Kinerja Luar Biasa, Dondokambey Dihadiai Penghargaan Pembina Karang Taruna Terbaik 2016

manadoterkini.com, SULUT – Kali ini Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mendapat penghargaan dari pengurus pusat Karang Taruna. Satya Lencana Aditya Karya Mahatva Yodha Award 2016, diberikan sebagai penghargaan atas kinerja luar biasa Dondokambey sebagai pembina umum Karang Taruna Provinsi terbaik tahun 2016 untuk kategori pengentasan kemiskinan.odsk

Penghargaan tersebut diberikan pada acara Rakernas sekaligus peringatan HUT ke 56 Karang Taruna yang diwakili Staf Ahli Gubernur Rudi Roring, Sabtu, (10/12/2016) di kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan.

Gubernur Olly Dondokamey mendapatkan penghargaan atas dedikasi beliau melakukan berbagai terobosan dalam mengentaskan kemiskinan di daerah Sulut.

Program ODSK (Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan) rupanya menjadi perhatian kementerian sosial RI dan Karang Taruna Nasional.

karang tarynaLayar lebar panggung kehormatan nasional para pejuang kesetiakawanan Indonesia ditayangkan foto Gubernur Olly Dondokambey sebagai penerima penghargaan Tertinggi Kementerian Sosial RI-Karang Taruna Nasional untuk kategori Pembina Umum Terbaik Provinsi tingkat Nasional.

Hal ini sangat membanggakan, karena proses penilaian yang ketat dan panjang serta melihat substansi program yang dilaksanakan dan dinilai dari tiap daerah atau provinsi.

“Gubernur Sulawesi Utara memilki perhatian penuh dengan kesetiakawanan sosial, para lanjut usia, bantuan tempat peribadatan, pembangunan dan kebijakan yang tak membeda-bedakan, serta operasi daerah selesaikan kemiskinan membuahkan hasil peningkatan ekonomi di atas 6 persen jauh di atas rata-rata yang berada pada angka 5 persen, penghargaan ini adalah pengakuan sekaligus motivasi untuk terlaksananya komitmen bersama berantas kemiskinan serta perhatiannya terhadap karang taruna,” pungkas Sekjen Karang Taruna Nasional Deden Sirajudin bersama Ketua Karang Taruna Provinsi Sulut Billy Lombok SH.

Sebagai bentuk kecintaan Gubernur Sulut, di Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional, Gubernur membagikan bantuan untuk penyandang Cacat dan para lanjut usia.

Diketahui, untuk kepengurusan Karang Taruna periode 2015-2020, Sekretaris Affan Mokodongan dan Bendahara Kristo Ivan Lumentut.(alfa)

manadoterkini.com, AMURANG-Ajakan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE dan Drs Steven Kandow (OD-SK) kepada seluruh komponen pembangunan bangsa di daerah ini untuk terus bekerja ekstra keras, ekstra cerdas dan bekerja lebih nyata, sambil tetap menjaga sinergitas langkah serta persatuan, dengan terus mengupayakan akselerasi pembangunan di berbagai sektor strategis seperti sektor pariwisata, infrastruktur, pengentasan kemiskinan dan pengangguran, kemaritiman, pendidikan, pertanian dan perkebunan serta sektor strategia lainnya, nampaknya tidak berjalan begitu saja, buktinya dukungan penuh datang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang langsung disampaikan oleh bupati Christiany Eugenia Paruntu SE melalui Kabag Humas Pemkab Minsel Frangky Mamangkey SIP.

“Apa yang telah diprogramkan oleh bapak gubernur dan wakil gubernur Sulut ini adalah sebuah keberpihakan kepada masyarakat sehingga itu wajib hukumnya untuk kita terus mendukung program-program tersebut,” tegas Mamangkey yang meniru pernyataan Bupati.

Lanjut Dia, untuk mendukung program pembangunan yang berbasis kepada kerakyatan tersebut, maka Tetty sapaan akrab bupati telah mengintruksikan langsung kepada seluruh jajaran yang ada dilingkungan Pemkab Minsel untuk mengedepankan program yang mampu mensejahterakan masyarakat. Hal ini sebagaimana yang telah dituangkan dalam rencana kerja Pemkab Minsel.

