Pemprov Anggarkan 50 M Tangani Virus Corona di Sulut

Sulutmanadoterkini.com, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menegaskan pihaknya telah melakukan pergeseran anggaran lebih cepat dari sebelumnya.

Menurut Olly, hal ini dilakukan untuk mempersiapkan anggaran dalam mengatasi “bencana” virus Corona (COVID-19) yang telah masuk di Kota Manado, Sulut.

Tak tanggung-tanggung, Anggaran sebesar 50 milliar pun disiapkan Pemprov Sulut lewat pergeseran anggaran itu.

“Hari Senin, (16/3/2020) akan keluar Permendagri dalam rangka pergeseran anggaran yang akan keluar di APBD Provinsi Sulawesi Utara, ini sudah dikoordinasikan dengan Menteri Dalam Negeri serta Menteri Keuangan.”

“Kita putuskan tadi (14/3/2020) pertama kita akan geser anggaran TPPAD, jadi semua yang dapat anggaran itu sampai Desember, enam bulannya kita tarik. Jadi pegawai (ASN) sudah berkorban untuk penanganan COVID-19,” tegas Olly Dondokambey.

Selain anggaran TPPAD, Olly juga akan mencopot anggaran yang belum prioritas yang akan dihibahkan kepada daerah nantinya akan digeser untuk penanganan COVID-19.

“Sebelumnya, kita sudah persiapkan untuk beli masker dan lainnya dengan dana cadangan bencana sebesar tiga setengah miliar. Ini saya pikir kurang, makanya saya koordinasikan dengan Menteri Keuangan sama Menteri Dalam Negeri sehingga hari Senin tinggal ditandatangani sehingga bisa melakukan pergeseran anggaran untuk melakukan persiapan-persiapan guna mencegah COVID-19 berkembang,” jelas Olly.

Menurut Olly anggaran sebesar 50 milliar itu nantinya akan dipergunakan juga untuk menambah ruang isolasi pasien COVID-19.

“Kita akan menyiapkan pembiayaan dana untuk menunjang apabila suspek nya bertambah. Jadi tempat untuk isolasi kita akan siapkan (lebih besar) karena saat ini kemampuan Rumah Sakit Umum Daerah untuk menampung pasien yang betul-betul positif baru sampai sepuluh tempat tidur. Nah ini yang akan kita tingkatkan sampai delapan puluh tempat tidur.”

“Kita juga sudah menganjurkan kepada seluruh Rumah Sakit agar mempersiapkan tempat-tempat isolasi menjaga apabila ini (COVID-19) berkembang terus,” jelas Olly.

Olly menambahkan, akan mempersiapkan laboratorium khusus untuk mendeteksi COVID-19 di Sulut.

“Karena kalau kita menunggu hasil resmi dari pemerintah pusat itu memakan waktu lima hari dan berakibat bahwa kita akan terlambat mengambil langkah-langkah menangani (pasien) yang terdeteksi (COVID-19),” tutur Olly.

Lanjut Olly, pihaknya juga akan mempersiapkan Rumah Singgah yang akan digunakan sebagai deteksi dini bagi masyarakat yang diduga terkena COVID-19.

“Rumah singgah ini dimaksudkan apabila terdeteksi dalam pengecekan suhu badannya sampai 38, kita tempatkan (sementara) di Ruma Singgah,” kata Olly. (Rizath)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan