Kemenag Sulut Ingatkan ASN/PNS Tidak Terlibat Kegiatan Politik

Suleman
Drs. H. Suleman, M.Pd

SULUT, (manadoterkini.com) – Jelang Pilkada Serentak, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara (Sulut), Drs. H. Suleman, M.Pd mengingatkan jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparat Sipil Negara (ASN) untuk tidak melibatkan diri dengan kegiatan politik.

“Mari kita sukseskan program kerja di Kementerian Agama, koordinasi dan bekerja sesuai tupoksi masing-masing. Tingkatkan Disiplin kerja dan jangan melibatkan diri pada kegiatan politik,” terang Suleman.

Suleman juga menjelaskan tentang larangan yang ditegaskan dalam PP. 53 tahun 2010. “Jadi ASN/PNS harus netral tidak memihak kepada salah satu kontestan di Pilkada,” tandas Suleman saat rapat evaluasi kepegawaian jajaran Kemenag Sulut di Hotel Travello Manado, baru-baru ini.(chris)

SULUT, (manadoterkini.com) – Di sela-sela kesibukannya sebagai pimpinan, Kakanwil Kemenag Sulut Drs. H. Suleman Awad, M.Pd masih menyempatkan waktunya menjemput dan mendampingi dua tamu penting dilingkungan Kementerian Agama, Kamis (1/10).

Tamu pertama yang dijemput Kakanwil kemenag Sulut adalah Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kemenag R.I. H. Syihabuddin Latief.

Kedatangan Kabiro Keuangan ini sudah diketahui sebelumnya, mengingat Biro Keuangan Kemenag melaksanakan kegiatan orientasi pengelolaan Barang Milik Negara di Hotel Top Manado. “Kemenag Sulut dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan BMN ini, karena masuk dalam 10 besar dalam capaian realisasi anggaran,” ujar Latief.

Saat memberikan materi pengelolaan BMN, Kakanwil Kemenag Sulut Drs. H. Suleman Awad, M.Pd mendampingi Kabiro Keuangan dengan tampil sebagai moderator.

Usai memberikan materi Kepala Biro Keuangan H. Syihabuddin diantar kembali ke bandara hingga ke ruang tunggu dan Kakanwil kembali sudah bersama tamu kedua, Staf Khusus Menteri Agama bidang Tehnologi Informasi (IT) Sigit Hariyanto.

Sebelum diantar menginap di Hotel Aryaduta, Staf Khusus Menteri ini mampir di Hotel Sutanraja guna memberikan ceramah dihadapan civitas akademika STAKN yang sedang melaksanakan kegiatan bimbingan teknis pemantapan penyusunan RKA tahun 2016 dan Reinstra 2015-2019 di dampingi Kakanwil Kemenag Sulut Drs. H. Suleman Awad, M.Pd dan Ketua STAKN Dr. J. Maritulung.

Sigit dijadwalkan akan mengunjungi Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri dan IAIN Manado serta Kantor Wilayah Kemenag Sulut besoknya sebelum bertolak kembali ke jakarta. (chris)

SULUT, (manadoterkini.com) – Bertempat di Hotel Aryaduta Manado, Subbag Hukum dan KUB melaksanakan kegiatan Dialog Tokoh Pemuda Lintas Agama yang diberi judul melalui dialog tokoh pemuda lintas Agama kita pelihara kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara. “Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung selama tiga hari (1-3/9) diikuti 30 orang peserta,” kata Burhan Sadjab, Ketua Panitia.

Kakanwil Kemenag Sulut Drs. H. Suleman Awad, M.Pd dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan kegiatan seperti ini dimaksudkan untuk membentuk pola komunikasi antar pemuda lintas agama serta mewujudkan sikap toleransi antar umat beragama yang terbangun berdasar sikap saling menghargai dan menghormati antar pemeluk agama. “Tidak ada satupun Agama yang mengajarkan umatnya untuk saling membenci, menghina, apalagi permusuhan,“terang Suleman.

Menurutnya jika kita sudah bisa menerima perbedaan, maka kita harus bisa menghargai dan menghormati perbedaan keyakinan. “Kita berbeda keyakinan, tetapi kita tetap bisa saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan,” kunci Awad.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasubag Hukum dan KUB Jansje Rumondor, S.Th., M.PAK dan Kasubag Humas Suharto Rondo, S.Ag. (ons).

SULUT, (manadoterkini.com) – Kakanwil Kemenag Sulut Drs. H. Suleman Awad, M.Pd, Senin (14/9) kemarin, menerima kunjungan Pengurus Karang Taruna Kota Kotamobagu yang dipimpin langsung ketuanya Rudini Sako SE, di aula Kanwil Kemenag Sulut.

Dalam kunjungan tersebut Kakanwil didampingi Kabid Bimas Islam Aswin Kyai Demak, SAg., M.Pd.I, Kasie Urais Drs. Kalo Tahirun, dan Hamka Dondo, S.Ag., M.Pd.I Kasie Penerangan Islam.

Pertemuan yang berlangsung selama satu jam itu, Kakanwil Kemenag Sulut Drs. H. Suleman Awad, M.Pd memaparkan lima tugas utama Kemenag yakni, meningkatkan kualitas kehidupan beragama, meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama, meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Usai menjelaskan tugas pokok kemenag, Kakanwil dan para pengurus karang taruna kota Kotamobagu saling memperkenalkan diri dan beraudiens. “Forum ini kita gunakan untuk saling share kegiatan dan agenda kerja masing-masing,” tutur suleman.

Ketua Karang Taruna Kota Kotamobagu Rudini Sako, S.E. dalam penyampaiannya mengucapkan terima kasih atas penerimaan dan pemberian informasi kepada karang taruna. “Ïnsya Allah kedepannya kita bisa saling bersinergi, untuk mencapai tujuan bersama,” paparnya. (chris).

SULUT, (manadoterkini.com) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Drs. H. Suleman,M.Pd membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Buddha Non PNS Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2015. “Penyuluh adalah orang-orang yang baik, orang-orang pilihan, sehingga dapat menjadi panutan dan memberi penerangan bagi umatnya,” kata Suleman.

Suleman menegaskan, posisi penyuluh haruslah dapat berperan sebagai pembimbing, organisator, dinamisator, pelatih, teknisi, dan jembatan penghubung antara masyarakat sasaran dan lembaga yang diwakilinya. Selain itu, Suleman mengingatkan untuk tetap menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama.

Sebagai orang yang telah memiliki pemahaman spiritual dan religiusitas yang tinggi, penyuluh agama hendaknya mampu menjadi tauladan sekaligus membimbing umat dalam upaya pembangunan kerukunan intern dan antar umat beragama. Untuk membangun kondisi umat toleran, tidak eksklusif dan fanatik, dibutuhkan kerjasama dari semua pihak baik pemerintah, tokoh agama, guru, penyuluh dan tokoh masyarakat. “Berikanlah penerangan kepada umat bahwa betapa indah hidup dalam kerukunan dan kedamaian,” tutur Suleman.

Kegiatan pembinaan penyuluh agama Buddha non PNS se-sulawesi utara ini di laksanakan selama tiga hari, mulai (04/09) hingga (06/09) bertempat di Hotel Sahid Manado. (chris)

SULUT, (manadoterkini.com) – Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan tonggak sejarah perjuangan, yang patut dimaknai dengan mengaktualisasikan semangat kemerdekaan, dimasa kini dan di masa mendatang.

Itulah penggalan kalimat yang disampaikan Gubernur Sulawesi Utara yang dibacakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara Drs. H. Suleman Awad, M. Pd saat memimpin upacara HUT RI ke-70, Senin (17/8).

Sebagai pewaris kemerdekaan kita diharapkan lebih memahami, merefleksikan danmengimplementasikan pesan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bagi pembangunan Indonesia.

“Kita harus terus berupaya menyempurnakan apa yang telah dicapai hingga saat ini dan menjadikannya sebagai tahapan kemajuan Sulawesi Utara,” ujar Suleman di lapangan Kanwil Kemenag Sulut.

Gubernur juga mengucapkan terima kasih yang tulus atas suport, kontribusi, kerjasama dan kebersamaan yang telah tercipta indah selama ini,

“Saya mengajak kita sekalian untuk senantiasa melangkah bersama menuju masa depan yang penuh kegemilangan dan prestasi,” pesannya.

