Iven GPPMP Fun Bike 2017,  Wagub dan Dr Devi Tampil Prima

FIne Bike 2017manadoterkini.com, TONDANO – Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw bersama istri Kartika Devi Tanos akhirnya bisa sampai digaris finish setelah bersepeda mengitari danau Tondano dalam acara GPPMP Fun Bike & Fun Walk Minahasa 2017, Sabtu (11/11) kemarin.

Bersama ratusan peserta lainnya, Wagub Steven Kandouw berpacu melewati beberapa Desa yang ada di sekitar danau Tondano, dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Minahasa yang ke 589 serta hari Pahlawan. “Gairahkan pariwisata lewat bidang olahraga, ini penting dan pemerintah mendukung,” tutur Wagub.FIne Bike 2017

Sedikitnya 500 lebih peserta Fun Bike dari berbagai komunitas sepeda yang ada di Nusantara dan Sulawesi Utara termasuk para anggota Brimob Polda Sulut dan komunitas sepeda Tua, ikut ambil bagian dalam acara yang disponsori  oleh BRI, Honda dan Sosro.

“Lumayan juga 45 kilo meter, putar Danau Tondano dan akhirnya boleh finish walau hujan,” ujar Wagub sambil berharap kegiatan olahraga seperti ini dapat terus dikembangkan dan dilaksanakan berkelanjutan.FIne Bike 2017

Diketahui kegiatan Fine Bike 2017 yang berlangsung meriah ini dibuka oleh Pembina Ormas Generasi Penerus Pejuang Merah Putih (GPPMP) 14 Februari 1946, Ronnie Sompie bersama Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajouw didampingi Ketua Panitia Pelaksana Nova Sumolang.

(*/red)

Pemprov Targetkan Tahun 2018 Sulawesi Utara Bebas Pasung

devi tanosmanadoterkini.com, SULUT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) targetkan tahun 2018 daerah ini bebas pasung.

“Tahun 2018 Sulawesi Utara harus bebas pasung,” tutur Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sulut, dr Kartika Devi Kandouw Tanos MARS, pekan ini di ruang kerjanya.

Karena itu, Karo Kesra yang senang dipanggil dr Devi mengatakan, berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam mensukseskan program ini.

Devi pun menuturkan baru-baru ini kunjungan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Sulut di Kotamobagu bersama Dinas Kesehatan Sulut dan Pihak RS Ratumbuysang melakukan 3 kegiatan, diantaranya, mengunjungi penderita gangguan jiwa yang dipasung, kedua meninjau pembangunan Rumah Sakit Pundayan, dan terakhir menyalurkan bantuan Yayasan Jantung Indonesia Sulut.

Ketua JYI Sulut pun ini mengakui bahwa dalam mewujudkan Sulut bebas dari pasung, realisasi dilapangan tidak mudah, karena bukan hanya persoalan penderitanya, namun juga keluarga.

“Dari Dinas Kesehatan Kotamobagu memberi data ada 8 yang masih dipasung.

“Kita harus membujuk, tidak gampang. Jadi tidak serta merta kita datang, kemudian keluarga menyerakan (penderita gangguan jiwa yang dipasung),” ungkapnya.

dr Devi mengatakan walau pun upaya tersebut untuk kebaikan penderita, namun tindakan mengambil paksa tidak boleh dilakukan.

“Jadi upaya yang akan kita lakukan adalah pendekatan, pendekatan kepada keluarga sampai boleh dibawah ke Rumah Sakit Jiwa Ratubuysang,” ujarnya.

dr Devi juga menjelaskan kendala lain yang menjadi penyebab penderita tidak dirawat adalah soal ekonomi, seperti transportasi ke rumah sakit, persoalan lain juga yang berkaitan dengan ekonomi yakni pendapingan keluarga dalam proses perawatan penderita, yang pastinya membutukan biaya, termasuk biaya tinggal dan makan minum.

“Setelah ditanya adakalanya keluarga sampaikan mereka tidak mampu membayar akomodasi untuk membawah penderita ke rumah sakit,” katanya.

Kalau pun keluarga tersebut memegang kartu BPJS, BPJS nanti bisa digunakan kalau sudah di rumah sakit. Menurut dr Devi dengan dikahuinya masalah-masalah ini, maka pemerintah akan segera memberikan bantuan. Program inipun akan dilakukan dengan keroyokan agar lebih efektif dan efisien.

Mobil yang dipakai tidak bisa memakai ambulance, harus mobil bus yang biasa yang tentunya diperlengkapi fasilitas kesehatan. Karena jika memakai mobil ambulan, penderita malah ketakutan dan sulit ditangani.