“Bupati juga telah mengintruksikan kepada seluruh jajaran SKPD untuk tidak memasukan kegiatan yang tidak memihak kepada rakyat, karena inti dari pada program pemerintah pusat, provinsi hingga daerah ini adalah kemaslahatan rakyat dengan bekerja ekstra keras, ekstra cerdas dan bekerja lebih nyata,” tandasnya.(dav)

Pengentasan Kemiskinan, Paruntu – Wongkar Dukung Penuh Program ODSK

ODDKmanadoterkini.com, AMURANG-Dalam rangka Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang telah dicanangkan oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE beberapa waktu lalu ternyata didukung penuh oleh Pemkab Bupati Minahasa Selatan (Minsel).

ODSKHal ini dibuktikan dengan hadirnya Christiany Eugenia Paruntu SE pada Rapat Koordinasi Pemutahiran Data Kemiskinan, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dalam rangka Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) di Provinsi Sulut, yang digelar di Hotel Sutan Raja Maumbi Minut pada Rabu (31/6) kemarin.
Bahkan pada acara tersebut, Bupati tercantik se- Indonesia ikut menanda-tangani Memorandum or Undersanding (MoU) Program ODSK bersama Gubernur Sukut.
Menurut Tetty sapaan akrab bupati Minsel ini mengatakan, pengentasan kemiskinan yang menjadi program unggulan Gubernur dan Wagub Sulut, sejalan dengan program Pemkab Minsel yang dirinya bersama Wakil Bupati Frangky Donny Wongkar SE.
“Program ini adalah program yang menyentuk ke masyarakat, justru itu program ini kami sangat mendukung. Untuk masalah ini kami dari Pemkab Minsel akan terus berkoordinasi dengan Pemprov Sulut, agar program ODSK ini dapat berjalan baik,” ujar Paruntu yang didampingi Wongkar.(dav)

Pemkot Bitung Gelar Rapat Terkait Pemantapan Program ODSK

palandungMTerkini.com, BITUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung lewat Penjabat Walikota Drs John Palandung, MSI Mengadakan rapat bersama instansi terkait dan pihak perbankan guna pemantapan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang Bertempat di Ruang Kerja WaliKota Bitung, Senin (28/03/2016)‎.

Dalam rapat tersebut Palandung mengatakan, “Seluruh perbankan diharapkan mendukung ‎program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan dari pemerintah, dalam artian seluruh CSR dari ‎perbankan di fokuskan ke program tersebut,” tutur Palandung.

Pemerintah Kota Bitung sendiri sangat mendukung program ODSK ini, seperti diketahui program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan adalah salah satu program strategi dari Pemerintah Provinsi sulawesi utara yang dipimpin oleh Olly Dondokambey dan Steven Kandou untuk penanggulangan ‎kemisinan daerah sulawesi utara pada umumnya dan kota Bitung khususnya.

Program ODSK sendiri implememtasinya akan di jabarkan melalui beberapa program strategis, khususnya di bidang pendidikan, pertanian, perindustrian dan Perdagangan, ‎koperasi-UMKM), tenaga kerja dan pemberdayaan perempuan.‎ (ref)

Gubernur Sulut Canangkan Program ODSK di Kabupaten Bolsel

MTerkini.com, SULUT – Dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di wilayah Sulawesi Utara (SULUT), Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw mulai menunjukan kerja nyata mereka. Buktinya pada Sabtu (12/03/2016), program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) dicanangkan di Kabupaten Bolaang Mongondouw Selatan (Bolsel).

OD

Pasangan terpilih masyarakat Sulut, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) membuktikan bahwa mereka miliki visi, misi yang jelas, dan menujukan mereka milik rakyat Sulut, antara lain dengan kunjungan kerja perdana di Kabupaten Bolsel dengan program ODSK demi terwujudnya Sulut Hebat, bebas dari kemiskinan dan pengangguran.

Pada kunjungan tersebut, OD-SK bersama rombongan tiba di Kabupaten Bolsel sekitar pukul (14:00) Wita dan disambut dengan prosesi adat Bolango, Mongondouw dan Gorontalo.

OD

Pada kesempatan itu Gubernur Olly Dondokambey mengatakan, pemerintah daerah provinsi Sulut dibawah kepemimpinan saya dan Wagub Steven Kandouw akan berupaya memberikan yang terbaik bagi warga Sulut.

“Mudah-mudahan lima tahun kedepan kepemimpinan kami berdua (OD-SK) akan memberikan pelayanan yang terbaik dengan program-program yang ada, demi terwujudnya Sulut Hebat yang berwibawa guna mengsejaterakan masyarakat bumi nyiur melambai kedepan yang lebih baik,”ungkap Gubernur.