Seluruh pejabat dan karyawan/wati hadir dalam upacara ini dan mengikuti dengan hikmat. (chris)

Suleman: Penyelenggaraan Haji 2 Tahun Terakhir Ini Meningkat

kemenagSULUT, (manadoterkini.com) – Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulut mengadakan kegiatan Workshop manasik haji bagi stakeholder perhajian tingkat Sulawesi Utara, Rabu (12/8).

Acara yang sudah dimulai sejak Selasa kemarin itu mengambil tempat di Hotel Grand Puri Manado dan diikuti sekitar 30-an peserta utusan Kabupaten Kota se-Sulawesi Utara.

Kepala Kanwil Kemenag Sulut Drs. H. Suleman Awad, M.Pd dalam arahannya saat memberikan materi mengatakan penyelenggaraan ibadah haji dua tahun terakhir telah mengalami banyak peningkatan.

“Peningkatan itu bisa kita lihat melalui peran stekholder haji, yakni memotivasi jamaah pasca haji, utamanya dalam memelihara dan menjaga nilai-nilai kemabruran haji,” urai Awad.

Kemabruran haji itu berdimensi dua, Vertikal dan Horisontal yakni, meningkatnya kesalehan personal dan meningkatnya kesalehan sosial (bermasyarakat) terangnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah H. Abdul Aziz Tegela, SE, Panitia Pelaksana dan narasumber. (chris)

MANADO, (manadoterkini.com) – Bertempat di aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah mengadakan rapat teknis pemberangkatan dan pemulangan jamaah calon Haji Provinsi Sulawesi Utara tahun 2015. Kamis (30/7).

Menurut Kakanwil Kemenag Sulut Drs. H. Suleman Awad, M. Pd dari 561 Kuota jamaah calon haji yang tersedia, 550 calon jamaah haji yang siap berangkat. “Calon jamaah haji kita hanya terbagi dalam dua kloter, yakni kloter 10 dan 11,” tutur suleman.

Orang nomor satu dijajaran Kemenag Sulut ini menjelaskan bahwa kloter 10 akan berangkat ke embarkasi Balikpapan 3-4 September untuk kloter 11.

“Para calon jamaah haji untuk tetap menjaga kesehatan karena cuaca saat ini di jedah 49-50 derajat Selcius,” pesannya.

Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah H. Abdul Aziz Tegela, SE menyatakan bahwa biaya lokal tahun ini sebesar Rp.3. 825. 000,-. “Tahun ini juga kita masih mendapatkan subsidi dari Pemerintah Provinsi untuk setiap calon jamaah haji” tambahnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kabag TU Drs. H. Abjan Halek, M.Si, Drs. Ari Azhari GM. Service Lion Air, Kabag Keagamaan Pemprov Sulut Drs. Hendrik Rondonuwu, M.Si, dan seluruh Kepala kantor Kemenag se-Provinsi Sulut serta perwakilan calon jamaah haji. (chris)

Kemenag Bitung Gelar Pertemuan Pembinaan Dewan Pastoral Paroki

bitungBITUNG, (manadoterkini.com) – Bertempat di Aula Gereja Katholik Maria Ratu Para Rasul kelurahan Manembo-nembo, Jumat (24/7), Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bitung, Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd, menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pertemuan Pembinaan Dewan Pastoral Paroki yang digagas oleh Penyelenggara Katolik Kemenag Bitung.

Mengusung tema “membangun kerukunan dalam bingkai NKRI”, kegiatan tersebut diawali dengan doa serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Selanjutnya dalam laporan yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Marcelino H. Tumimomor, SS, menyampaikan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah pertama, meningkatkan wawasan dan pengetahuan Dewan Pastoral Paroki se-Kota Bitung tentang paham dan gerakan radikalisme/ terorisme, hukuman mati, KDRT, human traficking dan narkoba, kedua, meningkatkan kualitas pelayanan Dewan Pastoral Paroki dalam membantu Pastor Paroki untuk menciptakan kerukunan dalam Gereja Katolik, dan ketiga, meningkatkan partisipasi Dewan Pastoral Paroki dalam membangun relasi yang rukun dengan pemeluk agama yang lain.

Dalam sambutannya selaku KaKanKemenag Bitung, secara singkat Taha mengurai beberapa persoalan baik dalam skala lokal, nasional maupun internasional, yang saat ini cukup mempengaruhi stabilitas kerukunan diantara umat beragama khususnya di Kota Bitung.

