Walikota GSVL: Mari Rawat Manado Rumah Besar Kita Bersama

Walkota GSVL
Walikota GS Vicky Lumentut memberikan sambutan pada Upacara Adat Tulude Pemkot Manado tahun 2020

“Mari kita rawat Manado Rumah Besar Kita bersama. Bersama dengan semua etnik yang ada di Manado. Hari ini Tulude saya katakan sukses untuk itu terima kasih dari kami bagi semua,” demikian kutipan kalimat Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) pada Upacara Adat Tulude Pemkot Manado tahun 2020, di Lapangan Sparta Tikala, Manado, Rabu (05/02/2020).

Walikota yang dikenal toleran ini berujar, lewat pelaksanaan Tulude yang tulus ini, dapat dimaknai sebagai permintaan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta simbol meninggalkan yang tidak baik di tahun sebelumnya untuk kemudian memulai hal baik di tahun baru ini.

GSVL
Walikota Manado GS Vicky Lumentut menerima bendera Merah-Putih simbol NKRI, disaksikan Ketua IKISST Sulut Orbanus Naharia.

“Penghargaan yang tinggi kepada Ikatan Kekeluargaan Sangihe, Sitaro dan Talaud (IKISST,red) yang masih tetap bersama dengan Pemerintah Kota Manado dalam merawat Rumah Besar Kita dengan kekayaan budaya yang ada,” ujar Walikota GSVL.

Walikota Manado dua periode ini pun meminta dukungan bagi seluruh warga Manado asal Nusa Utara terhadap berbagai program yang berkelanjutan di tahun 2020, jangan sampai ada yang salah mengimplementasikan program tersebut. “Program ini baik adanya, dan menjadi bagian dari kita menyambut pelaksanaan iven pariwisata Manado Fiesta 2020 yang akan digelar 1-11 Juli 2020 mendatang,” ujarnya.

Sukses gelar Upacara Adat Tulude 2020, Pemkot Manado lestarikan tradisi warga Nusa Utara

Tulude
Walikota Manado GS Vicky Lumentut bersama isteri, Wakil Walikota Mor Bastiaan bersama isteri, Ketua IKISST Sulut Orbanus Naharia bersama isteri, dalam prosesi Tulude menuju lapangan Sparta Tikala.

Upacara Adat Tulude tahun 2020 yang dilaksanakan Pemkot Manado sukses digelar. Prosesi acara ditandai dengan dibawanya kue Tamo yang diarak mulai dari Gereja GMIM Sentrum Manado melewati pusat kota, terus ke jalan Sudirman sampai di lapangan Sparta Tikala.

Selama arak-arakan kue Tamo masyarakat begitu antusias melihat kue Tamo dibawah oleh tim adat, dikawal dengan Paskibra, grup masamper, tarian adat serta marching band Satpol PP Kota Manado.

Suksesnya upacara adat Tulude di Kota Manado merupakan hal yang patut disyukuri, terutama kerja keras dari semua pihak yang memungkinkan Tulude di Manado saat berjalan dengan baik.

Walikota GSVL
Walikota Manado GS Vicky Lumentut dipakaikan topi adat.

Tulude merupakan upacara adat tahunan yang diwariskan dari para leluhur masyarakat Nusa Utara (kepulauan Sangihe, Talaud dan Sitaro). Nusa Utara terletak di ujung utara provinsi Sulawesi Utara.

Tulude dilaksanakan bertahun-tahun lamanya dan merupakan upacara adat sakral serta religi yang dilakukan oleh masyarakat etnis Sangihe dan Talaud.

Pengertian Tulude secara harfiah adalah meluncurkan atau melepaskan sesuatu hingga meluncur ke bawah dari ketinggian. Kemudian kata ini mengalami perluasan makna menjadi melepaskan, meluncurkan, menolak atau mendorong. Dalam hal ini Tulude berartikan melepaskan tahun yang lama dan siap menerima tahun yang baru.

manado GSVL
Walikota Manado GS Vicky Lumentut bersama isteri, Wakil Walikota Mor Bastiaan bersama isteri, Ketua IKISST Sulut Orbanus Naharia bersama isteri, dalam prosesi Tulude saat tiba di lapangan Sparta Tikala.

