Sabtu, 14 Desember 2019

Lampus : Masyarakat Harus Sadar Bahwa Persoalan HIV-AIDS, Persoalan Serius

lampusSULUT, (manadoterkini.com) – Sesuai tema hari AIDS tahun ini “Agar masyarakt menyadari dan berperilaku sehat dengan tidak berperilaku beresiko terhadap penularan HIV AIDS”. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara dr Jemmy Lampus menghimbau, agar masyarakat menyadari bahwa HIV AIDS adalah suatu masala yang sangat serius.

“Perilaku beresiko yang menyebapkan HIV AIDS antara lain, berganti ganti pasangan seksual, hubungan sex sejenis, penyalahgunaan narkoba, penggunaan jarum tidak steril seperti tatoo,” jelas Lampus.

“Saatnya untuk bersama melakukan perilaku sehat. Untuk yang melakukan perilaku beresiko agar segera memeriksakan diri di fasilitas VCT di RS dan Puskesmas, gratis dan terjamin kerahasiaannya” ajak Lampus.

Sementara, komisi penanggulangan AIDS Provinsi Sulut, bidang pengolahan program Jones Oroh S IK mengatakan, kendala yang tarutama, dari beberapa pihak belum dianggap permasalahan serius, sehingga dimasyarakat masih terjadi prilaku beresiko, dan belum ada kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri.

“Anggaran untuk KPA ini, masih belum sesuai, bahkan program- program mengenai Penanganan HIV AIDS di SKPD-Skpd belum terarah,” ungkap Oroh.

Dari data yang dirampung manadoterkini.com, penderita HIV- AIDS di Sulut sejak tahun 1997 sampai dengan Agustus 2015, Distribusi HIV-AIDS menurut pekerjaan di dominasi oleh swasta/Wiraswasta untuk penderita HIV berjumlah 144 orang, penderita AIDS 427 orang, Ibu Rumah Tangga HIV 166 orang, AIDS 195 orang, PSK penderita HIV 57 orang, AIDS 39 orang.

Sementara Untuk penderita HIV-AIDS menurut golongan umur, golongan umur 20-29 ,HIV 311 orang, AIDS 433 orang, umur 30-39 penderita HIV 161, AIDS 429 orang, sementara usia bayi dibawah 4 tahun penderita HIV 30 orang, AIDS 44 orang.

Dari data di atas, menunjukan bahwa persoalan HIV-AIDS di Sulut, harus ada perhatian serius, bukan hanya pemerintah tapi swasta dan seluruh komponen masyarakat. Dari data itu pula di peroleh Penderita di dominasi oleh swasta. Dalam hal ini, Swasta/wiraswasta harus lebih serius menangapi persoalan ini.(alfa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*