Jadi Simpang Siur, Kejalasan Status Pasien Dibahas Satgas COVID-19

Sulutmanadoterkini.com, SULUT – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulut Edison Humiang memimpin rapat Gugus Tugas Covid-19 Sulut bidang operasional di Ruang Posko Gugus Tugas, Jumat, (17/4/2020).

Rapat tersebut dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 8 Tahun 2020 tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran (OPP) Covid-19 yang ditandatangi 14 April 2020,

“Ada enam poin penting yang dibahas pada pertemuan ini. Mulai dari penguatan sinergitas antara bidang tugas dalam gugus tugas provinsi sampai evaluasi kendala yang timbul dalam penanganan PDP ataupun terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal,” jelas Humiang.

Pertama, kata Humiang adalah sinergitas antar bidang tugas pada gugus tugas COVID-19 Sulut harus diperkuat agar dapat berfungsi secara optimal dalam penanganan dan pencegahan penyebaran COVID-19.

Kedua, sebagai pusat Informasi penanganan COVID-19 di Sulut, perlu adanya keakuratan informasi dari RSUP/RS dan pihak berkompeten lainnya untuk menjelaskan status pasien yang meninggal dunia baik ODP, PDP, dan terkonfirmasi positif agar keluarga dapat memahami status pasien.

Ketiga, Sosialisasi tentang fungsi dan manfaat rumah singgah harus melibatkan pemerintah kabupaten dan kota

Keempat, Untuk mendapatkan persepsi yang sama dalam menyikapi penanganan COVID-19, perlu dilakukan pertemuan melalui video conference antara gugus tugas provinsi dan kabupaten/kota.

Kelima, Pergub Sulut Nomor 8 tahun 2020 tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran COVID-19 harus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat Sulut.

Keenam, Penambahan dan pendistribusian Alat Pelindung Diri (APD) bagi aparat TNI dan Polri untuk menunjang tugas aparat di lapangan.

Rapat itu diikuti Karo Ops Polda Sulut, As Ops Kodam XIII/Merdeka, Kapolresta Manado, Kasi Ops Korem 131 Santiago dan beberapa Pejabat Pemprov Sulut diantaranya Kadis Sosial, Kasatpol PP, Kaban BPBD, Karo Hukum serta jajaran Dinkes dan Dishub. (*/Rizath)

Humiang : TNI Diharapkan Tingkatkan Sense Of Crisis Permasalah Sosial

manadomanadoterkini.com, SULUT – Selain memaksimalkan performa dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pelayan masyarakat, TNI diharapkan dapat lebih meningkatkan Sense Of Crisis permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi.  Demikian diungkapkan Asisten I Pemprov Sulut Edison Humiang, ketika menghadiri pemecahan rekor MURI Tari Gemu Fmire secara serentak seluruh Indonesia dalam rangka memperingati HUT TNI Ke-73 di Ruas jalan Jembatan Soekarno, Manado, Provinsi Sulut, Selasa (4/9/2018) sekitar pukul 07.25 Wita.

”Hal ini sangatlah penting dalam upaya menjaga citra positif aparat negara di mata masyarakat. Kompleksnya tuntutan ini, memang tidak mudah untuk diwujudnyatakan namun melalui kinerja yang profesional dan mandiri, disertai dengan kematangan dan kecerdasan yang dimiliki, maka TNI sampai saat ini mampu mengimplementasikan segala tugas dan tanggung jawab yang melekat,” terang Humiang.

Seiring dengan memperingati HUT TNI ke-73, TNI menampilkan warna yang berbeda, melalui terobosan yang kreatif dan sentuhan kemasyarakatan yang persuasif dengan menyelenggarakan pemecahan rekor Muri Tari Gemu Famire.

“Tari Gemu Famire merupakan tarian asal Flores NTT yang belakangan mendemamkan masyarakat Indonesia dengan gaya tarian sederhana dan menyenangkan untuk dilakukan bukan hanya sebagai refresentatif dari kebahagiaan masyarakat Indonesia, sekaligus pengejawantakan dari kesatuan dan persatuan bangsa,” ujarnya.

