Antisipasi Penyebaran Virus Corona di Sulut, OD-SK Gelar Rapat Terbatas

manadoterkini.com, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw atau OD – SK, menggelar rapat terbatas dengan jajaran Pemprov Sulut, menyikapi penanganan Covid-19 atau virus corona, Sabtu (14/3/2020) malam.

 sulut

Terkait Virus Corona, Ini Penjelasan Gubernur Olly Dondokambey

sulutCovid-19 alias Virus Corona telah diumumkan sebagai Pandemi oleh WHO, bersamaan dengan itu 1 orang warga Sulawesi Utara di RSUP Prof Kandou Manado juga sudah dinyatakan positif terserang virus Corona.

Terkait hal itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, menegaskan Pemerintah Provinsi Sulut selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait masalah COVID-19 ini.

Olly bahkan menegaskan Pemerintah akan selalu ada dan bersama-sama dengan masyarakat. Gubernur Olly meminta segenap stakeholder, baik tokoh agama, tokoh masyarakat dan segenap elemen masyarakat untuk bersatu hati berdoa, memohon dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menjaga dan melindungi warga Sulut dan Indonesia terhindar dari pandemi virus corona.

“Mari kita segenap masyarakat Sulut dimana pun berada, kita bersatu hati berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk melindungi dan meluputkan kita dari wabah virus corona yang sedang melanda dunia. Kita yakin dengan iman percaya, doa kita menjadi kekuatan untuk menjalani kehidupan ditengah-tengah situasi dan kondisi saat ini,” ujar Olly yang turut didampingi Wagub Steven Kandouw.

Lebih lanjut, Olly Dondokambey menyerukan kepada seluruh masyarakat Sulut tidak panik dan tetap tenang dengan berbagai pemberitaan saat ini namun tetap waspada dengan situasi ini.

“Masyarakat harus tetap tentang, tidak panik dan tidak langsung terprovokasi dengan pemberitaan. Harus dicek apakah benar atau hoax. Selain itu masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat menjaga imun tubuh, konsumsi makanan bergizi sayuran dan buah-buahan,” imbuh Olly.

Selain itu, Gubernur menyarankan agar masyarakat juga mulai menghindari keramaian yang berpotensi menyebabkan terkena virus tersebut.

“Keramaian atau kegiatan yang tidak perlu supaya dikurangi dulu sembari menjaga pola hidup sehat di rumah dan lingkungan sekitar,” tambah Olly Dondokambey seraya kembali memotivasi segenap masyarakat Sulut tidak cemas berlebihan tetapi harus waspada dan mejadikan situasi ini sebagai momentum memulai pola hidup sehat sebagai gaya hidup sehari-hari.

Lebih lanjut, Olly manyampaikan jika ada isu-isu yang beredar terkait ada warga Sulut yang suspect Corona, jangan langsung terprovokasi dan menyebarkan karena jika ada perkembangan terbaru, pasti disampaikan secara resmi oleh pemerintah melalui instansi terkait yakni Dinas Kesehatan.

Mengenai fasilitas kesehatan Pemda juga terus berkoordinasi agar pihak Rumah Sakit tetap siaga dan menyiapkan fasilitas terbaik. “Jadi sekali lagi saya himbau kepada rakyatku, mari torang bersatu hati berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, jaga kebersihan dan rajin berolahraga serta jadikan pola hidup sehat sebagai gaya hidup, tidak terprovokasi berita hoax dan kurangi keberadaan dan kegiatan di lokasi keramaian. Niscaya Tuhan selalu beserta kita,” tutup Olly.

Pemprov Anggarkan 50 M Tangani Virus Corona di Sulut

sulutGubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menegaskan pihaknya telah melakukan pergeseran anggaran lebih cepat dari sebelumnya.

Menurut Olly, hal ini dilakukan untuk mempersiapkan anggaran dalam mengatasi “bencana” virus Corona (COVID-19) yang telah masuk di Kota Manado, Sulut.

Tak tanggung-tanggung, Anggaran sebesar 50 milliar pun disiapkan Pemprov Sulut lewat pergeseran anggaran itu.

“Hari Senin, (16/3/2020) akan keluar Permendagri dalam rangka pergeseran anggaran yang akan keluar di APBD Provinsi Sulawesi Utara, ini sudah dikoordinasikan dengan Menteri Dalam Negeri serta Menteri Keuangan.”

“Kita putuskan tadi (14/3/2020) pertama kita akan geser anggaran TPPAD, jadi semua yang dapat anggaran itu sampai Desember, enam bulannya kita tarik. Jadi pegawai (ASN) sudah berkorban untuk penanganan COVID-19,” tegas Olly Dondokambey.

Selain anggaran TPPAD, Olly juga akan mencopot anggaran yang belum prioritas yang akan dihibahkan kepada daerah nantinya akan digeser untuk penanganan COVID-19.

“Sebelumnya, kita sudah persiapkan untuk beli masker dan lainnya dengan dana cadangan bencana sebesar tiga setengah miliar. Ini saya pikir kurang, makanya saya koordinasikan dengan Menteri Keuangan sama Menteri Dalam Negeri sehingga hari Senin tinggal ditandatangani sehingga bisa melakukan pergeseran anggaran untuk melakukan persiapan-persiapan guna mencegah COVID-19 berkembang,” jelas Olly.

Menurut Olly anggaran sebesar 50 milliar itu nantinya akan dipergunakan juga untuk menambah ruang isolasi pasien COVID-19. “Kita akan menyiapkan pembiayaan dana untuk menunjang apabila suspek nya bertambah. Jadi tempat untuk isolasi kita akan siapkan (lebih besar) karena saat ini kemampuan Rumah Sakit Umum Daerah untuk menampung pasien yang betul-betul positif baru sampai sepuluh tempat tidur. Nah ini yang akan kita tingkatkan sampai delapan puluh tempat tidur.”

“Kita juga sudah menganjurkan kepada seluruh Rumah Sakit agar mempersiapkan tempat-tempat isolasi menjaga apabila ini (COVID-19) berkembang terus,” jelas Olly.

Olly menambahkan, akan mempersiapkan laboratorium khusus untuk mendeteksi COVID-19 di Sulut. “Karena kalau kita menunggu hasil resmi dari pemerintah pusat itu memakan waktu lima hari dan berakibat bahwa kita akan terlambat mengambil langkah-langkah menangani (pasien) yang terdeteksi (COVID-19),” tutur Olly.

Lanjut Olly, pihaknya juga akan mempersiapkan Rumah Singgah yang akan digunakan sebagai deteksi dini bagi masyarakat yang diduga terkena COVID-19.

“Rumah singgah ini dimaksudkan apabila terdeteksi dalam pengecekan suhu badannya sampai 38, kita tempatkan (sementara) di Ruma Singgah,” kata Olly.

Olly Dondokambey Instruksikan SMA/SMK Sederajat Diliburkan

SulutGubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengintruksikan agar semua satuan pendidikan SMA/MA/SMK/SMTK/SLB baik Negeri dan Swasta yang menjadi kewenangan Provinsi Sulawesi Utara diliburkan.

Hal itu tertuang dalam rilis pemerintah Provinsi Sulut lewat Dinas Pendidikan Daerah yang diterima manadoterkini.com.

Berikut isi Instruksi Gubernur Sulut:

Instruksi Gubernur Sulawesi Utara dalam mengantisipasi penyebaran virus corona, bahwa:

1. *Semua satuan pendidikan SMA/MA/SMK/SMTK/SLB baik Negeri dan Swasta* yang menjadi kewenangan Provinsi Sulawesi Utara *DILIBURKAN* pada tanggal 16-30 Maret 2020.

2. Pelaksanaan *UNBK tetap dilaksanakan sesuai jadwal* dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan Dalam UNBK.

3. Untuk SMK/SMTK kelas X, XI, SMA/MA Kelas X, XI, XI, SLB Kelas I s/d XII tetap belajar efektif melalui *Kelas Maya dalam aplikasi “Rumah Belajar”* yang dikembangkan oleh Pusdatin Kemendikbud RI.

4. Kepala sekolah beserta guru agar mensosialisasikan instruksi ini kepada orang tua murid dan masyarakat.

Olly Instruksikan Semua Pejabat Pemprov Divaksin Anti Virus Corona

sulutGubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Sabtu (14/3/2020) menegaskan agar semua pejabat di lingkup Pemprov Sulut untuk malakukan vaksin guna mencegah tertular virus Corona (COVID-19). “Tadi sudah diinstruksikan kepada semua pejabat melakukan vaksin (untuk cegah) Pneumonia

Dengan biaya sendiri,” tegas Olly Dondokambey saat menggelar rapat koordinasi dengan jajarannya untuk membahas kebijakan yang akan diambil terkait Virus Corona atau COVID-19.

Meski harganya mahal, Olly tetap berkeras semua pejabat untuk melakukan vaksin. “Kalau (vaksin) biayanya mencapai 350 sampai 375 ribu,” ujar Olly. Olly pun menghimbau agar Sebisa mungkin menghindari cium pipi kiri, kanan (salam).

Cegah Corona, Gubernur Sulut Serukan Doa Bersama

SULUTGubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyerukan kepada seluruh masyarakat agar mempersiapkan waktu melakukan doa bersama.

Seruan ini disampaikan Olly menyikapi Penyebaran Pendemi Virus Corona atau COVID-19 yang menjadi pergumulan serta persoalan Dunia dan Indonesia didalamnya Sulawesi Utara.

“Saya menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu panik, mari selalu menjaga imunitas tubuh dengan berprilaku hidup sehat dan jangan ragu untuk memeriksakan diri ke pusat kesehatan apabila merasa sakit (demam, flu, batuk, dsb), serta untuk sementara waktu mari kita mengurangi kegiatan berkumpul dan menghindari keramaian (social distancing)”.

“Di atas semua upaya tersebut saya mengajak kita semua senantiasa bersandar dan mengandalkan Tuhan Allah sang pencipta serta menyerukan mari kita mempersiapkan waktu untuk sepakat berdoa bersama,” ujar Olly Dondokambey

Olly menambahkan doa bersama ini ditujukan kepada semua lapisan masyarakat dari Miangas sampai Pinogaluman, dari Semua Golongan Agama dan Kepercayaan.

“Berdoa bagi Sulawesi Utara; bagi Bangsa Indonesia bahkan bagi dunia meminta kepada Tuhan Allah sang pencipta semoga segera dilalukan dan dipulihkan dari Pendemi COVID-19,” katanya.

Menurut Olly, gerakan doa bersama akan dimulai pada besok hari, Selasa 17 Maret 2020 pukul 12.00 Wita; dari rumah – rumah, dari tempat kerja dan dari tempat beraktivitas kita masing – masing.

Hal ini ditandai dengan membunyikan Lonceng – Lonceng Gereja, Bedug Mesjid dan atau alat kelengkapan ibadah/doa sesuai Agama dan Kepercayaan masing – masing.

Gerakan doa bersama ini selanjutnya tetap dilaksanakan secara berkelanjutan setiap waktu dan kesempatan yang di atur secara mandiri.

“Kiranya Tuhan Allah sang pencipta berkenan mendengar, menyertai dan memberkati torang samua ciptaan-Nya. Amin,” tutup Olly.

(Advetorial Dinas Kominfo Sulut)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan