Owu : Cuaca Ekstrim ,Para Camat Harus Pantau Wilayahnya

Phieter Owu
Asisten 1 Bidang Administrasi Pemeritahan Phieter Owu.(ist)

manadoterkini.com, RATAHAN – Menyusul terjadinya angin keras disertai hujan dalam beberapa hari terakhir, seluruh Pemerintah Kecamatan diimbau supaya agar melaporkan perkembangan wilayah masing-masing. “Para camat dimintakan agar melaporkan situasi ditiap wilayah setiap dua jam,” imbau Asisten 1 Bidang Administrasi Pemeritahan Phieter Owu, Selasa (05/06).

Menurut Owu, laporan dari pemerintah kecamatan sangat dibutuhkan supaya pemerintah kabupaten dengan cepat dapat mengambil tindakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Ataupun masyarakat bisa menghubungi langsung instansi terkait semisal Dinas Penanggulangan Bencana Daerah apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” pungkas Owu.

Sementara itu Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah Ferry Uway memintakan kepada seluruh Hukum Tua agar dapat memantau terus setiap wilayahnya dan melaporkan kondisinya kepada camat.

”Contoh pekan lalu jembatan di Desa Mundung Satu Kecamatan Tombatu Timur ambruk,dan saat itu juga Hukum Tua langsung menghubungi camat dan camat langsung memberitahukan kapada kami,maka kami lansung turun ke lokasi tersebut untuk memantau langsung,”terang Uway.(Jay)

manadoterkini.com, AMURANG – Cuaca ekstrim masih akan melanda sejumlah wilayah di  Sulawesi Utara teramasuk Minahasa Selatan. Makanya, curah hujan dengan intensitas tinggi akhir-akhir ini membuat sejumlah titik di wilayah Minsel menjadi rawan bencana. Hal ini diungkapkan Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minsel Handri Alo Komaling SH.

“Hingga akhir bulan ini, sesuai data yang rilis BMKG, untuk wilayah Minsel diperkirakan akan diguyur hujan di atas rata-rata, yakni sekira 200 mm,” kata Komaling.

Untuk itu, kepada warga masyarakat diharapkan tetap waspada. Apalagi, wilayah Minsel memang merupakan daerah dengan tingkat resiko bencana alam cukup tinggi.

“Secara geografis, wilayah Sitaro rentan terjadi bencana alam, baik longsor, hingga banjir akibat luapan air disejumlah kuala. Jadi kewaspadaan dini mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana harus ditingkatkan,” ujarnya lagi seraya menambahkan warga waspada dengan kondisi penghujan seperti ini dan apabila turun hujan lebih dari satu jam, warga yang berdomisili di seputaran bantaran kali serta kawasan rawan longsor, segera mengungsi ke tempat yang aman.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, sejumlah wilayah di Minsel seperti di Minsela dan Suluun Tareran serta Desa Sapa diterjang tanah longsor dan Banjir, yang mengakibatkan sejumlah rumah di Suluun tertimbun tanah longsor serta di Desa Sapa Kecamatan Tenga tergenang air. Namun tidak sampai menelam korban jiwa.(dav)

manadoterkini.com, AMURANG-Cuaca yang tidak menentu ini masih mendera Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan sekitarnya. Hal tersebut telah memicu reaksi kekhawatiran pemerintah. Himbauan siaga bencana pun masih dikumandangkan.

Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE berharap, seluruh masyarakat yang ada di Minsel untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, menurut Dia, bagi warga yang berdomisili di zona-zona rawan bencana tanah longsor hingga banjir.

“Kami sudah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar tetap standby mengantisipasi cuaca ekstrem yang masih terjadi. Kami berharap, ada gerak cepat dari BPBD dalam kaitannya dengan upaya penanggulangan bencana,” harapnya.

Imbauan siaga bencana juga disampaikan Tetty sapaan akrab bupati Minsel ini bagi pemerintah kecamatan, kelurahan/Desa bahkan lingkungan. Sebab, menurut dia, justru pemerintah yang berada di kelurahan dan Desa serta lingkungan menjadi ujung tombak dalam upaya penanggulangan bencana.

“Demikian juga untuk jajaran Linmas harus proaktif saat ada bencana,” tandasnya.(dav)

manadoterkini.com, AMURANG – Hingga masuk pada bulan Maret 2017 ini, rupanya untuk serapan anggaran dana desa (Dandes) di 167 Desa yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) belum mencapai 100 persen.