Oleh karena itu, dengan adanya pemecahan rekor Muri tari Gemu Famire saat ini, diharapkan semakin mempertegas kekayaan budaya bangsa, sehingga menutup peluang negara lain untuk mengklaim maha karya ini.

“Dalam konteks itulah menjadi harapan kiranya kegiatan saat ini dapat diikuti dengan sebaik-baiknya. Karena disamping untuk pemecahan rekor Muri, juga sebagai media untuk berolahraga, kebugaran dan kesehatan tubuh serta bersosialisasi. Sehingga pada akhirnya dapat memberikan manfaat berarti bagi kesehatan dan kebersamaan kita dalam membangun daerah dan bangsa tercinta,” katanya.(*tim)

Terkait Kendis Bermasalah Pajak, Humiang Mengaku Tinggal Tunggu Perintah

humiangmanadoterkini.com, SULUT – Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Drs Edison Humiang mengaku siap mengeksekusi kendaraan dinas (Kendis) yang bermasalah pajak.

Hal ini disampaikan Humiang menanggapi adanya pengguna kendaraan dinas yang malas bayar pajak, alias menunggak. “Kalau sudah seperti itu, tinggal perintahnya,” ungkap Humiang, Kamis (08/06/2017) di lobi Kantor Gubernur.

Bahkan kesiapannya tersebut tidak main-main, Dia pun mengaku sudah menyampaikan ke Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemprov Sulut, Roy Roring untuk memberikan data pengguna kendaraan dinas tersebut. “Saya sudah sampaikan ke Asisten III kemarin, berikan daftarnya, torang (kita) lakukan penindakan,” tandasnya.

Lanjutnya lagi, “Itukan tidak dibayar dengan uang pribadi, tapi APBD. Jadi jangankan pajak, kendaraannya saja kotor. Yang pemakainya ditegur. Sudah enak pakai kendaraan dinas rawatnya enggak,” pungkas Humiang.

Karena itu, Dia menyarankan untuk setiap DKPD harus ada pemeriksaan aset, agar semua aset termasuk kendaraan roda empat dan roda dua mempunyai data update.(alfa)

Satpol-PP Sulut Siap Amankan KEK dan Aset Pemerintah

Edison Humiang
Kasat Pol-PP Pemprov Sulut, Edison Humiang

manadoterkini.com, SULUT – Sejauh ini pengamanan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih dilokasi Kantor Gubernur, perkantoran lingkup Pemprov serta rudis para pejabat. Namun, dalam waktu dekat wilayah pengamanan akan lebih luas lagi, hingga ke wilayah pembangunan KEK, Kayuwatu, serta lokasi yang merupakan aset Pemprov Sulut.

Rencana ini disampaikan Kasat Satpol-PP Pemprov Sulut, Edison Humiang kepada manadoterkini.com, Senin (13/03/2017). Humiang mengatakan rencana ini nantinya akan dilaksanakan guna menunjang progran pemerintah Sulut, terlebih khusus dalam menjaga keamanan.

“Kedepan pengamanannya sampai ke KEK Bitung, Minut serta Lokasi Pameran yang ada di Kayuwatu. Awal, di KEK Bitung akan kami kerakan dua anggota, selanjutnya dilokasi lain seperti Kayuwatu, ” ungkap Humiang.

Dalam penanganan, Humiang menerangkan, pihaknya akan berkordinasi dengan pemerintah setempat, dan terutama dengan arahan pimpinan.

“Begitu juga dengan personil Satpol-PP, akan dibekali. Dalam tugasnya harus mengedepankan pendekatan emosional, sehingga mampu berbaur dengan masyarakat. Kemudian Satpol-PP juga harus dilengkapi dengan Knowledge, pengetahuan, agar tidak hanya mengandalkan otot, ” pungkasnya sembari menuturkan saat ini dari Satpol-PP sudah rutin patroli di wilayah lingkup Pemprov Sulut.(alfa)

Mantan Sekot Bitung Jabat Staf Khusus KEK, Humiang : Terima kasih Pak Maurits

Bitung
Humiang bersama Penjabat Walikota Bitung Jhon Palandung

MTerkini.com, BITUNG – Mantan Sekretaris Daerah Kota (Sekot) Bitung Drs Edison Humiang MSi kini dipercayakan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, menjabat sebagai staf khusus bidang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Manado-Bitung. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Sekretaris Daerah Propinsi Sulawesi Utara nomor 800/620/sekr-BKD tentang penempatan Pegawai Negeri Sipil atas nama Drs Edison Humiang MSi.

