Rakorev, Realisasi Fisik dan Keuangan Berjalan Baik

manadomanadoterkini.com, MANADO – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, melalui Bapalitbangda, menggelar rapat Koordinasi dan Evaluasi Triwulan pertama di Tahun Anggaran (TA) 2019. Kamis (16/05) hari ini, bertempat di Aula Serba Guna Kantor Walikota.

Walikota DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, MH, DEA, diwakili Wakil Walikota (Wawali) Mor D. Bastiaan, SE, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah forum strategis dalam rangka mengetahui sejauh mana program dan kegiatan yang sudah dilakukan atau terealisasi di Triwulan pertama ini. Ada dua hal yang penting kita lihat dalam forum ini, pertama adalah Imonev dan Sakip dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Lewat forum ini, kita dapat membandingkan realisasi fisik dan keuangan, pelaksanaan kegiatan pembangunan OPD sudah harus ada laporan sehingga akan diperoleh tingkat kerja yang optimal. Begitupun untuk Sakip yang tidak kalah penting bagi setiap perangkat daerah, terkait dengan pelayanan kepada masyarakat, lewat sistem manajemen pemerintahan diharapkan berfokus pada peningkatan akuntabilitas serta sekaligus peningkatan kinerja yang berorientansi pada hasil.

Kedepan kami harapkan sistemnya sudah terintegrasi mulai dari perencanaan sampai pada pelaporan, sehingga memudahkan kita untuk monitoring termasuk terintegrasi sampai pada Simda,” ujar Wawali, yang juga didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Manado, Micler CS Lakat, SH, MH, Asisten II Setda Kota Manado dr. Robby Jansen Mottoh, Kaban Bapalitbangda Kota Manado, DR Liny Tambajong, ST, M.Si. Hadir dalam kegiatan tersebut, Para pejabat Eselon II, III dan IV serta para ASN. (*)

Angka Kemiskinan di Kota Manado Menurun

manadomanadoterkini.com, MANADO – Wakil walikota Manado Mor Bastiaan Rabu (28/11) siang memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi (RAKOREV) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kota Manado Tahun 2018 di Ruang Rapat Tolu Pemkot Manado.

Dari data Badan Pusat Statistik Tahun 2017, angka kemiskinan Kota Manado sebesar 5,46%, ini mengalami penurunan sebesar 0,22% jika dibandingkan dengan data Tahun 2016, angka tersebut berada dibawah angka kemiskinan Provinsi Sulut sebesar 8,10% dan skala nasional sebesar 10,12%.

manado“Melalui RAKOREV ini diharapkan kita akan memperoleh informasi dan data yang akurat, aktual dan komprehensif tentang kondisi kemiskinan di Kota Manado saat ini, serta data evaluatif tentang pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan yang ditangani oleh masing-masing perangkat daerah. Data dan informasi ini sangat diperlukan dalam menentukan langkah langkah strategis yang akurat untuk menangani dan menanggulangi kemiskinan secara tuntas dan berkesinambungan”.

Dikatakannya, pencapain ini bukan tujuan akhir yang akan menghentikan kerja keras kita dalam mengurangi angka kemiskinan, terlebih lagi jika kita memperhatikan indikator makro ekonomi lainnya, seperti tingkat pengangguran yang masih relatif tinggi, yaitu sebesar 9.35%, yang bisa menjadi faktor penyebab meningkatnya angka kemiskinan,”ujar Mor.

Lebih lanjut dikatakannya, Oleh karena itu harus terus bekerja keras dan bekerja cerdas untuk optimalisasi penanganan dan penanggulangan kemiskinan melalui lembaga yang bertugas menjalankan koordinasi dan pengendalian pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan di Kota Manado.(angky)

Bapelitbangda Gelar Rakorev Triwulan III

manadomanadoterkini.com, MANADO – Pemkot Manado melalui Bapelitbangda Kota Manado menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Triwulan III Tahun Anggaran 2018 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Serbaguna Pemkot Manado, Selasa (27/11/2018). Kegiatan Rakorev Triwulan III Tahun 2018 ini dibuka oleh Asisten II Setda Kota Manado, Bpk dr. Robby Mottoh.

