Senin, 23 Oktober 2017

Dukung KPU Manado, Oma 65 Tahun Ikut Nyumbang

Pilwako ManadoMTerkini.com, MANADO – Luar biasa respon warga Kota Manado terhadap aksi Koin Peduli Pilkada Manado. Hal ini membuktikan warga Manado sudah begitu rindu akan kehadiran Walikota pilihan rakyat seperti di daerah lain di Sulawesi Utara.

Peristiwa menarik pun ikut mewarnai aksi Forum Masyarakat Peduli Pilwako Manado, Kamis (28/01/2016). Dimana para tim aksi dibuat terharu dan sempat menitikan airmata, manakala salah seorang Oma berumur 65 tahun, yang belakangan diketahui bernama Hapsa Towoliu warga Politkenik dengan suka rela mau merogoh kantong senilai Rp 30 ribu. Tak tega, tim aksi nengembalikan uang sumbangannya.

Namun apa kata Oma ini dengan suara bergetar? “Hei anak-anakku, saya juga adalah warga negara yang baik. Makanya saya mau menyumbang. Saya hanya ingin Pilkada dilaksanakan dengan jujur dan aman,” katanya yang membuat tim aksi terharu di lokasi Zero Point.

Sementara itu, puluhan komunitas waria Manado juga ikut ambil bagian. Dengan gaya khas mereka ikut menarik perhatian para pengguna lalulintas saat melintas di depan Mantos Boulevard. Bahkan, tanpa sungkan komunitas ini menyatroni salah satu rumah kopi yang berada di bilangan Sario.

”Aksi kalian sangat simpati dan menggugah, kami mendukung penetapan KPU 17 Februari dilaksanakan Pilkada langsung,”ujar Udin sopir Mikrolet didepan Bank SulutGo. Massa aksi peduli Pilwako Manado ini kemudian membubarkan diri setelah Pukul 15.00 Wita.

Diketahui aksi digelar secara serentak di 10 titik, depan Mantos, Megamas, seputaran Sparta Tikala, Patung Kuda Paal2, Karombasan, Sario, bundaran Singkil, pasar Tuminting, jalan 17 Agustus serta Zero Point pagi hingga sore tersebut berjalan aman, dan membuahkan hasil lumayan, setidaknya pundi-pundi koin dari warga Kota tersebut menandakan betapa rindunya masyarakat akan pesta demokrasi.

“Besok Jumat (29/01/2016) kami akan turun lagi ke jalan, setelah itu, koin-koin ini akan kami sumbangkan ke KPU sebagai bentuk dukungan rakyat atas ditetapkannya Pilwako pada 17 Februari 2016,”terang Tommy Sumelung salah satu koordinator aksi ini mewakili praktisi hukum. (tim/ald)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*