Tulude dalam bahasa Sangihe berasal dari kata “Suhude” yang berati Tolak, hal ini menolak tahun yang lama dan siap menerima tahun yang baru. Sedangkan Mandullu’u Tonna dalam arti sempit kalau bahasa masyarakat Talaud Mandulu’u yaitu “Lanttu” menolak atau meninggalkan. Sedangkan “Tonna” adalah “Tahun”.

Tulude atau Mandullu’u Tonna ini mirip dengan perayaan budaya pengucapan syukur bagi masyarakat di Minahasa. Selain itu, juga sebagai media komunikasi antar budaya masyarakat Sangihe dan Talaud, yang berisi ucapan syukur. Banyak nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur, seperti nilai etika, moral, patriotic

Ketua IKISST salut dengan komitmen Pemkot Manado

manado
Walikota Manado GS Vicky Lumentut diberikan kue Tamo, kue khas Tulude.

Sementara itu, Ketua IKISST Sulut Prof DR Orbanus Naharia MSi menyampaikan banyak terima kasih kepada Pemkot Manado di bawha pimpinan Walikota GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Mor D Bastiaan, yang tetap komitmen memasukan gelar budaya adat Tulude sebagai agenda rutin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Manado.

“Ini menjadi kebanggaan kami warga Manado asal Nusa Utara (Sangihe, Sitaro dan Talaud) dimana adat dan budaya kami mendapat tempat yang layak dan baik dalam Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota sebagai agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Manado,” ujar Naharia.

Tulude
Prosesi pemotongan Kue Tamo

Hadir dalam upacara adat Tulude ini, antara lain Ketua TP-PKK Kota Manado Prof DR Julyeta PA Runtuwene, Wakil Ketua TP-PKK Kota Manado Imelda Markus SE, Ketua DPRD Kota Manado Dra Altje Dondokambey, Kapolresta Kota Manado Kombes Pol Benny Bawansel SIK MH, perwakilan Forkompimda, pejabat Pemkot Manado, para tokoh agama Kota Manado, tokoh masyarakat asal Nusa Utara, serta tamu undangan lainnya.

(LIPUTAN KHUSUS)

Ini Susunan Acara Prosesi Upacara Adat Tulude di Kota Manado

manadomanadoterkini.com, MANADO – Upacara Adat Tulude merupakan kegiatan yang bersifat religious. Pemkot Manado melalui Dinas Pariwisata, jauh hari telah mempersiapkan rangkaian prosesi upacara adat tulude yang akan dilaksanakan di Lapangan Sparta Tikala, Rabu (05/02/2020) sore hari ini.

Dimana Upacara Adat Tulude di dalamnya terkandung makna :

a. Wujud Ungkapan Syukur atas penyertaan GENGGONA LANGI DUATANG SARULUANG (Penguasa Alam Raya) terhadap segala pergumulan hidup umat, yang diwujudkan secara ter indera baik melalui ungkapan Doa dan Karya seni

b. Wahana introspeksi diri dalam pengakuan iman yang dinyatakan dengan kerendahan hati dihadapan GENGGONA LANGI DUATANG SARULUANG

c. Memohon penyertaan GENGGOGANA LANGI DUATANG SARULUANG untuk kehidupan dimasa mendatang yang diexpresikan dalam kerukunan persaudaraan

Berikut ini susunan acara Upacara Adat Tulude Pemkot Manado :

1. 15.00 : PROSESI ADAT (GEREJA SENTRUM – LAPANGAN TIKALA)

2. 15.45 : MENGINSOMAHE SAKE (PROSESI PENJEMPUTAN TAMU KEHORMATAN)

3. 15.50 : MENA KA U PAPORONG “PEMASANGAN PAPORONG”

4. 15.55 : MENDANGENG TEMBONANG ( TAMU KEHORMATAN MEMASUKI PANGGUNG KEHORMATAN)

5. 16.00 : MESAKE MAMAENG

6. 16.05 : KUMUI MENULUDE “ AJAKAN MENULUDE”

7. 16.08 : TAMONG BANUA DUMOLONG BANALA “ KUE ADAT TAMO MEMASUKI BANGSAL”

8. 16.18 : MENARAKANG TAMO

9. 16.00 : MANDAE TAMO

10. 16.23 : BAWIKA WERA (UCAPAN SELAMAT DATANG)

11. 16.28 : KA KUMBAEDE ( PERNYATAAN IMAN DAN PENGHARAPAN)