Tujuan Rakorev ini guna mengetahui dan mengevaluasi tingkat capaian kinerja fisik dan keuangan dari masing-masing Perangkat Daerah. Evaluasi ini juga akan dijadikan acuan bahan evaluasi untuk perencanaan selanjutnya.

Yang berbeda pada Rakorev kali ini adalah bukan terbatas pada Rakorev APBD dan e-Sakip seperti pada rakorev-rakorev sebelumnya, tetapi Kepala Bapelitbangda Kota Manado, Dr. Liny Tambajong, ST, MSi mencoba untuk mengevaluasi setiap kinerja Perangkat Daerah mulai dari Evaluasi APBD, e-Sakip, Pengelolaan Persampahan, Pengadaan Lahan hingga Evaluasi Kegiatan Big Data.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bapelitbang Kota Manado, Dr. Liny Tambajong, ST, MSi menyampaikan capaian fisik dan keuangan seluruh Perangkat Daerah.

Untuk Dinas Daerah yang meraih capaian kinerja fisik dan keuangan tertinggi adalah Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dengan capaian keuangan 88,318% dan fisik 89,24%, sedangkan 3 Dinas terendah yaitu Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas PUPR.

Untuk Instansi Teknis yang meraih capaian kinerja fisik dan keuangan tertinggi adalah Inspektorat dengan capaian keuangan 81,378% dan fisik 85,32%, sedangkan yang terendah adalah Sekretariat DPRD.

Untuk Sekretariat Daerah yang meraih capaian kinerja tertinggi adalah Bagian Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Daerah dengan capaian keuangan 62,822% dan fisik 91,43%, sedangkan yang terendah adalah Bagian Infrastruktur Kawasan Perkotaan.

Untuk Kecamatan yang meraih capaian kinerja tertinggi adalah Kecamatan Wenang dengan capaian keuangan 90,12% dan fisik 79,74%, dan yang terendah adalah Kecamatan Bunaken Kepulauan. (*/tim)

Bapelitbangda Manado Gelar Rakorev Triwulan II Tahun 2018

manadomanadoterkini.com, MANADO – Pemerintah Kota Manado melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) menggelar Rapat Koordinasi (Rakorev) untuk mengevaluasi kinerja pelaksanaan program dna kegiatan baik fisik dan keuangan dari seluruh Perangkat Daerah serta Rapat Evaluasi e-Sakip pada Triwulan II Tahun 2018, Rabu (08/08/2018).

Rakorev APBD dan Evaluasi e-Sakip ini dibuka secara langsung oleh Wakil Walikota, Mor Dominus Bastiaan, yang kemudian diikuti oleh Laporan oleh Kepala Bapelitbangda Manado, Dr. Liny Tambajong, ST, MSi. Hadir juga dalam acara ini Penjabat Sekretaris Daerah Kota Manado, Peter K.B. Assa, Phd.

Dalam laporannya Kepala Bapelitbangda menyampaikan bahwa berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 2017, total anggaran APBD Kota Manado yaitu sebesar Rp 1.867.244.812.000,- dengan rincian belanja tidak langsung sebesar Rp 715.486.312.000,- dan belanja langsung sebesar Rp 1.151.758.500.000,-.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bapelitbangda juga menyampaikan kinerja masing-masing Perangkat Daerah berdasarkan kategori masing-masing.

Untuk kategori Dinas, kinerja tertinggi diperoleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dengan realisasi fisik 59,34% dan realisasi keuangan 13,66%.

Untuk kategori Lembaga Teknis, kinerja tertinggi diperoleh Inspektorat dengan realisasi fisik 61,86% dan relisasi keuangan 57,33%

Untuk Sekretariat Daerah, kinerja tertinggi diperoleh Bagian Pembangunan dengan realisasi fisik 59,50% dan realisasi keuangan 36,39%.

Untuk kecamatan, kinerja tertinggi diperoleh oleh Kecamatan Wenang dengan realisasi fisik 65,26% dan realisasi keuangan 40,87%.

“Kinerja Pemerintah Kota Manado sampai dengan Triwulan II Tahun 2018 sesuai hasil penginputan e-monev APBD, fisik 45,92% dan keuangan 16,79% dari total anggaran belanja langsung tahun 2018 sebesar Rp 1.151.758.500.000”, papar Kaban Liny. (*/tim)

Sekda Usulu Buka Rakorev Triwulan II Tahun 2017

manadomanadoterkini.com, MANADO – Dalam rangka untuk mengevaluasi kinerja fisik dan keuangan APBD Kota Manado tahun 2017,Pemerintah Kota Manado melalui Bapelitbangda Manado (Badan Perencanaan Penelitian Pengembangan Daerah) menggelar Rakorev (Rapat Koordinasi dan Evaluasi) Triwulan II Tahun 2017 bertempat di ruang Serba Guna Pemkot Manado, Selasa (08/08/17).

Plt. Sekretaris Kota Manado, Drs. Rum Dj Usulu mengatakan progres kerja di triwulan II ini perlu kita evaluasi untuk memastikan seluruh program/kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik.

“Saya perlu tekankan seluruh program/kegiatan yang telah direncanakan harus terlaksana, dan harus dipastikan bahwa pelaksanaanya tidak menyalahi peraturan yang berlaku,” ucap Usulu.

Menurutnya keberhasilan perangkat daerah dalam melaksanakan seluruh program/kegiatan merupakan indikator yang menggambarkan baik tidaknya kualitas perencanaan masing-masing perangkat daerah.

“Keberhasilan pelaksanaan program/kegiatan juga akan sangat mempengaruhi kecepatan gerak Pemkot Manado dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas, dan mampu menciptakan gerak cepat dan lompatan-lompatan bermakna dalam upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat,” jelas Usulu.

Sementara itu Kepala Bapelitbang Kota Manado, Dr. Liny Tambajong (Kaban Liny) pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa kinerja Pemerintah Kota Manado selama triwulan II tahun 2017 yaitu sebesar 47.07% dan serapan anggaran yaitu sebesar Rp. 918.817.161.890,-

“Serapan anggaran untuk dinas yaitu sebesar Rp. 58.041.153.922, Lembaga teknis sebesar Rp. 45.090.811.200, Bagian-bagian (Setda) Rp. 31.971.387.624, dan Kecamatan sebesar Rp. 33.377.719.091,” jelas Kaban Liny.

Kaban Liny juga mengatakan bahwa pada tahun 2018 Pemkot Kota Manado akan melaksanakan Revitalisasi Sungai Tondano dan Tikala yang direncanakan akan tersebar disekitar Kelurahan Paal Dua, Ternate Tanjung, Ternate Baru, Tikala Baru, Dendengan Dalam, Dendengan Luar, Ketang Baru, Komo Luar, Karame, Calaca, dan Pinaesaan. (red)

manadoterkini.com, MANADO – Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Triwulan I tahun 2017 yang di laksanakan di ruang Serba Guna kantor Walikota Manado,Senin(15/05/2017) terungkap anggaran sebesar Rp. 39.751.676.691 yang merupakan serapan anggaran belanja langsung pemkot Mando Triwulan I tahun 2017 yang terdiri dari serapan dinas sebesar Rp. 12.426.138.697, lembaga teknis sebesar Rp. 10.928.202.142, bagian-bagian (setda) sebesar Rp. 3.445.340.013, dan kecamatan sebesar Rp. 12.951.995.839.manado

Untuk kinerja dinas terdapat dinas yang kinerjanya berada diatas 25 persen yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, dan Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil. Sementara dinas yang berkinerja dibawa 5 persen, yaitu Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Sementara itu untuk kinerja lembaga teknis terdapat juga 3 Perangkat Daerah yang memiliki kinerja diatas 25 persen, yaitu Inspektorat dengan kinerja 28.98 persen, Satuan Polisi Pamong Praja dengan kinerja sebesar 28.61 persen, dan Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat dengan kinerja sebesars 26.72 persen.

Untuk kecamatan terdapat 5 perangkat daerah dengan kinerja diatas 25 persen, yaitu Kecamatan Wenang dengan kinerja sebesar 38.67 persen, kemudian Kecamatan Mapanget dengan kinerja sebesar 35.92 persen,Kecamatan Malalayang dengan kinerja sebesar 28.43 persen, Kecamatan Bunaken dengan kinerja sebesar 27.69 persen, dan Kecamatan Tuminting dengan kinerja sebesar 27.00 persen.

Pada kesempatan tersebut Kepala Bapelitbangda Kota Manado, Dr. Liny Tambajong (Kaban Liny) mengatakan bahwa usulan DAK Kota Manado Tahun 2018 yang telah diverifikasi oleh pusat yaitu sebesar Rp. 116.383.750.000,-

“Sampai hari ini, dari 9 perangkat daerah yang mendapatkan DAK, dengan total usulan sebesar Rp. 910.879.170.000,- yang telah terverifikasi oleh Bina Bangda Kemendagri melalui sistem e-planning DAK yaitu sebesar Rp. 116.383.750.000, ” jelas Kaban Liny saat membawakan laporan rakorev triwulan I tahun anggaran 2017.may day

Selain evaluasi program dan kegiatan APBD Kota Manado, dipaparkan juga evaluasi penerapan e-Government di Kota Manado. Kaban Liny memaparkan bahwa terdapat 4 permasalahan dalam penerapan e-Government di Kota Manado.

“Dalam penerapan e-Govermnet di Kota Manado kami menemukan 4 permasalahan utama dalam pelaksanaannya yaitu, belum optimalnya penerapan teknologi informasi (parsial) dalam aktifitas kegiatan Perangkat Daerah, belum terintegrasinya aplikasi-aplikasi yang ada,” jelas Kaban Liny.

Di tambahkan Kaban Liny, tumpang tindih output yang secara subtansi menghasilkan informasi yang sama, dan terakhir resistensi dan penolakan terhadap penerapan teknologi informasi karena tidak mau membagi data dan informasi.

“Kami menawarkan 3 solusi untuk mengatasi permasalahan diatas, pertama penyeragaman perencanaan pengembangan aplikasi yang bersifat mandatory, mengidentifikasi aplikasi yang dalam penerapannya tumpang tindih baik input, proses, maupun output, dan yang ketiga mengintegrasikan aplikasi-aplikasi yang memiliki keterkaitan sehingga penerapannya efektif dan efisien,” saran Kaban Liny.(mlz)

Pemkot Manado Evaluasi Capaian Kinerja Perangkat Daerah

Pimpin Rakorev Triwulan I,

Wawali Mor : PD Rangking Atas Belum Tentu Baik

RAPAT Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Triwulan I Tahun Anggaran 2017 dipimpin Wawali Manado, Mor Bastiaan mewakili Wali Kota GS Vicky Lumentut di ruang Serbaguna Kantor Pemkot Manado, Senin (15/5/2017).

manado
Wawali Mor Bastiaan saat memimpin rapat koordinasi dan evaluasi triwulan 1

Menariknya, penegasan Wawali terkait pencapaian Perangkat Daerah (PD) di triwulan I. Dimana PD berada di posisi paling atas belum tentu baik, karena bisa saja saat pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga temuannya berada pada posisi teratas.

“Saya meminta perangkat daerah lebih memaksimalkan kinerja. Belum tentu sekarang capaian kinerjanya berada di posisi teratas, bisa saja kemudian menjadi teratas pada temuan hasil pemeriksaan BPK,” katanya.Rakorev, Mor bastiaan

Untuk itu, Wawali Mor meminta setiap PD memaksimalkan kinerjanya masing-masing. PD memperoleh rangking tinggi jangan menjadi besar kepala atau berbangga dan senang. “Jangan sampai hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan dan jadi temuan tahun depan,” ungkapnya.

