Rabu, 17 Juli 2019

Bupati JWS Menangis, Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Sinta Sajow

TOMBULU, (manadoterkini.com) – Ibadah Pemakaman Sinta Virgina Sajow SPd, keponakan Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, yang meninggal dunia akibat terbakarnya tempat karouke Inul Vista beberapa hari yang lalu, berlangsung hikmat Selasa (27/10) siang tadi di rumah duka Kel Sajow-Assa, Desa Koka, Kecamatan Tombulu.

Pdt AO Supit, dalam khotbahnya menguatkan keluarga dengan firman Tuhan yang menghibur ayah almarhum, Yoke Paat Sajow beserta ibunda Yetty Assa dan kakak almarhum Hendra Sajow serta keluarga lainnya.

Demikian juga Ketua DPRD Sulut non aktif Drs Steven Kandouw dalam sambutannya terus memberikan penguatan bagi keluarga yang berduka. “Saya bersama pak Olly Dondokambey menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian anak terkasih Sinta Sajow” kata Calon Wakil Gubernur yang diusung oleh PDIP Sulut ini.

Juga, Sekdakab Jeffry Korengkeng SH MSi mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten Minahasa, menyampaikan turut berduka cita atas kepergian almarhum akibat musibah ini.

Bupati Jantje Wowiling Sajow yang menyampaikan ucapan terima kasih atas nama keluarga, tak kuasa menahan airmata-nya saat memberikan sambutan itu. “Atas nama keluarga, saya mengucapkan banyak terima kasih atas doa dan dukungan semua pihak kepada kami keluarga yang berduka ini,” JWS.

Bupati JWS yang tak kuasa menahan kesedihannya sehingga menitikan air mata di penghujung sambutan ucapan terima kasihnya itu, ketika dihubungi para wartawan usai ibadah pemakaman mengharapkan agar pihak kepolisian mengusut tuntas prosedur keamanan dan keselamatan pengujung di tempat hiburan karouke keluarga Inul Vista yang terkenal di Manado itu.

Dikatakan Bupati JWS bahwa pihak yang berwajib harus mengusut tuntas, apakah tempat tersebut mempunyai jalur evakuasi yang benar, alarm yang berfungsi serta fasilitas keselamatan yang sesuai prosedur, sehingga dalam fungsinya akan memberikan keamanan dan keselamatan kepada semua pengunjung yang terpantau ramai setiap harinya.

Di pihak lain, Bupati JWS juga mengharapkan pihak Gereja untuk mengambil sikap dan bersuara menyerukan kepada pemerintah Kota Manado agar memberlakukan aturan jam beroperasi seluruh tempat hiburan malam hingga jam 24.00 Wita. “Sekarang ini saatnya Gereja harus bersuara karena Manado adalah kota yang di penuhi oleh rumah-rumah ibadah, sayang ada hal yang kontradiksi, dimana tempat hiburannya di buka sampai pagi,” tegas Bupati JWS.

Diapun mencontohkan di daerah Jogjakarta misalnya, pemerintah di sana sudah lama memberlakukan aturan seluruh tempat hiburan malamnya hanya di buka sampai jam 24.00 Wita. ”Mungkin di Kota Manado perlu sama dengan Jogya, supaya persoalan-persoalan sosial tidak membawa korban yang lebih banyak khususnya dari kalangan anak anak muda,” tutupnya.(tim)

Dalam ibadah yang dipimpin oleh mantan Ketua Sinode GMIM Pdt Dr AO Supit MTh, dihadiri pula oleh Ketua DPRD Sulut non aktif Drs Steven Kandouw, Sekdakab Minahasa Jeffry Korengkeng SH MSi, Wakil Ketua TP PKK Minahasa Ny Jashinta Sarundajang-Paat, Ketua DWP Ny Seeve Korengkeng-Warouw, Ketua Fraksi PDIP DPRD Minahasa Drs Dharma Palar, Ketua BPMJ GMIM Bethlehem Koka Pdt Smita Goni-Manopo STh, jajaran Pejabat Pemkab, Camat Tombulu Drs Joris Tumilantouw, serta ribuan pelayat dari kalangan Pemuda GMIM se-Wilayah Koka, almuni jurusan Fisika UNIMA, para mantan peserta Jambore Nasional Pramuka serta para kerabat dan masyarakat umum lainnya.(efd/tim)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*