DPT Hanya 167.820 Orang, Ribuan Pemilih di Minsel Hilang

manadomanadoterkini.com, AMURANG – Saat ini Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Rapat pleno yang digelar di Hotel Sutan Raja Amurang itu beberapa waktu lalu, KPUD Minsel memutuskan pemilih di Minsel berjumlah 167.820 orang.

Ketua KPU Fanley Pangemanan mengungkapkan, jumlah itu berdasarkan hasil perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPS) terakhir. Jumlah itu berkurang sekira 1000 orang dibandingkan penetapan DPS dan total pemilih periode lalu.

“Kekurangan ini terjadi karena adanya daftar pemilih ganda dan pemilih yang sudah meninggal,” ungkapnya Pangemanan.

Lanjut Dia mengatakan, jumlah itu bisa bertambah menjelang pemilihan. Pihaknya tetap akan mengakomodir pemilih yang memiliki identitas tetapi belum termasuk DPT.

“Makanya kami terus berkoordinasi dengan pemerintah yang sudah berjanji dinas terkait akan menggenjot perekaman e-KTP agar semua warga yang berhak bisa terakomodir,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Bawaslu Minsel Franny Sengkey berharap, Disdukcapil segera mengakomodir dua ribuan warga yang sudah masuk DPT tetapi belum memiliki e-KTP. Agar berbagai kemungkinan kecurangan bisa dihindari. Menurut dia, sejauh ini progres sudah baik.

“Dari sebelumnya ada 20 ribu yang belum memiliki KTP kemudian jadi tujuh ribu, sekarang turun hanya dua ribu. Kami tetap berharap sebelum pemilihan mereka sudah bisa ada KTP,” tandasnya.(dav)

manadoterkini.com, AMURANG-Tahapan pendaftaran partai politik (Parpol) di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sudah dibuka pada Selasa (3/10) lalu. Hanya saja hingga Kamis (6/10) tadi malam, belum ada satupun parpol yang mendaftar.

Ketua KPUD Minsel DR Fanley Pangemanan mengatakan pendaftaran akan dibuka sampai 16 Oktober 2017 mendatang. Dia menegaskan, semua parpol diwajibkan mendaftar dengan menyerahkan dokumen-dokumen persyaratan untuk menjadi peserta pemilu.

“Ini sudah diatur dalam undang-undang dan Peraturan KPU. Pemasukan berkas administrasi ditangani KPU kabupaten/kota,” ujarnya.

Meskipun begitu, pihaknya tetap akan menunggu pendaftaran peserta pemilu. “Biasanya nanti pertengahan pendaftaran baru peserta pemilu partai politik datang untuk mendaftar,” ungkapnya sambil menambahkan peserta yang mendaftar harus sesuai aturan. Karena ada beberapa hal baru yang diterapkan KPU misalnya sistem informasi partai politik (Sipol).

“Bila data yang diinput belum lengkap peserta pemilu tidak bisa diloloskan,” ungkapnya, sembari menambahkan untuk parpol yang akan diverifikasi, KPU akan turun langsung mengecek apakah sudah sesuai persyaratan, seperti kantor dari partai yang akan diverifikasi.(dav)

Evaluasi Pemilu, KPU Minsel Gelar FGD

Minsel
Ketua KPU Minsel DR Fanley Pangemanan MSi

manadoterkini.com, AMURANG – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Senin (2/10) menggelar Focus Group Discussion (FGD).

Agendanya berupa evaluasi bersama dengan Pemkab Minsel serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), terkait pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) yang sudah beberapa kali diselenggarakan.

Ketua KPUD Minsel DR Fanley Pangemanan MSi mengatakan, FGD merupakan bagian dari tugas KPUD agar pelaksanaan pemilu berikutnya lebih berkualitas. Bersama dengan Pemda dan Forkopimda Minsel, kendala-kendala yang ada saat Pileg, Pilpres maupun Pilkada bisa didiskusikan dan dicarikan solusi. Sehingga kedepannya, pelaksanaan bisa semakin sukses.

“Ini kita lakukan untuk mengeksplorasi persoalan, masalah atau masukan dalam penyelenggaraan pemilu yang sudah dilakukan di Kabupaten Minsel. Dari diskusi dan evaluasi bersama ini, diharapkan bisa memberikan masukan dan solusi kedepannya nanti,’” ujar Pangemanan.

Ditambahkannya, hasil dari pelaksanaan FGD ini sendiri nantinya akan di teruskan atau dilaporkan ke KPU Pusat melalui KPU Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Guna menjadi salah satu bahan kajian dan evaluasi KPU secara umum untuk menghadapi pemilu periode berikutnya. Sehingga bisa dilakukan perbaikan dan langkah antisipasi dari berbagai persoalan yang muncul saat pemilu.

