Selasa, 15 Oktober 2019

Perdagangan Manusia di Sulut Jadi Perhatian Tokoh Agama

MANADO, (manadoterkini.com) – Prostitusi Online (PO) yang belakangan marak di media nasional, ternyata menjadi perhatian para tokoh agama di Sulawesi Utara. Apalagi awal Mei 2015 aparat Kapolisian berhasil menangkap korban PO yang melibatkan gadis di bawah umur dan pelaku penjual di salah satu Hotel di Manado tepatnya seputaran Paal Dua, Manado.

Memang bukan hanya di Sulut, tapi PO sudah mulai merambat di hampir seluruh daerah di Indonesia. Makanya hal tersebut mengundang keprihatinan para tokoh agama dan masyarakat luas.
“Masyarakat berang terhadap pelaku-pelaku PO yang dikenal pertukaran hubungan seksual atau transaksi perdagangan manusia tersebut,”tutur Ketua Remaja GMIM Pnt Moody Rondonuwu.

Rondonuwu menambahkan ini sangar memalukan karena di Sulut dikenal masyarakat religius dengan semboyan “torang samua basudara” tetapi sekarang masih ada yang tega menjual para gadis hanya karena uang,”tegas Rondonuwu

Senada dengan itu Pdt Marlina Nathalis MTh mengungkapkan banyak cara mengatasi PO dalam konteks kepercayaan umat Kristiani. ”Tanamkan kasih, iman dan takut Tuhan penting dalam menjalani hidup,”terang Pdt pelayanan tersebut.

Mewakili umat muslim H. Usran Mantau mengingatkan umat dalam mengatasi PO yakni dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membina mereka dengan kegiatan-kegiatan rohani.

“Semua tokoh-tokoh agama harus ingatkan umatnya, kita berjaga jangan sampai terjadi atau semakin banyaknya dikemudian hari,”tutur Mantau, Kepala Seksi Pembinaan Haji Kanwil Sulut tersebut.(tim)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*