Menanggapi hal tersebut Humiang mengaku senang dirinya bisa menjadi staf khusus bidang KEK mendampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey. “Saya harus berterima kasih kepada Wakil Walikota Bitung terpilih Pak Ir Maurits Mantiri yang sudah membantuh saya sehingga dipercayakan Gubernur Sulut,” tutur Humiang.

Mantan Sekot Bitung ini berjanji akan melakukan tugasnya sebaik mungkin untuk membantuh Gubernur Sulut terkait rekomendasi dan pemikiran yang konstruktif terhadap KEK. “Yang pasti saya akan membantu Gubernur dan Pemerintah Kota Bitung dalam mensukseskan KEK kedepan, dan sekali lagi makase banya Pena (Maurits,red), ” tutup Humiang.(ref)

Meskipun Non Job, Humiang : Kita Semua Tetap Bersahabat

HumiangMTerkini.com, BITUNG – Pergantian pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bitung akhir-akhir ini ramai dibicarakan, baik dikalangan pejabat maupun masyarakat. Bahkan pergantian pejabat ini menjadi trending topik di Kota Bitung.

Salah satunya mantan Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Bitung Drs Edison Humiang, yang baru saja digantikan oleh Drs Malton Andalangi sebagai Plt Sekkot Bitung. Memang hal ini meninbulkan pro dan kontra dikalangan pejabat maupun masyarakat.

Menanggapi situasi ini, kepada awak media Drs Edison Humiang menyampaikan bahwa, “Meskipun keadaan seperti ini, kita semua tetap bersahabat,”tuturnya sambil bercandaria bersama para awak media di ruangan humas Pemkot Bitung.

Lanjutnya, “Jika ada perlu sesuatu, silakan hubungi saja nomor saya,” ujar Humiang sambil tetap melanjutkan bincang-bincang dengan awak media.(ref)

Jabatannya Digantikan, Humiang : Saya Masih Sekkot!

Drs. Edison HumiangMTerkini.com, BITUNG – Mantan sekretaris Kota (Sekkot) Bitung yang baru saja digantikan, Drs Edison Humiang, MSi menyatakan dirinya sampai saat ini masih sebagai Sekkot Bitung, dan pihaknya tidak menggubris SK pemberhentian dirinya, karena tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kamis (18/02/2016) Humiang mengatakan, proses pemberhentian tersebut melanggar UU nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatus Sipil Negara (ASN). “Saya tidak menggubris SK tersebut karena tidak sesuai ketentuan UU nomor 5 tahun 2014 tentang ASN dan ketentuan lainnya. Jadi saya masih Sekkot,” tandasnya.

Lanjut dikatakannya, Wakil Walikota bukan penjabat Pembina Kepegaawaian sesuai UU ASN pasl 1 ayat 14. “Pasal 53 UU ASN Presiden selaku pemegang kekuasaan tertinggi Pembina kepegawaian, dapat melimpahkan kepada Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota, bukan Wakil Walikota,” tegasnya.(ref)

Humiang : Walikota Kota Bitung Hanny Sondakh Sudah Sembuh

edison humiangMTerkini.com, BITUNG – Setelah melalui perawatan operasi di Negara China pada tanggal 15 Januari 2016 lalu, akhirnya Walikota Bitung Hanny Sondakh dinyatakan telah membaik dari penyakitnya oleh pihak dokter.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bitung Drs Edison Humiang MSi.
Informasi terkini bahwa kondisi Walikota Hanny Sondakh saat ini sudah membaik berkat perawatan operasi yang berjalan dengan lancar dan hingga sekarang ini tinggal menunggu rekomendasi dari dokter ahli untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.
“Bapak Walikota Hanny Sondakh akan melaksanakan pengobatan pemulihan di Singapura hingga benar-benar sembuh dan nantinya segera akan kembali di Bitung,“terang Humiang yang mendapat informasi ini Via telepon dari Ketua TP-PKK Kota Bitung Ny. Josephien Sondakh Taroreh.(ref)

