Dihadiri Wabup, Dikpora Minsel Gelar Ibadah Pra Natal Bersama

natal diknas minselmanadoterkini.com, AMURANG – Jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengelar ibadah Pra Natal bersama para Kepala Sekolah (Kepsek), para Guru tingkat SD/SMP dan seluruh pegawai di Gereja GMIM Sentrum Syaloom Amurang, Selasa (12/12).

Ibadah yang dipimpin Pdt Lendy J Umboh MTh ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Franky Donny Wongkar SH.

Wabup mengatakan, sebagai aparatur sipil negara (ASN) para pegawai harus bergerak maju mempercepat proses pembangunan dengan berlandaskan kasih.

“Perayaan Natal ini merupakan momentum natal yang selalu di tunggu oleh umat Kristiani, kita harus rayakan secara sederhana dan mengaktualisasikan kasih antar sesama,” ujarnya.

Wabu juga mengajak para pegawai dan masyarakat untuk merayakan Natal ini dengan sederhana dan jauh dari pesta pora, sertai dengan introspeksi tentang pesan damai natal.

“Kita juga harus menjaga kebersamaan antar sesama, sikapi isu negatif dengan kepala dingin tidak terprofokasi,” ujarnya lagi.

Selain itu Wongkar menghimbau agar semua pihak tetap mendukung bersama kepemimpinam Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla demi kesatuan NKRI, kita harus menjaga konstitusi Indonesia, agar rakyat Indonesia mendapatkan hak sebagai rakyat. Pemerintah terus melakukan revolusi mental dengan merubah sikap agar budaya kebersamaan dan gotongroyong tetap dijaga.

Turut hadir dalam ibadah natal yakni, Asisten I Drs Handry Sondakh dan Kepala Dikpora Minsel Dr Fietber Raco, Camat Amurang Johny Mononimbar MM dan seluruh Kepala UPTD se-Minsel serta kepala SD dan SMP se-Minsel.(dav)

manadoterkini.com, AMURANG – Jika tahun – tahun sebelum anak yang masih berumur lima hingga enam tahun bisa masuk Sekolah Dasar (SD). Untuk tahun 2017 ini sudah tidak bisa lagi.

Pasalnya, Aturan baru mulai ditetapkan tentang batas umur minimal masuk sekolah dasar (SD). Bahkan tahun ajaran 2017/2018 ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) memberlakukan aturan baru bagi siswa SD kelas 1.

“Tahun ajaran 2017/2018 ini khusus untuk SD, kami menerapkan anak yang masuk harus minimal berusia tujuh tahun,” ujar Kepala Dikpora Minsel DR Fietber Raco SPd MSi kepada manadoterkini.com.

Aturan ini, lanjut Dia, sudah seduai dengan Permendikbud. “Permen itu baru disahkan tahun ini. Dalam Permen Nomor 17/2017, tentang usia minimum masuk SD. Calon peserta didik yang akan diterima adalah mereka yang sudah berusia tujuh tahun,” ujarnya lagi.

Namun, dia meneruskan, untuk usia enam tahun terhitung 1 Juli, masih dimungkinkan diterima.
“Tapi harus disertai rekomendasi dari psikolog,” jelasnya.

Dia menambahkan, pemberlakuan aturan ini bukan tanpa alasan. Menurut Dia, beberapa alasan mengapa usia masuk SD ditetapkan tujuh tahun dan minimal enam tahun, dilihat berdasarkan aspek fisik.

“Di mana pada usia tujuh tahun, anak dianggap paling siap secara fisik. Untuk memegang pensil misalnya, anak sudah lebih mampu jika harus menulis sendiri tanpa bantuan orang dewasa,” ungkapnya.

Anak yang terlalu dini masuk SD, Dia mengatakan, umumnya masih bermasalah. Khususnya di kelas satu.
“Karena dia belum siap untuk belajar berkonsentrasi. Meskipun secara kemampuan intelektualnya dia sudah cukup mampu menyelesaikan soal-soal yang disediakan,” jelasnya

Sistem data pusat tidak akan menerima atau merekam, sehingga anak tersebut tidak tercatat dan mendapatkan nomor induk siswa nasional. Aturan ini pun ditanggapi beragam oleh orang tua.

Ellen Merentek, orang tua siswa yang bersekolah di salah satu SD di Minsel berpendapat, aturan ini baik dan mendasar.

“Anak saya masuk sekolah umur enam tahun. Mungkin secara kemampuan otak sudah bisa, tapi secara emosional masih harus dituntun. Sedangkan kurikulum sekarang sudah begitu sulit,” pungkasnya.(dav)

Bupati Minsel Pantau Langsung UNBK Tingkat SMP di SMK N 1 Amurang

UNBK
Bupati Minsel memantau langsung Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMP di Amurang

manadoterkini.com, AMURANG – Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu SE yang didampingi Sekdakab Minsel Drs Danny Rindengan MSi dan Kepala Dikpora Minsel DR Fietber Raco SPd MSi bersama jajaran Muspida Minsel pada Selasa (2/5) siang tadi memantau langsung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP yang dilaksanakan di SMK N 1 Amurang.

Pantauan manadoterkini.com dilakukan usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Minsel.

“Hari ini kita merayakan Hari Pendidikan Nasional yang juga bertepatan dengan UNBK, dan tentu ini menjadi tantangan kita kedepan. Tentu kedepan kita harus mempersiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk sekolah,” kata Tetty sapaan akrab bupati Minsel ini.

Bupati juga berharap, kedepannya kompetensi guru dapat memenuhi upaya peningkatan kualitas yang di canangkan pemerintah di Hardiknas 2017 ini.

“Kalau sudah berbasis komputer tentu guru-gurunya harus paham bagaimana mengoperasikan komputer. Bagaimana mereka menguasai seluruh konten-konten yang ada dalam komputer sesuai kebutuhannya, kalau untuk Minsel kita percaya SDMnya cukup baik,” tandasnya.(dav)

Kantor Dikpora Minsel Dibobol Maling

minselmanadoterkini.com, AMURANG-Ruang kerja di kantor Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dibobol maling pada Rabu (5/4) subuh tadi. Akibatnya, alat kerja seperti labtop raib digondol pencuri.

“Yang hilang satu unit labtop dan itu diambil diruang kerja Kabid Paud Dra Fien Runtuwene SPd,” ujar Kepala Dikpora Minsel DR Fietber Raco SPd MSi kepada sejumlah wartawan.

Sementara itu, Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana melalui Kasatreskrim M Nandar yang dikonfirmasi manadoterkini.com membenarkan laporan tersebut.
“Saat ini tim kami masih melakukan olah TKP,” tutupnya.(dav)

manadoterkini.com, AMURANG-Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpor) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), rupanya sedang menggodok rotasi Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berstatus negeri.

Hal tersebut dibenarkan oleh Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE kepada sejumlah wartawan.
“Untuk Kepsek SD dan SMP siap – siap ya, tunjukan kinerja, dan loyalitas serta tanggung jawab, dalam waktu dekat Saya akan mengelar rolling secara besar – besaran, jadi siapa tidak loyal siap saja, pasti saya ganti,” ujar Bupati dengan nada senyum.

Hal senada disampaikan Kepala Disdikpor Minsel DR Fietber Raco SPd MSi mengatakan, untuk pergantian kepala sekolah (Kepsek) segera dilakukan. Namun, untuk waktu belum ditentukan. Pergantian kepala sekolah berbeda dengan pergantian pejabat yang ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kalau pergantian Kepsek tidak disebut mutasi, tapi lebih pada rotasi, yakni perputaran jabatan antara sekolah yang satu dengan lainnya,” kata Raco.

Dia menjelaskan, aturan pergantian Kepsek sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 28 tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai Kepsek/madrasah.

Dalam bab empat pasal 9, untuk pergantian kepala sekolah dilakukan Pemda, serta melibatkan tim pertimbangan dan unsur pengawas sekolah.

Sedangkan, masa jabatan kepala sekolah juga telah diatur, satu kali masa tugas selama empat tahun. Jika di 2017 dilakukan rotasi Kepsek, maka sangat layak karena beberapa Kepsek telah melewati masa tugasnya.

“Penyusunan nama-nama Kepsek telah dilakukan untuk dilakukan pertukaran, sisa menunggu waktu yang tepat lagi dan perintah dari pimpinan,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pergantian Kepsek sudah menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Pasalnya, per 1 Januari 2017 kewenangan Pendidikan Menengah (Dikmen) telah diserahkan ke provinsi sesuai amanat UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemda.

Begitu pula dengan sekolah yang berstatus swasta, Disdikpor Minsel sudah tidak memiliki kewenangan untuk mengatur pergantian Kepsek.

“Hal ini dikarenakan sekolah tersebut dikelola yayasan masing-masing. Untuk Disdikpor hanya sebatas koordinasi saja,” tandasnya.(dav)

Tunjangan Sertifikasi Triwulan IV Tahun 2016 Segera Dibayar

Raco
DR Fietber Raco

manadoterkini.com, AMURANG – Tunjangan Sertifikasi Guru (TSG) triwulan IV tahun 2016 lalu akan segera dibayarkan. Demikian diungkapkan Plt Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Minahasa Selatan DR Fietber Raco kepada sejumlah wartawan.

Menurut Raco, pihaknya tinggal menunggu bendahara definitif untuk melakukan pengurusan berkas. “Kami menyadari keterlambatan pencairan dana sertifikasi guru dikarenakan masih menunggu bendahara defenitif. Pasca pelantikan saya sebagai Plt Dispenpor Minsel, belum ada bendahara baru. Kalau kami sudah memiliki bendahara definitif, pasti akan segera dibayarkan,” terangnya.

Diapun menyadari, ada beberapa guru yang sudah menerima dana sertifikasi. Sebagian memang belum menerima, tetapi pekan depan akan berupaya dicairkan.

“Memang sebagian guru sudah menerima dana sertifikasi, sebagian belum. Tetapi jangan kecewa pekan depan akan saya usahakan segera disalurkannya,” ujarnya.

Dia menambahkan, penerima dana sertifikasi guru tersebut masuk langsung ke rekening masing-masing guru yang ada. Kalau ada dari Dinas sendiri mengadakan pungli, segera dilaporkan.

“Saya menegaskan kembali, kepada seluruh guru penerima sertifikasi. Jika ada oknum pegawai yang melakukan pungutan, segeralah melaporkan kepada saya. Saya tak tanggung untuk memproses para oknum pegawai tersebut,” tukasnya.(dav/mlz)

manadoterkini.com, AMURANG-Pelaksanaan masa orientasi siswa (MOS,red) yang selama bertahun-tahun menjadi ciri khas di hampir seluruh sekolah yang ada, kini telah dihapus pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Minahasa Selatan (Minsel).

Hal ini disampaikan Kepal Dikpora Minsel Ollyve Lumi SSTP kepada manadoterkini.com Jumat (15/7) siang tadi.

“Saat ini sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 18 Tahun 2016 MOS telah diganti dengan pengenalan lingkungan sekolah,” ujar Lumi.

Dijelaskannya, pengenalan lingkungan sekolah ialah tanpa kekerasan dan tanpa aksi senior junior.
“Jadi sekarang dalam masa orientasi, sekolah tidak ada lagi kekerasan dan itu berpatokan pada undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 pasal 54. Pengenalan lingkungan sekolah berpatokan pada anti-bullying,” jelasnya sembari beraharap peran aktif semua pihak bilamana ditemukan ada yang sekolah menerapkan perploncoan untuk melaporkan.

Hal lain yang juga harus diperhatikan di lingkungan sekolah, yaitu larangan merokok demi kenyamanan belajar siswa.

“Sekolah juga harus bebas asap rokok. Jadikan suasana sekolah yang aman nyaman sampai jam belajar mengajar berakhir,” tegasnya.

Menurutnya, aturan tersebut memiliki dampak positif bagi siswa baru ketika menerima pengenalan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Fien Runtuwene menjelaskan aturan yang dibuat ini menyentuh para siswa dan berkaiatan dengan revolusi mental dan program Presiden Nawacita.

“Pendidikan diawali dengan budi pekerti bukan dengan kekerasan. Pemerintah dan masyarakat harus saling mendukung membantu anak-anak selama dalam menimba ilmu dibangku sekolah, karena kelak anak-anak ini yang akan menjadi harapan bangsa,” tandasnya.(dav)

manadoterkini.com, AMURANG-KONI Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang dipimpin oleh Kristovorus Deky Palinggi SE saat ini dinilai “Mati Suri”, hal ini dikarenakan Sekretariat induk organisasi olahraga tersebut nyaris tidak memiliki aktifitas mempersiapkan atletnya menuju PON 2016 di Jabar.

Donna Bella warga Minsel yang juga Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unima Tondano menilai, KONI seharusnya sudah mempersiapkan berbagai agenda dalam rangka mempersiapkan atlet di Minsel untuk menghadapi PON di Jabar.

Tetapi kenyataannya, sekretariat KONI Minsel sebagai sentral pembinaan organisasi keolahragaan hingga kini tidak berjalan.

Sehingga kata dia, matinya organisasi induk olahraga KONI Minsel, akan berimplikasi terhadap proses pembinaan yang dilaksanakan oleh pengurus Kabupaten pada setiap cabang olahraga juga tidak akan berjalan normal.

“Bagaimana mungkin program pembinaan prestasi oleh pengurus Kabupaten cabang olahraga akan berjalan baik, sedangkan roda induk organisasi KONI saja hanya jalan di tempat,” kritik Bella.

Untungnya, kata dia, pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) dan sejumlah cabang olahraga seperti Perbakin Minsel sudah memiliki sentral pembinaan yang diharapkan dapat memacu prestasi atlet yang ada di daerah itu.

“Program ini sudah berjalan maksimal dan bahkan telah berhasil mencetak atlet berprestasi. Namun disayangkan, keberhasilan atlet tidak dibarengi dengan majunya induk organisasi olahraga KONI,” ujarnya.

Ia menambahkan, setidaknya atlet-atlet yang sudah menyelesaikan program pembinaan, dapat dilanjutkan untuk ditampung oleh KONI cabang olahraga masing-masing, sehingga proses pembinaan atlet tetap berkelanjutan.

“Program pembinaan atlet ini akan menjadi tumpang tindih. Disatu sisi cabang olahraga Perbakin Minsel berhasil melakukan pembinaan atlet, tetapi, disisi lain, pengurus Kabupaten cabang olahraga dan KONI tak berjalan maksimal, “katanya.

Hal senada dikatakan salah satu pengurus KONI Minsel, ia menilai induk organisasi nyaris tidak berpenghuni.

“Cabang olahraga saat ini bagaikan ayam yang kehilangan induk dan tidak tahu harus berkonsultasi kemana jika ada persoalan yang dihadapi para pengurus olahraga,” ujarnya sambil meminta namanya jangan dipublikasikan.(dav)

MTerkini.com, AMURANG-Sejak dimulainya Ujian Nasional (UN) tingkat SMP di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) hingga Kamis (12/5) siang tadi. Pelaksanaan UN) tingkat SMP di Minsel berjalan lancar.

Hanya saja dari 3.656 siswa yang menjadi peserta UN ada 55 siswa yang tidak ikut serta dalam ujian yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Minsel Olyvia Lumi melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) DR Fietber Raco kepada manadoterkini.com Kamis (12/5) siang tadi.
Dia mengungkapkan, 55 siswa peserta yang tidak mengikuti UN ini tidak memiliki alasan atau tanpa berita.
“Ya, ada 55 siswa yang tidak mengikuti UN,” ujar Raco.
Raco mengungkapkan, bahwa terkait adanya siswa yang tidak mengikuti UN ini, pihaknya menyiapkan jadwal ujian susulan, yang sedianya direncanakan akan dilaksanakan pada pekan depan.
“Bagi yang tidak ikut UN, kami sudah siapkan UN susulan,” katanya.
Seperti diketahui, siswa peserta UN SMP di Minsel berjumlah 3.656 siswa, yang tersebar di 83 SMP di 17 Kecamatan. Setelah hari pertama hingga hari keempat diperhadapkan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA.(dav)

MTerkini.com, AMURANG – Dibukanya pendaftaran calon mahasiswa di beberapa universitas membuat calon mahasiswa diharuskan memilih perguruan tinggi swasta (PTS) yang tidak jelas dan tidak bermasalah. Sebab beberapa PTS yang ada di Sulut saat ini sudah dinonaktifkan sementara aktivitasnya oleh Kementrian Riset Dikti dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Hal ini rupanya telah membuat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Minahasa Selatan )Minsel), mewanti setiap calon mahasiswa untuk bisa memilih kampus yang jelas statusnya.

Kepala Dikpora Minsel Ollivya Lumi mengatakan, pilihan calon mahasiswa harus memiliki standar pendidikan tinggi yang layak dan cocok, sehingga calon mahasiswa tidak menerima getah dari pendidikan tinggi yang notabenenya tidak jelas, atau tidak memiliki kualitas baik.

“Calon mahasiswa, sudah harus memilih kampus yang incredible dan cocok baginya,” ujar mantan kepala BPMPD Minsel ini .

Dia juga menambahkan peran orang tua dalam mengintervensi setiap calon mahasiswa, agar memilih pendidikan tinggi dengan notabene yang jelas dan memiliki akreditasi atau sekolah ikatan dinas yang sudah menentukan arah melingtang para mahasiswanya.

“Orang tua harus lebih pro aktif juga dalam memilihkan kampus yang terbaik bagi anak-anak mereka,” tandasnya.(dav)