12. 16.43 : MENAHULENDING BANUA

13. 16.58 : M AMOTO TAMO “ PEMOTONGAN KUE ADAT TAMO”

14. 17.28 : KA LIOMANENG PATIKU ( DOA BERANTAI ENAM TOKOH AGAMA)

15. 17.48 : SASASA-SA SALENTIHO (PETUAH) SAMBUTAN KETUA IKISST SULUT

16. 18.00 : SAMBUTAN WALIKOTA MANADO

17. 18.30 : TATODE HUNDUGE “PAGELARAN SENI BUDAYA”

1. MUSIK BAMBU MELULU

2. MASAMPER MASAL

3. HADRA/QASIDAH

4. BARONGSAI

18. 19.10 : TATARIMAKASE HUNDUGU MUNARA (UCAPAN TERIMA KASIH)

19. 19.13 : KA KALIOMANENG MENGIDOPE (DOA MAKAN)

20. 19.18 : SALIWANG U BANUA

21. 19.38 : DILANJUTKAN MASAMPER MASAL

(#aldimawitjere)

Upacara Adat Tulude, Ribuan Warga Nusa Utara Bakal Padati Lapangan Tikala

manado
Pesta Adat Tulude di Kota Manado tahun 2019 lalu. Nampak Walikota GS Vicky Lumentut memegang bendera merah putih

manadoterkini.com, MANADO – Upacara Adat Tulude menjadi salah satu agenda Pariwisata di Kota Manado. Tidak heran setiap tahun Pemkot Manado melalui Dinas Pariwisata telah mengagendakan sebagai salah satu iven turisem di ibukota provinsi sulut.

Walikota Manado, DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, dalam setiap kesempatan mengajak warga Kota Manado lebih khusus warga Manado asal Nusa Utara untuk hadir dalam upacara Adat Tulude yang akan di Lapangan Sparta Tikala, Rabu (05/02/2020) besok.

“Mari rakyat Kota Manado, lebih khusus lagi warga Manado asal Nusa utara (Sangihe, Sitaro dan Talaud), hadir dalam perayaan Upacara Adat Tulude, wujud syukur penyertaan Tuhan bagi kita umatNya, ” ajak Walikota Vicky Lumentut. (aldi)

Sukses Gelar Upacara Adat Tulude, GSVL: Terima Kasih Masyarakat Nusa Utara

manado
Walikota Manado GS Vicky Lumentut mengucapkan terima kasih kepada warga Manado asal Nusa Utara yang telah menyukseskan pelaksanaan Upacara Tulude di Tahun 2020

manadoterkini.com, MANADO – Diberkahi dengan cuaca yang cerah setelah beberapa hari terakhir diguyur hujan yang cukup deras, pelaksanaan Upacara Adat Tulude Kota Manado yang dilaksanakan di Lapangan Sparta Tikala, Rabu (5/2/2020), berjalan dengan sukses.

Masyarakat baik itu dari etnis Nusa Utara maupun yang entnis lain yang ada di Kota Manado terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dimulai dengan prosesi arak-arakkan Kue Tamo dari Gereja Sentrum Manado sampai di Lapangan Sparta Tikala.

Wali Kota G.S Vicky Lumentut saat membawakan sambutan mengatakan, pelaksanaan Upacara Adat Tulude yang adalah budaya Nusa Utara telah menjadi bagian dari program Pemkot Manado setiap tahun.

“Dan terima kasih masyarakat Nusa Utara yang ada Kota Manado telah menyambut baik program kita ini, karena sia-sia jika kita programkan tapi tidak disambut dengan baik,”ungkap wali kota.

Lanjutnya mengatakan, tidak hanya Tulude yang dilaksanakan Pemkot Manado, tapi dalam waktu dekat ini ada Cap Go Meh serta perayaan ritual keagamaan seperti Nyepi, Puasa dan Lebaran sampai Natal.

