Jum'at, 5 Juni 2020

Dihadiri Sejumlah Tokoh, Pembukaan KGM ke-10 PGI Sukses Digelar

pgimanadoterkini.com, TONDANO – Pembukaan Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) ke 10 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) sukses digelar.

Pada momentum yang dilangsungkan di Hotel Sutan Raja tersebut, Bupati Minahasa Ir Royke Oktavianus Roring MSi (ROR) yang bertindak sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana mengungkapkan rasa syukur karena pekerjaan gerejawi ini boleh terlaksana.

“Pekerjaan kepanitiaan KGM ke-10 PGI 2019 ini didasarkan pada penugasan dan kepercayaan MPH-PGI melalui SK MPH-PGI Nomor : 002/PGI-XVVSKEP/2019. Dalam menyiapkan kegiatan ini kami telah melakukan langkah-langkah persiapan melalui rapat-rapat, surat-menyurat sambil berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujar ROR dalam laporanya.

Pelaksanaan Kegiatan ini mulai tanggal 27-31 Maret 2019 dengan peserta adalah perutusan Pimpinan Gereja-gereja di Indonesia, Pimpinan Ormas Kristen, Pimpinan Organisasi Sosial Kemasyarakatan Kristen, Pimpinan Perguruan Tinggi Kristen dan Tokoh-tokoh kristiani.

Kegiatan ini mendapat Support penuh dari Gubernur Sulawesi Utara bahkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan jajaran. “Kami meyakini bahwa suksesnya KGM ini tidak hanya bergantung pada aspek teknis penyelenggaraan berbagai rangkaian acara oleh panitia, tetapi juga pada bagaimana proaktif dan kontributifnya peserta dalam memanfaatkan agenda ini, sebagai tempat bermusyawarah dan berkomunikasi, tentang berbagai situasi sosial masa kini sebagai bagian dari pelayanan PGI dan gereja-gereja anggota dalam mengimplementasikan tugas gereja bersekutu, bersaksi dan melayani,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE yang juga selaku Ketua Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa PGI, berharap agar kiranya kegiatan ini mampu menjadi media evaluasi serta pemantapan peran hamba Tuhan, khususnya dalam menghadirkan pelayanan Gereja yang berkualitas menuju Indonesia yang toleran, bermartabat dan berkeadilan.

“Perkembangan dunia telah memperhadapkan Gereja pada suatu kondisi pelayanan yang semakin berat dan kompleks. sehingga, Gereja semakin dituntut secara berkelanjutan melakukan penataan, serta pembenahan di berbagai aspek, agar tatanan kehidupan umat Tuhan tidak terbuai dengan kondisi yang dapat mengakibatkan merosotnya kualitas iman jemaat, serta makin memudarnya motivasi untuk mengikuti Kristus,” ungkap Olly.

Mengantisipasi kondisi demikian, maka tentulah upaya konstruktif dan terarah,  melakukan langkah introspeksi dan evaluasi terhadap setiap program pelayanan yang telah dilakukan hingga saat ini, termasuk pembenahan sekaligus penataan sistem pelayanan di lingkungan Gereja menjadi satu hal yang panting dan urgen, guna eksisnya pelayanan kedepan.

“Untuk Itu, Gereja-Gereja di Indonesia haruslah menyatukan visi, misi serta persepsi pelayanan seluruh komponen, guna terciptanya pola pelayanan efektif yang mencerminkan karakter Kristus dengan berbagai buah-buah roh, sehingga dalam eksistensinya Gereja mampu merumuskan dan menghasilkan jalan keluar terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan bergereja,” jelasnya.

Acara tersebut dihadiri juga oleh Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si, Ketua MPH PGI Pdt. Dr. Hendriette T. Hutabarat- Lebang, Para Ketua Sinode Gereja-Gereja Anggota PGI, Forkopimda Provinsi Sulut, Para Bupati/Walikota Wakil Bupati/Wakil Walikota se-Provinsi Sulut, Pimpinan Instansi Vertikal, Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Dra. Fenny Ch. M. Roring-Lumanauw, SIP, Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Martina Dondokambey-Lengkong, Para peserta KGM dan Undangan lainya. (fis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*