Selasa, 24 Oktober 2017

Pengucapan Syukur Manado, Ini Pesan Wagub Kandouw

Wagub Sulut

Wagub Steven Kandouw memberikan sambutan pada ibadah pengucapan syukur

manadoterkini.com, SULUT - Pelaksanaan pengucapan syukur mempunyai  arti dan makna yang sangat penting dalam konteks kekristenan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan umat Kristen. Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Sulawesi Utara  Pnt Drs Steven O.E Kandouw, saat mengikuti Ibadah Pengucapan Syukur di Jemaat GMIM Bukit Moria, Rike, Minggu (10/9/2017) pagi tadi.

“Mengucap syukur adalah suatu proses penyerahan diri secara utuh kepada Allah yang merupakan wujud implementasi iman jemaat kepada Tuhan Yesus Kristus yamg senantiasa menganugerahkan berkat-Nya melalui nafas kesehatan kekutan penyertaan serta materi finansial bagi kita dalam menunjang kehidupan berkeluarga berjemaat dan bermasyarakat,” kata Wagub Kandouw.

Pemaknaan dan cara pandang pengucapan syukur merupakan hal yang wajib dan penting untuk dimiliki oleh setiap orang percaya termasuk jemaat di tempat ini. “Kita jangan hanyut dalam perayaan syukur dengan berbagai kegiatan yang bersifat seremonial semata, dan bahkan cenderung dengan pemborosan serta pesta pora, tetapi ungkapan syukur jemaat harus diikuti dengan tekad dan semangat untuk lebih meningkatkan kualitas iman lewat pelayanan dan pemberitaan Injil Kristus dalam berbagai kegiatan dan program-program yang bersifat religius maupun dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga mementum ini pula  menjadi tepat dan strategis untuk mengevaluasi dan merevitalisasi perjalanan kehidupan jemaat, disamping itu sebagai wahana membetuk komitmen dan tekad iman kedepan,” harap Kandouw.

Sejalan dengan itu, guna peningkatan partisipasi jemaat dalam konteks pembangunan daerah maka saat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus mengupayakan berbagai geliat pembangunan pada berbagai sekto. “Pariwisata daerah menuntut kesanggupan dan kesiapan kita dalam memanfaatkan semua peluang yang ada, ketersediaan sumber daya manusia yang handal, full skill dan kapabel menjadi keharusan dalam menjawab peluang ini di tengah sengitnya persaingan regional dan global,” ucap Kandouw.

Atas nama Pemerintah, masyarakat serta pribadi dan keluarga, Wagub Kandouw tak lupa mengucapkan selamat berpengucapan syukur kepada seluruh komponen jemaat. “Kiranya momentum ini akan senantiasa memberikan semangat baru bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas iman dalam mencari kedamaian sorgawi di dalam Tuhan Yesus Kristus,” ujarnya.

Untuk diketahui ibadah dipimpin Pdt Ferdinan Waworuntu MTh dengan mengutip 1 Timotius 3:1-13 tentang syarat-syarat bag penilik jemaat dan diaken, Tuhan memakai siapapun yang di kehendaki-Nya untuk menjadi pelayan Tuhan dan  hidup kudus dari pelayan Tuhan akan menjadi berkat bagi kehidupan keluarga jemaat dan masyarakat. Turut hadir dalam acara ini seluruh BPMJ dan Pelsus serta Jemaat GMIM Bukit Moria Rike.

Melihat berbagai isu yang berkembang seperti penyalahgunaan narkotika, miras pergaulan bebas, kriminalitas, seks bebas pelecehan seksual, isu sara, radikalisme dan terorisme, maka jemaat diminta untuk melakukan tindakan-tindakan antisipasi seperti peningkatan fungsi kontrol dalam kehidupan bermasyarakat, tidak apatis terhadap lingkungan sekitar, cerdas dan bijak dalam menyikapi berbagai hal yang dapat memecah kesatuan dan persatuan bangsa, serta membudayakan dan mengamalkan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila,UUD 1945,NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam setiap lini kehidupan sosial kemasyarakat,” tutup mantan Ketua DPRD Sulut ini.(humas/mlz)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*