Senin, 11 November 2019

Penyumbang Terbesar Inflasi Manado, GSVL Gerakan PNS Pemkot Tanam Cabe

manado

Walikota GSVL membuka kegiatan TPID Manado.

MANADO, (manadoterkini.com) – Harga cebe atau rica menjadi penyumbang terbesar inflasi di Manado. Untuk menindaklanjuti hal tersebut Walikota GS Vicky Lumentut, mengerahkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkot Manado untuk memanfaatkan lahan tidur dan pekarangan rumah dengan menanam rica dan tomat.

“Mari manfaatkan pekarangan untuk menanam cabe atau rica dan tomat. Karena inflasi ini bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,”ujar Walikota GSVL saat membuka kegiatan High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Manado, Kamis (23/1) ruang Toar Lumimuut, kantor Walikota Manado.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut, Dudung Setyadi menjelaskan bahwa, inflasi di Manado untuk Desember tinggi, karena mencapai 3,83 persen.

“Memang berdasarkan pengalaman selama ini, Natal dan Tahun baru selalu memicu kenaikan harga, karena permintaan tinggi,” kata Dudung.

Ditambahkannya, berdasarkan hasil survey di lapangan, harga cabe pada 1 Januari 2015, mencapai angka Rp110 kilogram, dan sungguh mengejutkan.

“Saya bingung, sebab cabe dari Gorontalo tidak masuk dan yang ada dari Jawa, bagaimana bisa terjadi, apakah produksi Gorontalo tidak cukup atau mengapa sehingga harus terjadi,” ujarnya.

Sebagai solusi, ungkap Dudung, akan diupayakan supaya ada sinergitas antara daerah-daerah sehingga ada koordinasi untuk penanaman, jangan bersamaan supaya tidak membuat harga turun.

Lanjutnya, pemerintah juga harus bisa memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa stok barang tersedia, sehingga tidak akan ada pembelian dalam jumlah besar yang bisa membuat inflasi naik tinggi.

Diketahui hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Harley AB Mangindaan, Sekda MHF Sendoh, SKPD terkait serta warga masyarakat yang berhubungan dengan pengendali inflasi.(ald)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*