manadoterkini.com, AMURANG-Libur panjang menghadapi lebaran rupanya tidak berdampak pada pelayanan kesehatan di Minahasa Selatan (Minsel).

Kepala Dinas Kesehatan Minsel dr Erwin Schouten mengatakan, sejak libur mulai pihaknya terus memantau langsung Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) selama lebaran.

“Pelayanan tetap jalan dengan sistem shift. Yang muslim kita berikan kelonggaran,” ujarnya.

Dia tidak menampik kekhawatiran sempat dirasakan masyarakat terkait pemberian pelayanan urgent. Olehnya, calon pasien diyakinkan tetap akan menerima pelayanan sesuai standar.

“Paling banyak soal tunggakan BPJS. Kami telah menegaskan bahwa tunggakan bisa diselesaikan 3×24 jam dengan pihak BPJS. Jadi selama itu pelayanan maksimal tetap diberikan,” tuturnya.

Itu merupakan kesepakatan BPJS dengan Mitra kerjanya. Namun, hal itu hanya berlaku bagi sebagian warga dan di luar Minsel. Sebab, lanjutnya, mayoritas warga Minsel telah dicover pemerintah.

“Biaya rutin dibayar pemkab. Dan itu rutin dilakukan jadi tidak mungkin tidak dilayani,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Minsel Ferry Toar mengatakan, harusnya semua warga di Minsel sudah tercover UHC. Namun, berdasarkan selisih yang dimilikinya dengan data terbaru Dukcapil Minsel, sejumlah warga belum tercover.

“Mereka yang sementara kita cari tahu apa penyebabnya sampai belum tercover. Karena pemerintah sudah mengambil alih beban setoran bulanan mereka,” terangnya.

Dia menjelaskan, masyarakat yang ditanggung pemerintah diberikan layanan kelas III. Tanggungan pemerintah itu tidak diperkenankan naik kelas meski bersedia membayar selisih.

“Itu kesepakatannya. Kalau ingin pindah kelas, yah harus melepaskan diri sebagai tanggungan pemkab. Tahun ini pemkab sudah melunasi selama enam bulan,” tutupnya.(dav)

manadoterkini.com, AMURANG-Antusias warga untuk mencetak Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) cukup tinggi. Terbukti, hanya dalam beberapa bulan saja, puluhan ribu keping blanko e- KTP ludes. Kini, stok blanko KTP-el di Minsel tinggal 1.000 keping.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Minsel Drs Corneles Mononimbar mengatakan, stok blanko e-KTP di Minsel tidak perlu dikhawatirkan.

“Stok blanko e-KTP aman. Memang saat ini tinggal seribu keping, namun sudah pada tahap permintaan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kebutuhan saat ini sekira 16 ribu keping blanko lagi,” ujarnya.

Lanjut Dia mengatakan, telah berulang kali dia mengajak warga Minsel untuk melakukan perekaman, agar mereka bisa mendapatkan e-KTP. Sebab kata dia, dokumen kependudukan berupa KTP, sangat dibutuhkan dalam berbagai macam hal.

“Saat ini, urusan apa saja selalu membutuhkan KTP. Kalau masyarakat belum memiliki KTP, urusan mereka akan terhambat,” jelasnya.

Memang kata dia, ada beberapa warga yang terhambat dalam pencetakan e-KTP. Hanya saja, kendalanya bukan karena ketiadaan blanko, tapi karena data pribadi yang bersangkutan.

“Ada warga yang sudah merekam, namun data diri mereka belum terkonfirmasi di data pusat. kejadian seperti ini sering menjadi kendala. Namun kalau dihitung, jumlah mereka tidak lagi banyak,” ungkapnya.

Dipaparkannya juga untuk persoalan e-KTP yang datanya sempat tersangkut disatelit sudah sebagaian selesai. Dari 4 ribuan yang bermasalah, kini tinggal 200-an. Ditargetkan sampai akhir tahun nanti sudah tidak ada persoalan, sehingga semua warga dapat terlayani.

Sementara itu, dokumen kependudukan lain, tidak lagi menjadi masalah. Blankonya melimpah di Kantor Dinas Dukcapil.

“Untuk administrasi kependudukan lainnya seperti KK, akte kelahiran, akte kematian, warga hendaknya dapat lebih pro aktif. Begitu pula dengan pemerintah kelurahan dan desa. Dikarenakan masih banyak warga belum memiliki akte. Sedangkan pemerintah sangat membutuhkan data-data kependudukan untuk membuat dan melaksanakan program,” tandasnya.(dav)

2 Ribuan Blangko e-KTP Masih Tersedia di Dukcapil Minsel

Mononimbarmanadoterkini.com, AMURANG – Masih ada sekira 2000-an blangko e-KTP yang tersisa di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Karena itu masyarakat yang belum merekam supaya segera melakukan perekaman di Dukcapil. Begitu pula yang telah melakukan perekaman tapi belum mengambil kartu. “Di kantor masih ada 2.000 lebih blangko. Untuk print ready juga banyak,” ujar Kepala Dukcapil Minsel Drs Corneles Mononimbar.

Dia mengatakan, telah memerintahkan staf agar e-KTP bisa di-print jika yang bersangkutan hadir.  “Seperti sekarang ini, e-KTP sudah ada di Dukcapil. Tapi ada saja masyarakat yang belum mengambil,” ujarnya lagi.

Menurutnya, kebijakan itu diambil mengantisipasi ketersediaan blangko. Sebab kebiasaan warga nanti akan mengambil e-KTP jika betul-betul diperlukan. Dan kalau semua print ready langsung dikeluarkan, tentu blangko langsung habis. Sementara, masih banyak e-KTP yang ada di Dinas Dukcapil belum diambil warga.

“Makanya saya ambil kebijakan yang e-KTP-nya akan di-print, kalau yang bersangkutan ada. Jangan sampai sudah di-print, terus orangnya tak kunjung tiba. Padahal ada orang yang membutuhkan segera. Kalaupun blangko e-KTP habis, bisa langsung diminta,” tandasnya.(dav)

Kesadaran Merekam e-KTP di Minsel Masih Minim

Cor Mononimbarmanadoterkini.com, AMURANG – Minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) masih terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Hal ini terlihat dari jumlah warga yang mendatangi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Minsel masih sedikit.

Menurut Kepala Dukcapil Drs Cornelly Mononimbar mengatakan, sebagian yang datang melakukan perekaman, hanya di saat ada keperluan mendesak. “Kebanyakan yang datang, kalau dalam keadaan darurat. Contohnya, warga yang baru mulai bekerja di luar daerah. Serta mereka yang akan melanjutkan pendidikan ke luar kota,” ujar Mononimbar.

Ditanya mengenai jumlah perekaman setiap hari, Dia mengatakan jumlahnya berbeda-beda. “Terkadang bisa mencapai 100 warga. Padahal, sudah ada sosialisasi ke desa dan kelurahan,” tuturnya.

Dia juga mengungkap, ada warga yang mengeluh dengan jam pelayanan Dukcapil yang dihentikan sejenak saat jam istirahat. Padahal katanya, itu sudah sesuai jadwal. “Mereka protes. Jadi, kami terus melayani dengan ketentuan, jika sudah pukul 16:00 WITA, sudah langsung dihentikan dan dilanjutkan besok harinya,” tandasnya.(dav)

Dukcapil Minsel Kebagian 10 Ribu Blangko e-KTP

Mononimbar
Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Minsel Drs Cor Mononimbar MSi

manadoterkini.com, AMURANG – Ribuan warga yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang sudah melakukan perekaman dalam waktu dekat ini akan segera mendapat Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Dimana Pemkab Minsel dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) telah menerima jata blangko dari Kemendagri sebanyak 10 Ribu.

“Puji Tuhan, meskipun ditengah polemik kasus e-KTP, Minsel justru mendapat jatah 10 ribu blangko,” ujar Kepala Disdukcapil Minsel Drs Cornelius Mononimbar kepada manadoterkini.com.

Saat ini 10.000 keping e-KTP sedang dalam proses perjalanan menuju ke Minsel serta telah mengirimkan staf instasinya untuk mendampingi.

“Saat ini masih sedang dalam proses untuk bisa segera sampai di Minsel, bahkan saya mengirim seorang staf untuk mendampingi, karena 10 ribu blangko ini terdiri dari kurang lebih 20 box,” ujarnya lagi.

Dirinya berharap, dengan adanya 10 ribu blangko e-KTP ini, bisa memenuhi kebutuhan permintaan dilapangan. “Semoga saja ini bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat Minsel terkait pemenuhan identitas dengan e-KTP,” katanya.