“Jadi kita bantu dengan cara menyediakan kendaraan yang khusus untuk menjemput para penderita,” pungkasnya.(alfa)

Wagub Kandouw Kemukakan Poin-poin Acuan Untuk PKK

manadoterkini.com, SULUT – Buka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), di Hotel Grand Puri Manado, Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw kemukakan poin-poin penting sebagai acuan PKK, guna menopang program Pemprov Sulut.

Wagub sulut, Steven Kandouw
Wagub Sulut, Steven Kandouw memberikan arahan kepada TP-PKK Sulut

“Beberapa program pemerintah seperti Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) ini memiliki ruang yang bisa dimanfaatkan PKK untuk terjun langsung bersama pemerintah,” kata Kandouw.

Menurutnya, program pengentasan Kemiskinan sangat bersentuhan langsung dengan tugas dan ruang kerja PKK untuk terus berkarya dan bersinergi membangun Sulut.

manado
Foto bersama Wagub Sulut dengan TP PKK Sulut

“Selain Kemiskinan, pariwisata juga mempunyai peluang yang sangat besar, dimana PKK bisa berperan lebih dalam memanfaatkan UMKM,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Ketua TP PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, didampingi Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw Tanos MARS mengatakan, “Rakor kali ini merupakan bentuk sinergitas PKK dengan Pemerintah, sekaligus untuk menyampaikan kepada PKK Sulut dan Kabupaten/Kota, hasil dari pertemuan dengan PKK Pusat,” pungkas Tamuntuan.(alfa)

TP PKK Sulut Siap Suksekan Paskah Nasional

Paskah nasional
Foto bersama usai launching Paskah Nasional 2017

manadoterkini.com, SULUT – Pelaksanaan Iven keagamaan Paskah Nasional ke XIII yang akan digelar di Sulut 21-25 Maret nanti mendapat perhatian serius dari semua pihak. Termasuk TP PKK Sulut yang akan mensupport penuh pergelaran iven keagamaan nasional itu.

Hal ini ditegaskan langsung Ketua TP PKK Sulut Ny Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan saat mendampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat Luanching Paskah Nasional yang digelar di Gedung Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Jakarta, Senin (06/03/2017).

“Kami akan memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan Paskah Nasional ini berlangsung sukses, ” tandas Ibu Rita.

Rita juga mengatakan, bahwa TP PKK Sulut juga memiliki program di bidang keagamaan. “Karena bidang keagamaan juga masuk dalam program kegiatan kami,” tambah istri orang nomor satu Sulut ini.

Hal yang sama ikut dikatakan Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Devi Kandouw-Tanos MARS. “Itu pasti, karena kegiatan ini mengandung nilai-nilai spritual keagamaan, khusus di bagi umat Kristiani, ” jelas Devi yang juga selaku Plt Karo Kesra Setdaprov Sulut ini.

Selaku Sekretaris Umum Panitia Paskah Nasional 2017, dr Devi ikut menyaksikan Launching Paskah Nasional yang dihadiri langsung Menteri Agama RI Lukman Hakim Saiffufin tersebut.

Untuk itu, istri Wagub Steven Kandouw ini mengajak seluruh komponen masyarakat mensukseskan kegiatan keagamaan ini.              “Apalagi daerah kita yang mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat menjadi tuan rumah, jadi kita bersama-sama masyarakat Sulut harus bersama mensukseskan pelaksanaan kegiatan Paskah Nasional ini, ” tutup wanita cantik, yang murah senyum ini.(alfa)

Devi Tanos Optimis Sulut Masuk 3 Besar Lomba UKS

 

devi tanosmanadoterkini.com, SULUT – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Karo Kesra Setdaprov Sulut) dr Kartika Devi Tanos MARS optimis, peserta Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Sulut tahun ini akan masuk pada peringkat 3 besar di tingkat nasional.

“Dengan persiapan yang lebih matang, saya optimis tahun ini, masuk 3 besar,” ungkapnya sembari mengatakan tahun 2016 Sulut masuk pada peringkat 7 besar.

Seiring persiapan yang dilakukan, dimana pematangan peserta UKS dari Bolmut, Kotamobagu dan Bitung, Diapun mengharapkan SKPD terkait mampu bersinergi dengan Biro Kesra, terutama dalam program-programnya.

“Sekarang-kan sudah ada pemenang ditingkat Provinsi, nantinya pada bulan Mei akan ada lagi penilaian tingkat pusat. Pemprov sendiri akan melakukan pemantapan agar yang kurang-kurang bisa disempurnakan, ” ujar Tanos.

Sebelumnya, Biro Kesra sendiri telah melakukan dua agenda rapat, diantaranya membahas evaluasi persiapan penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) dan UKS, yang turut melibatkan Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Provinsi Sulut.(alfa)