Pesan Ketua PGI di Peletakan Batu Pertama Gereja GMIM Stefanus Taman Sari

Gomar Gultom,ketua PGI

manadoterkini.com, SULUT – Ketua Umum PGI Gomar Gultom, M.Th menghadiri acara peletakan batu pertama di Gereja GMIM Stefanus Taman Sari Paniki Bawah Wilayah Mapanget Satu, Selasa (25/1/2022).

Dalam sambutannya, Gomar Gultom berharap Gereja GMIM Stefanus Taman Sari Paniki Bawah Wilayah Mapanget Satu ini agar semakin membuktikan diri sebagai saluran berkat bagi masyarakat.

Sebagai Gereja, kita semua senantiasa mengaminkan bahwa kita dipanggil menjadi garam dan terang, menjadi berkat bagi masyarakat, bukan hanya di Taman Sari ini, bukan hanya di Kota Manado, Sulawesi Utara, tetapi memancar berkat ke berbagai penjuru.”

“Namun dalam keseharian kita, acap kali keputusan-keputusan dan sikap hidup kita sering sekali berlawanan dengan kecendrungan menjadi berkat itu tadi karena menjadi berkat berarti tekanan utamanya adalah memberi, sementara kita punya kecendrungan maunya menerima dan meraup untuk diri sendiri, olehnya kita membutuhkan gedung gereja sebagai sarana untuk bina umat, selain sebagai pusat peribadatan,” jelas Gomar Gultom.

Gultom menambahkan dalam kehidupan kita seolah-olah ada keterpisahan antara kehidupan ibadah disatu sisi dan kehidupan sosial disisi lain. Ibadah kita mengelora begitu hebatnya,
nyanyian pujian begitu membahana, doa kita begitu syahdu, gedung gereja kita begitu indah, tetapi sering sekali semua itu tidak punya kaitan dengan kehidupan sosial, ekonomi dan politik kita.

“Hari Minggu kita penuhi gereja dan syahdu semua tetapi tidak punya dampak terhadap relasi-relasi sosial. Tapi saya percaya kita awali hari ini dalam pembangunan peletakan batu pertama (Jemaat GMIM Stefanus Tamansari Paniki Bawah) yang hanya simbol saja nantinya kita percaya batu pertama kita adalah Yesus Kristus, dan olehnya kehidupan ibadah kita dalam gedung yang sudah jadi akan juga menjadi kehidupan sosial kita, dimana Yesus Kristus kita bawah dalam kehidupan sehari-hari karena eksistensi gereja kita adalah diluar dari gedung gereja, dunia sekitar kita itulah gereja, pemerintah kita itulah gereja, sehingga semua Kepala Dinas, Camat atau pejabat apapun itu adalah imam-imam yang bekerja di lapangan hidup mereka, 1 Petrus 2:9,” tutur Gultom.

Ketua PGI ini berharap, Jemaat Stefanus seperti batu dan pasir yang berhamburan di Sungai dan pantai, dan kayu-kayu yang berserakan di lereng bukit, serta besi yang berserak di pabrik peleburan dipersatukan menjadi gedung disini (Gedung Gereja GMIM Stefanus) dibawah koordinasi Panitia Pembangunan dibawah pimpinan Ketua BPMJ GMIM Stefanus Tamansari Paniki Bawah (Wilayah Mapanget Satu) Pdt. Magritha C Dalos, M.Th, dan seperti itu pula seluruh jemaat GMIM Stefanus dapat dikumpulkan dari berbagai penjuru, yang dipersatukan di gedung gereja Stefanus untuk diutus ke Kota Manado, Sulawesi Utara bahkan ke seluruh Indonesia untuk menjadi berkat bagi masyarakat.

Pada peletakan batu pertama tersebut diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Wakil Sekretaris BPMS GMIM Bidang Data dan Informatika, Pdt. Yanny Rende, M.Th dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Daerah Sulut Evans Steven Liow S.Sos, MM, Ketua Panitia Pembangunan Gereja GMIM Stefanus Tamansari Paniki Bawah Joseph Kopalit serta para jemaat. (Rizath)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.