Hal ini diakibatkan karena Cuaca ekstrim yang berkepanjangan sehingga mempengaruhi serapan anggaran Dana Desa (Dandes). Hal ini diakui oleh sejumlah Hukum tua (Kumtua) yang ada di Minsel.

Seperti yang dikatakan Kumtua Desa Durian Kecamatan Sinonsayang Roy Rugian. Dia mengatakan kalau tahun ini masih ada sisa pekerjaan tahun 2016 yang belum selesai.

“Dari Dandes tahun 2016, masih ada pekerjaan yang belum selesai. Sekarang kami masih mencari cuaca yang baik untuk melanjutkan pembuatan gorong-gorong. Pekerjaan gorong-gorong terlambat karena cuaca yang tidak mendukung,” ujar Rugian.

Hanya saja menurut Dia, bukan semua proyek Dandes yang belum selesai, karena proyek Dandes yang lain sudah selesai sejak akhir 2016 lalu. Proyek yang sudah selesai itu yakni, pembuatan jalan produksi dan jalan paving block.

“Kalau proyek yang lain sudah selesai sejak tahun lalu. Tahun ini tinggal pembuatan gorong-gorong,” ungkapnya.

Sementara itu, anggaran Dandes Tahun 2017, akan segera dicairkan. Namun, untuk mencairkan anggaran tersebut harus memasukkan laporan pertanggungjawaban penggunaan Dandes Tahun 2016.

“Desa yang sudah memasukkan LPJ tahun 2016, merekalah yang bisa mencairkan Dandes Tahun 2017. Kalau belum ada LPJ, jangan harap bisa mencairkan Dandes tahun ini,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Minsel Drs Efert Poluakan.(dav)

Pemkot Langsung Turunkan Alat Berat, Wawali Mor Pantau Langsung

manadoterkini.com, MANADO – Cuaca ekstrim yang terus melanda kota Manado membuat pemerintah kerja ekstra. Dimana hujan yang disertai angin kencang, Minggu (8/1/2017) berdampak tumbangnya sejumlah pohon di Kota Manado.

alat berat
Pemkot Manado langsung turunkan alat berat angkat pohon tumbang di Sario

Wawali Mor Bastiaan mewakili Walikota Manado GS Vicky Lumentut, turun langsung memantau kondisi pembersihan jalan yang telah dihalangi pohon roboh.

“Cuaca ekstrim warga yang berada di daerah rawan hendaknya mencari tempat yang aman. Hindari pohon besar karena angin kencang. Begitu pun dengan daerah rawan bencana,” kata Mor.

Dalam pemantauan Wawali Mor mendapati sejumlah dinas terkait, pemerintah kelurahan dibantu masyarakat setempat sedang melakukan pembersihan sisa-sisa pohon tumbang.

“Kita harus gerak cepat mengantisipasi cuaca ekstrim yang terus terjadi di Kota Manado belakangan ini. Saya berharap aparat kecamatan dan kelurahan jangan lengah menghadapi kondisi ini sebelum adanya korban,” imbau Mor.

ALat beratMeski pemerintah langsung turun tangan mengantisipasi segala ancaman keselamatan, namun dia meminta warga untuk terus waspada.

“Terutama masyarakat Kota Manado yang tinggal di daerah rawan bencana dan tanah longsor. Mari bersama-sama dengan pemerintah kita terus mewaspadai ancaman adanya cuaca yang kurang baik belakangan ini,” pinta suami tercinta Ny. Imelda Markus.

Nampak dalam pembersihan pohon di Jalan Sario, Wawali Mor didampingi Plt Sekda Rum Usulu, Asisten III Frans Mawitjere SH,  Kadis PU Bart Assa, Kadis Lingkungan Hidup Johanis Waworuntu serta Camat Sario Victor Karundeng.

