Selasa, 10 Desember 2019

Cari Solusi Problematika Kelistrikan di Sulut, Gubernur Panggil GM PLN Suluttenggo

Sumarsono

PLN – Sumarsono

SULUT, (manadoterkini.com) – Penjabat Gubernur Sulawesi Utara Dr Soni Sumarsono, MDM, memanggil General Manager PLN Sulutenggo, Baringin Nababan terkait problematika kelistrikan di Sulut, Selasa (06/10) kemarin di ruang kerja Gubernur.

Penjabat Gubernur berharap agar Pemerintah Daerah bersama PLN bersama segera mencari solusi, sehingga pasokan listrik di Sulawesi Utara ini tercukupi. “Utamanya dengan langka-langka konkrit jangka pendek pada 2-3 bulan kedepan, sambil mengharapkan agar masyarakat Bumi Nyiur Melambai Sulawesi Utara tenang menghadapi pemadaman listrik yang terjadi saat ini oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN),”ungkap Sumarsono.

Sumarsono juga meminta jaminan penuh managemen PLN Suluttengo, agar saat menghadapi perayaan Hari Besar Keagamaan, utamanya aktifitas umat Nasrani pada Desember nanti listrik jangan sampai padam.

Pada pertemuan tersebut Managemen PLN melaporkan kepada Gubernur, kondisi PLN di wilayah Sulawesi Utara. Sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo (SULUTGO) yang meliputi 3 sub sistem (Minahasa, Kotamobagu dan Gorontalo), sedang mengalami kekurangan pasokan dari sisi pembangkit sebesar 83,8 Mega Watt (MW).

Salah satunya akibat adanya gangguan pada PLTU Amurang unit 1 dan 2. Kemudian debit air danau Tondano yang berkurang akibat kemarau panjang, sehingga mesin PLTA tidak berfungsi maksimal. Saat ini mesin PLTA hanya bisa membantu saat beban puncak malam hari.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, melalui Gubernur Soni Sumarsono, mendukung solusi yang dilakukan PLN yaitu menambah kapasitas kelistrikan di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“PLN tengah mengupayakan penambahan daya di PLTG Marissa 50 MW pada Desember 2015 dan 50 MW untuk Maret 2016. Tambahan pasokan listrik juga bakal masuk di PLTG Amurang sebesar 120 MW Januari 2016. Hingga Juli 2017 ada penambahan sebesar 360 MW,” kata Nababan.

“Bulan Oktober ini diharapkan, hujan sudah mulai turun sehingga PLTA bisa beroperasi maksimal sehingga ada tambahan pasokan listrik 25 MW,”tutur Nababan.

Nababa menambakan, pada Senin (5/10) PLTU Amurang Unit 1 sudah bisa beroperasi kembali dan memasok daya sebesar 15 MW. Unit 2 direncanakan beroperasi normal kembali pada Kamis (08/10), sehingga dapat menambah daya pasokan listrik sebesar 18 MW. Tambahan 33 MW untuk mengurangi defist.

Untuk menjaga kestabilan beban pada sistem kelistrikan SULUTGO, maka dilakukan manajemen load system atau pengurangan daya, yaitu berupa pemadaman yang telah diatur melalui unit AP2B Minahasa secara proporsional pada ketiga sub sistem. Beban puncak sistem kelistrikan SULUTGO saat ini mencapai 325 MW.

Dari kondisi ini, Pemerintah Provinsi Sulut dan PLN, memohon maklum kepada masyarakat, sekaligus menghimbau dan mengajak peran serta aktif dari masyarakat pelanggan PLN untuk mau mengatur penggunaan listrik secara lebih efisien.

“Dengan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan untuk membantu mengurangi beban listrik. Bagi pelanggan besar yang memilki genset, seperti hotel, pusat bisnis dan perbelanjaan dihimbau untuk mengoperasikan mesin Gensetnya saat beban puncak pukul 17.00-22.00 WITA. Ini penting supaya masyarakat/rumah tangga dapat tercukupi dan terlayani,”terangnya.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekdaprov Sulut, Drs Sanny Parengkuan, MAP, Kadis ESDM Prov Sulut, Ir M Gumalag. Dikateahui managemen PLN melaporkan kepada Gubernur tentang kondisi terkini yang melanda di hampir seluruh wilayah Sulut.(alfa)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*