupayakan berbagai geliat pembangunan pada berbagai sekto. “Pariwisata daerah menuntut kesanggupan dan kesiapan kita dalam memanfaatkan semua peluang yang ada, ketersediaan sumber daya manusia yang handal, full skill dan kapabel menjadi keharusan dalam menjawab peluang ini di tengah sengitnya persaingan regional dan global,” ucap Kandouw.

Atas nama Pemerintah, masyarakat serta pribadi dan keluarga, Wagub Kandouw tak lupa mengucapkan selamat berpengucapan syukur kepada seluruh komponen jemaat. “Kiranya momentum ini akan senantiasa memberikan semangat baru bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas iman dalam mencari kedamaian sorgawi di dalam Tuhan Yesus Kristus,” ujarnya.

Untuk diketahui ibadah dipimpin Pdt Ferdinan Waworuntu MTh dengan mengutip 1 Timotius 3:1-13 tentang syarat-syarat bag penilik jemaat dan diaken, Tuhan memakai siapapun yang di kehendaki-Nya untuk menjadi pelayan Tuhan dan  hidup kudus dari pelayan Tuhan akan menjadi berkat bagi kehidupan keluarga jemaat dan masyarakat. Turut hadir dalam acara ini seluruh BPMJ dan Pelsus serta Jemaat GMIM Bukit Moria Rike.

Melihat berbagai isu yang berkembang seperti penyalahgunaan narkotika, miras pergaulan bebas, kriminalitas, seks bebas pelecehan seksual, isu sara, radikalisme dan terorisme, maka jemaat diminta untuk melakukan tindakan-tindakan antisipasi seperti peningkatan fungsi kontrol dalam kehidupan bermasyarakat, tidak apatis terhadap lingkungan sekitar, cerdas dan bijak dalam menyikapi berbagai hal yang dapat memecah kesatuan dan persatuan bangsa, serta membudayakan dan mengamalkan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila,UUD 1945,NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam setiap lini kehidupan sosial kemasyarakat,” tutup mantan Ketua DPRD Sulut ini.(humas/mlz)

polres minselmanadoterkini.com, AMURANG – Mengantisipasi kemacetan jelang Pengucapan Syukur (PS) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Polres Minsel mengintesifkan pengawasan. Diperkirakan, ada beberapa titik yang berpotensi macet karena lonjakan jumlah penumpang yang akan merayakan PS di Minsel.

Hal ini diungkapkan Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana SH SIK Msi saat memimpin rapat bersama instansi terkait pada Kamis (6/7) siang tadi di aula Mapolres Minsel.

“Antisipasi saja, karena Minsel merupakan jalur perlintasan. Orang yang mau ke Mitra, Minahasa, Manado dan Bolmong, semua sering lewat jalur tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, pengawasan untuk pelanggar lalu lintas juga akan ditingkatkan.

“Salah satu penyebab utama kemacetan adalah pengendara yang melanggar rambu-rambu lalu lintas. Untuk itu, akan ditindak tegas bagi yang melanggar. Serta parkir sembarang yang telah mengganggu akan langsung dilakukan penindakan,” tegasnya.

Lanjut Dia, menghimbau kepada pengguna jalan untuk meningkatkan tingkat kewaspadaan. Pasalnya, dipastikan volume kendaraan akan meningkat mengingat hari libur yang hampir bersamaan dengan hari PS nanti.

“Pertama-tama perhatikan fisik. Kemudian kelengkapan, dan jangan ugal-ugalan di jalan,” imbaunya.

Hal senada, disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Minsel Vera Lasut SSTP. Dia mengatakan, kepadatan kendaraan diperkirakan di sekitaran pusat Amurang. Karena itu taat rambu lalu lintas akan mengurangi kemacetan nanti.

“Perhatikan rambu-rambu. Jangan parkir sembarang. Supaya tidak menyusahkan banyak orang,” tandasnya.(dav)

Pengucapan Syukur Kota Bitung Berlangsung Sederhana

lombanmanadoterkini.com, BITUNG – Minggu (2/19/2016) menjadi momentum bagi masyarakat Kota Bitung. Dimana untuk pertama kalinya menggelar Pengucapan syukur secara serentak.

Pengucapan syukur ini sendiri dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bitung ke 26 yang jatuh pada 10 Oktober 2016 mendatang.

Pengucapan yang berlangsung secara sederhana ini selain dirayakan di rumah-rumah warga juga sebagian lagi merayakan bersama-sama anggota jemaat di gedung gereja.‎

Walikota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban, SE MSI beserta Keluarga ‎melangsungkan Ibadah Syukur bersama Jemaat GMIM Tasik Wangurer. Perayaan pengucapan syukur ini ‎ditandai dengan Makan Nasi Jaha (Nasi Jahe, red) yang merupakan Makanan Khas Sulawesi Utara.

mantirisementara itu, Wakil Walikota Bitung Ir Maurits Mantiri melaksanakan Ibadah ‎Syukur di GMIM PNIEL Menembo-nembo sekaligus menggelar open House bersama ‎Jemaat GMIM dan Warga Kota Bitung di Kediamannya di kelurahan Manembo-nembo, kecamatan Matuari.

Menurut Walikota Bitung, Pengucapan syukur ini sendiri akan dilaksanakan secara rutin oleh pemerintah kota (Pemkot) Bitung.‎

“Kedepan hal ini (Pengucapan Syukur, red) akan menjadi ‎kegiatan rutin tahunan seperti pada beberapa daerah lainnya di Sulut,” ujar Lomban.