“Semua ini selain diangkat, digali dan dilestarikan tapi juga menjadi suguhan bagi kepentingan kota yang sedang diarahkan menjadi kota pariwisata. Saya harap program saya dan Wakil Wali Kota Mor Bastiaan ini mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Nusa Utara,”kata Wali Kota G.S Vicky Lumentut.

manado
Pemakaian salendang kepada Ketua TP – PKK Kota Manado Prof Paula Lumentut Runtutwene

Sementara itu, Ketua Ikatan Kekeluargaan Indonesia Sangihe, Sitaro dan Talaud (IKISST) Sulut, Prof. DR Orbanus Naharia, M.Si, mengucapakan banyak terima kasih kepada Wali Kota G.S Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Mor Bastiaan yang telah memasukkan Upacara Adat Tulude dalam kalender iven Pemkot Manado.

“Ini merupakan bentuk penghargaan kepada masyarakat Nusa Utara yang berdiaspora di Kota Manado. Dimana nilai-nilai budaya Nusa Utara mendapat tempat yang sangat layak di Kota Manado. Oleh sebab itu, sekali lagi kami ucapkan banyak terima kasih,”kata Naharia.

Ia menuturkan, IKISST akan mendukung penuh setiap program pemerintah di Sulut termasuk Pemkot Manado.

“Apapun kebijakan dan program pemerintah kita dukung 100 persen oleh masyarakat Sulawesi Utara yang tergabung dalam Ikatan Kekeluargaan Indonesia Sangihe, Sitaro dan Talaud,”ujarnya.

Ketua IKISST juga menyampaikan banyak terima kasih kepada para panitia Upacara Adat Tulude Kota Manado yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

“Para panitia telah luar biasa bekerja keras, Pak Pontowuisang Kakauhe dan Semi Mananoma dalam memimpin panitia bekerja sedemikan rupa. Terima kasih telah menyukseskan upacara adat ini,”tukas Prof. DR Orbanus Naharia, M.Si.(*/aldi)

PESTA ADAT TULUDE DI TUGU LILIN, GSVL MENYATU DENGAN WARGA NUSA UTARA

LIPUTAN KHUSUS

Tulude, Salah Satu Kalender Iven Pariwisata Perkaya Budaya di Manado

Tulude Manado
Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut dan Wawali Mor Bastiaan masing-masing didampingi Ketua TP PKK, Prof. Paula Lumentut-Runtuwene dan Ny. Imelda Bastiaan- Markus menghadiri pesta Adat Tulude 2017 didampingi Ketua IKISST Sulut, Agus Tahendung

UPACARA adat Tulude masyarakat Kota Manado asal Nusa Utara dilaksanakan di kawasan Tugu Lilin, Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang, Jumat (3/2) malam tadi.

tulude Manado
Wali Kota, GS Vicky Lumentut dan Mor Bastiaan didampingi istri saat tiba di lokasi Pesta Adat Tulude yang diterima Ketua IKISST Sulut, Agus Tahendung

Pesta adat Tulude ini, merupakan salah satu agenda pariwisata Kota Manado dalam iven Pesona Manado 2017 yang dilaunching Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Jakarta 21 November 2016 lalu.

Meski diguyur hujan, namun tidak mengurangi antusias masyarakat asal Nusa Utara untuk mengikuti prosesi ritual adat Tulude. (***)

 

Wali Kota dan First Lady Manado Disambut Topi Adat Poporong dan Selendang

DIAWALI dengan upacara penyambutan penyematan topi adat poporong dan selendang.

Tulude Manado
Wali Kota GS VIcky Lumentut disambut Topi Adat Poporong

Dengan mengenakan pakaian adat Nusa Utara berwarna kuning, Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA dan isteri Prof DR Ny Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA bersama Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE dan isteri Ny Imelda Bastiaan Markus memasuki lokasi Tulude.

Puncak upacara Tulude ditandai dengan pemotongan kue Tamo yang merupakan simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Nusa Utara.

Tulude Manado
Ketua TP-PKK Manado, Prof Paula Runtuwene disambut dengan Selendang

“Kue Tamo bermakna persatuan dan kebersamaan bagi masyarakat Nusa Utara. Disamping itu, dalam pemotongan kue Tamo yang terpenting ucapan-ucapan yang berisi doa-doa,” jelas Ketua Ikatan Kekeluargaan Indonesia Sangihe Sitaro dan Talaud (IKISST) Sulawesi Utara Drs Agus Tahendung.

