Sabtu, 21 September 2019

Atasi Listrik di Sulutenggo, Minsel Bakal Miliki Kapal PLTG Apung “Zeynep Sultan” Kapasitas 120 MW Dari Turki

Kapal PLTG Apung Zeynep SultanAMURANG, (manadoterkini.com) – Wilayah Sulawesi Utara (Sulut), Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Gorontalo masih defisit listrik 45 Mega Watt (MW) dari total kebutuhan sebanyak 325 MW. Kurangnya pasokan inilah yang membuat pemadaman listrik masih terus terjadi. Maka, untuk memenuhi kebutuhan yang ada, PT PLN (Persero) Suluttenggo akan menambah kapasitas pembangkit listrik berkapasitas 120 Mega Watt (MW) melalui Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Mobile Vessel (PLTG Apung) yang akan ditempatkan di seputaran PLTU Moinit Desa Tawaang Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). PLTG Apung ini akan beroperasi pada awal Desember 2015.

Kapal PLTG Apung Zeynep SultanDemikian disampaikan Direksi PT PLN Bidang Operasi Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara (SNT) Machnizon Masri saat melakukan pertemuan dengan Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE pada Senin (23/11) siang tadi diruang kerja bupati.

Dihadapan Bupati, Masri mengatakan selain melalui pembangunan sejumlah pembangkit listrik baru dan mengoptimalkan pembangkit listrik yang ada (existing), PLN Wilayah Suluttenggo juga tengah menantikan kehadiran PLTG Apung untuk menambah kapasitas daya. “Mesin ini disewa untuk jangka waktu lima tahun ke depan dalam memberikan pasokan listrik kepada semua pelanggan,” katanya.

Dia menjelaskan kalau Kapal PLTG Apung yang didatangkan dari Turki saat ini masih berada di sekitar selatan laut Arab. “Kapal PLTG Apung ini diperkirakan tiba di Amurang pada akhir bulan Nopember ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan GM PT PLN Sulutenggo Baringin Nababan, menurut Dia, sambil menunggu kedatangan PLTG Apung tersebut, PLN tengah menyiapkan sejumlah persyaratan untuk pengurusan perijinan kepada pihak pemerintah daerah dan pihak terkait selain menyiapkan hal-hal teknis, agar pada saatnya pembangkit tersebut tiba di lokasi sudah bisa dioperasikan awal Desember 2015. “PLTG Apung 120 MW menjadi program prioritas PLN dan menjadi salah satu solusi jangka pendek untuk menjawab persoalan pemadaman aliran listrik yang disebabkan oleh defisit daya listrik dari sisi pasokan pembangkit,” jelasnya.

Beban puncak sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo saat ini mencapai 325 MW, sedangkan daya pembangkit yang ada 320 MW. “Daya mampu pasok dari pembangkit yang beroperasi saat ini hanya 275 MW, atau terjadi kekurangan daya pasok pembangkit mencapai 50 MW,” jelasnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, diantaranya Sekdakab Minsel Drs Danny Rindengan MSi, Kepala Dinas Pengelola Keuangan Pendapatan Aset Daerah (DPKPAD) Denny Kaawoan SE, Kepala Distamben Pengky Terok, Kepala Divisi Regional SNT Nursalin, dan Kepala Divisi Kontruksi Hakim Nawawi.(dav)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*