Secara administrasi memang sudah beres tapi secara hasil konkritnya tidak sesuai. Untuk rencana dan program kegiatan kedepan, kata Mor harus berjalan seiring dengan visi dan misi Kota Manado yaitu Kota Cerdas.(*)

 

Ini Capaian Kinerja PD Pemkot Manado Triwulan I

DINAS Perhubungan (Dishub) Kota Manado mampu membuktikan diri yang terbaik dalam penilain kinerja di triwulan I tahun anggaran 2017 ini dibanding instansi Perangkat Daerah (PD) lain di jajaran eselon II.Rakorev

Dalam rapat koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) yang dipimpin Wawali Mor Dominus Bastiaan mewakili Walikota Manado GS Vicky Lumentut, Senin (15/5/2017) PD yang dipimpin M. Sofyan sebagai Kadis itu memperoleh capai kinerja tertinggi, 16,39%. Untuk bagian di Sekretariat Daerah (Setda) Kota Manado, Bagian Pembangunan berada di posisi teratas dengan prosentase 32,96 %, sedangkan Bagian Layanan Pengadaan dan Bagian Umum berada terbawah dengan capaian kinerja 0.00 %.

Sementara itu, jajaran Kecamatan, berada di posisi paling bawah yakni Kecamatan Tikala, sedangkan yang teratas Kecamatan Wenang.

Wawali Mor meminta setiap PD memaksimalkan kinerjanya masing-masing. Menurutnya, PD berada di posisi paling atas belum tentu baik, karena bisa saja saat pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga temuannya berada pada posisi teratas.

“Saya meminta perangkat daerah lebih memaksimalkan kinerja. Belum tentu sekarang capaian kinerjanya berada di posisi teratas, bisa saja kemudian menjadi teratas pada temuan hasil pemeriksaan BPK,” katanya.Mor Bastiaan

Untuk itu Mor meminta PD memperoleh rangking tinggi jangan menjadi besar kepala atau berbangga dan senang. “Jangan sampai hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan dan jadi temuan tahun depan,” ungkapnya.

Untuk rencana dan program kegiatan kedepan, kata Mor harus berjalan seiring dengan visi dan misi Kota Manado yaitu Kota Cerdas. “Secara administrasi memang sudah beres tapi secara hasil konkritnya tidak sesuai,”pungkasnya.

Rakorev Tahun Anggaran 2017 yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan (Bapelitbang) Kota Manado itu, diikuti para Asisten, pimpinan PD, kepala bagian serta Camat se-Kota Manado. Tampak mendampingi Wawali Mor, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado Drs Rum Dj Usulu dan Kepala Bapelitbang Kota Manado DR Liny Tambajong.(*)

 

Kawal Kinerja PD Sampai Tuntas,

GSVL-MOR Ingatkan Temuan BPK dan TGR

Wawali Mor Bastiaan
Arahan Wawali Mor Bastiaan dalam rakorev triwulan 1 tahun anggaran 2017

KINERJA Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemkot Manado, dipastikan akan terus dikawal Walikota GS Vicky Lumentut dan Wawali Mor Bastiaan. Hal itu diungkapkan Wawali Mor pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi triwulan I, Senin (15/5/2017).Bahkan mantan pimpinan DPRD itu menegaskan semua program kegiatan harus memiliki outcomes atau hasil nyata berupa peningkatan akselerasi pembangunan, peningkatan kualitas birokrasi dan pelayanan masyarakat.

“Untuk memperlancar kegiatan, segera selesaikan apa yang menjadi tugas saudara yang memegang jabatan. Karena Pak Wali Kota dan saya akan mengawal sampai tuntas. Tolong, para kepala Perangkat Daerah awasi dan pastikan pekerjaannya tuntas,” tegas Mor.

Makanya peningkatan kualitas kinerja PD Pemkot Manado terus berkompetisi sehingga sesuai dengan program pembangunan dan pelayanan publik.

Rakorev
Perangkat Daerah (PD) saat mengikuti rakorev triwulan 1 tahun anggaran 2017

“Saya meminta perangkat daerah lebih memaksimalkan kinerja. Belum tentu sekarang capaian kinerjanya berada di posisi teratas, bisa saja kemudian menjadi teratas pada temuan hasil pemeriksaan BPK,” katanya.