“Termasuk persoalan data kependudukan yang kaitannya dengan jumlah pemilih. Termasuk juga soal anggaran pemerintah pusat, daerah maupun dari searing sendiri dari KPU Pusat maupun KPU provinsi. Karena ini juga menjadi salah satu faktor penunjang suksesnya pelaksanaan pesta rakyat setiap lima tahun sekali,” tandasnya.

Acara yang dibuka Sekdakab Minsel Drs Danny Rindengan MSI ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan Partai politik, Panwas, Kesbangpol, Camat, Lurah, dan sejumlah nama sumber dari perguruan tinggi, serta para undangan lainnya.(dav)

MTerkini.com, AMURANG – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan (Minsel) yakni Christiany Eugenia Paruntu SE dan Frangky D Wongkar SH (PAKAR) yang diusung PDI-P tinggal menunggu jadwal pelantikan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Menurut Ketua KPUD Minsel DR Fanley Pangemanan S. Sos MSi mengatakan, pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih bukan kewenangan KPUD. Pelantikan merupakan kewenangan penuh dari Kemendagri.

Setelah menetapkan pemenang pilkada, KPUD hanya berkewajiban menyerahkan berita acara penetapan pemenang pilkada kepada DPRD Minsel. Surat keputusan (SK) hasil rekapitulasi perolehan suara di tingkat kabupaten juga diserahkan secara bersamaan. “Ada beberapa dokumen lainnya yang juga diserahkan ke DPRD pada waktu lalu,” katanya.

Pengemanan juga mengatakan, atas dasar surat tersebut, DPRD bisa menggelar rapat pleno luar biasa. Kemudian DPRD Minsel menyerahkan ke Gubernur Sulut untuk ditindaklanjut ke kementerian terkait proses yang akan dilaksanakan selanjutnya. Setelah itu, Kemendagri baru bisa mengagendakan pelantikan bupati yang dipilih secara langsung tersebut.

Lanjut Dia, tugas KPUD pada Pilkada 2015 hanya sampai pada penyerahan surat ke DPRD Minsel. Selanjutnya, wewenang pemerintah pusat. “Kalau persoalan pelantikan pasangan calon terpilih, bukan kewenangan KPUD. Pelantikan merupakan kewenangan Menteri Dalam Negeri. Sebab, di PKPU tidak diatur mengenai hal tersebut,” terangnya.

Ditanya terkait waktu pelaksanaan pelantikan, Pangemanan mengatakan, hingga kini pihaknya belum tahu jadwal pelantikan. Sebab, untuk pelantikan tidak diatur dalam tahapan pilkada. Bahkan, KPUD juga belum menerima bocoran apa pun mengenai jadwal pelantikan.

“Hanya saja pada HUT ke-13 Minsel, dalam sambutan Penjabat Gubernur Sulut yang juga merupakan Dirjen Otda Kemendagri DR Soni Sumarsono MDM mengatakan kalau pelantikan bupati Minsel terpilih akan dilakukan pada bulan Maret, meskipun begitu kita belum bisa pastikan, karena masih menunggu keputusan dari Kemendari,” tandasnya.(dav)

AMURANG, (manadoterkini.com) – Jhon RM Sumual SE SH MSi pada beberapa waktu lalu secara resmi telah mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) akibat mencalonkan diri senagai calon Bupati Minsel. Hanya saja untuk pengganti JOS hingga saat ini belum dilantik akibat masih berproses.

Sekretaris DPRD Minsel Lucky Tampi SH yang dikonfirmasi manadoterkini.com terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) mengungkapkan, bahwa hingga kini pihaknya masih menunggu proses penggantian posisi JOS sebagai anggota DPRD Minsel.

Dia menjelaskan bahwa, sebelumnya telah ada SK Gubernur tentang peresmian pemberhentian JOS sebagai anggota DPRD Minsel dan selanjutnya. Pihaknya, telah menyampaikan nama pengganti sesuai yang direkomendasikan pihak KPUD Minsel ke Gubernur melalui Bupati Minsel.

“Memang PAW JOS sementara berproses. Sebagaimana proses PAW ini merupakan kewenangan Gubernur,” ujar mantan Kabag Humas Pemkab Minsel ini.

Sementara itu, Ketua KPUD Minsel DR Fanley Pangemanan S. Sos MSi ketika dikonfirmasi mengenai siapa yang akan menggantikan JOS mengatakan bahwa, nama pengganti yang direkomendasikan pihaknya sudah sesuai aturan dan mekanisme yang ada, yakni yang memperoleh suara terbanyak setelah JOS dalam Pilcaleg 2014 di Dapil 5.