Sejumlah pohon jalan dilaporkan tumbang. Seperti di jalan Samrat Kelurahan Tanjung Batu Kecamatan Wanea dan di ruas jalan Sario, tepatnya depan Kantor PLN Cabang Manado.(ald)

Cuaca Ekstrim, Sejumlah Pohon di Manado Tumbang

pohon tumbang
Pohon tumbang akibat cuaca ekstrim di Sario.(ist)

manadoterkini.com, MANADO – Akhir-akhir ini cuaca ekstrim mengancam warga disejumlah wilayah Sulawesi Utara, termasuk di Manado. Dan Minggu (8/1/2017) siang tadi akibat dari terjagan hujan dan angin kencang berdampak robohnya sejumlah pohon besar.

Tumbangnya sejumlah pohon tak hanya membuat kemacetan lalu lintas, tapi warga dibuat cemas. Pasalnya, kondisi cuaca ekstrim ini belum diketahui kapan akan berakhir.

Pemerhati Kota Manado, Jekson Sulangi SH, kepada manadoterkini.com, kondisi ini harus antisipasi Pemerintah Kota. Karena Manado masuk dalam daerah rawan bencana.

“Pastinya ini harus diantisiasi Pemkot Manado. Karena daerah kita masuk daerah rawan bencana. Kondisi yang kurang bagus mengharuskan warga tetap waspada. Pohon yang membahayakan warga harus dilakukan penebangan,” ungkap Sulangi.

Di sisi lain, pihak BMKG Sulawesi Utara (Sulut) sendiri, telah merilis informasi dan pemberitahuan mengenai kondisi cuaca ekstrim yang terjadi hari ini. Info tersebut diposting di halaman facebooknya sekitar 5 jam lalu.

“Peringatan Dini Cuaca Sulawesi Utara Tanggal 08 Januari 2017 Pukul 12.50 WITA, berpotensi terjadi hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang pukul 12.55 WITA di wilayah Kota Manado, Kab. Minahasa Selatan, dan Minahasa. Kondisi ini diprakirakan masih akan berlangsung hingga pukul 16.00 WITA dan meluas ke wilayah Kota Tomohon, Kab. Bolmong Utara, Bolmong, Kotamobagu, dan Minahasa Utara.”

Hingga berita ini diupdate sejumlah pohon tumbang terjadi di Manado. Diantaranya :

1. Sario sekitar Lapangan KONI

2. Jalan Sam Ratulangi, Wanea, depan Polsek.

3. Jalan 17 Agustus.

4. Depan RS Advent, Teling.

5. SPBU Wanea.

6. Teling, Kecamatan Tikala.

Tak hanya di Manado beberapa daerah lain pun turut mengalami kejadian serupa. Bahkan sejumlah netizen pengguna facebook, terpantau mengabarkan kejadian pohon tumbang lewat foto yang disiarkan lewat akun pribadi mereka masing-masing.(tim)

manadoterkini.com, AMURANG-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) meminta kepada warga yang ada di Kabupaten Minsel khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan perbukitan agar tetap waspada terhadap bencana. Pasalnya, belakangan ini perubahan cuaca yang cukup ekstrim mengakibatkan hujan deras disertai angin kencang kerap melanda wilayah Minsel.

 Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Minsel Handrie Allo Komaling SH kepada manadoterkini.com.

 Menurut Dia, warga harus waspada dengan intensitas curah hujan yang terus meningkat belakangan ini.

 “Warga harus waspada. Sebab akhir-akhir ini intensitas hujan semakin meningkat. Terlebih warga yang tinggal di bantaran sungai dan perbukitan,” imbaunya.

Hujan deras yang mengguyur dibeberapa lokasi, sempat mengakibatkan banjir, namun tidak sampai menggenangi pemukiman masyarakat.

 “Pemerintah desa dan kecamatan, tentunya harus secepatnya berkoordinasi, jika terjadi bencana supaya dapat ditanggulangi dengan cepat,” pintanya.(dav)

Warga Diminta Waspada, BMKG Sulut Ingatkan Peluang Hujan Lebat – sedang Sampai Malam Nanti

 

manado
Himbauan BMKG

manadoterkini.com, MANADO – Badan Meteorologi, Klimantologi dan Geofisika memperkirakan hujan lebat hingga sedang masih akan mengguyur Wilayah Provinsi Sulawesi Utara pada Selasa (21/6/2016) mulai pukul 16.00 WITA sampai dengan pukul 20.00 WITA.