Ditempat terpisah Theo Lepar warga Amurang mengaku sangat senang dengan hal ini. “Makaseh jo, sudah lama sejak perekaman saya menunggu e-KTP ini, apalagi kalau saya menonton berita terkait kasus e-KTP, saya langsung pesimis, saya kira, saya tidak akan pernah memiliki e-KTP,” tutupnya.(dav)

Dicatata Kadis Dukcapil Minsel, Oma Martha dan Sofyan Sah Secara Hukum

Minselmanadoterkini.com, AMURANG – Setelah mendapat rekomendasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Akhirnya, Jumat (24/2) siang tadi Pasangan pengantin Martha Potu (79) warga Desa Lelema Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan pemuda asal Desa Buhias Kecamatan Minut yakni Sofyan Loho Dandel (28) akhirnya resmi secara hokum negara setelah dinikahkan oleh Kepala Dukcapil Minsel Drs Corneles Mononimbar di kantor Dukcapil Minsel.

Pekan lalu, kedua pengantin bedah usia ini telah diberkati di gereja GPDI Horeb Lelema. Sofyan yang merupakan warga Desa Buhias Kecamatan Wori Minut harus meminta rekomendasi izin dari Discapilduk Minut. Sebelumnya, dia telah mengantongi surat izin dari orangtuanya.

Kepala Dukcapil Minsel Drs Corneles Mononimbar mengakui Sofyan bersama Martha saat ini sudah resmi menjadi suami istri setelah menikah secara hukum.

“Sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 1974, setiap perkawinan harus dicatat sesuai perundang-undangan yang berlaku,” ungkap Mononimbar.

Lanjut Dia, memang keduanya sudah dinikahkan di gereja akan tetapi itu tidak sah, hal ini dikarekan mereka belum terdaftar. “Saat ini mereka sudah sah sebagai suami istri, sebab mereka sudah terdaftar,” tutupnya.(dav)‎

Perekaman Membludak, Dukcapil Kewalahan

minselmanadoterkini.com, AMURANG – Akibat pemberitahuan batas akhir perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) yang hanya sampai 30 September, ternyata cepat merebak yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) beberapa waktu lalu. Rupanya informasi tersebut, ratusan warga yang ada di 17 Kecamatan di Minsel sejak pekan lalu berbondong-bondong untuk melakukan perekaman. Tiap hari lebih dari 300 orang yang mendaftar untuk melakukan perekaman.

Banyaknya warga yang datang merekam, Dukcapil Minsel kewalahan.

“Tiap hari warga yang datang untuk melakukan perekaman membludak. Kami benar-benar kewalahan,” ujar Kepala Dukcapil Minsel Drs Corneles Mononimbar MM kepada manadoterkini.com Senin (18/9) siang tadi.

Untuk mengantisipasi menumpuknya antrian warga yang akan membuat KTP – el, Dukcapil membuat program baru. Tim perekaman Dukcapil ditugaskan turun langsung ke desa untuk jemput bola. “Saya sudah membuat program perekaman KTP-el langsung ke desa-desa. Namun desa yang akan dilayani adalah desa yang sebelumnya telah memberikan pengajuan,” katanya.

Lanjut Dia, program ini cukup ampuh, Ribuan warga telah direkam saat tim turun lapangan.

“Sudah ada beberapa desa yang kami layani langsung di desanya sendiri,” katanya.

Dia menjelaskan, selain untuk mempermudah perekaman warga yang jauh dari kantor Dukcapil, program ini juga adalah tindaklanjut program Bupati Minsel Christiany Paruntu SE dan Wakil Bupati Frangky Donny Wongkar Sah. “Program ini bertujuan untuk melkukan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lanjut Dia, jika ada Hukum tua (Kumtua) yang inginkan pelayanan perekaman langsung di desanya, persyaratannya cukup mudah.

“Persyaratannya hanya pemberitahuan dan permintaan kepada Dukcapil. Asalkan jumlah warga yang akan melakukan perekaman tidak kurang dari 250 orang. Jadi kalau mau, silahkan usulkan ke Dukcapil,” tandasnya.(dav)

MTerkini.com, AMURANG – Pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Minahasa Selatan (Minsel) diduga lakukan pungli kepada masyarakat.

Sejumlah warga yang hendak mengurus identitas ataupun keperluan lainnya, terpaksa harus mengeluarkan anggaran agar keperluan mereka bisa dilayani.

Sayangnya, meski sudah memberikan uang pelicin yang dianggap warga sebagai biaya adminstrasi, keperluan warga tersebut tidak langsung jadi. “Sudah lama menunggu, tapi harus menunggu pimpinan katanya untuk menandatangani berkas kami,” ujar salah satu warga yang mengaku menuntaskan akte perceraian.