Walikota GSVL mengajak masyarakat Manado asal Nusa Utara untuk bersyukur memasuki tahun baru melalui pesta adat Tulude. “Mudah-mudahan memasuki tahun baru ini, kita bisa meninggalkan yang jelek-jelek ditahun lalu dan semua yang baik-baik bisa kita lakukan,” tukas orang nomor satu di Manado itu. (***)

GSVL: Tekad Saya dan Pak Wawali, Terus Lestarikan Budaya di Manado

WALI KOTA GSVL bersama Wawali Mor telah bertekad untuk melestarikan seni dan budaya di Kota Manado. Apalagi, Tulude telah ikut memperkaya budaya di Kota Manado.

Tulude Manado
Wali Kota GS Vicky Lumentut saat menerima prosesi adat Tulude

“Mari kita jaga budaya kita, karena saya dan Pak Mor telah menyatakan tekad untuk melestarikan budaya yang banyak di Kota Manado, termasuk budaya dari Nusa Utara yang telah ikut memperkaya budaya Kota Manado,” tandas GSVL.

Terkait kalender pariwisata pesta adat Tulude, Walikota menyerahkan kepada IKISST untuk menentukan tanggal yang tepat untuk ditetapkan sebagai iven pariwisata tahunan Kota Manado.

Tulude Manado
Wali Kota, GS Vicky Lumentut membawakan sambutan terkait kalender Iven Pariwisata Kota Manado, termasuk Pesta Adat Tulude masuk dalam kegiatan Pariwisata setiap tahun

“Kalau tanggal 3 Februari ini bisa kita sepakati untuk menjadikannya sebagai tanggal pelaksanaan Tulude di Kota Manado. Tetapi saya serahkan kepada IKISST untuk mendiskusikannya, apakah ada tanggal yang lain,” ujar GSVL. (***)

 

GSVL Beberkan Filosofi Tugu Lilin, Tempat Diselenggarakan Tulude

Tulude Manado
Ketua TP-PKK, Prof Paula Runtuwene menerima prosesi adat Tulude

UPACARA pesta adat Tulude yang dialksanakan di Tugu Lilin, menurut Walikota GSVL, memiliki makna yang besar. Karena, lilin melambangkan pengorbanan.

“Lilin ini melambangkan pengorbanan, dia rela hancur untuk menerangi sekeliling. Ini filosofi bagi kita semua. Mari kita jaga dan pelihara untuk kebersamaan kita di Kota Manado,” pungkas Walikota GSVL.

Tulude Manado
Hadir juga dalam acara pesta adat Tulude, Ketua DPRD Manado Henny Noortje Van Bone

Acara yang dihadiri ribuan masyarakat dan tokoh adat Nusa Utara itu dihadiri Ketua DPRD Manado Nortje Van Bone, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kota Manado Drs Rum Dj Usulu, Ketua BKSAUA Manado Pdt Roy Lengong STh, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Manado Drs Albert Wuysang, serta para pejabat Pemkot Manado. (aldi/*)

Di Talaud, Warga Kecewa Tulude Kerap Ditunda

Tito Tatoda
Toko Muda Talaud Tito Tatoda

MTerkini.com, MELONGUANE – Akibat sering ditunda pelaksanaan Upacara Adat Tulude di Kabupaten Kepulauan Talaud, maknanya makin pudar. Demikian tegas Tokoh muda Talaud, Tito Tatoda, Selasa (9/2/16).

Saat dihubungi manadoterkini.com, pria yang getol menyuarakan aspirasi kaum kecil di tanah Porodisa ini mengaku kesal dengan panitia Upacara Adat Tulude yang sering menunda nunda pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Saya jelas kecewa dengan Upacara Adat Tulude, harusnya digelar setiap tanggal 31 Januari. Tapi kenyataannya oleh panitia sering ditunda. Hal ini jelas membuat sebagian besar warga kecewa, akibatnya perayaan tersebut kurang diminati, jangankan di Talaud, di Sangihe dan Sitaro juga demikian, makna Tulude terasa kian memudar maknanya, “beber Tatoda.

Tak hanya itu kata Tatoda untuk berikutnya pihak Pemerintah harus mematangkan persiapannya jauh sebelumnya dan dilaksanakan tepat waktu. Panitianya juga diganti.

“Tak ada alasan, tetap harus digelar 31, panitia diganti dan dipercayakan kepada gereja agar semua ikut hadir dalam acara itu dan kami yakin akan meriah, kita lihat saja perkembangannya, “tutup Tatoda. (vic)