Minggu, 17 November 2019

Wow… Pengemis di Manado Bolak Balik Naik Pesawat

Kadis Sosial: Dimanfaatkan  Oleh Pengusaha Gepeng, Warga Jangan Memberi Uang.

Gelandangan, Pengemis, Pol PP Manado, Dinas Sosial, Frangky Mewengkang, Tunanetra

Dinas Sosial Kota Manado Melalui Pol PP Mengamankan Sepasang Tuna Netra. Operasi ini akan terus dilaksanakan dalam rangka memberi rasa aman dan nyaman bagi warga Manado dan Wisatawan. (foto: chris/ist)

MTerkini.com, MANADO – Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara bukan hanya dilirik investor untuk menamamkan modal, tapi juga dilirik oleh Pengemis. Hal ini dimungkinkan karena Warga Kota Manado sudah melekat kata “Torang Samua Basudara” sehingga tak kala ketika ada pengemis datang timbul rasa kasihan dan memberikan uang kepada mereka.

Dengan demikian akan muncul banyak pengemis datang ke Manado sebagai peminta-minta tapi rupanya mereka ini di organisir oleh pengusaha “Gepeng” untuk memanfaatkan kondisi mereka. “Beberapa hari lalu kami kejar-kejaran dengan Gepeng, tapi sampai didepan IT Centre mereka menghilang dan rupanya bersembunyi di taman bunga sambil mengganti pakaian robek menjadi pakaian biasa dan terlihat seperti tidak pengemis lagi,” kata Kabid Rehabilitasi Sosial Dra. Non Runtukahu.

Menjamurnya para Gepeng ini, Dinas Sosial Kota Manado beberapa pekan terakhir ini terlibat kejar-kejaran dengan mereka. Sebagian Gepeng ini menurut Dinsos ada yang berpura-pura sakit padahal tidak sakit dan tingkah laku mereka untuk membuat iba para pejalan kaki. “Kami sampai tengah malam kejar mereka. Kami sengaja sampai malam untuk menunggu orang (pengusaha gepeng -red) yang akan menjemput si pengemis ini,” kata Kadis Sosial Kota Manado Frangky Mewengkang, S.IP kepada manadoterkini.com.

Menurut Frangky, pernah didapati mereka ada Gepeng bolak balik pulang ke Jawa dengan Modal menjadi pengemis di Manado. “Bayangkan waktu lalu kami data ada Gepeng penghasilannya Rp. 700.000 sampai 1 juta rupiah per hari dan dia bolak balik ke Jawa naik pesawat,” Kata Frangky.

Kalau si pengusaha Gepeng ini memiliki 10 orang pengemis dan perhari mereka dapat 1 juta, berarti si pengusaha ini bisa memiliki uang sekitar 10 juta perhari. “Ini kan kejahatan luar biasa, saya berharap warga Manado jangan memberikan uang kepada pengemis. Mereka ini ada bos, bayangkan saja tiap hari mereka diantar jemput dengan mobil dan diantar makanan,” ujar Mewengkang.

Sementara itu dalam razia kemarin, Rabu (21/4/2016) Dinsos Manado mengamankan Pengemis dan Orgil sebanyak 8 orang termasuk 2 diantaranya anak-anak. Orgil dalam keadaan Hamil dibawah ke RS Ratumbuysang Sario dan Pengemis di bawah ke Kantor Dinsos Manado. (ons)

Tags: , , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

4 Responses

  1. Kota Manado sudah di jadikan target oprasi oleh para pengemis dari daerah lain .. karena orang minahasa/Manado rasa kemanusiaannya tinggi tapi warga Manado tidak sadar bahwa mereka sudah di bodohi oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab .. sekedar saran saja …kalau ingin membantu orang miskin ada baiknya disalurankan melalui organisasi kemanusiaan yang terdaftar di departemen sosial …I love Manado …

  2. perlu ditata kembali Pak..

  3. Sebaiknya para petugas lebih jeli lagi,,coba rasia semua tempat kos,,dan sebaiknya seluruh pendatang apalagi yg dari luar pulaw mana di,,wajib lapor ke aparat setempat
    Dan jangan biarkan pengemis/gelandangn hidup d wilayah kota manado..cepat di basmi biar tdk menjamur..

  4. Buat saya mengapa tidak menolong org yg dekat dgn kita yg memerlukan pertolongan, perempuan jandah, Anak yatim piatu yg berada di gereja atau musolah2 itu lebih resmi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*