Menurutnya, dirinya sudah beberapa kali datang ke Disdukcapil untuk keperluan tersebut. “Pertama datang untuk mengambil salinan akte cerai katanya ada biaya hingga Rp 500-an ribu. Karena anggarannya tidak cukup kami kembali setelah dananya cukup,” katanya dengan nada kecewa.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Drs Corneles Mononimbar dibuat geram dengan ulah oknum stafnya.

“Saya akan tindaklanjut kejadian ini. Karena disini tidak ada istilah bayar-membayar dan jika kedapatan ada yang meminta bayar akan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Menurut Mononimbar ada sanksi yang diterima jika sampai kedapatan ada oknum nakal. “Kalau oknum tersebut honorer saya akan langsung pecat. Kalau PNS akan diberikan sanksi,” pungkasnya.(dav)

MTerkini.com, AMURANG-Sebanyak 10 ribuan warga Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang wajib e-KTP belum melakukan perekaman data.

Data dari Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Discapilduk) Minsel hingga akhir Februari lalu, baru 92 persen yang memiliki e-KTP dari total 100 persen atau 174.948 jiwa persen wajib KTP sedangkan sisanya 8 persen atau sekitar 10 ribu lebih jiwa yang belum melakukan perekaman.
Kepala Dinas Catatan Sipil dan kependudukan (Discapilduk) Minsel Drs Corneles Mononimbar, mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan sosialisasi bahkan turun langsung kelapangan untuk mengimbau agar warga yang wajib e-KTP segera melakukan perekaman data.
“Dikdukcapil sudah beberapa kali turun untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait kepengurusan e-KTP. Namun hingga kini masyarakat masih banyak yang belum datang mengurus,” katanya.
Lanjut Dia mengatakan, selain berkordinasi dengan Pemerintah Desa dan Kelurahan, Dikdukcapil juga dalam waktu dekat akan kembali turun melakukan sosialisasi namun kali ini di ke instansi- instansi terkait seperti perbankan, finance dan perusahaan lainnya. Hal ini agar instansi-instansi tersebut tidak menerima KTP lama.
“Ini demi membantu kesadaran masyarakat untuk mengurus KTP baru. Jika perbankan, finance dan perusahaan tidak menerima KTP lama, secara otomatis masyarakat akan datang mengurus KTP baru,” katanya.(dav)

AMURANG, (manadoterkini.com)-Alat perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Kabupaten Minahasa Minahasa Selatan (Minsel) bermasalah. Hal ini mengakibatkan proses perekaman yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat yang belum memiliki e-KTP, Kamis (3/9) siang tadi ikut terhambat.

Bobi Lumi, petugas data base di Dukcapil Pemkab Minsel ketika dikonfirmasi membenarkan adanya masalah terhadap server e-KTP. “Memang ada masalah server di pusat. Kami tidak bisa berbuat apa -apa sambil menunggu situasi normal kembali,” katanya.

Lanjut Dia mengatakan, selain sever pusat yang bermasalah, alat perekam di Dukcapil sedang dalam perbaikan. “Memang sudah ada edaran dari Dirjen terkait masalah server tersebut. Mungkin dalam waktu dekat sudah bisa digunakan kembali. Warga pun sementara diberikan surat keterangan untuk hal-hal mendesak,” katannya.

Sementara itu, Kepala Dukcapil Minsel Corneles Mononimbar saat akan dikonfirmasi manadoterkini.com belum bisa dimintai keterangan wartawan. Pasalnya, saat akan ditemui bersangkutan tidak berada di ruang kerjanya. Begitu juga dihubungi, nomor telepon yang digunakan dalam keadaan tidak aktif. “Bapak lagi keluar karena tugas. Mungkin besok bapak ada di Kantor,” kata salah satu pegawai.

Ditempat terpisah, Helly Paendong, warga Desa Tokin Kecamatan Motoling Timur mengatakan, dirinya sudah beberapa hari menunggu, bahkan bolak-balik mengecek di Dukcapil Minsel. “Informasi dari petugas ada masalah server hingga tidak bisa mencetak KTP. Padahal, kartu identitas diri tersebut mendadak diperlukan untuk mengurus sesuatu,” kata Paendong.

Hal senada diungkap Sammy Kumayas warga Desa Raanan Baru Kecamatan Motoling Barat. Menurut Dia, dirinya juga harus menempuh jarak yang jauh hanya untuk dapat mengecek di Kantor Dukcapil. “Saya sudah tiga kali bolak-balik, tetapi belum bisa mendapatkan e-KTP. Begitu juga kakak saya yang ingin melakukan perekaman tetapi tidak bisa karena alatnya bermasalah dan sedang diperbaiki,” keluhnya.(dav)