SVR : Hentikan Impor Cengkih!

sulutmanadoterkini.com, SULUT – DPRD Sulut merekomendasikan penghentian import cengkih dari luar, karena akan merugikan petani. Hal itu terkuak saat hearing seluruh Asosiasi Petani Cengkih yang ada di Sulut bersama anggota DPRD Sulut yang dipimpin Wakil Ketua Stevenus Vreeke Runtu dan Wenny Lumentut.

“Yang harus kita garis bawahi bahwa kita harus buat komitment dan DPRD setuju untuk melakukan penghentian import cengkih dari luar. Tapi yang pasti import cengkih yang disuarakan oleh petani cengkih, DPRD berada di belakang para petani. Karena dampak dari import  cengkih ini dapat mempengaruhi harga dan itu yang terjadi dan membawa kesulitan bagi petani,” tegas SVR.

SVR juga menambahkan bahwa cukai rokok setiap tahun naik 133 triliun menjadi 140 triliun. “Dan itu ada kaitanya dengan penerimaan Pemprov 120 milyar lebih dalam satu tahun,” tegas SVR (Jef)

Petani Cengkih Sulut Mengeluhkan Harga Cengkih Ke Ketua DPRD Sulut

deprovmanadoterkini.com, SULUT – Pengurus Asosiasi Petani Cengkih Indonesia (APCI) Sulut dan Himpunan Petani Cengkih (HPC) Sulut serta Asosiasi Petani Cengkih Minahasa (APCM), Rabu (7/9/2016) mendatangi kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan bertemu langsung dengan Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw diruang kerjanya.

Dihadapan Ketua DPRD Sulut dan Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut dan Vreeke Runtu para pengurus APCI, HPI Sulut dan APCM mengeluhkan semakin merosotnya harga komoditi unggulan di tanah Nyiur Melambai ini pasca adanya wacana dari pemerintah kenaikan harga rokok di indonesia.

“Sulut mempunyai produk cengkih terbaik. Sayangnya kian menurunnya harga tanaman ‘emas coklat’ ini sampai Rp80 ribu perkilo, cukup memberikan keresahan di kalangan petani.” ungkap Wakil Ketua APCI Sulut, Setly Kodong.

Tidak hanya itu, mereka juga meminta agar pemerintah membuka pabrik rokok di Sulut sehingga mengakomodir suara rakyat. Sebab kualitas cengkih di Sulut adalah yang terbaik.

“Hadirkan pabrik rokok di Sulut,” tambah Kodong.
sembari mengatakan apabila ini tidak di fasilitasi oleh DPRD Sulut maka petani mengancam akan melakukan demo besar-besaran.

Menanggapi keluhan tersebut Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw mengatakan “Memang pada tahun ini pemerintah provinsi Sulawesi Utara memfokuskan anggaran untuk pengadaan bibit cengkih sebesar 1 triliun.”

Senada juga diungkapkan Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut “prinsipnya impor cengkih yang membuat harga ini turun.”
“impor cengkih sampai sekarang masih dibuka.
40.000 ton cengkih di impor ke Indonesia.
Inilah yang mempengaruhi produksi dan harga,” tandas Lumentut. (Jef )

Akibat Kemarau Ribuan Pohon Cengkih di Minahasa Raya Mati

DPRD SulutSULUT, (manadoterkini.com) – Harga cengkih yang belum stabil ditambah kemarau yang panjang berdampak pada matinya pohon cengkih, memaksa para petani mendatangi DPRD Sulut. Kedatangan para petani asal Minahasa tersebut menuntut bantuan bibit cengkih.

Kedatangan para petani yang dikoordinasikan oleh Max Kalesaran diterima Komisi 2 yang dipimpin langsung Marthen Manoppo. Apalagi selang 6 bulan kemarau sehingga bedampak matinya pohon cengkih.

Karaseran mengakui meskipun sudah berkali-kali menyampaikan aspirasi ke gedung rakyat yang ada di bilangan Sario. Namun belum ada tindakan kongkrit dari pemerintah maupun dewan.

“Jika tidak ada tindakan kongkrit dari pemerintah. Maka rakyat Minahasa yang hampir keseluruhannya berprofesi sebagai petani akang dilanda kelaparan,” papar Karaseran.