Demikian bunyi press realses BMKG Sulawesi Utara lewat akun Facebook: update peringatan dini cuaca Sulawesi Utara tanggal 21 Juni 2016 pukul 16.00 WITA masih terjadi hujan lebat – sedang di wilayah Manado, Tomohon, Kotamobagu, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Bolmong Kabupaten Kepulauan Sangihe Talaud dan Sitaro. kondisi ini diprakirakan masih akan berlangsung hingga pukul 20.00 WITA. BMKG SULUT.

Sementara itu akibat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Sulut beberapa jam, bahkan melanda daerah ini dari kemarin hari, mengakibatkan bencana alam disejumlah kabupaten kota. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulut, Nouldy Liow mengambil langkah antisipasi cepat, dengan siap 1 x 24 jam menerima laporan serta penanganan bencana.

“Kami mengimbau warga khususnya yang berada didaerah rawan banjir dan longsor seperti dibantaran sungai, lereng dan bukit untuk tetap waspada. Jika mulai merasa ada sesuatu yang urgen segera lakukan evakuasi dan melaporkan ke BPBD kabupaten dan kota setempat,” tandas Liow.

Bahkan BPBD Sulut sendiri telah membuka posko siaga bencana. untuk alamat posko siaga di dipusatkan dikantor BPBD Sulut Jalan Bethesda Manado Telepon 08124109900 dan 081355861244. (chris/tim)

Kondisi Cuaca Ekstrim, BPBD Sulut Siaga 1 x 24 Jam

banjir dan longsormanadoterkini.com, SULUT – Hujan deras disertai angin kencang melandah wilayah Sulawesi Utara (Sulut) beberapa jam, bahkan melanda daerah ini dari kemarin hari, mengakibatkan bencana alam disejumlah kabupaten kota. Menyikapi kondisi ini Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulut, Nouldy Liow mengambil langkah antisipasi cepat, dengan siap 1 x 24 jam menerima laporan serta penanganan bencana.

“Kami mengimbau warga khususnya yang berada didaerah rawan banjir dan longsor seperti dibantaran sungai, lereng dan bukit untuk tetap waspada. Jika mulai merasa ada sesuatu yang urgen segera lakukan evakuasi dan melaporkan ke BPBD, ” tandas Liow.

Diakuinya pula sudah mendapatkan informasi dari wilayah Kepulauan Sangihe dan Talaud yang sejumlah rumah dan orang yang mengalami musibah akan segera dilakukan penindakan.

“Pemerintah saat ini dalam siaga bencana. Kami terus melakukan pemantauan secara intens di sejumlah lokasi yang rawan bencana. Jika terjadi bencana alam susulan dan ada laporan dari pemerintah setempat serta masyarakat kami siaga selama 1 X 24 jam, ” ujarnya.

Diketahui dari data yang diterima BPBD Provinsi Sulut, untuk Kabupaten Sangihe di Desa Akembawi dan Beha terjadi banjir bandang. Sampai pagi tadi kerusakan akibat bencana tersebut ada 40 rumah, dan 4 orang hilang, yang saat ini masih sementara dievakuasi. Sementara gelombang pasang dilaut masih terjadi saat ini.

“Pemprov akan segera mengirimkan tim BPBD dan sekaligus membawa bantuan kasur, tikar, selimut, fanily kid lauk pauk tambahan gisi masing masing 100 buah. Ini sesuai arahan pak Wagub Steven Kandouw, ” jelasnya.

Ditambakannya, untuk alamat posko siaga di dipusatkan dikantor BPBD Sulut Jalan Bethesda Manado Telepon 08124109900 dan 081355861244. (alfa)

Cuaca Buruk, Bupati Minta Warga Minsel Waspada

TettyMTerkini.com, AMURANG – Tidak menentunya kondisi cuaca saat ini, membuat Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE angkat bicara, untuk itu Dia mengingatkan kepada masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) waspada dengan cuaca buruk yang sedang melanda Sulut termasuk Minsel. “Saya minta kepada warga Minsel termasuk didalamnya para nelayan yang akan melaut untuk waspada,” ujar Tetty sapaan akrab bupati Minsel ini.

Ia juga meminta kepada SKPD terkait agar memperhatikan alat transportasi laut, khususnya angkutan publik. “SKPD terkait harus memberikan jaminan dan rasa aman bagi para pengguna transportasi laut dengan memperketat ijin berlayar bagi Nelayan yang ingin bepergian,” tandasnya.(dav)