Selasa, 23 Juli 2019

Pemuda Sulut Diminta Perkokoh Nasionalisme

MTerkini.com, MANADO – Memperkokoh Jiwa Nasionalisme dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar. Hal tersebut dikatakan Prof. Patar Rumapea dalam dialog publik yang diselenggarakan Jurnalis Online Manado (Jarod) di Hotel Formosa Manado, Selasa (29/3/2016).

JAROD

“Membangun jiwa Nasionalisme dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Contoh kecil adalah kita menghormati lambang negara. Pemuda harus menjadi garda terdepan di negara ini,” ujar Dosen FISIP Unsrat ini.

Dilain pihak menanggapi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dinilainya Hukum masih lemah menjangkaunya. “Jeratan hukum masih jauh dari harapan. Begitu juga dengan tawuran tidak selesai, sehingga hukum harus dikedepankan. Hukum dan penegak hukum harus jalan bersama,” ujarnya.

Sementara itu pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut Taufik Tumbelaka mengatakan negara mengabaikan masalah perempuan. Hal ini dikatakan Taufik dikarenakan dana yang dipegang instansi terkait minim. Dengan minimnya anggaran tersebut menimbulkan sosialisasi mengenai KDRT ke masyarakat tidak ada.

JAROD

“Coba cek ke Badan Pemberdayaan Perempuan Sulut kalau berapa anggaran mereka? Dananya hanya 4 miliar lebih. Sedangkan renovasi rumah dinas jabatan Gubernur tahun lalu saja memakan anggaran 4 miliar lebih,” kata Taufik.

Ia mengatakan justru pejabat negara tidak menjalankan jiwa nasionalisme dan patriotisme terlihat karena tidak ditunjangnya program pemberdayaan perempuan ini. “Coba lihat kebanyakan pejabat justru menghabiskan anggaran yang seharusnya bisa dialihkan pada pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Taufik.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado Dra. Lenda Pelealu mengatakan pentingnya pemuda di Kota Manado memperkokoh jiwa nasionalisme dan patriotisme dikalangan pemuda. Ia mengatakan peran pemuda contohnya berperan aktif di bidang pembangunan.

“Dengan mensukseskan program pemkot maka pemuda sudah mengambil bagian dalam kemajuan bangsa. Selain itu pemuda harus menghindari hal-hal negatif yang memunculkan kejahatan,” pinta Lenda. (chris)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*