Jum'at, 29 Mei 2020

RML Siap Bertarung Kembali di Pilkada Minsel

minsel

Mantan Bupati Ramoy Markus Luntungan kembali maju di Pilkada Minsel

manadoterkini.com, AMURANG – Bagi masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), nama Drs Ramoy Markus Luntungan (RML) memang tak asing lagi. Sebab, pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Minsel periode 2005-2010  menyatakan kembali siap berjuang merebut kursi orang nomor satu di Kabupaten Minsel.

Kepada manadoterkini.com, Senin (17/2/2020), alasan RML maju di Pilkada 2020,  karena keinginan masyarakat dan pendukung setianya di Kabupaten Minsel.

Sebab, Kabupaten Minsel yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Minahasa, Minahasa tenggara dan Bolmong merupakan ujung tombak dan membutuhkan pemimpin yang kuat.

“Bukan berarti saya menganggap yang sekarang lemah. Saya tidak bisa menyalahkan seseorang. Apalagi menilainya. Ini semua dari masyarakat yang melihat langsung. Kita membutuhkan pemimpin yang kuat,” terangnya.

Pria yang juga merupakan lulusan IPDN Jatinaor ini juga tidak ingin mengumbar janji kepada masyarakat. Sebab, era jaman sekarang, masyarakat lebih cerdas dan membutuhkan pembuktian.

“Apalagi money politik. Saya tidak akan lakukan. Sudah habiskan duit banyak untuk berbuat kecurangan, betapa ruginya kita. Mending kita ibadah.Toh, umur kita juga pasti akan habis,” tuturnya.

Dia tidak ingin ketika terpilih,  namun bekerja dibawa tekanan dan tidak leluasa.

“Contoh saja, kalau saya disponsori orang, ketika saya naik, pasti ada tekanan lagi. Saya akan lakukan seperti terpilih sebelumnya tanpa ada biaya aneh-aneh,” pungkasnya.

Dia menanggapi cemooh masyarakat yang menyatakan dirinya pergi dari Minsel setelah kalah pada saat mencalonkan diri Sebagai calon Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) beberapa waktu lalu.

“Saya tidak pernah lari. Begitu saya kalah, saya terima dengan sprotif dan tidak ada kepikiran akan mengugat dan sebagainya. Saya hormat dengan pemenangnya. Saya juga sering ke Minsel, tapi masyarakat nggak tahu. Toh saya punya rumah di Minsel dan banyak teman di Minsel,” tambahnya.

Sebenarnya, dia tak ingin lagi terjun ke dunia politik. Namun, karena desakan masyarakat, sehingga membuat dirinya harus ikut pastisipasi lagi.

“Saya menangis karena politik. Dan saya tidak ingin lagi masuk politik. Tapi banyak yang panggil saya kembali,” ujarnya.

RML belum bisa menyampaikan kendaraan politik yang akan dibawanya pada Pilkada Minsel nanti. Sebab, partai politik masih bisa berubah-berubah. Namun, pihaknya akan tetap kembali ingin mengabdi kepada masyarakat Minsel.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*