Dari informasi yang diperoleh, posisi JOS sebagai anggota DPRD Minsel bakal diganti oleh Andries Rumondor, calon legislatif dari Partai Demokrat tahun 2014 lalu, yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD periode 2009 – 2014.(dav)

fanley PangemananAMURANG, (manadoterkini.com) – Setelah rekapitulasi yang dilaksanakan di tingkat kecamatan, maka selanjutnya Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) akan menggelar pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada tahun 2015.

Menurut Ketua KPUD Minsel DR Fanley Pangemanan S. Sos MSi mengatakan, pihaknya akan segera menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur, serta pemilihan bupati dan wakil bupati di Minsel, yang direncanakan akan dilaksanakan pada Kamis (17/12) besok. “Dalam tahapan ini, kita akan menghadirkan para saksi pasangan calon, Panwas, dan beberapa pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Pangemanan mengungkapkan bahwa, usai rapat pleno rekapitulasi ini, pihaknya akan melakukan penetapan pasangan calon terpilih, 3 hari setelah rapat pleno tersebut, atau disekitaran tanggal 21 atau 22 Desember pekan depan. “Hanya saja, jadwal penetapan tersebut bisa saja berubah jika ada pasangan calon yang melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait hasil peghitungan suara,” ujarnya lagi.

Seperti diketahui, usai pelaksanaan penghitungan di 372 TPS 9 Desember lalu, masyarakat disajikan berbagai versi hasil penghitungan suara yang dilakukan beberapa pihak. Namun demikian, data yang resmi yakni data dari hasil pleno rekapitulasi atau yang akan ditetapkan pihak KPUD Minsel sebagai penyelenggara Pilkada.(dav)

AMURANG, (manadoterkini.com) – Hingga Senin (14/12) tadi malam, data hasil rekapan suara (C 1) di tiap-tiap TPS yang ada di 17 Kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minse) sudaj masuk ke KPUD Minsel. Data suara Pilkada tiap-tiap TPS tersebut akan di-up load ke KPU pusat.

“Data formulir rekapan suara di TPS-TPS sudah masuk semua di KPUD Minsel,” tutur Ketua KPUD Minsel DR Fanley Pangemanan D. Sos MSi.

Dia menjelaskan data C1 itu akan mereka upload ke KPU pusat. “Data TPS di Minsel yang telah di upload di website KPU sampai malam ini (pukul 22.00 WITA) sudah mencapai 97,87 persen,” tuturnya, seraya menambahkan masih ada beberapa TPS yang belum di upload. Namun menurutnya kemungkinan malam ini data yang di upload akan mencapai 100 persen.

Pangemanan juga menambahkan sampai saat ini belum ada permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan pemungutan suara. Dirinya juga berharap sampai penetapan nantinya tidak ada habatan. “Pokoknya semua calon harus ingat siap menang dan siap kalah,” pungkasnya.(dav)

AMURANG, (manadoterkini.com) – Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, Rabu (9/12) besok masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) akan menyalurkan hak suaranya. Mereka akan jadi penentu masa depan Minsel untuk lima tahun kedepan atau menentukan masa depan Minsel.

“Ya, untuk masa depan dan kemajuan Minsel tergantung hasil pilkada. Kalau masyarakat salah memilih tentunya masyarakat juga akan rugi,” ucap salah satu pemerhati Minsel DR Tommy Palapa kepada manadoterkini.com.

Lanjut Dia, kemajuan daerah memang tidak sepenuhnya bergantung dari hasil pilkada. Akan tetapi, kata dia, memilih pemimpin yang tepat bisa membawa perbaikan dalam kehidupan nanti.

“Bayangkan kalau yang terpilih tidak cocok untuk memimpin Minsel. Dengan sendirinya dampak buruk akan dirasakan masyarakat. Kemajuan daerah yang dicita-citakan jadi sulit tercapai,” tuturnya.

Pendapat serupa juga disampaikan Kendi Kodongan tokoh muda Minsel, Dia mengatakan pelaksanaan pilkada sengaja dikembalikan secara langsung, supaya masyarakat bisa ikut menentukan masa depan daerah. Karena itu, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak memilih ataupun salah memilih.

“Kalau pemilihan tidak dilakukan secara langsung, pemimpin yang terpilih hanya berdasarkan kepentingan elit. Tapi ini sudah dikembalikan menjadi langsung, sehingga masyarakat harusnya berbangga. Karena itu jangan sia-siakan kesempatan ini untuk memilih calon yang tepat. Ingat, kesalahan dalam menentukan pilihan akan membuat kita menderita selama lima tahun,” tuturnya.

Namun demikian, lanjut Kodongan, siapapun yang terpilih wajib didukung masyarakat. Pasalnya 3 figur yang bertarung di Pilkada Minsel kali ini, dianggap terbaik dan mampu untuk memimpin daerah.