Selain itu Gubernur menambakan, untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran dirinya membuat program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang dicanangkan pada saat ini.

OD

“Pencanangan Program ODSK ini dalam upaya mengentaskan kemiskinan di wilayah Sulawesi Utara. Kabupaten Bolsel salah satu daerah angka kemiskinan tertinggi di Sulut sehingga kami mencanangkan Program ODSK guna mengurangi kemiskinan yang ada didaerah ini,” ujarnya.

Sementara dalam sambutan Bupati Kabupaten Bolsel, Herson Mayulu menyampaikan ucapan banyak terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Utara dan Wakil Gubernur sudah mengujungi Kabupaten Bolsel. Masyarakat sangat gembira menyambut kedatangan OD-SK di Kabupaten Bolsel, tuturnya.

“Saya minta sejak awal ke pak Gubernur dan Wakil Gubernur agar mengunjungi Bolsel. Karena Bolsel merupakan salah satu daerah yang memenangkan pasangan Olly-Steven pada pilkada serentak 9 desember 2015 lalu di daerah Bolmong Raya,” ungkap Mayulu.

Lanjut Mayulu dalam laporan dirinya meminta beberapa hal terkait dengan keberadaan pembangunan daerahnya yang masih terlihat dianak tirikan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

OD

“Ada beberapa poin penting yang saya minta kepada pak Gubernur dan Wakil Gubernur demi mewujudkan pembangunan daerah yang ada di Kabupaten Bolsel seperti, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, sarana air, penyelesaian jalan lingkar Bolsel- Boltim hingga saat ini belum tuntas sepenuhnya,” pintanya.

Pada kesempatan itu pula Gubernur bersama Wakil Gubernur Olly-Steven, menyerahkan sejumlah bantuan ke Bupati Bolsel, Penandatangan prasasti sejumlah proyek pembangunan dan Penanaman seribu pohon kelapa unggul dan pohon sukun secara simbolis.

Turut hadir Ketua DPRD Sulut, Ketua TP-PKK Sulut dan Wakil TP-PKK Sulut, Bupati dan Walikota se-Sulut, unsur Forkopimda Sulut, Jajaran Pejabat Pemprov Sulut, Jajaran DPRD Kabupaten Bolsel, Jajaran Pemkab Bolsel, Tokoh Masyarakat dan Agama serta Para Pengurus PDIP se-Kabupaten Bolsel, Pimpinan BI, Pimpinan BRI, dan Pimpinan Bank SulutGo.(alfa/advetorial)

Entaskan Kemiskinan, Pemkot Manado Sinergritas Program ODSK

PENJABAT Walikota Manado yang juga selaku Kepala Bappeda Provinsi Sulut Ir. Royke Roring didampingi beberapa kepala SKPD Pemkot Manado mengikuti kegiatan Launching Program Unggulan Pemerintah Provinsi “Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK)” dan Rapat Koordinasi Penyepakatan Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Sulawesi Utara, 12 Maret 2016 di Ball Room Hotel Sutan Raja Kota Kotamobagu.

ODSK
Sambutan Ketua Panitia, kepala Bappeda Sulut/Pj Walikota Manado, Ir Royke Roring

Rapat yang diinisiatifi oleh Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Sulut Steven Kandouw difasilitasi oleh Bappeda Provinsi Sulut ini menghadirkan seluruh Bupati & Walikota se Provinsi Sulut untuk mempresentasekan program percepatan penanggulangan kemiskinan masing-masing daerah dan menandatangani kesepakatan bersama Program ODSK tersebut.

Pemerintah Kota Manado, sebagaimana dikemukakan Pj Walikota Manado, akan menjadikan Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan sebagai Program Prioritas Utama hingga tahun 2021 mendatang.

ODSK
Suasana rapat saat mendengarkan presentase Gubernur sulut bp Olly Dondokambey SE

“Siapapun Walikota periode 2016-2021 nanti wajib memprioritaskan Program ODSK ini. Program ini diamini akan efektif berjalan dikarenakan telah diserahkannya data by name by address warga miskin kota Manado oleh Kementerian Sosial RI. Sebagai data acuan untuk penyelenggaraan program dan kegiatan2 intervensi pemerintah terhadap permasalahan masyarakat miskin,” ungkap Roring.

