Rabu, 20 November 2019

Roring Undang Rapat KPU, Awas Bargaining Penundaan Pilkada

rapat kpu

KPU Mando rapat bersama Panjabat Walikota Manado waktu lalu.(doc.humas)

MTerkini.com, MANADO – Senin (15/02/2016) pagi tadi Penjabat Walikota Manado Royke Roring, mengundang Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengundang reaksi warga Manado.

Untuk itu, warga pun berharap Wowor Cs tidak akan terpengaruh dengan penundaan Pilkada yang didengungkan hanya karena kepentingan kelopok.

“Kami harap KPU tetap konsisten untuk melakukan Pilkada di Manado. Daerah lain telah melaksanakan Pilkada kenapa Manado harus ditunda lagi. Jangan lagi masuk angin. Masyarakat telah bosan dengan dinamika politik terjadi saat ini, yang masyarakat inginkan proses demokrasi bisa berjalan,”ujar Jekson Sulangi SH kepada manadoterkini.com.

Sulangi pun berharap tak ada bergening antara KPU dengan Penjabat Walikota untuk menunda Pilkada.
“Jangan sampai ada bergening untuk penundaan Pilwako,”ingatnya.

Senada diungkapkan Angky Manginsihi agar KPU tetap pada pendiriannya, karena dibelakang ada banyak warga Manado yang menopang.
“Lebih cepat lebih bagus. KPU jangan takut, tetap laksanakan Pilkada 17 Februari,” kata Manginsihi warga Mapanget.

Informasi dari Kantor Walikota, Manado rapat Roring bersama KPU Manado sampai berita ini dirilis masih berlanjut. Rapat tersebut berlangsung tertutup di ruang kerja Walikota.

“Pak Penjabat menunjukan surat permohonan penundaan Pilwako dari Kapolresta Manado kepada KPU. Tunggu saja apakah KPU akan menunda atau tidak,” kata salah seorang pegawai Pemkot Manado yang meminta namanya dirahasiakan.

Untuk diketahui gencarnya komitmen KPU Manado untuk segera melaksanakan Pilkada susulan Kota Manado, Rabu (17/2) lusa, menyusul pengumuman dan sosialisasi hari ‘H’ pencoblosan itu sudah diedarkan ke masyarakat membuat penjabat Walikota Manado, Royke Roring kewalahan.

Pasalnya, meski Roring ogah membuat Perwako pergeseran anggaran tambahan yang diminta KPU bersama steakholder terkait sebesar Rp7,8 M dengan berbagai macam alasan, namun lembaga penyelenggara pemilu ini tetap bersikeras Pilkada harus dilaksanakan 17 Februari.

Pasalnya, meski bermodalkan Rp 2,3 Miliar sisa anggaran dari APBD induk 2015 untuk tetap menggelar tahapan Pilkada 17 Februari itu diapresiasi dan didukung sebagian besar masyarakat Kota Manado.

Soal undangan rapat terhadap KPU pagi ini, pemuda berdarah Nusa Utara yang tinggal di Mapanget ini justru curiga. “Jangan-jangan penjabat Wali Kota Pak Roy Roring akan bargaining dengan KPU agar Pilkada ditunda.” Curiganya sambil berharap KPU tidak bergemin g menggeser Pilkada 17 Februari.(ald)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*