Lomban juga berharap peran serta masyarakat untuk mensukseskan kegiatan ini.‎

‎”Oleh ‎karenanya keterlibatan semua elemen masyarakat sangat diharapkan untuk ‎mendukung dan membantu sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan aman ‎dan damai. Tentunya hal ini juga berlaku dalam event Festival Pesona Selat ‎Lembeh (FPSL) 2016,” harap Lomban.(ref)

Pulang Pengucapan Mitra, Banyak Kendaraan Gagal Taklukan Gunung Potong Manimporok

manadoterkini.com, PANGU — Sepulang dari pengucapan Minahasa Tenggara, Minggu (31/7/2016), banyak kendaraan yang tidak bisa menaklukan Gunung Potong Manimporok.

Gunung Potong
Kendaraan saat melintasi perbatasan Mitra dan Minahasa.(ft.alfa)

Terbukti, meski telah dilakukan pelebaran tetap saja banyak kendaraan yang mogok dan tak mampu melintasi jalur tersebut. Ratusan kendaraan terpaksa parkir di pinggiran jalan karena kehabisan bahan bakar, kampas kopling, bahkan ada kendaraan yang kehabisan air radiator.

Gunung Potong
warga berjalan kaki karena kendaraan mogok.(ft.alfa)

Hari pengucapan syukur yang digelar setiap tahun tersebut memang dibanjiri warga dari berbagai daerah di Sulut. Karena menjadi ajang silaturahmi untuk bertemu keluarga, sahabat, bahkan kenalan mereka di Kabupaten Mitra.

Gunung Potong
kendaraan saat menanjaki gunung potong.(ft.alfa)

Pantauan manadoterkini.com, banyak warga yang terpaksa berjalan kaki untuk sampai ke Desa Noongan. “Kami memang hanya dekat, kendaraan sudah mogok terpaksa harus jalan kaki,” ujar mereka.(tim)

Hari Ini Minahasa Tenggara Pengucapan Syukur

mitramanadoterkini.com, MITRA – Minggu (31/7/2016) hari ini masyarakat diseantero Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) melangsungkan pengucapan syukur.

MitraPengucapan syukur di daerah Minahasa Raya termasuk didalamnya Minahasa Tenggara sudah menjadi tradisi sejak nenek moyang. Dimana masyarakat mensyukuri akan berkat yang telah dianugrakan Tuhan Yang Maha Esa.

Mitra“Pengucapan syukur identik dengan syukur atas berkat seperti hasil pertanian dan perkebunan. Intinya mensyukuri hasil yang telah dituai,” kata Stenly Mawitjere warga Tombatu.

MitraBupati Minahasa Tenggara James Sumendap SH, lewat akun Fanpegenya mengajak handai taulan untuk datang ke Minahasa Tenggara. Meski disatu sisi Bupati yang dekat dengan rakyat ini tidak sempat melakukan open house karena dalam perjalan pulang dari Kupang, NTT menghadiri Hari Keluarga Nasional. Untuk itu dirinya hanya melakukan pemantauan kondisi pengucapan syukur di Minahasa Tenggara.(tim)

Pengucapan Syukur Minsel, Bupati Tetty : Mari Rayakan Dengan Kesederhanaan

Tetty
Bupati Minsel, Christiany Eugenia Paruntu SE

manadoterkini.com, AMURANG – Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE mengingatkan warga Minahasa Selatan (Minsel) untuk tidak berlebih-lebihan saat merayakan pengucapan syukur, namun dengan sederhana dan bermanfaat.

“Kita memang dianjurkan meramaikan pengucapan syukur, tapi jangan sampai memaksakan diri apalagi sampai di luar batas kemampuan kita. Jangan terlalu diturutkan hawa nafsu masih, banyak lagi kebutuhan yang harus dipenuhi,” pesan Tetty sapaan bupati Minsel ini kepada manadoterkini.com.

Bupati juga mengajak warga Minsel untuk merayakan pengucapan sesuai kebutuhan saja.

”Dodol dan Nasi Jaha memang memikat, tapi tidak harus kita miliki semua, belilah sesuai kebutuhan saja jangan terlalu berlebihan. Sisakan uang tabungan jangan semua dihabiskan untuk merayakannya,” imbaunya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat Minsel yang ingin mudik ke kampung halaman. Banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari kondisi rumah, kendaraan yang digunakan atau angkutan yang ditumpangi.

”Kalau rumah ditinggal dalam kondisi kosong, minta tolong sama tetangga untuk selalu menjaga kondisi rumah. Kalau mudik menggunakan kenderaan pribadi, cek terlebih dahulu pastikan kenderaan kita benar-benar aman untuk perjalanan jauh,” ujarnya.

Begitupun kalau naik angkutan umum, kata Bupati, baik itu angkutan laut maupun darat, perhatikan atau pilih angkutan yang benar-benar aman. “Jangan paksakan naik angkutan jika memang sudah tidak memungkinkan,” tandasnya (dav).

DUMOGA, (manadoterkini.com) – Warga di Kecamatan Dumoga Timur dan Dumoga Barat, Minggu (23/8) menggelar pengucapan syukur. Pantauan manadoterkini.com pagi tadi, warga tampak khusyuk beribadah di Gereja.

Glen Moses Oroh, S.IP tokoh Pemuda Dumoga mengatakan perayaan pengucapan syukur kali ini dimaknai dengan iman lewat berkat yang Tuhan beri untuk warga Dumoga Raya. “Berkat Tuhan tentunya harus kita syukuri. Terlebih mengucap syukur lewat Ibadah di Gereja,” ujar Oroh.

Pantauan arus lalu lintas siang ini tampak mulai padat, pasca selesainya Ibadah Gereja. Kendaraan rata-rata berasal dari luar Dumoga seperti Manado, Minahasa dan Minsel. Pengucapan di Dumoga tampak dijaga aparat kepolisian di beberapa ruas titik jalan. (chris)