“Pada hakikatnya, semua agama mengajarkan tentang moral dan akhlak yang baik untuk menciptakan hubungan yang harmonis serta toleran kepada sesama dan antar pemeluk agama. Akan tetapi karena ulah seseorang dan atau sekelompok orang dengan mengatasnamakan agama, kemudian melakukan tindakan-tindakan provokatif yang berujung pada radikalisme, kekerasan maupun terorisme, yang tidak sesuai dengan hakikat ajaran dari agama yang dianutnya,”terang Taha.

“Jika setiap umat beragama patuh dan taat terhadap agamanya masing-masing, maka intoleransi serta perilaku-perilaku negatif lainnya tidak akan bertumbuh subur ditengah-tengah keragaman kehidupan kita,”lanjut Taha.

“Olehnya itu, Kementerian Agama yang salah satu misinya adalah untuk menciptakan kerukunan diantara sesama dan antar pemeluk agama memiliki tanggungjawab besar untuk melaksanakan pembinaan-pembinaan keagamaan guna mewujudkan hal tersebut dengan tetap bekerjasama dengan tokoh-tokoh agama dan pimpinan ormas keagamaan yang ada,”ucap Taha.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini (Jumat-Sabtu, 24-25/7), turut mengadirkan pembicara dari Pembimas Kanwil Kemenag Sulut dan Pst. Prof. Dr. Yong Ohoitimur, M.Sc, Dosen Etika Sekolah Tinggi Filsaat Seminari Pineleng serta dihadiri oleh 30 peserta utusan dari seluruh paroki di Kota Bitung serta jajaran Penyelenggara Katolik dibawah nakhoda Drs. Salvatore Ponomban. (chris)

MANADO, (manadoterkini.com) – Kementerian Agama Kantor Wilayah Sulawesi Utara mengadakan Buka Puasa bersama, pada kesempatan tersebut Kakanwil Drs. H. Suleman memberikan beberapa pesan buat umat yang sementara menjalankan Ibadah puasa.

“Nabi Muhammad SAW saat berbuka puasa hanya dengan 2 butir kurma,” ungkap Kakanwil Kemenag Sulut, Drs. H. Suleman, M.Pd saat Buka puasa bersama Kanwil Kemenag Sulut dilaksanakan dengan sederhana, Selasa (30/6).

Buka puasa bersama dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi. “Selain itu bisa terjalin hubungan kerjasama dan saling menghargai diantara kita,” tutur Suleman. Salah satu ajaran berpuasa mendidik kita untuk disiplin. “Artinya seorang muslim yang sedang berpuasa bila belum waktunya, belum bisa makan,” terang Suleman.

Puasa pun mendidik kita memiliki rasa kebersamaan dan kejujuran. Hal ini karena kita bukan takut akan pandangan orang lain, tapi karena Allah SWT selalu bisa melihat kita. “Jika setiap PNS bersikap jujur, mampu mengawasi dan menjaga diri kita masing-masing maka tidak perlu ada ceklok absen dan lain-lain,” ujar Suleman.

Buka puasa bersama dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi. “Selain itu bisa terjalin hubungan kerjasama dan saling menghargai diantara kita,” tutur Suleman. Salah satu ajaran berpuasa mendidik kita untuk disiplin. “Artinya seorang muslim yang sedang berpuasa bila belum waktunya, belum bisa makan,” terang Suleman.

Puasa pun mendidik kita memiliki rasa kebersamaan dan kejujuran. Hal ini karena kita bukan takut akan pandangan orang lain, tapi karena Allah SWT selalu bisa melihat kita. “Jika setiap PNS bersikap jujur, mampu mengawasi dan menjaga diri kita masing-masing maka tidak perlu ada ceklok absen dan lain-lain,” ujar Suleman.

Drs. Alex K. Usman menerangkan manfaat berpuasa. Selain meningkatkan ketaqwaan juga membuat kita sehat. “Bukan persoalan gendut atau kurus,” ucap Usman. Wanita berpuasa bisa meningkatkan kemulusan kulit. Menurutnya puasa pun meningkatkan harapan dan optimisme.

Acara buka puasa bersama di kantor Kemenag Sulut ini dihadiri juga seluruh pejabat dan pegawai lintas agama. (chris)