Sesuai data yang telah diverifikasi dan validasi (verivali) oleh Dinas Sosial Kota Manado, saat ini ada tercatat sekitar 15.912 KK (+-16.000 KK) yang berhak mendapatkan intervensi program perlindungan sosial dari pemerintah.

“Ada 31 kegiatan yang telah, sedang dan akan terus dilaksanakan oleh Pemkot Manado untuk mengimplementasi program percepatan penanggulangan kemiskinan di kota Manado,”katanya.

ODSK
SKPD terkait yang mendapampingi Penjabat Walikota Manado Royke Roring

Salah satu yang akan dilakukan sebagai program unggulan wajib adalah Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RRTLH). Program RRTLH ini akan disimultankan kegiatan2nya dengan program pencapaian 100-0-100 yaitu pemenuhan 100% air bersih, pencapaian 0% kawasan dan lingkungan kumuh, serta pencapaian 100% sanitasi kota, yang keseluruhannya bertujuan untuk menurunkan angka kemiskinan dari 4,7% pada tahun 2015 menjadi 2,7% pada tahun 2021.

“Anggaran yang di tata dalam APBD kota selama ini untuk penanggulangan kemiskinan tercatat sekitar 80-100 Milyar per tahun. Dalam rangka percepatan maka Pemkot Manado berencana menaikkan anggaran tsb menjadi sekitar 150-200 Milyar per tahun,” ungkapnya.

Dengan di dalamnya akan tertata sekitar 32 M/tahun anggaran untuk RRTLH (Rp. 20 jt/KK), yaitu dengan target teratasinya masalah rumah tidak layak huni sebesar 25% dari 15.912 KK pada tahun 2021 atau sekitar 4000 RRTLH (KK).

“Dengan adanya program ODSK (APBD Provinsi Sulut) yang diharapkan dapat mendanai sekitar 10% dan APBN sekitar 15% dari total pendanaan utk sekitar RRTLH 16.000 KK maka pemkot Manado semakin optimis bahwa di tahun 2021 sebanyak 8000 KK atau 50% dari jumlah KK miskin dengan permasalahan RRTLH akan teratasi dan tentu optimisme angka kemiskinan kota Manado turun menjadi 2,7 % semakin dapat terwujud,” jelas Assa.(***)

Raker Perdana Gubernur dengan Bupati/Walikota Berlangsung di Kotamobagu

GUBERNUR Sulut Olly Dondokambey SE bersama Wagub Drs Steven Kandouw menggelar Rapat kerja (raker) perdana dengan para Bupati dan Walikota se-Sulut berlangsung di Kota Kotamobagu, Sabtu malam (12/03).

Gubernur mengatakan raker ini bagi saya merupakan wujud nyata dari komitmen kita untuk terus memberikan karya san kerja terbaik bagi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan di Bumi Nyiur Melambai, terlebih khusus dalam upaya menanggulangi dan mengentaskan kemiskinan.

ODSK
Nampak Penjabat Walikota Manado Royke Roring

Kesempatan itu beberapa hal penting yang menjadi harapan Gubernur lewat Visi-Misinya “Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Pemerintahan dan Politik serta Berkepribadian Dalam Budaya”, seperti memerangi kemiskinan dan pengangguran, memastikan ketahanan pangan bagi putra putri sulut yang adalah masa depan kita, membangun dari pinggiran, dan memastikan kedaulatan pangan, enegi serta maritim di wilayah kepulauan dan perbatasan. Ini merupakan tantangan dan pekerjaan rumah yang belum selesai dan harus dengan segera kita selesaikan, jelas Gubernur.

Sementara terkait dengan kondisi kemiskinan di daerah ini, Gubernur katakan sejak tahun 2015 lalu, jumlah penduduk miskin mencapai 217,150 jiwa yang bertambah sekitar 8,61 ribu jiwa, sedangkan persentase penduduk miskin sulut pada bulan September 2015 sebesar 8,98 persen, sedangkan kecenderungan meningkatnya jumlah dan prosentase penduduk miskin terindikasi lebih banyak terjadi di perdesaan di banding perkotaan. Diperdesaan 12,10 persen (159,140 jiwa) sedangkan perkotaan sebesar 5,26 persen (58,00 jiwa). Ini menunjukan masalah kemiskinan di sulut masih dominan merupakam fenomena perdesaan, terang Gubernur.