Rakorev yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan (Bapelitbang) Kota Manado itu, diikuti para Asisten, pimpinan PD, kepala bagian serta Camat se-Kota Manado.

Mendampingi Wawali Mor, Plt Sekda Kota Manado, Rum Usulu dan Kepala Bapelitbang Kota Manado, Liny Tambajong.“Rakorev ini menjadi wahana dalam mengidentifikasi kendala dan masalah yang timbul pada Triwulan I,” ujarnya.Manado

Mor berharap, program kegiatan di semua PD dikerjakan dengan sungguh-sungguh sampai rampung serta pikirkan efek dimasa depan ketika program sudah selesai tidak ada masalah.

“Jangan berspekulasi dan dapat temuan yang ujung-ujungnya menunggu TGR (Tuntutan Ganti Rugi), jangan biasakan seperti itu. Cermati dengan baik dan laksanakan secara maksimal, sehingga tidak ditemukan kejanggalan oleh BPK,” imbau Wawali Mor.(liputankhusus)

Kawal Kinerja PD Sampai Tuntas, GSVL-MOR Ingatkan Temuan BPK dan TGR

manadoterkini.com, MANADO – Kinerja Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemkot Manado, dipastikan akan terus dikawal Walikota GS Vicky Lumentut dan Wawali Mor Bastiaan. Hal itu diungkapkan Wawali Mor pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi triwulan I, Senin (15/5/2017).

Wawali Mor Bastiaan
Arahan Wawali Mor Bastiaan dalam rakorev triwulan 1 tahun anggaran 2017

Bahkan mantan pimpinan DPRD itu menegaskan semua program kegiatan harus memiliki outcomes atau hasil nyata berupa peningkatan akselerasi pembangunan, peningkatan kualitas birokrasi dan pelayanan masyarakat.

“Untuk memperlancar kegiatan, segera selesaikan apa yang menjadi tugas saudara yang memegang jabatan. Karena Pak Wali Kota dan saya akan mengawal sampai tuntas. Tolong, para kepala Perangkat Daerah awasi dan pastikan pekerjaannya tuntas,” tegas Mor.

Makanya peningkatan kualitas kinerja PD Pemkot Manado terus berkompetisi sehingga sesuai dengan program pembangunan dan pelayanan publik.

“Saya meminta perangkat daerah lebih memaksimalkan kinerja. Belum tentu sekarang capaian kinerjanya berada di posisi teratas, bisa saja kemudian menjadi teratas pada temuan hasil pemeriksaan BPK,” katanya.

Rakorev
Perangkat Daerah (PD) saat mengikuti rakorev triwulan 1 tahun anggaran 2017

Rakorev yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan (Bapelitbang) Kota Manado itu, diikuti para Asisten, pimpinan PD, kepala bagian serta Camat se-Kota Manado.

Mendampingi Wawali Mor, Plt Sekda Kota Manado, Rum Usulu dan Kepala Bapelitbang Kota Manado, Liny Tambajong.

“Rakorev ini menjadi wahana dalam mengidentifikasi kendala dan masalah yang timbul pada Triwulan I,” ujarnya.

Mor berharap, program kegiatan di semua PD dikerjakan dengan sungguh-sungguh sampai rampung serta pikirkan efek dimasa depan ketika program sudah selesai tidak ada masalah.

“Jangan berspekulasi dan dapat temuan yang ujung-ujungnya menunggu TGR (Tuntutan Ganti Rugi), jangan biasakan seperti itu. Cermati dengan baik dan laksanakan secara maksimal, sehingga tidak ditemukan kejanggalan oleh BPK,” imbau Wawali Mor.(aldi)

Rakorev Triwulan I Tahun Anggaran 2017,Wawali Mor: Kinerja Setiap SKPD Dikawal Sampai Tuntas

manadomanadoterkini.com, MANADO – Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA dan Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan SE,akan mengawal setiap kinerja Perangkat Daerah (PD) di jajaran pemerintah Kota manado. hal tersebut di lakukan agar setiap PD berkompetisi meningkatkan kinerjanya sesuai program pembangunan dan pelayanan publik.

Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan meminta semua program kegiatan harus memiliki outcomes atau hasil nyata berupa peningkatan akselerasi pembangunan, peningkatan kualitas birokrasi dan pelayanan masyarakat.

“Untuk memperlancar kegiatan, segera selesaikan apa yang menjadi tugas saudara yang memegang jabatan. Karena Pak Wali Kota dan saya akan mengawal sampai tuntas. Tolong, para kepala Perangkat Daerah awasi dan pastikan pekerjaannya tuntas,” tegas Mor mewakili Wali Kota, GS Vicky Lumentut dalam Rokerev Triwulan I tahun anggaran 2017 di Aula Serbaguna Kantor Pemkot Manado, Senin (15/5/2017).

Rakorev yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan (Bapelitbang) Kota Manado itu, diikuti para Asisten, pimpinan PD, kepala bagian serta Camat se-Kota Manado.

Mendampingi Wawali Mor, Plt Sekda Kota Manado, Rum Usulu dan Kepala Bapelitbang Kota Manado, Dr.Liny Tambajong (Kaban Liny).

“Rakorev ini menjadi wahana dalam mengidentifikasi kendala dan masalah yang timbul pada Triwulan I,” ujarnya.

Mor berharap, program kegiatan di semua PD dikerjakan dengan sungguh-sungguh sampai rampung serta pikirkan efek dimasa depan ketika program sudah selesai tidak ada masalah.

“Jangan berspekulasi dan dapat temuan yang ujung-ujungnya menunggu TGR (Tuntutan Ganti Rugi), jangan biasakan seperti itu. Cermati dengan baik dan laksanakan secara maksimal, sehingga tidak ditemukan kejanggalan oleh BPK,” imbau Wawali Mor.(mlz)

Ini Capaian Kinerja PD Pemkot Manado Triwulan I

Manadomanadoterkini.com, MANADO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Manado mampu membuktikan diri yang terbaik dalam penilain kinerja di triwulan I tahun anggaran 2017 ini dibanding instansi Perangkat Daerah (PD) lain di jajaran eselon II.

Dalam rapat koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) yang dipimpin Wawali Mor Dominus Bastiaan mewakili Walikota Manado GS Vicky Lumentut, Senin (15/5/2017) PD yang dipimpin M. Sofyan sebagai Kadis itu memperoleh capai kinerja tertinggi, 16,39%. Untuk bagian di Sekretariat Daerah (Setda) Kota Manado, Bagian Pembangunan berada di posisi teratas dengan prosentase 32,96 %, sedangkan Bagian Layanan Pengadaan dan Bagian Umum berada terbawah dengan capaian kinerja 0.00 %.

Sementara itu, jajaran Kecamatan, berada di posisi paling bawah yakni Kecamatan Tikala, sedangkan yang teratas Kecamatan Wenang.

Wawali Mor meminta setiap PD memaksimalkan kinerjanya masing-masing. Menurutnya, PD berada di posisi paling atas belum tentu baik, karena bisa saja saat pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga temuannya berada pada posisi teratas.

“Saya meminta perangkat daerah lebih memaksimalkan kinerja. Belum tentu sekarang capaian kinerjanya berada di posisi teratas, bisa saja kemudian menjadi teratas pada temuan hasil pemeriksaan BPK,” katanya.

Untuk itu Mor meminta PD memperoleh rangking tinggi jangan menjadi besar kepala atau berbangga dan senang. “Jangan sampai hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan dan jadi temuan tahun depan,” ungkapnya.

Untuk rencana dan program kegiatan kedepan, kata Mor harus berjalan seiring dengan visi dan misi Kota Manado yaitu Kota Cerdas. “Secara administrasi memang sudah beres tapi secara hasil konkritnya tidak sesuai,”pungkasnya.

Rakorev Tahun Anggaran 2017 yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan (Bapelitbang) Kota Manado itu, diikuti para Asisten, pimpinan PD, kepala bagian serta Camat se-Kota Manado. Tampak mendampingi Wawali Mor, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado Drs Rum Dj Usulu dan Kepala Bapelitbang Kota Manado DR Liny Tambajong.(aldi)