Untuk itulah dihadapan komisi 2, asosiasi petani cengkih ini menuntut pemerintah agar melakukan rehabilitasi. Karena selain mati akibat kemarau, banyak Cengkih juga mati akibat kebakaran.“Kami menutut dilakukan rehabilitasi dengan memberikan bantuan bibit cengkih sebanyak 1 juta pohon,” aku Boy Tangkou.

Mendengar aspirasi dari Asosiasi petani cengkih, akhirnya tiga perwakilan dapat mengikuti jalannya pembahasan APBD 2016 antara Banggar dan TAPD Pemprov.

Dan dari pembahasan tersebut, disepakati untuk tahun 2016 petani cengkih mendapat bantuan bibit sebanyak 200 ribu pohon meskipun tuntutan mereka 1 juta pohon.

Wakil Ketua Dewan, Wenny Lumentut memberikan terimah kasih kepada pemerintah yang langsung memberikan bantuan bibit sebanyak 200 ribu pohon. ”Ini bantuan dilakukan secara bertahap. Jadi petani cengkih diminta bersabar,” jelas Lumentut. (jef)

Harga Anjlok, Petani Cengkih Duduki Gedung “Cengkih” DPRD Sulut

petani cengkihSULUT, (manadoterkini.com) – Anjloknya harga cengkih berdampak pada perputaran roda ekonomi, dan membuat para petani cengkih di Sulawesi Utara terus menjerit. Hal tersebut membuat para Petani cengkih dari Kabupaten Minahasa Kecamatan Kombi datang menduduki gedung “cengkih” DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Koordinator Lapangan (Korlap) Boy Tangkau dalam orasinya mengatakan “Turunnya harga cengkih membuat petani menjadi sengsara dalam kehidupan dan penghidupan baik dalam keluarga maupun masyarakat. Kami juga menduga bahwa adanya mafia cengkih yang masuk dalam penentuan harga” Jelasnya

“Kami meminta kepada Pemerintah dan pihak DPRD untuk memperhatikan nasib kami sebagai petani cengkih, sampai saat ini Pemerintah dan DPRD tidak peduli dengan nasib kami,” tegasnya dengan nada ber api-api.

Menaggapi hal tersebut, personil komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan Billy Lombok SH kepada manadoterkini.com mengatakan permohonan maaf sebesar-besarnya karena tidak bertatap muka dengan pendemo dari Tondano Kombi dan sekitarnya. “Sehubungan dengan agenda reses maka kami tidak sempat bertatap muka dengan mereka, hal ini akan kami bahas secara internal Komisi II dengan mitra kerja terkait yang berhubungan dengan tata niaga cengkih,” ungkpanya.

“Komisi II sudah mendorong Dinas terkait yakni perkebunan, dan penyuluh agar tetap membantu kebutuhan-kebutuhan petani, sejauh yang mampu ditangani APBD dan agar instansi dapat cerdas melobi APBN agar petani dapat merasakan bantuan-bantuan dari Pemerintah,” tambah Lombok.

Para pendemo diterima oleh sekretriat Dewan yakni Kabag Humas Theresia Sundah dan pimpinan Dewan Wenny Lumentut. (toar)

MOTOLING, (manadoterkini.com)-Sejumlah petani di yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengeluhkan penurunan harga cengkih. Harga cengkih kini Rp 98 ribu per kilogram, sebelumnya Rp120 ribu. Padahal, saat ini panen raya sementara berlangsung di beberapa daerah penghasil emas cokelat tersebut salah satunya di Motoling Raya. “Kami khawatir dengan harga cengkih yang saat ini terus turun,” ujar Ojer Onibala petani cengkih yang ada di Kecamatan Motoling Barat saat bersua dengan manadoterkini.com pada Jumat (31/7) siang tadi.

Menurut dia, kejatuhan harga cengkih di Minsel, setiap jelang panen raya ini sangat merugikan petani. “Sebenarnya turun harga cengkih pada saat mau panen raya sudah biasa. Tapi kami curiga, ini seperti ada permainan,” katanya.

Ia pun berharap, pemerintah segera mengatasi masalah yang menggelisahkan ini. Jika harga komoditas ini terus turun, petani terancam akan rugi besar.

Panen raya akan berlangsung pada periode Agustus hingga Oktober dengan jumlah sekitar satu ton. Namun, jika harga cengkih terus turun, petani merasa perlu menahan hasil panen demi membuat harga kembali bergerak naik. “Setiap minggu selalu turun, ini membuat kami sebagai petani cengkih sangat kawatir,” tandasnya.(dav)