Selasa, 2 Juni 2020

Astaga… Ada Oknum Tidak Ingin Pasar di Manado Ditata

manadoterkini.com, MANADO – Hearing atau rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kota Manado, Senin (22/5/2017) mempertemukan PD Pasar dengan Forum Pedagang Barsatu Kota Manado, terkait retribusi.

manadoRDP yang dilaksanakan di ruang rapat paripurna tersebut, dipimpin Revani Parasan, didampingi Pingkan Nuah, Benny Parasan, Syarifudin Saafa dan turut dihadiri Asisten 1 Pemkot Mickler Lakat, Kabag Hukum Yanti Putri.

Menariknya, dalam hearing tersebut, para pedagang tidak kompak. Pasalnya, sebagian pedagang sangat setuju dengan peraturan direksi terkait biaya sewa baru, dan hanya sebagian saja yang tidak setuju.

Direktur Utama (Dirut) Ferry Keintjem, mengatakan semua yang diputuskan oleh direksi PD Pasar sudah sesuai aturan. “Intinya bukan lagi masalah penataan melainkan soal penataan yang mesti mereka bayar.Sesuai apa yang mereka tuntut representatif.Jadi ketika pedagang di pindahkan ke belakang dengan bangunan baru, apakah itu bukan representatif?” ujar Keintjem.manado

Lanjut Keintjem, Pemkot Manado memiliki niat baik membangun tempat berjualan yang baik bagi pedagang, namun ada oknum tertentu yang tidak ingin pasar di Kota Manado ditata, karena mereka memiliki kepentingan.

“Ukuran 3X4 = 12 kali, perdis lama 4.000 berarti 48.000+5.000 biaya kebersihan + 5.000 biaya lampu, keseluruhan 58.000 namun mereka hanya membayar 2.000 sehigga apakah ini adil? Ingin pakai besar namun bayar sedikit,” ungkap Keintjem.

Dengan minus 38.000 per pedagang jika dikalikan 30 hari sama dengan 1.140.000 dan dikali 2.000 jumlah pedagang di pasar bersehati, hasilnya 280.000.000, jumlah minus yang tidak bayar pedagang bersehati di Pemkot Manado melalui PD Pasar.

“Dari minus 10.000.000 dilakukan oleh oknum-oknum yang di kompori dengan pemajakan dari jatah preman oleh Noho Poiyo dengan meminta 1.000.000 kepada pedagang,” ungkap Ferry Keintjem.(Pra)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*