ODSK
foto bersama Gubernur Sulut Olly Dondokembey, Wagub Steven Kandouw, Ketua DPRD Sulut Andrey Angouw bersama Bupati/Walikota se-Sulut

Sementara persentase perbandingan penduduk miskin antar kab/kota di sulut pada Tahun 2015 menurut OD, Bolmong 8,91%, Minahasa 8,81%, Sangihe 12,19%, Talaud 10,27%, Minsel 10,08%, Minut 8,02%, Bolmut 9,61%, Sitaro 11,36%, Mitra 16,1%, Bolsel 15,28%, Boltim 6,92%, Manado 4,88%, Bitung 6,45%, Tomohon 6,57%, dan Kota Kotamobagu 5,98%. Olly mengakui ketika persentase penduduk miskin diperkotaan mengalami penurunan, justru persentase penduduk miskin perdesaan mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni sekitar 1,5-2% dalam kurun waktu 3 tahun.

Untuk itu Gubernur mencanangkan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (OD-SK) merupakan strategi dalam menanggulangi kemiskinan. dengan mempertajam program perlindungan sosial, meningkatkan akses pelayanan dasar, pemberdayaan kelompok masyarakat miskin, menciptakan pembangunan yang inklusif.(***)

Gubernur Canangkan Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan

GUBERNUR Sulut Olly Dondokambey bersama Wagub Drs Steven Kandouw (OD-SK), Sabtu (12/03) lalu melakukan kunjungan kerja pertama di Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel), pasca dilantiknya menjadi Gubernur-Wagub pada bulan Pebruari lalu.

ODSK
Pemberian bantuan kepada warga kurang mampu oleh Gubernur Sulut Olly Dondombey

Kedatangan Orang nomor satu dan orang nomor dua Sulut di kabupaten yang berbatasan langsung dengan provinsi Gorontalo telah mencanangkan program operasi daerah selesaikan kemiskinan (ODSK), penyerahan bibit kelapa unggul serta pemyerahan secara simbolis bantuam renovasi 65 unit rumah tidak layak huni (RTLH) untuk tiga kabupaten yakni Bolsel, Sangihe dan Mitra

Gubernur mengatakan, ditengah derasnya upaya percepatan pembangunan yang dilaksanakan guna pencapaian kesejahteraan rakyat, sampai dengan saat ini kita masih diperhadapkan pada berbagai permasalan mendasar diantaranya penanggulangan kemiskinan.

ODSK

“Untuk Provinsi Sulut sampai dengan bulan September Tahun 2015 angka kemiskinan mencapai 217,150 jiwa atau sekitar 8,98 persen dari jumlah penduduk Sulut, yang pemyebarannya jauh lebih tinggi di daerah perdesaan yakni mencapai angka 159,140 jiwa, atau 12,10 persen, dibandingkan dengan daerah perkotaan sebesar 58,000 jiwa atau 5,26 persen,” jelas Dondokambey.

Guna menyikapi hal tersebut OD-SK sebagai pemimpin baru Sulut telah mengambil berbagai langkah nyata salah satunya lewat program strategi penanggulangan kemisinan daerah – operasi daerah selesaikan kemiskinan (SKPD- ODSK) ini, yang implememtasinya akan di jabarkan melalui beberapa lrogram strategis, khususnya di bidang pendidikan, pertanian, perindag, koperasi-UMKM), tenaga kerja dan pemberdayaan perempuan, kata Ketua DPD I PDIP Sulut ini, sembari menambahkan Outcam dari pelaksanaan program ini kiranya mampu menurunkan persentase kemiskinan di Sulut secara signifikan, bahkan diharapkan mampu memenuhi target RPJNM 2015-2019 untuk Sulut yakni pada angka 5,1 persen.

Lanjut, saat tiba di lokasi kegiatan di Kantor DPRD kompleks perkantoran panango Bolsel, Gubernur dan Wagub disambut sekaligus dengan tiga adat oleh Bupati Herson Mayulu. Tiga adat dimaksud yaitu adat Bolango, Gorontalo dan adat Mongondow.

Turut hadir dalam acara tersebut ketua TP PKK Sulut ibu Rita Dondokambey Tumuntuan, wakil TP PKK Sulut dr. Katrika Devi Tanos, ketua DPRD Sulut Andrey Angouw, unsur Forkopimda dan pejabat eselon II lingkup pemprov sulut.(aldi/advetorial)