Minggu, 22 September 2019

Bapelitbangda Terima Kunker Tim World Bank Dan Kementerian

manadomanadoterkini.com, MANADO – Sulawesi Utara lebih khusus Kota Manado sedang mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Hal ini membuat bangkitan dan tarikan yang cukup besar khususnya pada daerah-daerah vital seperti pusat kota Manado. Pertumbuhan yang cukup pesat di bidang perekonomian bergerak sejalan dengan pertumbuhan permukiman yang tak jarang berakibat pada terbentuknya kawasan-kawasan kumuh di kota Manado.

Kementerian pekerjaan umum lewat Dirjen Cipta Karya telah menetapkan wilayah atau kawasan kumuh di kota Manado sejalan dengan SK Kumuh Walikota Manado tahun 2015. Berhubungan dengan hal ini maka World Bank bersama dengan tim interkementrian melakukan kunjungan kerja sebagai bagian dari misi dukungan implementasi program pengurangan luasan kumuh atau yang lebih dikenal dengan program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) pada tanggal 21-23 Februari 2017.

Kunjungan tim misi disambut oleh Asisten 2 bagian pemerintahan Bpk. Ferry Siwi bertempat di ruang rapat Bappelitbangda. Kegiatan dibuka dengan sambutan mewakili pemerintah kota Manado oleh Bapak Ferry Siwi dan dilanjutkan dengan presentasi rencana kegiatan skala Kota Manado untuk penanganan kumuh.

Dalam kegiatan selama 3 hari itu yang diakhiri dengan Wrap Up meeting yang dihadiri khusus oleh Wakil Walikota Manado Bpk. Mor Bastian, Pihak World Bank dan Interkementrian memberikan masukan agar pemerintah daerah secara konsisten melakukan intervensi terhadap lokasi kumuh di kota Manado baik melalui program maupun dana dan mengharapkan adanya integrasi antar SKPD terhadap penanganan masalah kumuh. Selain itu diharapkan juga agar perencanaan penanganan kumuh lewat dokumen RP2KPKP dapat dijadikan acuan bagi seluruh SKPD dalam menetapkan program kedepan sehingga impian seluruh elemen baik pemerintah maupun masyarakat di Kota Manado untuk menjadikan Kota Manado bebas kumuh dapat menjadi kenyataan. (mlz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*