Jum'at, 22 November 2019

Cap Go Meh di Manado, 9 Tang Sin Direstuai Keluar

MTerkini.com, MANADO – Umat Tri Dharma di hampir seluruh Indonesia termasuk di Sulut kembali melangsungkan satu ritual penyembahan sebagai puncak dari ditutupnya tahun 2566, untuk menatap perjalanan tahun 2567, Senin (22/2/2016) sore kemarin.

cap go meh

Cap Go Meh, itulah istilah bagi umat Tri Dharma, atau biasa dikenal dengan Ince Pia oleh orang awam. Di Manado sendiri, tahun ini perayaannya meriah dengan keluarnya 9 Tang Sin yang direstui.

Mereka pun diarak keliling Kampung China atau Pecinan, Pusat Kota 45, dan menjadi tontonan ribuan pasang mata yang menyaksikan. Cap Go Meh atau perayaan Hari Suci Goan Siau Imlek 2567 ini digelar di depan Klenteng Ban Hin Kiong. “Dengan perayaan hari suci ini, mari kita tingkatkan kerukunan antar umat beragama di daerah ini. Mari torang baku-baku sayang, baku-baku bae, baku-baku support supaya torang pe daerah lebe maju,” ujar tokoh Tionghoa, Hengky Wijaya.

cap go meh

Atraksi Tang Sin

Tak ayal, pelaksanaan Cap Go Meh sangat meriah seperti tahun –tahun sebelumnya dikerumuni warga masyarakat. Ini dibuktikan dengan banyaknya orang yang tumpah-ruah di sepanjang jalan yang dilalui iring-iringan Tang Sin tersebut. Ribuan orang berjubel untuk menyaksikan acara tradisional keturunan Tionghoa tersebut. Hadir juga antara lain Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Steven Kandow, Ketua Deprov Sulut Andrei Angouw, sejumlah pejabat, dan Forkompimda Sulut, serta nampak pula Walikota Manado pilihan rakyat versi hitungan cepat GS Vicky Lumentut. Tak ketinggalan terlihat beberapa turis luar negeri yang menyaksikan perayaan ini.

Sementara itu, Ferry Sondakh, pengurus Klenteng Ban Hin Kiong mengatakan kalau proses sembahyang yang dilakukan lebih kepada memohon kepada Sang Pencipta agar terus memberikan rakyat hidup makmur. “Kami hanya melakukan sembahyang sebagai wujud syukur agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan serta mendoakan semoga kota kita diberkati. Pun demikian, semoga dengan sembahyang ini berkat Tuhan di sepanjang Tahun Imlek 2567 ini memperoleh curahan kasih sehingga umat manusia dapat hidup selaras dengan alam, bebas dari segala bencana agar masyarakat hidup makmur dan subur,” terang Sondakh.(*/tim)

Tags: , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Diluar keterikatan dengan keyakinan yang dianut, percaya tidak percaya, semoga ritual ini bisa membawa rezeki bagi masyarakat manado dan sulawesi utara pada umumnya. Yang tidak kalah penting juga yaitu terciptanya kerukunan antar umat beragama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*