“Artinya sesudah tanggal 9 Desember, perbedaan yang ada harus diakhiri. Sebab siapapun yang terpilih, akan sulit menjalankan pemerintahan jika masyarakat tetap mempertahankan perbedaan. Jadi untuk kepentingan bersama, sesudah pemilihan situasi harus kembali normal,” paparnya.

Terkait penyelenggaraan pilkada, khususnya Pilkada Minsel, Ketua KPUD Minsel DR Fanley Pangemanan S. Sos MSi, mengaku pihaknya tinggal menunggu hari H pemungutan suara.

“Khusus untuk keperluan logistik, sudah terpenuhi. Begitu juga dengan hal-hal yang berhubungan dengan faktor teknis maupun teknis. Kita sudah sangat siap,” tandasnya.

Sekedar tambahan, 3 pasangan calon yang bersaing akan memperebutkan simpati rakyat Minsel. Tercatat ada 174.948 pemilih yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), plus sebagian kecil yang terakomodir sebagai pemilih tambahan. Mereka-mereka inilah yang akan menentukan masa depan Minsel kedepan, termasuk nasib 3 pasangan calon.(dav)

AMURANG, (manadoterkini.com) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak atau pencoblosan untuk Gubernur, Bupati dan Walikota tinggal menghitung hari. Di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Minsel sudah selesai merampungkan semua logistik yang akan digunakan tanggal 9 Desember tahun 2015 mendatang.

Ketua KPUD Minsel DR Fanley Pangemanan S.Sos MSi kepada manadoterkini.com Sabtu (5/12) kemarin mengatakan, masalah logistik Pilkada, mulai dari kotak suara, surat suara untuk TPS dan lembar C1 saat ini telah rampung.

Rencananya, Senin (6/12) atau H-2, semua logistik sudah berada di TPS masing-masing. Begitu juga, petugas KPPS/PPS dan PPK, mereka semua telah dibekali dengan baik dan sudah siap bekerja maksimal disetiap TPS. Selain itu, kata Pangemanan, petugas keamanan yakni pihak kepolisian dan anggota TNI, termasuk satuan intel, juga sudah siap bertugas untuk mengamankan hari pemungutan suara tersebut. “Jadi masalah logistik Pilkada, semuanya telah disiapkan dengan baik termasuk pengamananya,” ujarnya.

Senada dikatakan Sekretaris KPUD Minsel Ronny Simbar. Menurutnya, logistik ataupun anggaran serta kebutuhan lainnya yang menjadi kewenangan KPUD tidak lagi ada masalah.” Sekarang ini yang paling penting adalah proaktif masyarakat ikut menjaga keamanan sehingga Pilkada di Minsel bisa aman dan sukses,” harapnya.(dav)

Watimpres RI Nilai Kondisi Bangunan Kantor KPUD Minsel Sudah Tidak Layak Lagi Ditempati

WatimpresAMURANG, (manadoterkini.com) – Dalam Kunjungan Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) RI yakni Suharso Monoarfa di Kantor KPUD Minsel, ada hal menarik yang disampaikan Monoarfa yakni menyangkut kondisi bangunan yang terletak disamping Jalan Trans Sulawesi Kelurahan Buyungon Kecamatan Amurang.

Tiba dengan Mobil Alphard warna putih bernomor polisi RI 69, Monoarfa seakan kaget dengan kondisi bangunan Kantor lembaga independen yang dipercaya Undang-undang Dasar 1945 untuk melaksanakan demokrasi prosedural tersebut.

Menurutnya kantor dengan kontruksi permanen berlantai dua tersebut sudah tidak memenuhi syarat atau tidak memadai lagi. “Dengan adanya Pilkada ini, diharapkan kedepan Bupati dan Wakil Bupati yang akan terpilih dapat memperhatikan hal tersebut. Jika perlu Bupati yang nantinya akan terpilih bisa mencari lokasi serta membangun kantor KPUD Minsel yang baru, sebab bangunan kantor KPUD saat ini sudah tidak layak lagi,” harapnya.

Mengenai hal tersebut, Ketua KPU Minsel DR Fanley Pangemanan S. Sos MSi mengatakan bahwa, sebenarnya pihak pusat telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan kantor KPUD Minsel yang baru, namun hal tersebut masih terkendala dengan hibah tanah yang harus disediakan pihak Pemkab Minsel.

“Bupati Christiany Euginia Paruntu pula dalam suatu kesempatannya mengunjungi Kantor KPUD Minsel beberapa waktu lalu sempat menyampaikan kesiapan Pemkab Minsel untuk segera mencari lahan untuk didirikan Kantor KPUD Minsel yang baru,” ujarnya.(dav)