Jum'at, 6 Desember 2019

Petani Cengkih Sulut Mengeluhkan Harga Cengkih Ke Ketua DPRD Sulut

deprovmanadoterkini.com, SULUT – Pengurus Asosiasi Petani Cengkih Indonesia (APCI) Sulut dan Himpunan Petani Cengkih (HPC) Sulut serta Asosiasi Petani Cengkih Minahasa (APCM), Rabu (7/9/2016) mendatangi kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan bertemu langsung dengan Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw diruang kerjanya.

Dihadapan Ketua DPRD Sulut dan Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut dan Vreeke Runtu para pengurus APCI, HPI Sulut dan APCM mengeluhkan semakin merosotnya harga komoditi unggulan di tanah Nyiur Melambai ini pasca adanya wacana dari pemerintah kenaikan harga rokok di indonesia.

“Sulut mempunyai produk cengkih terbaik. Sayangnya kian menurunnya harga tanaman ‘emas coklat’ ini sampai Rp80 ribu perkilo, cukup memberikan keresahan di kalangan petani.” ungkap Wakil Ketua APCI Sulut, Setly Kodong.

Tidak hanya itu, mereka juga meminta agar pemerintah membuka pabrik rokok di Sulut sehingga mengakomodir suara rakyat. Sebab kualitas cengkih di Sulut adalah yang terbaik.

“Hadirkan pabrik rokok di Sulut,” tambah Kodong.
sembari mengatakan apabila ini tidak di fasilitasi oleh DPRD Sulut maka petani mengancam akan melakukan demo besar-besaran.

Menanggapi keluhan tersebut Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw mengatakan “Memang pada tahun ini pemerintah provinsi Sulawesi Utara memfokuskan anggaran untuk pengadaan bibit cengkih sebesar 1 triliun.”

Senada juga diungkapkan Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut “prinsipnya impor cengkih yang membuat harga ini turun.”
“impor cengkih sampai sekarang masih dibuka.
40.000 ton cengkih di impor ke Indonesia.
Inilah yang mempengaruhi produksi dan harga,” tandas Lumentut. (Jef )

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*