Jum'at, 15 Desember 2017

Imbangi Kebutuhuan Kamar Wisatawan, Pemprov Lirik Homestay

 

sulutmanadoterkini.com, SULUT – Kunjungan wisatawan di Sulawesi Utara terus menunjukan peningkatan, hal ini tentu harus dibarengi dan didukung dengan sarana prasarananya, salah satunya yang menjadi catatan penting dari Pemerintah Provinsi Sulut, adalah kebutuhan kamar.

Karena itu, lewat pertemuan Forum Koordinasi Lintas Sektor Pariwisata yang dilaksanakan di Hotel Swissbell Manado, Selasa (18/07/2017) pagi tadi, Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw mengatakan kedepan bakal mengembangkan Homestay atau Rumah Singga. Rumah Singga ini milik penduduk yang dimaksud disewakan kepada wisatawan untuk menginap.

“Homestay harus mulai kita fikirkan sekarang. Apalagi membangun hotel dengan kapasitas ratusan kamar tidak bisa dalam waktu singkat,” katanya.

Namun, dalam penggunaannya, Wagub mengatakan homestay tersebut harus memenuhi syarat, memiliki sertifikat kelayakan yang menjadi acuan wisatawan sebelum memilih penginapan.

“Nantinya homestay yang layak diberikan sertifikat. Jika hotel penuh maka turis yang menginap akan dilimpahkan ke homestay,” ungkapnya.

Lebih jauh, Kandouw menerangkan potensi homestay dalam menunjang pertumbuhan wisata seperti yang terjadi di Sumatera Barat.

“Di Kota Bukit Tinggi, homestay yang tadinya hanya berjumlah tujuh kamar sekarang sudah bertambah jadi 500 kamar. Artinya ada 500 keluarga yang memiliki penghasilan tambahan. Ini tentunya meningkatkan perekonomian keluarga juga,” bebernya.

Bahkan dikatakan Kandouw, sebagian besar wisatawan yang menginap di Bukit Tinggi bersal dari kalangan berkantong tebal. “Di Bukit Tinggi, yang menginap di homestay malah banyak yang dari kalangan high end,” ujarnya.

Untuk mencapai rencana itu, Wagub Kandouw meminta seluruh pihak terkait termasuk pemerintah kabupaten dan kota di Sulut dapat membahasnya bersama.

“Kita harus duduk bersama dengan stakeholder pariwisata untuk membahas regulasi homestay. Karena ini akan menunjang pariwisata Sulut untuk mengantisipasi pertambahan kunjungan wisatawan,” imbuhnya.

Adapun dalam pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Sulut, Daniel Mewengkang, perwakilan dari dinas pariwisata kabupaten dan kota, Kantor Imigrasi dan PT Angkasa Pura.(alfa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*