 

Humiang akan Gelar Muspalub Tandingan

IKSSAT BItungMTerkini.com, BITUNG – Perseturuan Pengurus Ikatan Kerukunan Sangihe Sitaro Talaud (IKSSAT) Kota Bitung masih berlanjut, Musyawarah Paripurna Luar Biasa (MUSPALUB) yang digelar oleh Mochtar Parapaga SH cs yang saat itu sebagai pengurus harian IKSSAT kota Bitung mendapatkan perlawanan dari kubu Drs Edison Humiang.

Muspalub yang dilaksanakan oleh Parapaga cs di Wisma Pelaut Internasional menghasilkan kepengurusan yang baru, dimana Mochtar Parapaga di angkat sebagai ketua umum IKSSAT kota Bitung.

Humiang sebagai ketua umum IKSSAT kota Bitung saat itu di Kudeta dengan dalil pelanggaran berat, pelanggaran pun sudah disampaikan parapaga dalam Muspalub. Kepengurusan Humaing sebagai Ketum nanti berakhir bulan November mendatang.

Menyikapi terbentuknya pengurus IKSSAT yang baru yang dipimpin Mochtar Parapaga SH, Pengurus IKSSAT yang dipimpin Drs Edison Humiang yang juga Sekot Bitung ini menggelar rapat terbatas. Jumat, (15/01/2016)

Pertemuan yang digelar diruang kerjanya (Humiang Red) dihadiri oleh Asisten I Alfred Mandak, Kadis Sosial Forsman Dandel, Kadis ESDM Herry Benyamin, Sekretaris Dinas Pasar Give Mose, Sekretaris Badan Keuangan Fernando Makagansa dan Jhon Sineri.

Humiang sendiri ketika dikonfirmasi mengenai rapat terbatas menjelaskan bahwa, “Akan ada pertemuan bersama tokoh-tokoh adat Nusa Utara yang sejak lama membesarkan organisasi ini. “

“Muspalub akan digelar Sabtu (16/1/2016) besok, di rumah Bendahara Jhonly Tamaka dan akan disampaikan ke media, tambah Humiang.(ref)

Humiang : Musyawarah IKSSAT Tidak Sah

humiang edisonMTerkini.com, BITUNG – Dilaksanakannya Musyawarah Paripurna Luar Biasa (MUSPALUB) Ikatan Rukun Sangihe Sitaro Talaud (IKSSAT) Kota Bitung, Rabu (13/01/2016) yang dilaksanakan oleh Mochtar Parapaga selaku pengurus harian IKSSAT kota Bitung ternyata menimbulkan polemik internal organisasi ini sendiri.

Ketidakhadiran Ketua Umum IKSSAT Kota Bitung Drs Edison Humiang dalam MUSPALUB tersebut dikarenakan MUSPALUB tersebut tidak sah. “Musyawarah Paripurna Luar Biasa tidak sah karena tidak sesuai aturan organisasi ” ujar Humiang.

Dalam Laporan Pertangungjawaban Mochtar Parapaga menyebutkan salah satu alasan dilaksanakananya MUSPALUB karena kegagalan Ketua Umum (Humian,red) tidak melaksanakan konsolidasi organisasi sampai beberapa kali diingatkan oleh majelis adat, untuk hal ini. “Kalau Ketua gagal berarti pengurus yang lain juga gagal, termasuk Mochtar Parapaga sebagai sekem ” tegas Humiang.

Terkait juga pelanggaran Ketum IKSSAT yang disampaikan oleh Parapaga yaitu tidak melaksanakan amanat keputusan rapat kerja pengurus harian IKSSAT pada bulan Maret 2015 yang isinya mendukung kader IKSSATyang diakomodir sebagai calon walikota dan wakil walikota Bitung, yang terakomodir diantaranya adalah Ir. Maurits Mantiri.

IKSSAT sebagai organisasi adat tidak boleh mendukung salah satu pasangan calon di Pilkada. “Sabtu nanti akan diadakan rapat dengan pengurus IKSSAT yang lain untuk membahas hal ini,”ungkap Humiang.(ref)